Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
#Sangat Sensitif


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir puasa, tepat nya penghujung Ramadhan. Tak terasa hari esok sudah lebaran. Ini adalah ramadhan dan lebaran pertama Vera bersama Drag. Seperti biasanya, setiap orang akan sibuk memasak makanan untuk lebaran, begitu pun dengan keluarga besar Drag. Mereka terlihat sudah berkumpul di mansion besar, luas, nan mewah itu. Bukan hanya para pelayan saja yang sibuk, namun Ami dan para orang tua lainnya sibuk membantu memasak dan memotong sayur. Walaupun terbilang orang kaya melintir, Ami dan keluarga nya tidak sombong dan tidak berat tangan dalam urusan bantu-membantu.


Jika para orang tua sibuk di dapur, maka berbeda hal nya dengan para wanita muda yang saat ini sibuk menunggu buka puasa sembari menonton drama percintaan.


Di ruang tamu itu sudah di penuhi oleh para sepupu Drag. Saat ini Vera lah yang mendapatkan tempat duduk ternyaman sebab hamil. Ia sangat di istimewa kan di sana. Bahkan tak jarang para sepupu iparnya membawakan makanan dan minuman segar untuk nya.


"Kak Vera, kakak gendut ya sekarang," ucap Veli yang seketika membuat para sepupu menatap penuh peringatan padanya.


Veli menggaruk tengkuknya yang tak gatal ketika semua orang menatap nya tanpa mengucapkan sepatah katapun. "Kak Ver, Kakak nggak papa kan?" tanya Balqis sembari menyentuh bahu Vera yang terlihat diam mematung.


"Is,,,kau ni Vel," bisik Popi di telinga Veli.


"Maaf kakak Vera, Veli hanya becanda," ucapnya tersenyum malu.


Habislah aku jika Tante Ami melihat kak Vera begini karena ucapan ku. batin Veli yang seketika membuat bulu-bulu di tubuh nya berdiri.


Apa benar sekarang aku sudah sangat gendut? perasaan aku hanya makan lima kali dalam sehari, itupun setiap makan aku hanya mengambil tiga centong nasi dengan semangkuk sayur dan tiga potong ayam goreng. Kalaupun aku nyemil, paling cuma sejam sekali, itupun cemilannya cuma semangkuk buah potong. Es aku tidak minum nya, tapi kenapa aku bisa gendut ya? bahkan aku tidak meminum apapun lagi selain tiga minuman. Susu, jus buah, dan air putih. Setiap hari aku juga berolahraga walaupun cuma mensekrol sosmed sambil rebahan. Tapi kan jariku sering bergerak. Pasti ada yang salah,,, Mas Drag bilang tubuh ku sangat bagus dan berisi. Dan Mas Drag juga sangat menyukai nya. Buktinya setiap hari mas Drag selalu memeluk dan mencium ku. batin Vera masih asik dengan fikiran nya sendiri.


"Aduh,,, bagaimana ini, kenapa kak Vera jadi mematung begini sih,,," ucap Dela dengan sangat cemas nya.


"Kau sih Vel,,, mulutnya tidak bisa di jaga ni. Berabe kan jadinya," ucap Popi membuat Veli menggigit kuku-kuku harinya seakan menyalurkan rasa cemasnya di sana.


"Vera sayang,,," panggilan Ami langsung membuat para wanita itu jantungan. Mereka saling menatap satu sama lain seakan mengatakan, 'Bagaimana ini jika Tante Ami datang ke sini?' begitu lah yang keempat nya tangkap satu sama lain.

__ADS_1


"Kak Vera,,, maafin Veli ya, Veli hanya bercanda nya tadi,,," rayu Veli dengan tubuh yang sudah berada di bawah Vera.


"Iya kak Vera, Kakak jangan masukkan ke hati ya candaan Veli tadi. Kakak cantik kok, apalagi bodi kakak sekarang semakin bagus bagaikan gitar spanyol." ucap Balqis mengada-ada membuat para sepupunya ingin tergelak namun mereka menahannya.


"Hua,,, hiks, hiks," tangis Vera menarik perhatian semua nya termasuk Ami. Hati Vera begitu sensitif nya ketika hamil.


"Sayang kamu kenapa menangis, Nak?" tanya Ami yang sudah menarik Vera ke dalam pelukan nya.


Habislah aku,,, batin Veli menunduk kan kepala sembari melirik para sepupunya yang juga ikut menunduk takut.


"Kalian apakah kakak kalian ini hingga sampai menangis begini!" tanya Ami dengan nada yang sangat tak bersahabat. "Kalian kan tau Kakak Kalian tengah mengandung, jadi jangan berbicara sembarangan padanya,,, karena perasaan ibu hamil itu sangat sensitif," omel Ami membuat semua yang berada di sana merasa bersalah termasuk Veli.


"Maaf Tante," ucap mereka secara bersamaan membuat Ami hanya bisa menghela nafasnya.


"Ya sudah, kalian cepat rapikan semua ini karena sebentar lagi waktu berbuka akan segera tiba." ucap Ami dengan nada yang kembali lembut.


Setelah Ami pergi bersama Vera, Dela, Balqis, Popi dan Veli saling senggol seakan kesal satu sama lain. "Gara-gara Veli ni acara menonton kita jadi terhenti." ucap Balqis dengan nada yang tak bersahabat.


"Kenapa menyalahkan aku, kalian juga bersalah sebab tak memberitahu dari awal." ucap Veli membela diri membuat ketiga sepupu nya menghela nafas kasar.


"Kau selalu saja tak ingin di salahkan!" ketus Dela lalu segera membersihkan ruang tv itu sebelum Ami kembali mengamuk pada mereka.


Keempat gadis itu akhirnya pun memutuskan untuk membersihkan ruang tv dengan cepat. Cukuplah tadi adalah yang terakhir kalinya Ami marah dan mengomel pada mereka.

__ADS_1


Di dapur terlihat Ami mendudukkan Vera di kursi meja makan. Dengan penuh kasih sayang Ami mengambil segelas susu dan buah potong untuk Vera. "Sudah jangan bersedih lagi sayang. Jangan dengarkan omongan adik sepupu mu itu." ucap Ami sembari mencium rambut Vera dengan penuh kasih sayang.


"Tapi Ma, gimana nanti jika Vera bertambah gendut?" tanya dengan raut wajah yang sangat sedih. Ia tak ingin menjadi wanita gendut yang di katakan orang-orang. Menurut nya menjadi wanita gendut sangat lah tidak menyenangkan.


"Ah sayang,,, jangan pikirkan hal itu. Yang terpenting adalah kamu dan cucu mama sehat. Okey," ucap Ami yang di angguki Vera. Setelah mengatakan itu Ami pun segera kembali melakukan pekerjaan nya yang sempat tertunda.


Vera menghapus sisa air matanya lalu memakan buah di depannya dengan sedikit tak berselera. Ia benar-benar tidak mau menjadi gendut. "Pokoknya aku nggak boleh gendut, aku harus diet," gumam Vera pelan lalu menyingkirkan buah dan susu di depannya. Karena tak ingin Ami curiga, Vera pun menyimpan susu itu di dalam kulkas.


"Kamu ngapain sayang?" tanya Drag ketika Vera menuntut pintu kulkas.


"Eh ayang sudah pulang," ucap Vera langsung masuk ke dalam pelukan Drag.


"Drag tersenyum dan mengelus punggung Vera yang berada dalam dekapan nya.


"Sudah rindu ya,,," goda Drag yang di balas anggukan oleh Vera.


"Banget,,," ucapnya dengan suara yang di buat seimut mungkin.


"Mas juga kangen, temenin Mas ke kamar yuk. Sekalian kita mandi bareng, mau nggak?" tanya Drag dengan tatapan nakalnya.


"Mau,,," ucap Vera dengan cepat. "Bukankah ayang lagi puasa ya?" tanya Vera membuat Drag menghentikan langkahnya.


Ya Allah, hampir saja kelepasan. Nafsu-nafsu, kau datang di waktu yang tidak tepat. batin Drag sedikit kesal sebab dan tak bisa menuntaskan hasrat nya yang tertahan.

__ADS_1


"Mas hanya mengajak mandi saja sayang,,, tidak lebih," elak Drag yang di percayai Vera.


Untung saja istriku ini ada polos-polosnya. batin Drag tersenyum senang sembari merangkul Vera menuju kamar nya di lantai atas.


__ADS_2