Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Bertemu Grisela


__ADS_3

“Ah! rumah mamamu? jadi selamat ini kau tinggal di mana?” tanya Lucy dengan penuh rasa penasaran. Vera gelagapan ketika mendengar penuturan Lucy.


“Eh...maksudnya aku mau ke rumah sahabat mama aku...kebetulan mamaku sedang berada si sana. Hehe,” ucap Vera beralasan.


Lucy menaikan satu alisnya bingung dengan ucapan Vera. Lucy merasa Vera telah menutupi sesuatu darinya. “Kau sedang tidak menyembunyikan sesuatu kan Ver?!” tanya Lucy dengan penuh selidik.


Vera tetap berusaha menutupi kegugupannya. “Nggak lah lu. Hhhh...ada-ada saja kau,” ucap Vera dengan tawa terpaksa. Wajah Vera terlihat pias.


“Hmm..” Lucy berdehem dingin dengan mata yang sedikit menyipit.


***


“Ya sudah Lu, pulanglah. Bukankah sasa lagi sakit?” ucap Vera mencoba mengalihkan pembicaraan.


“O iya...ya uda ya Ver, ayo kita pulang,” ucap Lucy sembari berjalan mendahului Vera. Akhirnya dua gadis itu berjalan ke arah parkiran sembari mengobrol. Lucy mengeluarkan Beatnya dari jajaran parkir lalu menjalankan kereta nya ke arah Vera.


“Yuk Ver,” ucap Lucy menawarkan boncengan sampai di halaman depan cafe. Cafe itu cukup luas dan cukup melelahkan jika jalan sampai ke pasar besar. Sebab itulah Lucy


menawarkan boncengan.


***


Vera dan Lucy sudah sampai di depan jalan besar. Vera turun dari beat Lucy lalu berdiri menghadap jalan. “Aku di luan ya Ver. Wassalamu'alaikum...” ucap Lucy melambai kan tangan nya.


“iya lu, Wa’alaikumussalam,” ucap Vera dengan tangan yang melambai ke arah Lucy.


“Hati-hati ya,” ucap Vera sedikit berteriak. Lucy hanya mengangguk pelan sembari tetap melajukan kendaraannya.


Akhirnya Lucy pergi meninggalkan cafe itu dengan kereta beatnya, sedangkan Vera menunggu grab pesanannya. “Tin,” terdengar suara klakson mobil berhenti di depan Vera. Vera yang melihat mobil itu mengernyi kan dahinya bingung karena pasalnya plat grab yang dia pesan berbeda.


Mobil yang berhenti di depan Vera membuka sedikit kaca mobilnya. Setelah kaca mobil terbuka, terlihat lah seorang gadis cantik yang sedang tersenyum merendahkan ke arah Vera. “Hmm...lagi ngemis ya,” hina perempuan itu yang tak lain adalah teman satu jurusan Vera.


Vera memelotot kan matanya ke arah Grisela. “Eh, enak saja...kalau punya mulut di jaga ya!” bentak Vera pada Grisela teman sekelasnya. Ya orang yang berada di dalam mobil itu adalah Grisela. Wanita yang cukup populer dan terkenal centil di kampusnya.


“Ngapain mulut di jaga? orang mulut cantik kek gini kok! Hhhhh...” ucap Grisela membanggakan diri sembari menertawakan Vera. Vera menghembuskan nafasnya naik turun. Dia benar benar kesal dengan wanita yang ada di depan nya.


"By the way...kau ngapain di sini? Hmm...coba aku tebak ya?!" tanya Grisela berpura-pura berfikir.


"Ah aku tau, kau mau godai pria gila jalanan kan? yang bajunya lusu dan compang- camping itu...ct. Sangat cocok tau nggak sih!" hina Grisela tersenyum menyeringai.


"Kurang ajar kau ya!" Darah Vera mendidih, hal itu membuatnya menendang mobil mewah yang di tumpangi grisela.


"Aduhh mobilku...hey gadis kerupuk jangek, singkirkan kaki jelek mu dari mobil mewahku. Kau itu sudah pendek, sok cantik pulak." ucap Grisela yang tak sadar bahwa ia menjelekkan dirinya sendiri.


"Iya aku pendek, kayak sisa umur kau. Bentar lagi innalillah kau kan?!" ejek Vera membalas ucapan Grisela.


Grisela yang mendengar ucapan Vera yang mendoakannya cepat mati pun langsung kesal dan marah. "Kerupuk jangek..kerupuk jangek, Kaulah yang innalillah di luan. Dasar murah!" ucap Grisela lagi menghina Vera.

__ADS_1


Eh apa maksud dia? dia tak sadar kah dari tadi mengatakan dirinya sendiri. Cih jijik banget aku melihat dia. batin Vera melirik tak suka ke arah Grisela.


"Kayak harga diri kau kan? MURAH!" ucap Vera membalikkan ucapan Grisela.


"Cih...males banget lama-lama dekat dengan kerupuk jangek kayak kau! sudah jelek, buluk, kampung, dan tentunya nggak selevel dengan gadis cantik membahana seperti aku!" ucap Grisela menghina sembari memuji dan membanggakan dirinya sendiri.


Setelah merasa cukup mengatai Vera, Grisela memutuskan untuk pergi, ia berjalan ke arah mobil mewah miliknya lalu menaiki mobil itu. Setelah naik ke dalam mobil, Grisela segera menjalankan mobil mewahnya dan meninggalkan Vera di sana.


"Ihh ngeselin banget deh kau tikus got!" teriak Vera memgumpat grisela yang sudah pergi menjauh.


Nggak lama grisela pergi, mobil grab yang di pesan Vera pun tiba.


"Mbak Vera ya?" tanya supir grab ketika sudah menurunkan kaca mobilnya.


"Iya wak!" ucap Vera menolehkan pandangannya supir grab itu.


"Dek!"jantung tukang grab berdetak sebentar. Dia sangat kaget melihat Vera.


Bukannya ini customerku yang kemarin ya. Mbak ini kan...


"Wak!" ucap Vera memecahkan lamunan supir grab.


"Iya mbak." ucap supir grab itu pada Vera.


"Sudah bisa masuk?!" tanya Vera sedikit bingung. Dia sudah kepanasan berdiri di luar mobil itu.


"Sudah mbak?" tanya supir grab memastikan keadaan Vera di belakang.


"Ya wak." ucapnya cuek sembari menatap handphone dan beselancar di dunia maya.


Ternyata dunia ini begitu kecil dan sempit ya...Aduhh apes banget aku bertemu gadis nggak ada akhlak ini lagi! gerutu supir grab dalam hati.


supir grab mulai menjalankan mobilnya ke arah tujuan Vera.


Di kursi penumpang, Vera terus memperhatikan postingan yang ada di halaman instagramnya.


"Ih apa ini!" ucap Vera dengan penuh rasa penasaran. Vera yang menyenderkan tubuhnya di dinding kursi langsung segera menegakkan tubuhnya.


Untung saja jantungku nggak copot. Kenapa sih gadis aneh ini teriak teriak? kan sudah ku duga...pasti apes aku kalau bertemu dia lagi. Nasib-nasib..hiks hiks...Batin supir grab menampilkan wajah mewek yang jelek.


"Eh kenapa wak? kok macam orang nahan ber*k pulak uwak?" ucap Vera yang tidak bisa mengkondisiskan ucapannya.


"Nggak papa mbak." ucap supir grab itu sedikit acuh.


Vera mengangkat bahunya pertanda tak peduli. Dia kembali fokus melihat postingan wanita yang dagunya terbelah.


Apaan dia ini! dagu terbelah dia bilang cantik?percaya diri sekali dia! Nyinyir Vera dalam hati.

__ADS_1


"Baca komen ah..." gumam Vera pelan sembari menekan kolom komentar. Dia sangat penasaran dengan tanggapan para deterjen pada postingan yang ia lihat.


isi komentar.


ir@.😂😂


gjk#. Mon maaf, kok kesannya seram ya.


Sugik(-_-'). Mohon maaf...kok kesannya aku lihat macam belahan ****** ya.


Rio. @sugik(-_-') Hhhhh ngakak habis aku ah...


molen cendol. @sugik(-_-') auto kena mental ni orang yang punya dagu terbelah.


Weti. Cantik kakakkkk😍


Ardila. Aku yang dagunya juga terbelah kok jadi kesel ngakak ya lihat komentar komentar ini, apalagi komentarnya @sugik(-_-')😅


"Hhhhhhhh..."Vera tertawa degan tangan yang memegang perutnya ketika melihat dan membaca komentar-komentar yang nggak ada akhlak.


Serem banget mbak ini. Ih sudah nggak iya ini. Apa aku bawah ke ustadz Al aamiin aja ya? biar di ruqyah??!!! Batin supir grab yang sesekali melirik Vera yang masih sibuk tertawa.


"Maaf mbak, kita sudah sampai ke tujuan." ucap supir grab pada Vera ketika sudah menghentikan mobilnya di pinggir mall.


"Oh, sudah sampai ya wak. Bentar ya wak." ucap Vera sembari membuka tas dan mengeluarkan dompetnya.


Kok nggak ada uang kas sih! perasaan tadi masih ada deh?!.


Vera mengerutkan keningnya heran. Perasaan tadi di dompetnya masih ada beberapa lembar uang berwarna biru.


"Wak bisa tunggu sebentar tidak? uang kas saya tidak ada. Biar saya tarik dulu ya di atm." ucap Vera berterus terang kepada supir grab.


Bisa di percaya nggak ni ya...


Supir grab itu terdiam dan termenung untuk sesaat. Dia masih befikir dan menimang ucapan vera.


"Wak!" ucap Vera sedikit keras, hal itu membuyarkan lamunan supir grab itu.


"Eh silahkan mbak, biar saya tunggu di sini." ucap supir grab tersenyum kikuk.


"Ya sudah, sebentar ya wak..." ucap Vera bergegas keluar dari dalam mobil lalu berjalan menuju atm terdekat.


"Iya mbak." ucap supir grab mengangguk pelan.


Di dalam ruangan yang terdapat mesin atm, terlihat ada beberapa orang yang sedang menarik uang dan ada pula satu orang yang sedang mengantri menunggu gilirannya. Terlihat Vera masuk tanpa melihat kondisi di dalam atm. Dia sibuk membuka dompet dan mengeluarkan kartu atmnya. Lalu dengan cepat Vera menyodorkan kartu atmnya ke arah mesin atm di depannya.


Vera memasukkan kartu atmnya tanpa melihat mesin di depannya. Dia sedang fokus dengan dompet dan tasnya.

__ADS_1


__ADS_2