
Setelah selesai makan, Vera beranjak dan berdiri di depan jendela untuk melihat keadaan di luar villa. "Yang sini yang," panggil Vera membuat Drag bergegas mendatangi nya. "Lihat yang, hujan salju," ucap Vera menampilkan wajah terpukau. Seumur-umur baru kali ini ia melihat salju secara langsung. Walaupun beberapa kali keluar negeri, Vera tak pernah berkesempatan bertemu musim dingin.
"Wah, berarti musim dingin sudah tiba sayang," ucap Drag sudah merangkul bahu Vera dengan posesif nya. Sesekali Drag mengendus bau rambut Vera yang masih terlihat asik melihat hujan salju.
"Udahan yuk sayang, mari tidur, hari semakin dingin," ajak Drag yang sudah menutup tirai jendela.
"Kita harus menggunakan jaket dong mas biar nggak kedinginan," ucap Vera sembari terus berjalan mengikuti langkah Drag.
"Jangan khawatir sayang, saya akan memberikan kehangatan padamu," ucap Drag dengan suara menggodanya membuat Vera langsung paham apa yang di inginkan suaminya itu.
"Ayang,,," suara manja Vera membuat Drag tak tahan untuk segera mengangkat wanita itu ke atas ranjang. Tak tau apa yang mereka lakukan di atas sana, yang pasti Allah ridha dengan perbuatan mereka.
Di kamar yang berbeda, terlihat Vino tengah berdiri di depan jendela sembari menikmati pemandangan di depannya. Matanya mungkin melihat salju, tapi sejatinya di matanya terbayang sosok wanita yang sudah mengganggu tidurnya. Bukan hanya mengganggu tidurnya, wanita itu juga sudah mengganggu pikiran nya.
Berani sekali sih culun itu menguasai pikiran ku. batin Vino dengan tangan yang berada di saku celananya.
Bayangan-bayangan tentang kejadian dan kesialannya saat bersama Lili seakan berputar nyata di depan matanya. "Apa yang ku lakukan?" ucap Vino yang telah sadar dari lamunannya. "Aku harus memberikan sih culun itu pelajaran karena telah berani mengganggu pikiran ku!" gumamnya pelan sembari mengepalkan kedua tangannya yang sudah tak berada di dalam saku.
***
"Lili sayang, aku sangat mencintaimu, maukah kau menikah dengan ku?" tanya seorang pria yang tengah menopang tubuh Lili yang hampir terjatuh. Lili yang mendengar itu menatap tak percaya dengan pria yang mendekapnya. Lili yang melihat keseriusan di mata pria itu hanya mengangguk pelan seakan menerima lamaran pria itu.
Pria itu tersenyum melihat Lili yang mengangguk malu, dengan perlahan pria itu mendekatkan wajahnya hendak mencium Lili. Ketika buah cery keduanya sudah menempel, Seketika itu Lili langsung terbangun dari tidurnya. "Huh, huh, huh," nafas gadis itu naik turun seperti orang yang melakukan lari maraton. "Ya ampun! bagaimana bisa aku memimpikan hal bodoh seperti itu! beraninya pria sialan itu mencuri ciuman pertama ku dalam mimpi. Siapa namanya? Vino? cih, menyebut namanya saja sudah membuatku ingin muntah! ih,,," ucap Lili bergidik ngeri mengingat adegan dirinya bersama Vino di dalam mimpi.
Karena merasa tak mood kembali untuk tidur, Lili memutuskan mencuci mukanya. Setelah selesai mencuci muka, Lili memilih berselancar di dunia Maya. "Wah, nona Vera berada di mana ini?" gumam Lili bertanya-tanya ketika melihat salah satu postingan Vera di sosial media. Tak banyak yang mengelike foto itu di sebabkan Vera yang membuat akunya menjadi pribadi.
Indah sekali rasanya jika berada di posisi nona Vera, punya keluarga, di sayang suami, Banyak uang, bisa jalan-jalan kemanapun yang ia mau. Semoga suatu saat aku bisa merasakan nya juga. batinnya tanpa sadar matanya mulai tertutup dan kembali masuk ke alam mimpi.
__ADS_1
***
Tak seperti di negara Indonesia, pagi ini wilayah Eropa tak memancarkan sinar mentari seperti biasanya. Di luar villa terlihat salju sudah menutup semua permukaan tanah. Hanya terdapat satu jalan yang sudah di bersihkan oleh bulldozer. "Selamat pagi istriku sayang," ucap Drag mengecup semua wajah Vera membuat wanita itu terbangun dari tidur lelapnya.
"Jam berapa yang?" tanya nya terdengar parau dengan tangan yang di rentangkan.
"Bangun yuk, sudah jam 7," ucap Drag yang langsung mengangkat tubuh polos Vera ke kamar mandi. Di dalam sana Drag menghidupkan keran air hangat untuk keduanya berendam bersama.
Walaupun sudah berendam di dalam bathtub, Vera masih setia memejamkan matanya membuat Drag mencari cara agar wanita segera membuka matanya. "Sayang,,," panggil Drag dengan tangan yang sudah menjalar kemana-mana.
"Sebentar lagi yang, aku ngantuk," ucapnya pelan dengan mata yang masih terpejam.
"Hm, ya sudah, padahal tadi Mas mau mengajak kamu bermain salju," kata-kata itu berhasil membuat Vera membelalakan matanya seketika. "Hihihi," Drag terkekeh pelan melihat reaksi Vera.
"Ih, yang,,," kesal Vera langsung mencubit tangan Drag yang saat ini memeluknya.
Setelah selesai membersihkan diri, pengantin yang hampir kadaluarsa itu segera keluar dari kamar dan menuju meja makan. Saat ini Drag dan Vera sudah mengenakan baju yang sangat tebal yang dimana membuat tubuh mereka hangat. "Silahkan Tuan, Nona," ucap Pak Li mempersilahkan ketika melihat para Maid sudah selesai menata makanan di atas meja.
"Terimakasih kasih Pak," ucap Drag tersenyum beribawa pada Pak Li.
"Sama-sama Tuan," jawab nya dengan anggukan kecil.
Mereka pun segera menikmati sarapan paginya dengan sedikit canda tawa membuat siapa saja yang melihatnya tersenyum. "Cepat makan nya yang, aku sudah nggak sabar ingin bermain salju," ucapnya yang hampir menghabiskan makanannya.
"Iya sayang, sebentar ya," ucapnya dengan lembut sembari menikmati sarapan nya dengan santai. Vera yang kesal melihat itu segera mengambil piring Drag lalu menyuapi nya dengan tangan kanannya. Sebelum nya Vera sudah mencuci tangan nya. Bukannya marah Drag malah tersenyum senang dengan mulutnya yang penuh dengan makanan. Semakin banyaknya makanan yang di suapi Vera, membuat Drag susah untuk berbicara.
"Gini kan enak ya," ucap Vera tersenyum bangga karena telah berhasil membuat piring Drag kosong. Setelah menelan makanan nya dan minum, Drag mengeluarkan tawanya yang sendari tadi ia tahan.
__ADS_1
"Hhhhhh,,,kamu ini sayang ya,,,tak sabar banget!" gemas Drag sembari mencubit hidup Vera dengan tekanan yang lembut.
"Hehe, yuk yang," kekeh nya segera menarik tangan Drag untuk keluar dari villa. Setelah berada di di luar, Vera dan Drag berhenti sejenak dan mengamati setiap salju yang menutupi semua yang di bawah. "Ah,,," teriak Vera segera berlari dan menjatuhkan tubuhnya di atas salju. Teriakan Vera mengundang perhatian semuanya.
"Ada apa Tuan?" tanya Pak Li terdengar panik.
"Maafkan istri saya Pak membuat semuanya khawatir, ia sangat senang dengan salju hingga membuatnya menjerit seperti itu," ucap Drag sedikit tak enak dengan pak Li dan orang-orang sekitar. Para maid yang mendengar penuturan Drag menahan tawanya sebisa mungkin dengan kelakuan lucu Vera.
"Yang, sini," panggil Vera yang sudah berbaring dan mengayunkan kedua tangannya di salju.
"Saya ke sana dulu ya Pak," pamit Drag ingin menyusul Vera.
"Baik tuan," ucap Pak Li dengan anggukan kecil.
Kini Drag dan Vera merayap bebas di luar sana. Mereka berdua berbaring sembari saling usil. "Dingin sayang," aduh Drag ketika Vera meletakkan kepalan salju tepat di belakang telinga nya. Drag yang tak mau kalah, mengambil sekepal salju lalu menaburkan nya seperti hujan di wajah Vera.
"Yang,,," panggil Vera sedikit tertawa ketika hujan kecil itu menerpa wajahnya. "Hhhhhh, awas ya,,," ancam Vera segera bangkit dari baringnya dan membalas serangan Drag.
"Hhhhhh," keduanya kejar-kejaran di atas salju yang tebal membuat keduanya sedikit susah untuk berlari di atasnya.
"Yang,,," panggil Vera yang terus mengejar Drag. "Udahlah," Vera merajuk dan membalikkan tubuh nya. Ia berjalan meninggalkan Drag dengan tangan yang masih menggenggam salju. Drag yang melihat istrinya merajuk itu segera mengejarnya lalu menarik tangan Vera. "Kena! Hhhh," tawa Vera terlihat puas ketika berhasil mengelabuhi Drag. Bola salju Vera berhasil melayang tepat di wajah tampan Drag.
"Sayang," ucapnya dengan nada tertahan. Ia benar-benar tak menyangka trik Vera sangat jitu mengelabui nya.
"Awas kamu ya," ancam Drag segera membungkuk dan membuat kepalan salju. Vera yang melihat itu segera berlari menyelamatkan diri dari serangan Drag.
Dari teras villa, terlihat Vino mengambil rekaman keduanya sendari tadi. Ia sudah di tugaskan oleh Drag untuk merekam setiap hal yang di lakukan nya bersama Vera selama berbulan madu.
__ADS_1
"Ampun yang," ucap Vera yang sudah tersudut di dinding villa. Drag tersenyum devil pada istrinya itu dengan kaki yang melangkah pelan. Vera yang tak siap segera menutup matanya. "Cup," bukannya melempar Vera dengan bola salju, ia malah menghadiahkan sebuah kecupan hangat di kening Vera. Vera segera membuka matanya dengan wajah yang memerah melihat Drag. "Yang, malu tau!" ucap Vera yang di sambut kekehan Drag.