
"Pagi semuanya." sapa Drag dan Vera secara bersama.
"Sayang...ayo cepat makan." ucap Ami menyamperi Vera lalu memegang bahu nya.
"Iya mama." ucap Vera tersenyum malu.
Saat ini ruang makan di penuhi keluarga besar Drag. Kini Vera dan Drag duduk bersebelahan. Tak ada yang terdengar di ruang makan itu kecuali dentingan sendok dan piring yang saling bersahutan.
"Srek." Drag menggeser kursinya lalu berdiri dari duduknya.
"Ma Drag berangkat dulu ya." ucap Drag sembari menarik tangan Vera seakan menyuruh istrinya ikut berdiri.
"Loh, kenapa cepat sekali sih sayang?" tanya Ami menghentikan acara makannya.
"Iya ma ada urusan mendadak." ucap Drag dengan wajah datarnya.
"Ya sudah sayang, hati hati ya." ucap Ami sembari tersenyum.
"Ma, pa, semuanya, Vera pulang dulu ya." ucap Vera berpamitan dengan semuanya.
"Iya sayang...sering sering berkunjung ya." ucap Ami lalu bangkit dari duduknya dan langsung memeluk menantu satu-satunya itu.
Setelah berpamitan, Drag dan Vera segera berjalan menuju pintu keluar. Di depan, Vino sudah siap siaga menunggu Drag cepat di depan pintu mansion. "Cklek." Drag membukakan pintu untuk Vera dan menyuruh nya untuk masuk. Ketika Vera hendak masuk, Drag meletakkan tangannya di atas kepala Vera agar kepala istrinya itu tidak terbentur atap pintu mobil.
Setelah memastikan Vera sudah masuk, Drag pun dengan cepat berjalan memutar mobil, lalu ikut masuk dan duduk tepat di sebelah Vera. Vera dan Drag sudah duduk di kursi penumpang. Vino mulai menjalankan mobil nya lalu meninggalkan perkarangan mansion itu. "Ting." terdengar suara notifikasi chat dari handphone milik Vera.
"Ting, ting, ting, ting, ting." suara notifikasi pesan dari handphone Vera mulai ramai dan berisik.
Drag yang mendengar itu memalingkan pandangannya ke arah Vera, sedangkan Vino mencuri pandang melalui spion kaca depan.
"Kenapa banyak banget sih!" gerutunya Vera kesal bercampur bingung.
"Siapa?" tanya Drag dengan tenang dan ekspresi dinginnya.
"Biasa chat grub." ucap nya dengan malas.
"Hmm." Drag hanya menganggukkan kepalanya pelan.
Vera yang sudah tak tahan dengan suara notifikasi grub yang berisik dan sangat banyak pun dengan segera membuka aplikasi pesan miliknya. Vera tidak membuka handphone nya sendari kemarin sehingga pesan chatnya menumpuk.
Sudah ku duga pasti pesan grub. batin Vera menampilkan ekspresi jenuh.
__ADS_1
Apa sih yang mereka bahas sehingga chatnya sampai ribuan begini. Nggak capek apa tangan mereka itu mengetik! batinnya tak habis fikir.
Dengan rasa malas Vera segera membuka grub lalu mencoba menghapus semua pesan chat yang sudah banyak itu. Sebelum menghapus tiba-tiba saja pandangan Vera jatuh pada sebuah video dan obrolan keluarga grub itu.
Rasa penasaran Vera sudah di ambang batas. Vera pun dengan segera mendownload video yang di kirim devan. Vera refleks menutup mulutnya yang menganga lebar ketika melihat video yang di putarnya itu. Dia sangat terkejut dengan kelakuan adik iparnya itu. "Huh... huh... Huh..." nafas Vera naik turun. Wajahnya mulai merah padam antara marah dan malu.
Awas ya kamu Devan... awas saja nanti jika ketemu... aku bejek-bejek tu muka jelek mu. Ku jitak baru tau kau! batin Vera dengan dada yang memanas.
"Sumpah, malu banget..." gumam nya pelan.
"Kamu kenapa?" tanya Drag memperhatikan wajah Vera yang sudah memerah dan pucat.
"Kamu sakit?" tanya Drag dengan nada yang lembut. Drag merapikan rambut Vera dengan penuh kasih sayang.
"Lihat kelakuan adik kamu ini! dia membuat aku malu tau nggak sih." ucap Vera melampiaskan kemarahannya pada Drag.
"Memang apa yang di lakukan Devan sehingga membuat istriku ini marah?" tanya Drag penasaran dengan tangan yang mengelus rambut Vera.
"Lihat ini! Dia menyebarkan video kita ke grub keluarga....dan kita menjadi bahan ghibah di sana!" ucap Vera dengan nada yang sangat kesal. Wajahnya sudah terlihat seperti ingin menangis. Vera benar-benar sangat malu.
Drag hanya mengelus punggung Vera untuk menenangkan nya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Tanpa Vera sadari sendari tadi Drag tersenyum kecil dengan apa yang membuat Vera marah.
Jika Vera marah dan malu dengan video yang di sebar di grub, maka lain halnya Drag. Pria tampan nan gagah itu malah tersenyum senang.
Benar-benar ya beruang kutub ini! Aku lagi marah dengan santainya dia bertanyak aku sudah selesai atau belum! Abang sama adik sama aja. Buat aku emosi. Kedebuk! pecah pala kelen ku buat... sayang sekali aku tak memiliki keberanian seperti Lucy. Ancur-ancur! batin Vera bercampur aduk.
"Sudah jangan marah lagi. Kamu mau makan apa? atau mau pergi kemana?" tanya Drag dengan wajah dingin dan suara barintonnya.
Vera langsung melirik Drag dengan tajam seakan mencari raut kebohongan di wajah suaminya. "Saya serius Vera." ucap nya meyakinkan Vera. Drag tetap menampilkan wajah dinginnya. Mata tajam itu menatap ke arah depan.
"Saya mau nonton!" ucap Vera dengan cepat. Amarahnya yang meledak tadi hilang seketika.
"Boleh." ucap Drag singkat lalu menyenderkan tubuhnya dengan santai.
"D.A.S." ucap Vera pada Drag dengan wajah dan tubuh yang sudah menghadap Drag.
"Das?" tanya nya menampilkan wajah bingung. Vera hanya menganggukkan kepalanya dengan antusias. "Apa itu Das?" tanya nya lagi dengan dahi yang mengerut.
Sepintar-pintarnya beruang kutup, ternyata aku lebih pintar ya... buktinya saja dia nggak tau apa itu D. A. S.
"Saya tau apa yang kamu fikirkan Vera." ucap Drag dengan nada dingin.
__ADS_1
Serem amat ni lakik. batin Vera menatap tak bersahabat pada Drag.
"Masa mas nggak tau sih apa itu D. A. S." ucap Vera dengan raut angkuh ke arah suaminya.
"Saya memang tidak tau dan tidak mau tau apa itu Das." ucap Drag masih menampilkan ekspresi datarnya.
"Huh...ya ampun... Suamiku sayang... D. A. S itu film horor bioskop yang sedang viral.... D. A. S itu singkatan dari DISINI ADA SETAN." Vera membuang nafas nya dengan kasar lalu mulai memberitahu tentang Das yang ia sebut.
"Oh." satu kata yang keluar dari mulut Drag.
"Kok cuma oh sih!" ucap Vera kesal dengan sikap suaminya ini yang kapan saja bisa berubah.
"Saya tak tau mau respon apa Vera." ucap Drag lagi sembari melihat ke arah Vera.
"Hmm." dehem Vera kesal dengan tangan yang di lipat di dada
Keheningan pun mulai terjadi. Vera dan Drag sama-sama diam. Tak ada satupun dari mereka bertiga yang ingin menyedekahkan suaranya untuk di sumbangkan di mobil yang sedang melaju itu.
Beberapa menit di jalan, kini mobil Drag memasuki area kampus. Setelah Vino menepikan mobilnya, Vera segera turun tanpa memperdulikan Drag yang menatapnya. Karena waktu sudah mepet, Drag segera turun dan langsung pergi mengajar.
***
Jam kuliah sudah berlalu kini Vera sedang bermalas-malasan di meja kerja suaminya. Gadis itu menyenderkan kepalanya di atas meja. "Bosen banget aku." ucap nya sangat jenuh.
"Tok tok tok. Permisi pak." ucap Glow setelah mengetuk pintu ruangan milik Drag. Glow yang tidak mendengar sahutan dari dalam pun langsung mengecek ruangan itu dengan cara mengintip. "Itukan gadis kerupuk jangek, ngapain dia di ruangan pak Drag?" gumam Glow pelan sembari bertanya-tanya di dalam benaknya.
"Hmm..." Glow tersenyum devil ketika memikirkan sesuatu di benaknya. Tak ingin membuang waktu, Glow pun pergi dari tempat itu tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Di dalam, Vera masih sibuk dengan rasa jenuhnya. Karena Vera sedang jenuh akhirnya Vera pun bangkit dari duduknya lalu berjalan mengelilingi ruangan suaminya. "Pintu lemarinya terbuka." ucap Vera lalu hendak menutup lemari yang berada di ruangan suaminya itu.
"Itu dia!" teriak Glow dengan lantang. Vera yang mendengar suara yang sangat ribut pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk ruangan itu.
Betapa terkejutnya Vera ketika melihat beberapa mahasiswi yang terlihat marah ke arahnya. "A-ada apa?" tanya Vera bingung dengan suara yang gugup.
"Hey Vera...kau mau mencuri kan? ayo ngaku!" sentak flow mulai memfitnah Vera.
"Apa yang kau katakan Glow? mencuri? apa maksudmu?" tanya Vera dengan wajah yang bingung dan sedikit takut dengan tuduhan Glow.
"Sudahlah Vera mengaku saja kau! kalau kau nggak mencuri, ngapain kau di ruangan pak Drag? Jawab!" bentak salah satu mahasiswi centil yang terkenal dengan sebutan tukang bully.
"A-aku tidak mencuri." ucapnya terbata dengan mimik memelas.
__ADS_1
"Sudahlah teman-teman... kita bawah saja dia. Toh, maling tidak akan mengaku!" ucap Glow memprovokasi teman-temannya.