Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Ruangan Drag


__ADS_3

Vera yang di tarik, mengikuti langkah kaki Lucy tanpa penolakan, kebetulan dia juga sudah lapar. "Vera." panggil salah satu teman yang juga satu jurusan dengannya.


"Iya." Sahutnya dengan singkat. Wanita itu berbicara sembari melangkahkan kakinya ke arah Vera.


“Di panggil pak Drag tu, kamu di suruh datang keruangan nya." ucap mahasiswi itu pada Vera. Vera dan Lucy menatap wanita yang semakin mendekat ke arah mereka.


"Ngapain." tanya Vera bingung. Lucy mendorong bahu Vera dengan pelan.


"Sudah cepat sana pergi, nanti nilai kamu di kurangi pak Drag loh!" ucap Lucy memprovokasi Vera. Vera yang mendengar itu sedikit takut. 


"Iya-iya bawel!" ucapnya pada Lucy dengan wajah cemberut. Lucy yang melihat vera cemberut padanya hanya bisa tersenyum lucu.


Vera bangkit dari duduknya lalu segera melangkahkan kakinya meninggalkan Lucy. "Ngapain sih pak Drag memanggilku ke ruangannya! nggak penting banget." cerocos Vera di tengah jalan dengan kaki yang terus melangkah. Tak lama berjalan, akhirnya Vera tiba juga di ruangan Drag suaminya. Gadis itu sudah berdiri di depan pintu. Ia mengayunkan tangannya mengetuk pintu. "Tok tok tok." Vera mengetuk pintu beberapa kali.


"Masuk." terdengar sahutan dingin dari balik pintu itu.


Vera mencoba membuka sedikit pintu itu, lalu mengintip seseorang yang berada di dalam ruangan itu. Drag mengerutkan dahinya bingung ketika melihat pintu terbuka sedikit, namun tidak ada orang yang masuk. "Siapa?masuk!" ucap Drag dengan suara barinton nan arogan nya. Vera masih enggan untuk masuk, dia masih sibuk mengintip aktivitas orang di dalam ruangan itu. Vera sudah seperti maling yang sedang memastikan situasi.


Aduhh...Males banget aku jumpa suamiku itu! Batin Vera kesal.


"Cklek." Drag membuka pintu dengan spontan tanpa melihat seseorang yang menyender di sana.


"Aduhh..." Vera terjatuh disebabkan Drag membuka pintu dengan sedikit kuat.


Pria arogan itu hanya melihat vera dengan wajah, dan tatapan dingin. Dosen killer itu melipat kedua tangannya di dada, sembari melihat jam tangan mewahnya. Vera menatap Drag dengan tatapan yang tajam. "Bapak apa apaan sih...nggak lihat apa ada manusia cantik di depan sini. Malah sakit lagi pantat ku..." Vera kesal dengan suami sekaligus dosen killer nya itu.  Drag menundukkan kepalanya melihat Vera. Pria itu seakan terlihat enggan membantu Vera. Tatapan malas dan datar, itulah yang Vera lihat.


"Sudah ngedumelnya?!" tanya Drag tanpa rasa bersalah.


Ngeselin banget sih beruang kutub ini! bantinya menatap Drag dengan kesal.  


Drag masih tetap di posisi yang sama. "Jangan mengunpat saya di dalam hati kamu Vera!" ucap Drag dingin seakan tau isi hati Vera.


Drag menghela nafas. "Cepat masuk!" ucap Drag lalu meninggalkan Vera di depan pintu ruangannya. Vera mengangkat tangan kanannya seakan ingin memukul Drag.


Ngeselin, nggak punya hati, nggak punya perasaan, kejam sama istri sendiri! dasar!

__ADS_1


Vera memanyunkan bibirnya ldan segera bangkit dari duduknya. Dalam keadaan kesal ia berjalan masuk ke dalam ruangan Drag. Kini Vera sudah berdiri di depan maja Drag. "Ada apa bapak memanggil saya ke sini?" tanya Vera dengan wajah judes.


Drag mengangkat sebungkus nasi, lalu meletakkan nya di hadapan Vera. "Ini, cepat makan!" ucap Drag dengan ekspresi datar.


Tidak ada sedikitpun senyuman yang terlihat di wajah Drag. Bahkan setitik pun tak ada. Vera hanya bisa melengos melihat sikap suaminya itu. "Iya makasih pak." ucap Vera sembari mengambil sebungkus nasi itu. Tak ingin membuang waktu, Vera membalikan tubuhnya hendak keluar dari ruangan Drag. Lelaki yang tengah sibuk itu, mengangkat kepalanya ketika mendengar langkah kaki yang berjalan ke arah pintu.


"Siapa yang menyuruhmu pergi?!" tanya Drag yang membuat Vera menghentikan langkahnya. Vera membalikan tubuhnya menghadap Drag.


"Emangnya ada masalah!" ucap Vera dengan nada tak bersahabat.


Drag meletakkan pulpennya dan fokus menatap Vera. "Tentu saja bermasalah, cepat kembali dan duduklah di sopa itu. Makannya di sini saja." Perintah Drag yang membuat Vera semakin kesal.


"Nggak ah, bapak makan sendiri saja. Saya mau makan di kantin!" bantah Vera membalikan tubuhnya dengan cepat dan berjalan ke arah pintu. Vera terdiam di tempat ketika mendengarkan suara menyeramkan suaminya.


"Selangkah saja kamu keluar dari pintu itu...Uang bulanan dan uang saku kamu saya potong 90 %." ancam Drag dengan nada serius. Bagai kaca di sambar petir, Vera terpaku di tempatnya, ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut Drag suaminya. Matanya membulat sempurna dengan apa yang di dengar telinganya.


Gila bukan main ancaman yang di lontarkan Drag. Potongan uang Saku dan uang bulanan sebanyak 90%. Gawat banget ini bagi Vera! "Hehehe...Bapak jangan begitu dong..saya hanya becanda, hanya mengetes...,Hehehe." dalih Vera mengeluarkan seribu alasan agar uang saku dan bulanannya tidak di potong. "Jangan di potong ya suamiku sayang." rayu Vera ketika sudah berada di dekat Drag.


"Hmm.." berdehem dingin tanpa melihat Vera.


 


Sayang sekali, Vera hanya bisa mengumpat dalam hati. Vera yang tak bisa membantah akhirnya memilih menuruti keinginan Drag. Vera berjalan tak ikhlas ke arah sopa lalu mendudukkan pinggulnya dengan kasar. Vera mulai memakan makananya tanpa memperdulikan dan menawarkan Drag.


Enak banget nasi padang nya. Batin Vera fokus menatap nasi di depannya. Vera benar- benar sangat menikmati makanan yang di berikan Drag. Dia memakan makanan itu dengan cepat dan berisik, seakan-akan ada yang mau mengambil dan mencuri makanan milik nya.


Drag yang mendengar suara decapan dengan cepat menghentikan pekerjaannya lalu melirik ke arah sopa. Drag terlihat sedikit terganggu dengan suara decapan itu. "Makan tidak boleh berdecap dan bersuara Vera...pelan- pelan makannya! kamu kira saya mau mencuri makanan kamu?!" ucapnya datar dengan kepala yang sedikit di geleng kan. pria tampan nan garang itu tak mengerti dengan tingkah laku Vera.


Vera hanya melirik Drag sekilas tanpa memperdulikan dan membalas ucapan nya. "Vera kamu dengar nggak sih apa yang saya katakan!" ucap Drag sedikit kesal dengan Vera yang mengabaikan nya. Vera menghentikan makannya lalu menatap ke arah Drag.


"Emang bapak bilang apa?!" tanya vera pura pura tuli. Menghembuskan nafas secara perlahan.


"Makannya pelan-pelan dan jangan bersuara!" ucap Drag dengan nada yang terdengar arogan.


Iyain aja deh biar cepat, malas banget ladeni dosen killer ini!

__ADS_1


 


"Iya-iya." ucap Vera dengan cepat. Drag yang mendengar jawaban Vera kembali menghela nafasnya lalu kembali fokus memeriksa tugas maha siswanya. Setelah selesai sarapan, Vera menyenderkan punggunya di didik sopa. "Akhirnya kenyang juga." ucap Vera mengelus dan menepuk perutnya buncitnya.


Tanpa Vera sadari, Drag tersenyum tipis melihat kelakuannya. "Kenapa bapak senyum- senyum sendiri?!" tanya Vera curiga dengan alis yang terangkat sebelah.


"Tidak ada, saya hanya melihat istri saya yang sangat cantik." goda Drag tersenyum devil ke arah vera.


Vera mengibaskan rambutnya ketika mendengar pujian Drag. "Aku memang cantik kali pak, bapak aja yang baru sadar!" ucap Vera dengan sangat pede dan bangga. Drag tersenyum mengalah ke arah Vera.


"Iya, kamu yang paling cantik!" goda Drag membuat Vera senang dan semakin pede.


"Jelas dan itu fakta!" ucap Vera dengan penuh kebangangan pada dirinya sendiri.


Drag fokus menatap Vera dari meja kerjanya. "Nanti ada jam kuliah lagi?" tanya Drag mengalihkan pembicaraan.


"Ada satu kelas lagi." balas Vera sambil memakan keripik yang ia bawa.


"Jam berapa?" tanya Drag sembari memeriksa tugas-tugas siswanya.


"Jambang lewat kuping pak!" ucap Vera asal. Dia tak sadar mengeluar kan ucapan itu. Vera terlalu sibuk memakan cemilannya walaupun perutnya sudah terasa kenyang dan penuh. Drag hanya bisa bersabar menanggapi ucapan Vera.


"Kalau di tanya, jawab dengan benar!" ucap Drag dengan nada dingin dan arogan.


Vera menatap suaminya dengan tatapan tak bersahabat. Ia menegakkan tubuhnya dengan kepala yang sedikit mendongak. "Bapak ngapain sih kepoin urusan saya!" ucap Vera sedikit kesal dengan Drag.


"Tentu saja saya harus kepo! kamu itu istri saya! jadi sudah tanggung jawab saya menjaga dan mengetahui semua aktivitas kamu!" ucap Drag dengan tegas sembari menatap Vera dengan tajam.


Ngeselin banget sih jadi manusia! kenapa coba aku di nikahkan dengan pria seperti ini!


"Iya-iya,,,terserah bapak saja deh!" ucap Vera mengalah dan mengakhiri semua perdebatannya.


 


"Hmm.." Drag memilih kembali fokus dengan perkerjaannya. Lain halnya dengan Vera, yang di mana sibuk dengan cemilannya. Benar- benar rakus dan nggak ada kenyangnya sih Vera!

__ADS_1


__ADS_2