Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Kemesraan di pagi hari


__ADS_3

Waktu terus berjalan, hari sudah gelap. Semua manusia yang tinggal di mansion sedang sibuk dengan mimpinya. Sama halnya dengan Vera, dia sibuk dengan mimpinya. Hingga tubuhnya bergerak seperti cacing kepanasan. "Plak." tanpa sadar Vera menampar wajah Drag.


Drag yang merasakan tamparan itu terbangun dari tidurnya. Drag menatap Vera yang terlelap dengan tangan yang menyentuh pipinya. "Vera." panggil Drag pelan menahan amarah.


Drag mendudukkan tubuhnya tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Vera. Drag yang tak nyaman pun berniat pindah ke sopa. Sebelum turun dari ranjang, Drag memperhatikan pergerakan Vera yang tidur seperti cacing kepanasan. Gadis itu tak merasa terusik sedikitpun dengan kehadiran Drag.


Tidak biasanya istriku ini tidur seperti ini. gelisah sekali. batin Drag dengan tangan yang mengusap peluh di dahi Vera.


"Buk." tanpa Drag sadari kaki Vera menendang tubuhnya. Vera benar-benar tak sadar jika dirinya telah menyakiti Drag.


"Vera!" ucap Drag sangat kesal.


Vera tetap setia menutup matanya tanpa memperdulikan ucapan Drag. Tanpa Drag sadari, sendari tadi Vera sudah terbangun dari tidurnya. Gadis itu menerbitkan senyumnya yang hampir tak terlihat.


Hhhhh rasain tu. batin Vera bersorak senang dengan kejahilan nya .


Drag yang masih mengantuk akhirnya segera melangkahkan kakinya menuju sopa. Sebelum menutup matanya, Drag menyempatkan diri melihat Vera yang tertidur pulas di rajang.


Waktu berlalu begitu cepat, kini subuh telah tiba. Suara adzan dari handphone milik Drag mulai terdengar. Drag yang sudah terbiasa shalat subuh segera bangun dari tidurnya. Drag duduk sembari mengusap kedua matanya menghilangkan ngantuk. "Vera bangun." Ketikan sudah berada di sisi Vera. Tangan kekar nan berurut itu menggoyang tubuh Vera secara perlahan.


"Hm." Vera hanya berdehem ngantuk dengan mata yang masih tertutup.


"Ayo shalat." ajak terus menatap Vera.


"Lagi haid-lagi haid." ucap Vera beralasan. Gadis itu enggan bangun dari tidurnya.


"Beneran haid?" tanya Drag tak percaya, ia mengangkat sebelah alisnya menatap Vera.


"Hm." jawab Vera lagi dengan deheman ngantuk. Mata Vera enggan untuk membuka. Dia sangat nyaman dengan tidurnya ini. Bahkan gadis nakal ini tak memperdulikan Drag yang berada di dekatnya.


"Sini saya lihat." ucap Drag dengan tangan yang mencoba melepaskan celana yang di kenakan Vera. Vera yang merasakan sentuhan Drag segera membuka matanya.


"Ah..." teriak Vera langsung bangkit dari tidurnya. Dia tidak menyangkah jika suaminya itu nekat ingin membuka celananya. Vera segera menjauhkan tubuhnya dari jangkauan Drag.


"Apaan sih... nggak sopan tau nggak!" kesal Vera menatap tajam ke arah Drag.

__ADS_1


"Apanya yang tak sopan? orang buka celana istri saya sendiri kok. Yang tak sopan itu buka celana istri orang. Paham tidak Vera!" ucap Drag dengan nada dingin dan tegas.


Ngeselin banget...batin Vera menatap nyalang ke arah Drag.


"Sudah Vera, cepat pergi ke kamar mandi." perintah Drag dengan tegas pada istrinya nakalnya itu.


"h." Vera membuang mukanya lalu berjalan menuju kamar mandi dengan penuh keterpaksaan. Gadis nakal itu menekuk kan wajahnya di padu wajah cemberut. Drag yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya makhlum dengan sikap kekanakan Vera.


Setelah selesai mengambil wudhu, Vera dan Drag pun melaksanakan shalat subuh bersama. Vera yang tak terbiasa shalat hanya mengikuti gerakan Drag dengan sangat malas dan penuh keterpaksaan.


"Cepat mandi, jangan bermalas-malasan! Pagi ini jadwal kelas saya loh." ucap Drag sembari melipat sajadah dan meletakkan nya di lemari khusus alat shalat.


"Hm." Vera berdehem malas membuat Drag sangat gemas dengan gadis nakal itu.


"Cepat sana mandi." perintah Drag dengan tegas dan penuh ancaman.


Cerewet banget sih pagi-pagi... nggak tau apa orang masih ngantuk dan lemas! batin Vera kesal sembari melirik suaminya dengan tajam.


"Kalau kamu lihatin saya terus.. kapan selesainya." ucap Drag dengan lembut walaupun hati dan fikirannya kesal melihat tingkah laku Vera.


"Iya-iya." nyinyir Vera lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Gadis itu pergi dalam keadaan terpaksa dan mulut yang ngedumel.


Beberapa menit Vera di kamar mandi, akhirnya gadis itu selesai juga membersihkan dirinya. Kini giliran Drag lah yang membersihkan dirinya. "Cepat siap-siap, saya tunggu di bawah." ucap Drag sudah berpakaian rapi.


"Yee...galak banget sih." nyinyir Vera memperhatikan Drag yang hendak turun ke bawah.


Tanpa Drag marah lagi padanya, Vera bergegas menyiapkan semua keperluannya untuk di bawah ke kampus. "Apalagi ya?" gumamnya pelan mencoba mengingat sesuatu. "Sepertinya sudah semua deh." ucap nya santai lalu segera menyusul Drag ke lantai dasar.


Di ruang makan terlihat Vera berjalan menuju salah satu kursi. Drag memperhatikan Vera yang terlihat enggan duduk di sampingnya.


"Kenapa duduk di sana? duduk sini." ucap Drag menepuk kursi di sebelah nya.


Vera yang mendengar perintah suaminya itu tak menanggapi. Dia lebih memilih duduk di kursi paling ujung di meja makan itu. Padahal, semua sarapan pagi ada di dekat Drag. "Hm." dehem Drag mulai kesal tetapi ia masih bisa menahan emosinya. Drag bangkit dari duduk nya lalu berjalan ke arah vera.


Mau apa dia ke sini? ah sudahlah. Mungkin dia mau ke lantai atas untuk mengambil barang yang tertinggal. batin Vera positif thinking dengan bahu yang di naik kan sebenar. Dia sangat acuh dengan apa yang akan dilakukan Drag.

__ADS_1


Drag semakin mendekat ke arah Vera. pria tampan itu berjalan dengan gaya maskulin nya. Langkahnya tidak terlalu cepat tetapi masih terlihat gagah dan elegan.


Loh loh... kenapa dia ke sini sih. gerutu nya sangat kesal. Vera terus menatap nyalang ke arah Drag yang semakin mendekati nya. Tak lama berjalan, kini Drag sudah berdiri di samping Vera. Vera mendongakkan wajahnya menatap wajah tak berekspresi itu.


Tanpa menunggu lama, Drag menjulurkan tangannya ke punggung dan kaki Vera. Dengan sigap lelaki tampan dan atletis itu mengangkat tubuh mungil Vera. "Ah..." teriak Vera keras yang mencuri perhatian penghuni mansion, termasuk Kevin adik kandung Drag.


"Oh! wow! i don't believe it! what a surprise ! and that can't bi (Oh! wow! aku tak percaya! betapa mengejutkan! dan diluar dugaan)." ucap Devan terpukau. Dengan cepat diapun mengeluarkan handphone miliknya lalu memvideokan kemesraan sepasang suami istri itu.


Ini nggak bisa di biarin dan di sia-siakan...aku harus kirim video ini ke grub keluarga. Hhh...pasti seru...batin Devan tersenyum menyeringai.


"Eh jangan di videokan...nyebelin banget sih adik ipar durhaka!" ucap nya kesal menatap tajam ke arah Devan yang tersenyum jahil ke arahnya.


"Hhh..." Devan tertawa mengejek ke arah Vera. Dia terus terkikik geli. Vera menggerakkan bibirnya seperti berbisik sumpah separah pada Devan. Devan tak memperdulikan umpat Vera. Ia terus saja memvideokan kemesraan di depannya.


Benar-benar pagi yang cerah dan menggembirakan. Tak sia-sia aku berkunjung ke sini. batin Devan sangat senang dengan drama pagi ini.


"Cepat turunkan aku!" ucap Vera dengan pelan. Dia mendesak suaminya agar segera menurunkan tubuhnya. Dia sangat malu saat ini. Apalagi di depan adik iparnya itu. Wajah Vera memerah karena ulah Drag.


"Diam!" tegas Drag tak memperdulikan kejahilan Devan. Vera hanya bisa diam membisu mengikuti keinginan suaminya itu.


Akhirnya Drag berhasil mendudukkan Vera tepat di samping kursinya. Drag tetap diam dengan aura dingin dan datarnya. Jika Drag menampilkan raut yang biasa saja, lain halnya dengan Vera. Wajah Vera bersemu merah menahan malu dan kesal. Diam-diam Devan kembali memotret wajah Vera yang memerah.


Astaga...aku lupa mematikan flash nya. batin Devan panik ketika Vera sudah menatapnya degan tajam.


"Devan! hapus nggak...Cepetan hapus!" teriak Vera dengan sedikit keras. Vera yang tak tahan pun langsung Bangkit dari kursinya. Ia berjalan cepat ke arah Devan untuk mereput handphone Devan.


"Vera duduk." perintah Drag mencekal lengan Vera agar tak bisa mengejar Devan.


"Nyebelin banget sih." Vera mulai ngambek pada Drag. Drag menghela nafas melihat Vera.


"Sudah...cepat sarapan." perintah Drag lagi lalu menyerahkan sepiring nasi ke hadapan Vera. Mau tak mau akhirnya Vera menurut dan memakan makananya dalam keadaan kesal.


"Wajah boleh kesal, tetapi mulut tidak ya..." goda Devan melihat Vera yang makan dengan lahapnya.


"Devan!" tegur Drag menatap tajam adik semata wayangnya itu.

__ADS_1


"Cepat habiskan sarapan mu.!" perintah Drag tak bisa di bantah Devan. Devan Menurut dan memakan makanannya dengan menahan tawa.


"Iya kak."


__ADS_2