
Hmm,,,rupanya belum semua keluarga melihat nya. Baiklah akan ku kirim ulang lagi. hhh...Kakak ipar... bersiaplah menerima godaan keluarga besar ku. HHHHH. batin Devan penuh kemenangan. Adik ipar durhaka itu lagi-lagi menampilkan senyum menyeringai nya.
"Klik." Dengan sekali klik video berhasil di kirim lagi ke grub keluarga yang di mana Vera juga berada di dalam grub itu.
"Ehem-ehem" Popi yang berada di sebelah Vera berpura-pura batuk dengan senyum penuh godaan.
"Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk." Balqis mulai ikut batuk seperti Popi dengan bahu yang menyenggol Dela. Sedangkan Veli mencoba sekuat mungkin menahan tawanya sembari tersenyum menggoda melihat Vera.
Mereka ini kenapa? kok macam orang yang terkena penyakit TBC gitu! batin Vera bingung memperhatikan satu persatu sepupu suaminya itu.
"Kak Ami coba lihat ini." ucap Nia adik kandung mama Drag.
Mama Ami yang mendengar panggilan adiknya itupun langsung melihat ke arah handphone yang di sodorkan di depan wajahnya. "Ya ampun..." ucap Ami terkejut sekaligus senang. Wanita paru baya itu menerbitkan senyum senangnya di wajah yang mulai keriput.
Ami mengambil handphone itu lalu segera berjalan mendekati Sela. "Jeng lihat ini kelakuan pengantin baru." ucap Ami menunjuk kan video yang baru saja ia lihat ke hadapan mama Vera.
"Masya Allah... sosweet banget..." ucap Sela menampilkan wajah geregetan. Wajah sela terlihat senang nan gemes melihat keromantisan pengantin baru itu.
"Iya sosweet banget ya jeng... Hhhh" ucap Ami tertawa malu.
"Hmm... jadi nggak sabar mau menimang cucu." ucap Sela sembari memperagakan tangannya menggendong bayi.
"Mudah-mudahan tahun ini kita di beri cucu yang jeng." doa Ami tersenyum senang ke arah Sela. Sela membalas senyum itu sembari mengangguk kan kepala nya setuju. Tak lupa ia juga mengaminkan doa besannya itu.
"Aamiin...Hhhhh." Ami dan Sela tertawa bersama membayangkan Vera dan Drag memberikan mereka cucu.
Video itupun tersebar sangat cepat di seluruh keluar besar yang berada di grub itu. Semua keluarga dari Drag tengah membahas dua pengantin baru itu. Cerita Vera menjadi cerita yang hot dan panas di kalangan keluarga itu.
Tak jauh dari barbeque, terdengar suara langka kaki dari arah pintu menuju ke taman belakang. "Kak Vera lihat... itu bang Drag. Ciee..." ucap Popi menunjuk ke arah Drag dengan wajah menggoda.
"Ciee kak Vera...sweet-sweet." goda Balqis yang membuat Popi, Veli, dan sela tertawa senang karena telah berhasil menggoda Vera. Vera yang mendengar godaan sepupu iparnya itu hanya diam menahan malu.
Vera yang di goda pun sangat malu. Wajah cantik nya memerah. Vera melirik Drag yang tiba-tiba saja juga melirik dirinya. Pasangan suami istri itu saling menatap. Terlihat mata Drag menghunus tajam menatap Vera. Hal itu membuat gadis itu bergidik ngeri dan segera memalingkan pandangannya.
"Sepertinya ada yang malu ni." goda Devan yang baru saja tiba di depan para gadis itu.
"Hhhhh..." Dela dan Veli tertawa secara bersamaan mendengar ucapan Devan sepupunya. Vera yang mendengar ucapan adik iparnya itu mengalihkan matanya menatap tajam mata Devan. Sorot mata itu seakan memberi isyarat bahwa Devan harus diam dan menutup mulutnya.
__ADS_1
Diam nggak lo... benar-benar adik ipar ngeselin! kenapa sih mama Ami bisa punya anak seperti nya! Nyebelin tau nggak sih! batin Vera kesal menahan amarah. Mata tajamnya menyorot mata Devan penuh permusuhan.
Kakak ipar kira aku akan diam saja hanya karena tatapan tajam kakak yang tidak seberapa itu. O...o..o. Justru itulah tujuanku datang ke sini kakak ipar. Aku ingin melihat dari dekat wajah jelek mu itu ketika marah dan malu. Hhhhh. batin Devan kesenangan dengan senyum devil yang melekat di wajah tampannya.
"Ehem." Vera berupa-pura berdehem untuk menetralkan rasa malunya.
"Kenapa kakak ipar ku sayang? grogi ya karena suami tercinta sudah datang?" goda Devan tanpa rasa bersalah. Hal itu membuat para sepupu tertawa keras.
"Hhhhhh..." tawa empat gadis pecah ketika mendengar ucapan devan. Semakin kerasnya tawa itu, membuat semua orang fokus menatap mereka.
"Biasa saja." bantah Vera mencoba semalem mungkin. Dia tak mau para sepupu suaminya itu mencapnya sebagai perempuan pemarah dan judes.
"Tidak apa kali kak Vera...namanya juga pengantin baru...ptf" ucap Balqis tersenyum menggoda sembari menahan tawanya yang ingin pecah.
"Hey lihat... Kak Vino tampan sekali ya..." ucap Popi memeluk tangan Veli dengan gemes.
"Hey...itu suami saya ya...kamu berdosa banget kagum sama suami orang!" ucap Dela melirik Popi yang bergelayut manja di tangan Veli.
"Suami kamu? suami saya iya... Bangun kenapa kalian! " ucap Balqis tak mau kalah.
"Bener tu kata kak Vera kalian harus bangun." ledek beli pada mereka bertiga.
"Ntah ni, Dela dan balqis...bangun kenapa! buat malu saja!" ucap Popi sok cool pada Dela dan Balqis.
"Kau pun juga sama...sok bilangin kami. Iyakan Qis?" ucap sela menyenggol bahu Balqis dengan pelan.
"Kami? lo saja kali" ucap Balqis sok judes.
"Mongkey lah kau Balqis." ejek Dela dengan wajah sewot.
"Jelek kali wajahmj kalau seperti itu." goda Balqis dengan tangan mentoel pipi Dela.
"Hhhhh.... Seperti kau kan." balas Dela tepat di depan wajah Balqis.
Vera tersenyum iri melihat keakraban para sepupu itu. "Semuanya ayo berkumpul... hidangan sudah siap..." teriak Ami pada seluruh orang yang berada di tempat itu.
Semua orang yang mendengar itupun segera datang dan duduk di meja yang sudah di sediakan. Ada juga yang duduk di karpet yang sudah di sediakan untuk bersantai. "Dek." jantung Vera berdetak ketika ada sebuah tangan yang memegang lengannya.
__ADS_1
"Seperti tak asing genggaman tangan ini." gumam nya pelan lalu memegang dan meraba lengan kokoh yang memegangnya itu.
Vera yang tau siapa yang memegang lengannya itu pun langsung membalikkan tubuhnya dengan ekspresi yang takut dan terkejut. Drag menampilkan wajah datar dan aura dinginnya melihat istri nakalnya itu. Terlihat dari sorot matanya jika Drag masih menyimpan rasa kesal dan marah pada Vera.
"Hehehe...Mas" ucap Vera mencairkan suasana. Dia mengeluarkan senyum terpaksa nya.
"Pengantin baru...ayo makan." ucap Devan menggoda dengan suara yang besar. Hal itu mengundang perhatian banyak orang.
"Devan!" tegur Ami memberikan tatapan tajamnya ke arah devan. Devan terkekeh geli dengan tangan yang menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Hehe...Iya ma maaf." jawab Devan menampilkan gigi ratanya.
"Duduk." perintah Ami dengan tegas. Bukan hanya Devan saja yang takut, tetapi Arga yang berada di belakang Devan pun juga ikut takut.
"Cepat duduk Van... gawat kalau tante Ami marah." bisik Arga mencolok perut samping Devan dengan jari telunjuknya.
"Awas ah." ucap Devan menjauhkan tangan Arga yang menyentuhnya. Arga memberikan senyum menggoda nya. Ia paling suka jahil dengan Devan.
Akhirnya semua orang sudah duduk di tempatnya masing-masing. Mereka menikmati makanan yang sudah di sediakan.
Terlihat Vera duduk di sebelah Drag sembari memakan makanannya dengan anggun.
"Vera sayang makan yang banyak ya...jangan malu-malu ya sayang..." ucap Ami sembari memberikan tambahan nasi dan lauk pauk ke piring Vera. Sepertinya Mama Drag sudah tau dengan porsi makan Vera. Setelah menambah makanan Vera, Ami mengelus punggung Vera dengan penuh kasih sayang. Setelah memperhatikan Vera, Ami pun segera pergi menyusul suaminya.
Kenapa mama Ami tau sih kalau aku suka makan banyak? pasti mama ni yang ngasih tau... eh bukan deh seperti nya. Tapi...sih bekicot ini pasti! batin Vera melirik mamanya lalu beralih melirik Devan yang tersenyum devil ke arahnya.
Di saat Vera sibuk dengan fikiran nya. Tanpa sadar Drag memperhatikan Vera dan devan sendari tadi. Dia menatap adiknya dengan tatapan tajam seakan ingin menerkam Devan. "Hm." Drag mencoba menetralkan dirinya dengan cara berdehem cool.
"Sayang kamu kenapa? mau minum?" tanya Ami sembari melirik Vera seakan berkata 'menantuku sayang...cepat ambilkan suamimu minum.' Itulah yang sekiranya di tangkap Vera dari tatapan ibu mertuanya.
"Ayo minum suamiku." uap Vera dengan lembut sembari menyodorkan segelas air yang langsung di suguhkan bibir suaminya.
"Ciee..." teriak Devan yang di ikuti semua sepupunya. Vera tersipu malu mendengar godaan itu. Semua keluar sekarang tertuju memperhati kan Vera dan Drag.
"Uhuk-uhuk." Drag terbatuk karena terkejut dengan teriakan saudara-saudara nya itu.
"Pelan-pelan suamiku." ucap Vera tersenyum malu. Wajahnya sudah seperti kepiting rebus yang baru matang.
__ADS_1