Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Bulan madu part 1


__ADS_3

Masih di pesawat, terlihat Vera bersandar manja di bahu Drag sembari menikmati segelas jus. "Mau yang?" tawar nya sudah menyodorkan penyedot di bibir Drag. Drag langsung meminum jus yang di sodorkan ke bibirnya tanpa menjawab. "Enak kan?" tanya Vera seperti orang yang sedang tak tau mau berbuat apa.


"Sayang bosan ya?" tanya Drag seakan bisa membaca situasi. Vera hanya tersenyum sebagai jawaban jika tebakan Drag benar adanya. "Mau nonton tv tidak?" tawar Drag yang di angguki Vera. Karena perjalanan masih panjang, Vera memilih menghabiskan waktunya di pesawat dengan menonton tv dan tidur. Itu saja dua kegiatan yang di ulangnya di sepanjang perjalanan. Sedangkan Drag memilih membaca buku untuk menghilangkan rasa bosannya.


"Yang lama lagi ya?" tanya Vera yang sudah berada di tingkat kebosanan tertinggi.


"Sebentar lagi sayang," ucap Drag tersenyum sembari mengelus kepala Vera yang bersandar manja di dadanya.


"Hm," dehem nya terdengar jenuh.


Waktu berlalu begitu cepat, kini pesawat Drag sudah mendarat di negara Eropa. Suara pramugari membangunkan Vera yang sempat terlelap di dada bidang Drag. Perlahan mata indah itu mulai terbuka. "Sudah bangun sayang," ucap Drag yang melihat Vera masih terlihat enggan bangkit dari dadanya.


"Sudah sampai yang?" tanya nya yang di sahutin dengan anggukan pelan.


Beberapa waktu menunggu, akhirnya pesawat yang di tumpangi keduanya berhasil mendarat. Kini Vera dan Drag segera turun dengan tangan yang saling bergandengan. Mereka benar-benar sangat romantis saat ini.


"Silahkan Tuan, Nona," ucap Pak Li yang sudah membukakan pintu mobil yang telah menunggu. Drag hanya tersenyum sembari mengangguk sebagai jawaban pada Pak Li.


"Yang, kita mau kemana?" tanya Vera ketika sudah berada di dalam mobil yang sudah berjalan.


"Kita istirahat di villa dulu sayang," jawab Drag sembari mengelus tangan Vera.


"Kapan kita jalan-jalan nya Yang?" tanya Vera lagi dengan wajah menggemaskan.


Drag tersenyum menatap Vera lalu berkata, "Besok," Vera yang melihat suaminya yang terlihat lelah, memilih mengikuti keinginan suaminya itu. Vera menyenderkan kepalanya dengan manja di bahu Drag. Drag hanya diam dan tak merasa pegal sedikit pun sendari di pesawat, yang dimana Vera terus bersandar di bahunya.


"Kita sudah tiba tuan," ucap Vino yang baru saja menghentikan mobilnya.


"Cklek," Vera membuka pintu mobil hendak Keluar.


"Mau kemana?" tanya Drag sudah menarik tangan Vera.


"Mau keluarlah yang, ayang ini gimana sih!" omel Vera membuat Drag terkekeh.

__ADS_1


"Tunggu sayang," ucap Drag menyusul Vera yang sudah berada di luar mobil.


Mereka segera masuk ke villa lalu berjalan menuju kamarnya dengan arahan Pak Li.


Setelah berada di kamar, pengantin yang hampir kadaluwarsa itu segera merebahkan tubuhnya di kasur dan tertidur. Tubuh keduanya terlihat lelah di atas sana. Walaupun sama-sama lelah, keduanya tetap saling mendekap dan lengket seperti lem.


Beberapa waktu tertidur, terlihat Vera bangun terlebih dahulu dari Drag. Wanita itu mengucek matanya sembari melirik Drag dengan posisi yang berbaring menghadap Drag. "Grookk,,,groook,,," Vera terkekeh sembari menutup mulutnya mendengar Drag mendengkur dalam tidurnya.


Pasti Mas Drag lelah banget hingga mendengkur. Baru kali ini aku mendengar nya dan membuat tidurku terganggu. Hihihi. batin Vera tertawa geli dengan pria di sampingnya itu.


Vera mengalihkan pandangannya menatap tasnya. Ia beranjak dari ranjang secara perlahan lalu mengambil handphone nya yang berada di dalam tas. Setelah handphone nya sudah berada dalam genggaman, Vera segera kembali ke posisi semula. Dengan isengnya Vera membuka aplikasi perekam suara lalu mulai merekam dengkuran Drag. "Hihihi," sepanjang merekam tak henti-henti nya Vera menahan tawa dengan tangan yang menutup mulutnya dengan kuat. Setelah selesai merekam, Vera segera pergi ke kamar mandi. Di dalam sana ia menenggelamkan kepalanya ke dalam air lalu melepaskan tawannya yang sudah tak bisa ia tahan.


"Hhhhhhh,,,," tawanya membuat gelembung- gelembung kecil menyelimuti pinggiran rambutnya.


Setelah merasa lega melepas tawannya, Vera segera kembali. "Cklek," Vera membuka pintu sembari menatap lantai. "Deg!" pandangan khawatir Vera perlahan berpindah dari bawah kaki hingga ke atas wajah pria di depannya. "Mas!" kaget Vera yang sudah meletakkan tangannya di dada. "Sejak kapan Mas berada di depan pintu?" tanya Vera menatap mata Drag yang kini menatap datar ke arahnya. "Maaf Yang, aku lupa," Vera tersenyum kikuk menatap Drag yang menghela nafasnya.


"Rambut kamu kenapa basa? ayo keringkan, nanti kamu sakit sayang," cemas Drag yang melihat sebagian rambut Vera yang basa. Drag membawa Vera menuju sopa di kamar itu dengan tangan yang sudah memegang handuk. Dengan telaten Drag mengeringkan rambut Vera hingga handuk itu menutupi wajah Vera. "Yang mataku tertutup!" omelnya membuat Drag tersenyum samar.


"???" tidak terdengar respon dari Vera membuat Drag bingung dan mengulang ucapan cintanya.


"I love you." untuk kedua kalinya Vera tak merespon ucapan cinta dari Drag.


"???" Drag yang bingung pun mengulangi lagi ucapan cintanya.


"I love you," ucapnya sembari menggoyang kan bahu Vera dengan pelan.


"To," jawab Vera singkat, jelas dan padat membuat wajah ceria Drag langsung berubah menjadi datar. Vera tersenyum melihat wajah datar Drag.


"Kenapa cuma jawab to sih sayang?" tanya Drag bingung dengan nada sedikit ngambek pada Vera.


"Kan sayang sudah bilang I love you nya, tiga kali lagi. Makanya aku cuma jawab to biar cepat!" ucap Vera tersenyum senang tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Hm," Drag hanya berdehem sebagai jawaban. Semarah dan sekecewa apapun Drag, ia tetap mencurahkan kasih sayangnya pada istrinya yang nakal itu.

__ADS_1


"I love you to,,," balas Vera ketika sudah menguasai situasi yang dimana suaminya ngambek dengannya.


"Terlambat!" nada ngambek Drag terdengar Lucu di telinga Vera. "Ih, ngeselin banget sih kamu sayang!" gemes Drag sembari mencubit pipi Vera dengan sangat gemasnya.


"Yang,,," aduan manja Vera membuat mood Drag kembali. Ia tertawa melihat Vera yang saat ini sedang memegang kedua pipinya. "Kenapa pipi ayang?" tanya Vera tak mengerti melihat Drag yang menempuk sebelah pipinya dengan jari telunjuk.


"Cium sayang," ucap Drag akhirnya membuka suara karena kodean mautnya tak di mengerti oleh Vera.


"Oh, heheh," kekeh Vera lalu segera mengecup pipi Drag dengan cepat.


"Cepat sekali?" komen Drag yang tak terima Mendapat kecupan singkat.


"Emang harus lama ya yang?" tanya Vera yang di angguki dengan cepat.


"Haruslah sayang!" ucapnya dengan wajah yang hampir tak berjarak dengan Vera. Ketika hendak mencium Vera, terdengar suara ketukan pintu membuat Drag mengurungkan niatnya. "Siapa?" tanya Drag sudah menoleh ke arah pintu.


"Saya tuan, Pak Li." sahut Pak Li dari balik pintu. Drag yang mendengar suara kepala pelayan segera bangkit dan membuka pintu. "Cklek," terlihat Pak Li dan dua Maid di belakangnya sudah menunggu. "Maaf tuan, kami membawakan sedikit minuman dan cemilan untuk Tuan dan Nona," ucap Pak Li sangat pengertian pada keduanya membuat Drag tersenyum sembari menepuk pundak Pak Li.


"Maa syaa Allah, terimakasih Pak Li," ucap Drag sembari membuka pintu kamarnya dengan lebar seakan mengijinkan para maid untuk masuk. Pak Li segera memerintahkan dua Maid membawa makanan masuk ke dalam. Setelah berada di dalam, para Maid menata beberapa cemilan dan minuman di atas meja. Salah satu maid tak sengaja melirik Vera yang memperhatikan kegiatannya. Dengan ramahnya Vera melambaikan tangannya di iringi senyum ceria.


Ramah sekali Nona Vera, baru kali ini aku melihat seorang Nona yang sangat ramah dan baik pada pelayan seperti kami. batin Maid itu membalas senyum Vera dengan tangan yang tetap sibuk menata makanan.


Setelah selesai menata makanan, Pak Li dan dua maid segera pamit meninggalkan kamar Vera dan Drag. Vera yang pada dasarnya suka makan segera bergegas menuju sopa tanpa menunggu ajakan Drag. Drag hanya tersenyum sembari menggeleng pelan melihat kelakukan menggemaskan Vera.


"Yang, sini makan." panggil Vera yang di iyakan Drag.


Uh,,,sedap nie...aku harus banyak makan agar Ramadhan nanti bisa menghendle selera. batin Vera yang sudah memasukkan sepotong buah ke mulutnya.


"Pelan-pelan sayang," tegur Drag yang hanya di senyumi Vera. "Mau," ucap Drag yang langsung di suapi Vera.


"Yang, kenapa nggak sekarang saja kita jalan-jalan nya?" tanya Vera membuat Drag segera menghabiskan makanan di mulutnya.


"Malam sudah mau tiba sayang,,,lagian kamu juga lelah kan? kalau kamu kelelahan dan jatuh sakit gimana?" ucap Drag dengan tangan yang sudah memijat bahu berlemak Vera dengan gemas. "Jangan cemberut, cepat habiskan makanannya," tanpa di perintah Drag, Vera memang akan tetap menghabiskan semua makanan di depan nya.

__ADS_1


__ADS_2