Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Hari H


__ADS_3

"Baguslah kalau begitu, nanti kalau mau ke kamar mandi jangan minta temani ya,,," goda Tika menampilkan senyum menggoda nya.


"Nggak akan!" jawab Vera penuh percaya diri.


"Ok Glow, putar film yang paling seram," ucap Tika yang langsung di angguki oleh Glow. Jari Glow sangat lihai di atas keyboard dengan mata yang fokus menatap layar.


Aduh,,,ya Allah,,,semoga saja nanti aku tertidur. batin Vera tersenyum smirk memikirkan rencanakan.


"Kenapa senyum-senyum sendiri Ver?" tanya Grisela membuat semua mata menatap ke arah Vera.


"Nggak papa, aku hanya senang saja kalian mau menginap di sini! makasih ya,,," ucapannya di iringi senyuman.


"Ok," sahut Grisela dengan tubuh yang menyandar di dinding ranjang.


Setelah pembicaraan singkat itu, mereka segera fokus menatap film yang mulai tayang. Para wanita itu terlihat biasa saja dengan film di depannya kecuali Vera.


Matilah aku, batinnya terlihat cemas dengan tubuh yang menegang.


"Gusy, aku mau mengambil es, kalian mau?" Vera mencoba mencari alasan agar tidak menyaksikan film di depannya.


Glow dan Tika langsung mengalihkan pandangannya menatap Vera, "Aku mau Ver," ucap Tika yang langsung di angguki Vera.


"Aku juga ya Ver," ucap Glow yang juga di angguki Vera.


"Gris, Stev, kalian mau juga nggak?" tanya Vera yang hanya di sahutin dengan anggukan. Vera segera keluar dari kamar tamu menuju lantai bawah. Saat baru menuruni tangga, kebetulan Vera bertemu dengan Pak Li.


"Maaf Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya Pak Li dengan beberapa maid di belakangnya.


"Tidak usah Pak, saya cuma mau mengambil minuman dingin," ucap Vera menampilkan senyum kakunya.


"Biar para maid yang mengambilnya Nona," ucap Pak Li yang mau tak mau Vera mengiyakannya.

__ADS_1


"Baiklah Pak," ucap Vera lalu segera kembali ke kamar tamu. Vera menghentikan langkahnya ketika mendengar suara menyeramkan dari dalam kamar. "Pasti pembukaannya sudah lewat!" gumamnya pelan sembari menggigit kukunya untuk menetralkan rasa takutnya.


"Nona," panggil maid yang membawa minuman di atas nampan.


"Ahh,,," teriaknya kaget dengan tangan yang membekap mulutnya.


"Apa anda baik-baik saja Nona?" tanya maid itu sedikit cemas.


"Ya, Saya baik-baik saja," ucapnya dengan cepat lalu segera mengambil nampan minuman dari tangan maid. "Terimakasih,' ucap Vera dengan senyum getir nya.


"Sama-sama Nona," jawab maid lalu segera pergi meninggalkan Vera yang masih berdiri di depan pintu. Vera segera membawa minumannya masuk lalu memberikannya pada teman-temannya. Tak beberapa lama menghabiskan es nya, Vera segera tidur sebagimana yang ia rencanakan sebelumnya.


***


Beberapa hari telah berlalu, kini hari yang di tunggu-tunggu sudah tiba. Saat ini Drag dan Vera sudah berada di ruang rias yang berbeda. Di ruang rias Vera di temani bridesmaid dan sepupu iparnya. "Kak Vera cantik sekali,,," puji Popi yang di angguki Balqis. Hal itu membuat pipi Vera yang memerah bertambah merah.


"Jangan godain terus menantu Tante," timpal Ami yang baru saja tiba di ruangan. Bukannya takut, Popi dan Balqis justru tertawa, hal itu mengundang perhatian yang lainnya termasuk bridesmaid Vera. "Kalian teman-teman menantu tante ya?" sapa Ami dengan sangat ramahnya.


"Benar tante," Sahut Lucy mewakili semuanya.


Kenapa aku menjadi gugup ya, bahkan waktu aku menikah dengan mas drag dulu tidak segugup ini. Batin Vera yang melihat pantulan dirinya di cermin.


"Sayang," panggil Sela yang sudah meletakkan tangannya di bahu Vera. Vera yang mendengar suara bidadari tuanya itu segera mendongakkan wajahnya menatap Sela. "Kenapa melamun sayang?" tanya Sela dengan senyum tulusnya. Vera tersenyum simpul dengan kepala menggeleng pelan.


"Cklek," terdengar suara pintu yang di buka, di sana terlihat Veli dan Dela masuk lalu mendekat ke arah Ami.


"Tante, sudah waktunya kak Vera naik ke pelaminan," ujar Dela yang di angguki Ami.


"Mari sayang," ucap Sela membantu Vera berdiri.


Saat ini Sela dan Ami mengapit Vera di tengah, sedangkan Balqis dan Popi membantu mengangkat gaun Vera. Bridesmaid pergi mendahului Vera untuk menyambut nya di aula pesta. Saat Vera memasuki aula, terlihat Drag terpanah dari ujung sana. Tak terasa ia mengeluarkan air mata haru nya. Jon mengelus anak pertamanya itu dengan senyum simpul. Drag segera menjemput Vera lalu menggandeng nya menuju pelaminan.

__ADS_1


Para Bridesmaid sudah berada di sisi kanan dan kiri Vera. Mereka semua tersenyum sembari melempar bunga ke arah dua pengantin itu. Para tamu sudah berdiri sembari memberikan tepuk tangan meriahnya. Saat ini pernikahan Vera menjadi berita paling hot di tv dan di sosial media, bahkan acara itu masuk ke siaran tv internasional.


Di negara berbeda terlihat Gaura meremas kedua tangannya dengan kuat. Dia menatap layar tv dengan mata yang marah bercampur cemburu. Walaupun sudah menjalin hubungan dengan Martin, Gaura tetap tak bisa memalingkan hatinya dari Drag. Cemburu, marah, kesal, bercampur menjadi satu di dalam hati dan fikiran nya.


Jadi itu istrinya Drag! awas saja kau wanita sial*n, aku tak akan membuat hidupmu tenang! batin Gaura geram dalam hati dengan mata yang masih setia melihat Drag dan Vera dari balik layar.


Kembali ke pesta, kini kedua pengantin sudah duduk di pelaminan dengan tangan yang saling menggenggam. Sebelum memeriakan acara dengan musik, pernikahan itu akan di awali dengan lantunan ayat suci Al Qur'an yang di bacakan oleh Lucy. Sebenarnya Lucy tak mau melakukan itu, tetapi Vera memaksanya untuk memberikan hadiah berupa ayat suci Al-Quran. "Baik, karena kedua mempelai sudah naik ke pelaminan, mari kita bersama-sama mendengar lantunan indah dari bidadari di ujung sana," ucap pembawa acara dengan sangat meriah.


Huh! malu sekali aku,,, batin Lucy melemaskan badannya seperti tak bertenaga.


Karena para tamu sudah duduk dan menunggu, Lucy segera naik ke atas panggung dengan sorakan kecil dari teman-teman nya. "Hhhhhh," tawa tanpa suara terlihat jelas dari atas panggung. Lucy hanya membalasnya dengan tatapan tajam.


"Sudah jangan tertawa lagi! lihat tu," ucap Monica terkekeh sembari menunjuk ke arah Lucy.


"Apakah bisa di mulai?" tanya Lucy memastikan membuat pembawa acara heran karena di atas sana belum terdapat Al Qur'an dan meja.


"Al Qur'an nya sedang di ambil mbak, apa mbak bisa membacanya tanpa melihat?" tanya pembawa acara yang menjauhkan mikhropon nya dari mulut nya. Lucy hanya mengangguk sebagai jawaban. Pembawa acara itu sedikit ragu kepada Lucy tetapi tetap mengijinkan nya melantunkan ayat suci Qur'an.


"Baik para hadirin, mari sama-sama kita mendengarkan lantunan merdu dari bidadari di sebelah saya," ucap pembawa acara membuat para tamu dan teman-teman Lucy tersenyum. "Silahkan mbak," ucap pembawa acara yang di angguki Lucy.


Lucy menghirup nafas sebanyak mungkin sebelum melantunkan ayat suci Qur'an. Setelah selesai, suara merdu Lucy mulai mengisi aula besar nan luas itu. Dari sekian banyaknya surat di dalam Qur'an, surat An-nisa lah yang menjadi pilihan Lucy sebagai hadiah Vera. Bukan main, Lucy melantunkan 176 ayat tanpa melihat. Semua orang terpukau dengan suara dan hafalan Lucy. Bukan hanya di tempat resepsi saja, bahkan orang di luar negara saja ikut terpukau hingga menangis karena sangking bagus dan merdunya suara gadis itu.


Setelah selesai membaca Qur'an, keluarga Vera maupun Drag dan sebagian tamu wanita, naik ke panggung lalu memeluk dan mencium gadis bercadar itu. Lucy yang di cium dan di peluk tak bisa berkutik selain menunggu para ibu-ibu pergi meninggalkan nya. "Indah sekali nak, Semoga Allah selalu menjaga mu," ucap wanita terakhir yang memeluk dan mencium Lucy.


"Aamiin,,," balasnya tersenyum simpul lalu melirik teman-teman nya yang tertawa tanpa suara di belakang sana. "Dasar!" kesalnya segera turun dari panggung lalu bergabung kembali bersama teman-teman nya.


"Bagus kan mas," ucap Vera tersenyum bangga di atas panggung. Sepertinya Vera sedang pamer pada Drag.


"Iya sayang," ucap Drag yang membuat semua orang histeris akan keromantisan Drag. Drag dan Vera tertegun mendengar suara riuh para tamu yang tertuju pada mereka. Mata tajam Drag kini beralih ke arah Devan yang ternyata sudah memegang mikhropon di tangannya. "Devan,,," tegur nya setengah berbisik membuat Devan dan Popi terkekeh.


Kenapa sih Mas Drag membiarkan Cecunguk ini menjadi pembawa acara! batin Vera gemas bercampur kesal melihat Devan yang juga melihatnya dengan tatapan mengejek.

__ADS_1


Rasain itu kakak ipar, kakak kira aku akan membuat kalian tenang di pelaminan? oh tidak! hhhh batinnya tertawa jahat seakan merasa kan kemenangan.


Devan yang mendapat tatapan mematikan dari kakak nya itu segera kembali ke atas panggung dan melanjutkan kegiatan nya bersama Popi.


__ADS_2