
Saat ini pesta sudah selesai, Semua orang langsung pulang kediaman nya masing- masing kecuali Drag dan Vera yang masih menetap di hotel. Di pinggir jendela, terlihat Vera menatap bulan yang di temani oleh bintang. Pemandangan langit sangat indah malam ini. "Yang kesini yang," panggil Vera yang melihat Drag baru saja keluar dari kamar mandi. Drag yang di panggil segera mendekati Vera lalu memeluknya dari belakang. "Kenapa belum pakai baju?" tanya Vera menatap Drag sekilas lalu menatap bulan dan bintang kembali.
"Lagi lihat apa?" tanya Drag mengalihkan perhatian Vera.
"Lihat deh yang, bagus banget kan bintang dan bulannya," ucap Vera membuat Drag tersenyum lalu mengambil Teleskop dan membawanya ke hadapan Vera. "Mau ngapain?" tanya Vera penasaran melihat Drag yang fokus menggunakan Teleskop. "Yang mau lihat,,," ucapnya sangat manja membuat Drag gemas di buatnya. Tak ingin Vera ngambek padanya, Drag segera mengarahkan ujung teleskop ke depan mata Vera.
"Itu bukan Bintang sayang, tapi Venus." ucap Drag membenarkan penglihatan Vera. "Beruntung sekali kita bisa melihat pemandangan langka ini yang dimana bulan dan Venus berdekatan." ucap Drag yang di angguki Vera.
Setelah puas menggunakan teleskop, Drag kembali ke posisi semula. Mereka berdua sangat menikmati pemandangan di atas sana. "Kita foto yuk," ajak Vera yang langsung di angguki Drag. Mereka pun mengambil gambar bersama bulan dan Venus. Cukup foto bersama, kini Vera memotret bulan dan Venus saja.
Foto yang di ambil Vera
Jika di lihat dari teleskop
Jika di lihat secara langsung
"Wah,,,bagus banget," ucapnya tersenyum senang lalu segera menjadikan nya story.
"Ternyata viral ya yang," ucap Vera memperlihatkan story teman-teman nya yang juga mempost gambar yang sama pada Drag.
Drag hanya tersenyum lalu mengangguk, "Masuk yuk," ajak Drag tetapi di tolak oleh Vera.
"Aku masih mau di sini yang,,,masih mau lihat itu," ucapnya manja sembari menunjuk langit.
"Kan sudah di ambil kan gambarnya?" tanya Drag yang di angguki Vera dengan wajah cemberut. "Jangan cemberut, dosa loh tidak mendengarkan suami," ucap Drag mulai mengeluarkan jurus andalannya. Melihat Vera mematung di tempatnya membuat Drag menggendongnya ala bridal style lalu membawanya ke tempat tidur. Sebagaimana yang di lakukan pengantin pada umumnya, begitupun yang di lakukan Drag dan Vera. Mereka berdua terhanyut akan gelora cinta di malam yang indah ini.
__ADS_1
Beberapa waktu telah berlalu, kini keduanya masih terjaga dengan tubuh yang di tutupi selimut. "Jadi nanti pagi kita perginya ya yang?" tanya Vera sembari menatap langit-langit kamar.
"Iya sayang," sahut Drag sembari mengeratkan pelukannya di tubuh berisi Vera. Vera hanya mengangguk lalu perlahan mulai terlelap dalam tidurnya. Drag memperhatikan wajah cantik Vera dengan senyum manis di wajahnya. Pelan tapi pasti, Drag mendaratkan ciuman penuh cinta di buah cery Vera. Setelah melakukan itu, Drag menyusul Vera yang sudah masuk ke dalam mimpi indahnya. Keduanya saling mendekap dan memberi kenyamanan satu sama lain.
Pagi-pagi sekali terlihat Drag dan Vera sudah siap pergi ke bandara pribadi keluarga Abraham, Semua keperluan mereka sudah di sediakan oleh Vino dan kepala pelayan yang ikut serta dengan bulan madu mereka. "Selamat pagi tuan," sambut Vino dan kepala pelayan.
"Pagi," sahut Drag tanpa menghentikan langkahnya untuk menaiki pesawat pribadinya. "Ayo sayang," ucap Drag terus menarik Vera yang terlihat fokus menatap belakang. "Yang bagus jalannya sayang!" ucap Drag mulai mengeluarkan taringnya membuat Vera yang menatapnya terkekeh.
"Mas, kenapa boneka panda ku nggak di bawa?" tanya Vera dengan wajah yang sedikit kesal. Drag yang mendengar ucapan Vera langsung memutar ingatan tentang malam yang membuatnya kesal pada boneka Vera, saking kesalnya, ingin sekali Drag memerintahkan pak Li untuk membuang atau membakarnya.
Flashback on
Setelah mobil yang di Kendarai Drag tiba di mansion, Vera langsung memerintahkan Vino untuk membawa boneka nya ke kamarnya. Vera yang tak sabar memeluk boneka barunya itu segera pergi meninggalkan Drag yang termenung melihatnya. "Sayang mau kemana?" tanya Drag dengan suara yang sedikit keras.
"Mau bertemu bonyang Mas," jawab Vera dengan suara yang semakin samar-samar.
Bonyang?! siapa bonyang? apakah itu nama salah satu maid? batin Drag bertanya-tanya membuat pak Li yang masih berdiri di dekatnya tersenyum simpul.
"Maaf tuan, tidak ada maid yang bernama bonyang," ucap pak Li yang di angguki Drag.
Drag yang bingung bercampur rasa penasaran, segera menyusul Vera untuk menemui bonyang yang di maksud Vera.
"Say,,," baru saja Drag ingin memanggil Vera tiba-tiba ia melihat Vino seperti orang yang habis maraton. "Vin, apa kau tau siapa bonyang?" tanya Drag membuat kepala Vino berdenyut nyeri. Belum hilang rasa lelah dan nyeri di kepalanya, Vino malah mendapatkan pertanyaan yang aneh dari Drag.
Bonyang? siapa bonyang? batin Vino bertanya-tanya. Rasanya kepalanya mau pecah memikirkan pertanyaan yang di lontarkan Drag.
"Maaf tuan, saya tidak tau siapa bonyang," ucap Drag menghela nafasnya. Saat ini rasa penasaran nya sudah berada di level tertinggi. Tanpa menghiraukan Vino, Drag kembali melangkahkan kakinya menemui Vera.
Suami dan istri sama-sama membuatku pusing! batinnya kesal dengan mata yang sangat datar. Akhirnya Vino segera pergi ke kamar tamu untuk menghilangkan rasa lelah dan pusingnya.
__ADS_1
"Sayang,,,siapa bonyang?" tanya Drag sembari memasuki pintu kamarnya. Drag mematung melihat Vera yang tengah memeluk boneka nya dengan senyum bahagia. Boneka panda itu menguasai ranjang.
"Ini bonyang Mas," ucap Vera menunjuk bonekanya sembari tersenyum.
"Allahu Akbar, Mas kira bonyang itu
seseorang," ucap Drag mengusap wajahnya sembari menghembuskan nafas nya. "Kenapa namanya bonyang?" tanya Drag sembari menutup pintu.
"Itu panggilan kesayangan Mas,,,bonyang itu singkatan dari BONEKA SAYANG!" ucapnya semakin mengeratkan pelukannya pada bonyang.
"Sayang, kenapa boneka nya di letakkan di atas ranjang? kalau bonekanya di situ, lalu Mas tidur di mana?" tanya Drag yang sudah duduk di sisi boneka Vera.
"Mas tidur di kamar tamu saja ya," ucap Vera tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Drag terlihat terkejut dengan ucapan Vera, bagaimana bisa ia tidur di kamar tamu jika ia sudah terbiasa tidur memeluk Vera. "Tidak-tidak-tidak! Mas tidak mau tidur di kamar tamu," tolak Drag dengan sedikit tegas.
"Terus Mas mau tidur di mana? di lantai? kan tempat tidurnya nggak buat,,," ucap Vera membuat Drag berusaha menahan kekesalan nya.
"Mas tak mau tau, Mas akan tidur di sini bersama kamu!" ucap nya lagi membuat Vera memanyunkan bibirnya. Padahal niatnya malam ini ingin bermanja dengan boneka barunya. "Mas,,," regek Vera mencoba merayu Drag. Drag yang mendengar rengekan Vera memiliki berpura-pura tidak mendengar.
Beberapa jam telah berlalu kini di atas ranjang terlihat Drag memilih hempit- hempitan dengan boneka panda itu. Drag terlihat seperti anak kecil yang tak ingin mengalah. Drag berusaha agar posisi nya berada di dekat Vera. Saat ini posisi mereka mengapit boneka yang berada di tengah. Boneka panda itu seakan menjadi benteng untuk Drag agar tak memeluk Vera. "Lihat saja nanti jika sudah tidur, akan ku singkirkan boneka jelek ini!" gumam nya pelan sembari mencubit perut boneka tanpa sepengetahuan Vera.
Beberapa menit menunggu, Drag mulai tak merasakan pergerakan Vera. Wajah kesal itu kini mulai menerbitkan senyum lagi. Ketika Drag hendak Bangkit, tiba-tiba saja Vera menggerakkan tubuhnya membuat Drag yang berada di ujung kasur jatuh ke lantai.
"Allahu Akbar,,," desis Drag pelan sembari mengelus pinggangnya yang terasa nyeri.
Setelah pinggangnya merasa enakan, Drag segera bangkit lalu memandang Vera yang tertidur tanpa merasa bersalah sedikitpun. Drag yang pada dasarnya penyabar, hanya menghela nafas lalu segera memindahkan boneka Vera dengan perlahan. Drag sudah seperti maling yang sangat berhati-hati dalam misi pencuriannya. "Huh," Drag membuang nafas lega ketika berhasil memindahkan boneka Vera ke sopa. Dengan perasaan senang Drag kembali ke atas kasur lalu tidur memeluk Vera. Vera yang memang tidurnya seperti kerbau tak merasa terganggu sedikit pun oleh pergerakan yang di buat Drag.
Flashback off
__ADS_1
"Mari cepat sayang, nanti kita ketinggalan pesawat," ucap Drag mengalihkan pembicaraan nya. Bisa gawat kalau Vera terus merengek manja padanya hanya karena sih bonyang yang tak di bawa.
"Ketinggalan pesawat, bukannya pesawat nya milik Mas!" omel Vera menampilkan wajah cemberut membuat Drag tak tahan untuk menahan senyumnya. Kini keduanya sudah memasuki pesawat dan duduk di kursi yang sama.