
"Ckrik." Diam-diam Monica mengambil gambar Lucy dan Vera menggunakan handphone mahalnya. Mata dengki Monica menatap tajam foto yang sudah di kirimnya ke grub. Di grub itu terdapat tiga member yang tak lain ialah. Grisela, Glow dan Monica sendiri.
Dalam hitungan detik postingan yang di kirim Monica langsung mendapat serangan komentar dari Grisela dan Glow.
"O,o,o. Ada apa ini? seperti nya mereka menyembunyikan sesuatu." balas Glow dengan perasaan kepo.
"Eh, coba lihat deh tangan sih kura-kura ninja." balas Grisela di barengi tangkapan layar.
"Kurang jelas Gris." ucap Monica mencoba memfokuskan lagi matanya menatap gambar tangan Lucy.
"Ya ampun gusy,,,kalian tak lihat surat undangan di tangan kura-kura ninja?" ucap Grisela lagi dengan wajah kesal di balik layar.
"Video call, let's go gusy!" ucap Glow segera menekan logo video di aplikasi pesan nya.
"Klik." Grisela dan Monica dengan cepat mengangkat panggilan video dari Glow.
"Gimana gusy." ucap Glow melanjutkan ceritanya.
"Apa jangan-jangan salah satu mereka mau menikah?" tebak Grisela asal.
"Ting." terdengar suara notifikasi dari handphone ketiganya.
"Tunggu gusy." ucap Glow segera memeriksa pesan masuk dari grub kelas kimia. Matanya fokus menatap video yang belum terdownload yang di kirim langsung oleh ketua kelas. "Ya ampun!" teriak Glow membuat Monica dan Grisela marah karena terkejut.
"Glow!" bentak mereka secara bersamaan.
"Gusy, coba lihat deh grub kelas kimia." ucap Glow masih syok setelah melihat video yang baru saja di download nya.
"Ada apa Glow?" tanya Monica penasaran.
"Jangan banyak tanyak! cepat buka." kesal Glow membuat Monica mengerucut kan bibirnya.
"O my God, apakah aku sedang bermimpi?" ucap Grisela memegang kepalanya yang tak pusing. "Pak Drag, bagaimana mungkin pak Drag mau menikah dengan kerupuk jangek?" ucapnya lagi yang hampir mau pingsan saking syok nya.
"Ah,,,aku tak terima! pak Drag itu milikku!" kesal Monica membuat Glow dan Grisela menatapnya dengan tajam. "Hehe, maksudnya milik kita." ucapnya berhasil membuat tatapan keduanya mengendor.
__ADS_1
"Patas saja kurang-kurang ninja memegang surat undangan. Rupanya sih kerupuk jangek mengundang nya." ucap Grisela iri bercampur kesal karena tak mendapat undangan resmi dari Vera.
"Ini pasti akan menjadi berita yang panas di kampus kita." ucap Glow dengan wajah julid nya.
"Sudah pasti." ucap Grisela dan Monica secara bersamaan.
Bukan hanya tiga wanita itu saja yang terkejut dengan berita itu, tetapi seluruh mahasiswa di kampus ikut terkejut, bahkan ada yang tak terima dengan berita bahagia itu.
Kembali ke dunia nyata. Setelah mengghibah bersama teman-teman nya. Monica segera kembali ke dalam kelas. Ketika Glow meminta video call, di situlah Monica langsung pergi ke kamar mandi. Di tempat duduknya, Monica kembali melirik Vera dengan mata tajamnya. Gadis itu seperti tak terima dengan Vera yang akan menikah dengan dosen pujaannya. "Ini tak bisa di biarkan! aku harus ketemu dengan Sena." ucap Monica lalu segera pergi menemui Sena.
***
Waktu berlalu begitu cepat, kini Vera dan Drag pulang bersama. Saat ini hubungan Drag dan Vera semakin membaik. Lihat saja, bahkan sepasang suami istri ini tengah asik bercerita dengan tangan yang saling menggenggam. Vera maupun Drag sama-sama menyedekah kan senyuman nya satu sama lain.
"Bagaimana kuliahnya hari ini sayang?" tanya Drag melirik Vera sekilas lalu kembali fokus melihat jalan. Drag memegang setir nya dengan menggunakan satu tangan.
"Baik mas." balas Vera tanpa menampilkan wajah kesal seperti biasanya. Drag mengangguk penuh wibawa dengan senyum yang tak pudar dari wajahnya.
"Alhamdulillah kalau baik sayang." ucap Drag semakin mengeratkan genggaman nya di tangan Vera.
Ya Allah, nyamannya hatiku saat ini. syukur Drag dalam hati.
"Alhamdulillah semuanya lancar dan baik sayang. Oya, apakah istri mas yang cantik ini ingin pergi ke taman?" tanya Drag membuat Vera mengangguk kan kepalanya dengan cepat.
"Mau-mau." Karena Vera ingin ke taman, Drag segera melajukan mobilnya menunju taman.
Yes ke taman. batin nya girang karena sebelumnya ia tidak pernah pergi ke taman selain taman kampus nya.
Beberapa menit membela jalan, kini mobil Drag sudah tiba di parkiran taman. Vera yang tak sabar segera keluar dari mobil membuat Drag menggelengkan kepalanya pelan. "Ayo mas." ajak Vera sembari menarik Drag yang sudah berada di luar mobil.
"Sabar sayang." ucapnya pelan tanpa memperlihatkan ekspresi biasanya.
Vera dan Drag terus berjalan melihat keindahan taman kota. Dia taman itu terdapat banyak orang termasuk anak-anak. Bukan hanya itu saja, di sana juga terdapat berbagai permainan dan penjual makanan. Di saat berjalan santai, tiba-tiba saja mata Vera melirik balon sabun yang terbang begitu indahnya. "Mas, mau balon." minta Vera seperti anak kecil. Salah satu tangan Vera menunjuk balon dan satu tangannya lagi masih setia menggandeng tangan Drag.
Drag mengangguk kan kepalanya dengan permintaan aneh Vera. Kini mereka berjalan menuju penjualan balon. Setelah berada di sana, penjual balon langsung menawarkan satu botol sabun dan alat peniup nya. Vera yang sudah tak sabar segera mengambil balon itu tanpa menunggu persetujuan Drag. Drag hanya tersenyum gemas lalu segera membayar balon itu. "Mas, mau jajan juga." ucapnya manja sembari menatap beberapa pedagang kaki lima. Vera benar-benar tak tahan dengan godaan di depannya.
__ADS_1
Drag yang sangat sayang dengan Vera segera menuruti keinginan istri nakal nya itu. Dari awal turun mobil hingga sekarang, Vera dan Drag belum ada mengistirahatkan kakinya. Vera tanpa perasaan menyeret Drag ke taman kota yang luas itu. "Banyak sekali sayang, apakah nanti bisa habis?" tanya Drag dengan mata yang melirik berbagai makanan yang di beli Vera.
Vera bukan hanya membeli balon dan bakso, tetapi ia juga membeli es krim, cemilan ringan, martabak, burger, es boba, sate, jagung dan kacang. Drag hanya bisa menggelengkan kepalanya tak percaya dengan porsi makan Vera. Di saat berjalan mencari tempat duduk, tak sengaja mata Vera melihat penjual permen kapas. "Mas,,,permen kapas..." ucapnya melihat permen kapas dengan mata berbinar. Tangannya menepuk bahu Drag berulang kali seakan memerintah kan Drag membelikan permen kapas untuknya.
"Apa mau permen kapas juga?" tanya Drag dan Vera langsung mengangguk kan kepalanya. "Apa lambung kamu sanggup memakan semuanya?" tanya Drag mencoba memperingati Vera yang terlihat sibuk memegang belanjaan nya.
"Enggak mas." ucapnya sembari menggelengkan kepalanya dengan mata yang masih fokus menatap permen kapas.
"Kalau tidak sanggup kenapa beli lagi?" tanya Drag dengan wajah cemas.
"Sudah mas, belikan saja!" ucapnya penuh paksaan.
"Huh." Drag menghela nafas lalu segera pergi membeli permen kapas yang di inginkan Vera. Vera menampilkan gigi ratanya melihat punggung Drag yang semakin menjauhinya.
Mm,, banyak banget makanan ku. Bb naik sedikit nggak masalah kali ya. Hhhhhh. batinnya dengan tubuh yang sedikit bergoyang. Kini Vera sudah duduk di atas rumput tepat di depan danau.
Dari jauh terlihat Sena dan teman-teman nya menatap Vera yang tengah tersenyum. "Lihat dia, bahkan setelah kejadian itu dia masih bisa tersenyum." ucapnya terus melayang kan tatapan tak suka ke arah Vera.
"Gara-gara dia kita di skors selama satu semester!" sambung Tika memanas-manasi Sena yang tengah kesal.
"Dan lebih para nya lagi, kita harus mengulang satu semester gusy." ucap Stevie menampil kan wajah sedih yang menggemas kan. Gadis ini selalu mengeluar kan suara manjanya di hadapan semua orang.
Sena menghembuskan napas penuh amarah. Ia masih tak terima dengan hukuman yang di terimanya. Bahkan gadis itu semakin marah ketika mendengar berita tentang pernikahan Drag dan Vera. "Mari kita samperin." ucap Sena yang di angguki kedua gadis di sebelahnya.
"Sayang." panggil Drag menyamperi Vera dengan permen kapas di tangannya.
"Sial!" umpat Sena terpaksa menghentikan langkahnya ketika melihat kedatangan Drag. Mau tak mau akhirnya Sena dan kedua temannya meninggalkan taman itu dengan perasaan penuh amarah. "Ayo gusy!" ucapnya setengah membentak membuat Tika dan Stevia mengangguk patuh.
"Yey, permen kapas." teriaknya senang sembari bertepuk tangan seperti anak kecil.
"Kamu gemesin banget sih sayang." Drag tersenyum memandang Vera, tak lupa tangannya mencubit pipi Vera dengan gemas.
"Sakit tau!" omel Vera memanyunkan bibirnya sembari mengelus pipinya yang sakit.
"Hhhhhh, maaf ya." Drag mengelus bekas cubitannya dengan lembut.
__ADS_1
Tanpa menawarkan Drag, Vera segera melahap permen kapasnya. Bibirnya melengkung sempurna dengan mulut yang masih mengunyah.