
"Hhh..." tawa itu terlihat jelas di depan cermin. Vera menatap pantulan wajah perias itu dengan malas.
Sekali lagi Vera. Coba kau balikan kata cantik jadi jelek, pasti dia bilang tidak. Ok let's Go. batin Vera masih dengan percaya diri yang sama.
Vera pun mulai menggunakan filter keong ajaib untuk terakhir kalinya. "Keong ajaib... apakah aku jelek... bilang tidak-bilang tidak." ucap Vera dengan suara yang dia buat sesedih mungkin. Dari suaranya sangat terlihat jika ia tengah memaksa filter itu agar mengakui kecantikan nya.
"Benar... kamu memang jelek." terdengar suara mbah google di filter itu yang membuat wajah Vera memerah menahan amarah dan malu.
"Hhhhh..." wanita perias itu tidak sanggup lagi untuk menahan tawanya. perutnya sangat sakit seperti terlilit hutang.
"Berhenti mbak." ucap Vera bangkit dari kursinya, ia bukan hanya kesal dengan filter tapi juga kesal dengan wanita perias yang menertawai nya.
Untung saja make up dan tatanan rambutnya sudah selesai. Tinggal memilih kan baju. batin wanita perias itu sembari menutup mulutnya menahan tawa. Tak lupa tangannya memegang perutnya yang sakit disebabkan kelucuan yang terjadi tadi.
Vera dan mamanya sudah selesai dengan perawatan nya. Mereka juga sudah mengenakan pakai yang sangat pas dengan penampilan mereka. "Ayo sayang... nanti kita terlambat." ajak Sela menggandeng tangan Vera.
Anak dan ibu itu pun berjalan dengan anggun ke arah mobil yang sudah menunggu mereka.
"Nggak terasa sudah magrib aja ya ma." ucap Vera memperhatikan langit dan jalan dari balik kaca mobil.
"Iya sayang...kita kelamaan ni di salon. Hhh." tawa Sela yang di ikuti Vera. Di sepanjang jalan, Vera dan Sela berbicara sembari bercanda di dalam sana.
***
Di tempat lain terlihat Drag sudah berada di jalan menuju kediaman orang tuanya yang tiba-tiba saja mengadakan acara keluarga dan barbeque. "Kenapa mendadak begini sih acaranya." gumam nya pelan. Vino yang menyetir mobil hanya melihat sahabat sekaligus bosnya itu dari kaca spion depan.
Di kediaman orang tuan Drag. Terlihat keluarga besar Drag sudah berkumpul di mansion mewah itu. Banyak anak-anak berlarian di ruangan besar itu.
Para sepupu Drag yang masih gadis pada sibuk membahas masalah pria tampan dan kpop Korea. Para ibu-ibu sibuk menyiapkan berbagai keperluan makanan sembari mengobrol. Para pria tua alias bapak-bapak sibuk berbicara sembari menikmati secangkir kopi. Sedangkan Devan dan para sepupu nya sibuk bercanda ria di kursi pinggir kolam.
Keluarga besar itu sedang berada di taman belakang yang lumayan luas. Di taman itu sudah banyak meja, makanan, alat panggang dan tenda kamping untuk anak-anak bermain. Di sekitar mereka juga terdapat kolam renang yang cukup besar yang di mana sekeliling nya terdapat bunga-bunga dan rumput hias yang menjalar di dinding. Tak lupa lampu-lampu hias yang bergantung dan melilit pohon dan bunga.
Di halaman depan, terlihat sebuah mobil berhenti tepat di depan pagar. "Tin." Mobil itu menghidup kan klakson nya agar satpam segera membuka pagar untuknya.
Para security yang sudah tau siapa yang datang pun langsung bergegas membuka pintu pagar yang menjulang tinggi itu.
"Pasti ramai banget ya ma?" tanya Vera sedikit grogi.
"Kalau namanya sudah keluarga besar, pasti sangat ramai lah sayang. kamu ini gimana sih." ucap Sela kesal mendengar pertanyaan bodoh yang di lontarkan Vera.
__ADS_1
"Terima kasih pak." ucap Sela sangat anggun sembari menganggukkan kepalanya secara perlahan.
Kini mobil yang sempat berhenti itu sudah memasuki halaman Mansion. Vera terpanah melihat keindahan mansion dari balik kaca mobil.
Setelah mobil berhenti, Vera dan Sela segera turun. Beberapa pelayan sudah menyambut mereka dengan hangat. Sela tersenyum membalas sapaan para pelayan.
Selama menikah dengan Drag baru inilah Vera mengunjungi rumah mertuanya. Benar-benar menantu durhaka ya Vera. "Mari saya antar ke taman belakang nyonya." ucap kepala pelayan di mansion itu sangat ramah.
"Baik, Terima pak." jawab Sela tersenyum anggun.
"Ayo sayang." ajak Sela menarik tangan Vera. Vera yang terdiam seperti orang linglung pun terkejut ketika di taring mamanya.
"Vera!" panggil Sela penuh penekanan. Saat ini mata tajam itu mengisyaratkan Vera agar bersikap anggun.
"Eh, i-iya ma." ucap Vera tersenyum bingung.
"Kamu mikirin apa sih sayang... ayo cepat... mama tak enak dengan mertua mu dan keluar besarnya." ucap Sela sedikit bawel malam ini.
"Iya ma... sabar kenapa." ucap Vera memanyunkan bibirnya.
Mereka pun berjalan mengikuti kepala pelayan menuju taman belakang. Ketika sampai di depan pintu. Vera terpanah dengan pemandangan taman itu.
Bagus sekali tamannya. Lihat kolam renangnya, bunga-bunganya, Lampu gantung nya. Wah... bahkan bunga pun di kasih lampu tumblr. Keren... Jadi ingin foto aku, tapi aku malu.
"Wa'alaikumussalam. Malam...hey jeng" ucap Ami menghampiri Sela lalu memeluknya.
"Sama siapa ke sini jeng?" tanya Ami sudah melepas pelukannya.
"Berdua saja jeng sama anak saya Vera." ucap mama Vera sembari tersenyum.
"Suami jeng nggak ikut? " tanya Ami masih setia dengan senyumnya.
"Suami saya sedang ada kesibukan jeng. Maaf ya jeng, suami saya tidak bisa hadir " ucap Sela tak enak hati pada Ami.
"Tak apa-apa jeng." ucap nya santai
"Assalamu'alaikum tante... eh maksudnya mama." ucap Vera tersenyum yang di sambut pelukan oleh mertuanya itu.
"Sayang...kenapa baru datang sih... mama kangen tau sama menantu mama yang cantik ini." ucap Ami menggoda Vera. Vera hanya bisa tersenyum melihat mertua nya itu.
__ADS_1
"Maaf ya ma...Vera baru bisa berkunjung, soalnya Vera sibuk kuliah juga kan ma." ucap Vera menampilkan wajah memelas dan sedih.
"Tak apa sayang... mama paham kok. Pengantin baru..." goda Ami sembari mencolek dagu Vera.
"Mama bisa saja." ucap nya menahan malu.
"Jeng kenalkan, ini Ira adik dari suami saya." ucap Ami memperkenalkan satu persatu keluarganya kepada Vera dan mamanya.
Setelah selesai berbicara, Akhirnya mereka pun memulai acara barbeque nya sembari mengobrol dan becanda ria. Sekarang Vera sudah bergabung dengan para sepupu Drag. Sepertinya mereka terlihat akrab walaupun baru dua kali bertemu. Dari jauh terlihat Devan melirik ke arah Vera yang tengah mengobrol dengan sepupunya.
Wah wah...sudah datang juga kakak ipar ku itu... Devan, ini adalah daerah kekuasaan-Mu... ayo kita goda kakak ipar mu. Hhhhhh. Kakak ipar aku datang... batin Devan tersenyum devil kearah Vera.
Sebelum Devan beranjak dari tempatnya. Devan pun membicarakan tentang Vera kepada para sepupunya itu. "Guys... kalian tau perempuan yang ada di ujung sana, yang sedang duduk bersama Veli, Dela, Popi, dan Balqis." tanya Devan kepada semua para sepupunya.
Para sepupu Devan mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang di tunjuk Devan "Iya aku lihat." ucap Bimo tanpa mengalihkan lirikannya dari Vera.
"Bukankah itu kakak ipar loh Dev?" tanya Bram pada Devan sembari mengamati wajah Vera dengan cara memicingkan matanya sejenak.
"Perempuan yang pakai dress selutut warna coksu ya Dev?" tanya Arga menatap Devan dengan mata datarnya.
"Iya gusy kalian semua benar." ucap Devan membenarkan ucapan para sepupunya.
"Memang ada apa dengan kakak ipar loh Dev?" tanya Belvin dengan rasa penasaran.
"Kakak ipar ku itu galak banget loh. Kalian tau nggak? Dia sangat pemarah dan lucu juga sih. Aku punya tontonan yang bagus buat kalian." ucap Devan dengan sangat serius sembari tersenyum menyeringai.
Dengan cepat Devan mengeluarkan handphone miliknya lalu memperlihatkan sebuah video menarik yang dia ambil nya kemarin. "Wow...Bang Drag cool banget ya... Hhhhh." ucap Belvin sembari tertawa yang di ikuti Devan dan yang lainnya.
"Inikan sudah ku kirim di grub keluarga... apa kalian tidak melihatnya?" tanya Devan mengangkat satu alisnya. Sorot matanya terlihat kesal menatap para sepupu nya.
"Kami tidak melihatnya." ucap para sepupu Devan secara bersamaan.
"What! kalian kemana saja?" tanya Devan menggeleng kan kepalanya tak percaya.
"Devan sayang...hidup kami tu bukan hanya sosmed doang tapi dunia nyata juga." ucap Arga dengan mimik yang di buat semanis mungkin. Terlihat sempipit Arga yang membuat wajahnya semakin manis dan imut.
"Jauh-jauh... Ilfeel gue!" ketus Devan menampilkan ekspresi jijik.
"Hhh... Santai bro." ucap Arga terkekeh geli.
__ADS_1
"Btw, baru kali iniloh aku lihat sikap kak Drag seperti ini." ucap Bimo lalu meneguk jus yang ia pegang sendiri tadi.
"Benar-benar berita yang meresahkan.Hhhh..." ucap Bimo tertawa mengingat tontonan yang ia lihat tadi.