
Di pengadilan negeri Amerika, kini terlihat Kuntoro tengah duduk di kursi di depan hakim menggunakan baju oren. Kuntoro hanya bisa tertunduk di sana. Gaura yang tak tega hanya bisa diam di tempat nya dengan Marco yang menggenggam tangan nya memberi kekuatan.
Maafkan Papa nak, batin Kuntoro sangat menyesal.
"Sesuai perbuatan saudara Kuntoro terhadap saudari Gaura, maka saudara Kuntoro di vonis hukuman mati, tuk-tuk-tuk." final hakim membuat Kuntoro dan Gaura tercengang di tempatnya. Lain halnya dengan pria kejam Justin yang justru senang dengan hukuman yang di layangkan pada Kuntoro.
Kuntoro tak bisa lagi menahan air matanya, ia menangis meratapi nasibnya. Gaura segera menghampiri ayahnya lalu memeluk nya. Mata merah berair nya menatap iba ke arah hakim. "Tolong pak hakim, jangan di hukum mati Papa saya," ucapnya tetapi keputusan hakim tak bisa di ganggu gugat.
Marco segera menghampiri Gaura dan menjauhkan kekasihnya itu dari Kuntoro. Marco segera menatap beberapa polisi seakan memberi kode jika mereka harus membawa Kuntoro pergi ke selnya.
Aku tak menyangka pria ini sangat kejam! lihat saja, setelah mendapatkan Drag, aku akan mencampakkan mu! batin Gaura marah bercampur geram dengan ulah Marco yang tak meminta persetujuan nya terlebih dahulu tentang masalah Papa nya ini. Andai saja Marco tak melaporkan Papanya, pasti ia takkan sesedih ini.
"Mari kita pulang," ajak Marco yang di angguki Gaura. Gaura akan menuruti semua keinginan Marco asal yang selalu masuk ke rekening nya. Ia tak tau bagaimana menyambung hidup di negeri orang jika bank berjalannya sudah tak memberikan nya uang. "Sudah sayang, tak perlu menangis pria brengsek itu!" ucap Marco yang lagi-lagi membuat hati Gaura memanas namun gadis itu menahan nya.
Kembali ke Indonesia, pagi ini terlihat Lili mengeluh karena merasakan sakit di pinggul dan area sensitif nya. Lili benar-benar baru nyadar jika ia menikah dengan pria mesum.
"Dia itu macan atau singa, kalau setiap hari begini bisa-bisa aku mati muda." gumamnya pelan namun masih bisa di dengar oleh pria yang baru saja selesai membersihkan dirinya.
"Kau tak akan mati muda, jika kita sering melakukannya, kau akan terbiasa dan takkan mengalami rasa sakit lagi," ucap Vino dengan santai sembari membuka lemari dan mencari pakaian santai yang pas untuk nya.
Enak sekali dia bicara, apa dia tak tau rasanya aku ingin mati berdiri menghadapi kegilaannya itu! batin Lili melayangkan tatapan datarnya pada Vino yang membelakangi nya.
"Sudahlah Culun ku sayang,,,terima saya takdirmu. Kau harusnya bersyukur karena mendapatkan suami setampan dan sebugar aku," ucap Vino dengan pedenya tampa menggunakan bahasa formal nya.
Lili yang muak dengan ucapan Vino segera bangkit dari ranjang nya lalu masuk ke kamar mandi dengan keadaan kaki yang sedikit terbuka lebar. Lili sudah seperti orang yang baru di sunat sehingga harus berhati-hati agar luka di balik sarungnya tak tersenggol sesuatu pun. "Hhhhhh, culun-culun," tawa Vino terdengar sangat menjengkelkan di telinga Lili.
"Brak," suara pintu di banting seketika melenyapkan tawa Vino.
__ADS_1
Vino mengangkat bahunya acuh lalu segera mengenakan pakaian nya lalu berjalan menuju sopa sembari melihat handphone. Vino terlihat fokus melihat berbagai menu makanan di aplikasi lestoran online. Tangannya terlihat lihai menekan gambar makanan yang ia suka tampa melihat harga yang tertera. Setelah selesai, Vino pergi ke dapur lalu membuat kopi untuk nya dan membuat teh hangat untuk istri nya Lili.
Di kantor Abraham Grub, terlihat Drag sedikit heran dengan Vino yang tiba-tiba saja meminta cuti sehari. Sebenarnya apa yang di lakukan jomblo itu? bukankah pria itu adalah karyawan yang paling malas libur walaupun di beri libur. Bahkan Drag pernah memberikan Vino uang yang lumayan banyak agar pria itu segera libur dan pergi bersenang-senang. Karena selama ini Vino tak pernah mengambil cuti walaupun hari besar sekalipun. Ia selalu mengikuti Drag kemanapun saking tak ingin liburnya.
"Halo, cepat selidiki Vino, kenapa jomblo itu libur hari ini." ucap Drag pada orang suruhan nya. Drag melakukan itu bukan berarti ia ingin Vino terus bekerja, tetapi ia ingin tau alasan yang jelas dari pria itu. Terkadang Drag tersenyum sendiri membayangkan Vino yang mengambil cuti hanya untuk pergi kencan dengan seorang wanita.
Ah sudahlah, untuk apa aku memikirkan jomblo itu! batin Drag lalu melanjutkan pekerjaannya.
"Tring," suara panggilan masuk membuat Drag menghentikan kegiatannya. Ia segera mengangkat panggilan masuk dari Vera.
"Hiks, yang pulang yang, hiks," Drag terkejut mendengar tangisan tersedu-sedu Vera. Karena panik Drag segera menyerahkan pekerjaan pada Vika sekretaris keduanya. Isi kepalanya saat ini sudah terisi oleh vera, vera, dan vera. Beberapa saat membela jalan, kini Drag sudah sampai di kediamannya. Dengan sangat tergesa-gesa, Drag menemui istrinya di kamarnya.
"Ada apa sayang?" tanya nya sangat cemas ketika sudah berada di depan Vera.
"Lihat Mas, hiks," tangis Vera sembari memperlihatkan aku sosial medianya yang di penuhi dengan hujatan-hujatan netizen yang sangat meresahkan. Drag masih sangat heran melihat itu.
"Iya yang, hiks. Akun sosial mediaku di hack yang dan di setel menjadi akun publik. Itulah sebabnya semua orang bisa berkomentar hingga men DM akun Ig ku, hiks," Drag segera menarik Vera kedalam pelukannya. Ia mengelus punggung berlemak itu dengan lembut dan penuh kasih sayang. Karena pengaruh hamil dan berat badan yang naik, Vera menjadi wanita yang mudah lelah dan mengantuk. Hanya sedikit sentuhan lembut dari Drag, Vera sudah masuk ke alam mimpi dengan sisa air mata yang menempel di wajah cantiknya.
Drag tersenyum melihat Vera tertidur, ia segera membaringkan Vera di ranjang lalu menyelimuti nya. Setelah itu ia kembali menghubungi orang suruhan nya. "Saya akan melakukan Konferensi pers, siapkan semuanya. Panggil semua awak media baik di dalam negeri maupun luar negeri." perintah Drag pada seseorang di ujung sana. Setelah mengatakan itu, Drag menyimpan handphone nya lalu menemani Vera tidur.
"Yang,,," panggil Vera setengah sadar dengan tangan yang memegang perutnya.
"Ada apa sayang," tanya Drag menaikkan sedikit badannya menatap Vera yang masih menutup matanya.
"Sakit,,," lirihnya dengan lemah. Drag segera duduk dan memangku punggung hingga kepala Vera. Dengan perlahan Drag mengelus punggung perut Vera membuat rasa sakit Vera sedikit menghilang.
"Kita ke rumah sakit ya," ucap Drag tetapi di tolak oleh Vera dengan gelengan lemah.
__ADS_1
"Sakit lagi yang," ucapnya membuat Drag kembali mengelus perut Vera.
"Kita ke dokter saja ya, Mas tidak tenang jika kondisi nya begini," ucapnya sangat khawatir.
Tanpa persetujuan Vera, Drag menggendong tubuh gembul wanita hamil itu lalu membawanya ke mobil. Beberapa pelayan tengah menyiapkan keperluan Vera. Pak Li selalu siap siaga berada di sisi Drag dan Vera.
Setelah sampai di rumah sakit, Vera segera di bawah keruang IGD sebelum di pindahkan ke ruang pasien kelas VIP. "Bagaimana keadaan istri saya dokter?" tanya Drag dengan wajah serius nya.
"Istri anda baik-baik saja tuan, nona Vera hanya terlalu banyak fikiran saja. Ini vitamin dan obatnya," ucap dokter sembari menyerahkan obat Vera secara langsung.
"Apakah bayi saya baik-baik saja di dalam sana dok? istri saya sempat mengeluh jika perutnya sakit," tanya Drag lagi membuat dokter tersenyum.
"Itu hal biasa tuan, janin anda sedang dalam proses perkembangan sehingga sedikit ada pergerakan di dalam sana," ucap Dokter membuat Drag mengangguk paham.
"Baiklah Dokter, terima kasih," ucap Drag yang di sambut dengan senyuman.
"Sama-sama tuan,"
Setelah berbicara dengan dokter Drag merasa sedikit lega. Dia hanya perlu menjaga fikiran istrinya agar tidak stres. Saat ini Vera sudah berada di ruang pasien, di sana sudah terlihat Drag berdiri di samping Vera sembari mengelus kepala wanita itu.
"Cklek," Drag langsung menolehkan wajahnya ke arah pintu. Di sana ia melihat Vino yang terlihat sangat segar dan bersahaja. Bagaimana ia tak segar jika ia telah menikmati surga dunia bersama Lili.
"Darimana saja kau Vino? tumben sekali kau libur?" tanya Drag membuat Vino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan bibir yang tersenyum malu.
"Maaf tuan, saya ada sedikit urusan," ucapnya kembali ke mode datarnya.
"Urusan? hhhhhh, semenjak kapan kau menutupi semuanya dariku Vin!" ucap Drag sedikit menggoda
__ADS_1
Apakah Drag sudah tau semuanya tentang ku?! batinnya bertanya-tanya tetapi ia berusaha menepis fikiran negatifnya.