Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Filter yang jujur


__ADS_3

"Selamat datang tuan Drag." ucap tuan Kuntoro sangat ramah. Ia menjabat tangan Drag dengan senyuman. Drag hanya menganggukkan kepalanya pelan tanpa berniat menjawab ucapan tuan Kuntoro. Jujur saja, saat ini Drag masih kesal dengan pria tua itu.


"Perkenalkan tuan, ini Gaura putri semata wayang saya." ucap tuan Kuntoro memperkenal kan anak gadis satu-satunya itu pada Drag. Drag menatap sekilas wajah Gaura dengan tampang datarnya. Dia tak ingin menyedekahkan senyumannya untuk gadis sexy itu.


"Sayang perkenalkan, ini Drag rekan bisnis papa." ucap tuan Kuntoro yang di sambung senyuman Gaura.


"Gaura." ucap nya memperkenalkan diri. Tak lupa ia memberikan senyum genitnya ke arah Drag. Matanya di buat sesayu mungkin agar Drag tergoda padanya. Tetapi sayang, Drag sama sekali tak tertarik dengan gadis itu.


"Drag." ucap nya datar menyambut tangan Gaura lalu melepas nya dengan cepat.


Menggelikan... bagaimana bisa seorang anak pengusaha berpakaian kurang bahan seperti ini. Bahkan istriku saja yang nakal dan sifatnya kekanak-kanakan, pakaiannya masih sopan. Jika saja istriku berpenampilan seperti ini, maka akan aku pastikan dia akan terkurung terus di dalam kamar. Tidak ada yang boleh melihat tubuh istriku selain aku! batin Drag tak suka melihat penampilan Gaura. Rasa jijik itu ia sembunyikan di balik wajah datar nan dinginnya. Bahkan semakin dingin nya wajah itu, tak ada yang bisa menebak selain Vino asistennya sendiri.


Lihat... sudah ku duga... anda pasti menyukai anak saya tuan Drag... pria mana yang tidak tertarik dan jatuh cinta pada pandangan pertama pada putri saya yang sangat cantik nan sexy ini. batin tuan Kuntoro dengan sangat percaya diri. Dia sangat senang dan merasa rencananya untuk mendekatkan putrinya dengan Drag berhasil. Padahal kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hati dan fikiran nya.


Lihat sih tampan ini. Dia melihatku sendari tadi... apa dia tertarik denganku ya. Tapi dari ekspresi nya terlihat datar. Tapi tak apa. ini permulaan yang sangat bagus. batin Gaura bersorak gembira dalam hati. Saat ini ia dan papanya sangat percaya diri dengan tembakan nya.


Tuan Kuntoro mengalihkan tatapannya ke arah Vino. "Perkenalkan juga sayang... ini Vino asisten tuan Drag." ucap tuan Kuntoro memperkenalkan Gaura kepada asisten kesetiaan Drag itu.


"Gaura" ucap Gaura menyodorkan tanganya ke arah Vino. Vino menatap uluran itu dengan tatapan tak suka. Dengan malas, vino menyambut uluran tangan Gaura.


"Vino." ucap Vino menampilkan ekspresi yang sama seperti Drag, Datar dan dingin.


Menjijikkan! aku harus segera membersihkan tangan berharga ku ini! batin Vino kesal sekaligus jijik melihat gadis yang berada di depannya.


Dugaan ku salah.Mereka sangat sombong, datar dan tidak ramah. Sejarahnya baru kali ini aku di perlakukan seperti ini. Di luar sana banyak para pria yang mendambakan ku. Bahkan mereka berlomba-lomba agar bisa berbicara dan kenal akrab denganku. Awas saja ya. Akan aku pastikan, aku akan masuk ke dalam kehidupanmu Drag! batin Gaura merasa tertantang. Dadanya sudah penuh dengan amarah. Semakin penuh nya, amarah itu bisa terlihat di mata tajam Gaura.


Semoga ini bisa menjadi awal yang bagus untuk kehidupan anak gadisku. batin tuan Kuntoro sedikit tersenyum devil. Tidak ada yang menyadari senyuman tuan Kuntoro itu.


Sungguh tuan kuntoro pria tua yang sangat percaya diri. Bagaimana bisa dia menganggap dan merasakan bahwa Drag itu menyukai Gaura anaknya? ini sangat gila dan di luar dugaan.


Setelah perbincangan dan penyambutan singkat itu. Drag dan para rekan bisnisnya pun mulai duduk di meja yang sudah di sediakan. Banyak sekali sepertinya yang mereka bahas di pertemuan itu.


Pertemuan itu bukan pertemuan biasa. Bukan hanya para pembisnis saja yang datang ke pertemuan itu tetapi sebagian para pengusaha ada yang membawa keluarganya seperti istri, anak, teman, keponakan, dll.


Bukan hanya itu saja, di ruangan itu juga terdapat jamuan makanan yang sangat banyak, tak lupa sedikit musik santai yang terdengar di ruangan itu sehingga tidak ada kesenyapan dan ketidak nyamanan di ruangan itu.

__ADS_1


Di ujung meja tepatnya di sebelah tuan Kuntoro terlihat Gaura sedang mencuri-curi pandang ke arah Drag yang sedang berbicarakan bisnis dan kerja samanya.


Auranya dapet banget kalau dia sedang berbicara seperti ini. Gagah, maskulin, keren, berwibawa dan tampan. Aku sangat menyukainya. batin Gaura tergoda dengan pemandangan di depan matanya. Jika di lihat dari tatapan, seperti Gaura sudah jatuh hati pada Drag.


***


Di sebuah salon terlihat Vera dan mamanya sedang melakukan perawatan seluruh tubuh.


Anak dan ibu itu kompak memanjangkan tubuhnya. "Enak banget ya ma di pijit." uap Vera yang sedang berbaring di sebelah Sela. Anak dan ibu itu pijat lulur di ruang yang sama.


"Iya sayang... enak banget.. badan mama menjadi lebih rileks, tenang dan nyaman." ucap Sela sangat tenang menikmati sentuhan demi sentuhan di tubuh tuanya. Ia juga menghirup wewangian asap yang berada di ruangan itu.


"Iya ma." ucap Vera menganggukkan kepalanya lalu segera menutup matanya menikmati pijatan dan sentuhan tangan yang memijatnya. Beberapa menit berlalu kini Vera sudah selesai di pijat dan beralih ke perawatan wajah dan rambut.


Saat ini tukang salon sedang menata rambut indah Vera sembari memberikan vitamin rambut di kepala nya. Vera melirik cermin di depannya dengan rasa jenuh dan bosan. Vera pun beralih ke benda pipi yang di pegang nya.


Vera membuka kunci handphone miliknya lalu mencari aplikasi instagram. Setelah terbuka, Vera langsung beralih ke beranda reel dan melihat berbagai jenis video. "Tebak harga diri... wih keren ni kayaknya. Coba ah." ucap nya pelan lalu mengklik efek dari video yang ia lihat tadi.


Efek itupun terbuka dan menampilkan semua video tentang efek tebak harga diri. Vera mulai menggunakan efek itu lalu mengarah kan kewajahnya, tak lupa ia juga menyetel kamera depan handphone itu. "Ok kita mulai." ucapnya tersenyum senang dengan rasa penasaran.


Lama banget pun! batin Vera jengah menunggu.


100 ribu


2000 ribu


5000 ribu


20 ribu


1000 ribu


500 rupiah


10 ribu

__ADS_1


100 ribu


hingga tiba efeknya berhenti dan membuat Vera tercengang dan melebarkan mulutnya.


"MAAF KAMU TIDAK BERHARGA" baca Vera menampilkan wajah terkejut. Saat ini mulutnya terbuka sesaat menatap tak percaya hasil filter itu.


"Kurang aj*r filternya. Ngeselin!" umpat Vera tak terima ketika filter mengatakan jika dirinya tak berharga.


"Hhhh..." wanita yang menata rambut Vera tak tahan melihat itu. Ia tertawa geli dengan tangan yang memegang perutnya. wanita itu segera mengakhiri tawanya ketika Vera menatap nya dengan tajam.


Wanita perias yang merasa terimitasi langsung membungkam dan menahan tawanya sehingga ia hanya bisa tertawa dalam hati.


Hhhh... lucu banget sih mbak ini. Filternya berdosa banget sama mbak ini.. Hhhhh... mau ketawa takut dosa... mau ketawa tapi takut mbak ini tersinggung dan marah. Untuk sementara tertawa di dalam hati sajalah aku, nanti kalau sudah di rumah baru di lepas. hhhhhh. batin nya tersenyum kecil.


Vera yang merasa tukang salon itu meledek nya pun hanya bisa menatap kaca dengan malas lalu melipat tanganya di dada.


"Huh...baiklah Vera, lupakan filter yang tadi, sekarang ayo kita coba filter yang lain." ucap Vera pelan lalu membuka kembali aplikasi instagramnya. Vera pun mencoba membuka video reel dan mencari video yang ada filternya.


Wih ada kerang ajaib. Coba ah. aku yakin pasti kali ini baik. batin Vera penuh percaya diri. Senyum manisnya terukir indah di sana.


Vera yang penasaran segera mulai menggunakan filter kerang ajaib itu. "Kerang ajaib... apakah aku cantik..." tanya Vera menampilkan senyum sok cantik. Ia begitu pede menampilkan gigi ratanya.


"Tidak!" ucap kerang ajaib seperti suara google.


"Hmm..." dehemnya nya kesal. Senyuman kini menjadi hambar.


"Fthm..." wanita perias mencoba menahan tawanya.


Vera melihat wanita itu dari cermin di depannya, tetapi kali ini ia mengacuhkannya dan memberikan wajah yang tidak bersahabat.


Ok tak apa Vera mungkin filternya keliru dan ngeprank kau. Mari kita coba lagi. batin Vera tak berputus asa untuk mencoba filter keong ajaib lagi.


"Kerang ajaib apakah aku cantik." tanya Vera dengan wajah sedikit senyum.


"Tidak." ucap filter kerang ajaib mengucapkan kata yang sama. Wanita perias yang tak tahan lagi segera melepas tawanya. Bahkan mama Vera dan rekan kerja terlihat bingung dengan sikapnya itu.

__ADS_1


__ADS_2