Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Bulan madu part 3


__ADS_3

Hari telah berganti, kini Vera dan Drag sudah berada di menara Eiffel. Tak lelahnya Vera mengambil banyak foto hingga melupakan Drag. "Sayang,,," panggil Drag membuat Vera menghentikan kegiatan nya. Vera berjalan ke arah Drag lalu menarik pria itu di posisi nya tadi. "Senyum,,," ucap Vera sudah mengarahkan kamera ke arahnya. Drag segera menampilkan senyum paling indahnya. Vera terlihat puas melihat foto mereka berdua. "Bagus kan yang?" tanya Vera tersenyum bangga ke arah Drag.


"Bagus," ucapnya dengan senyum simpul di wajahnya.


"Yuk kita ke sana yang," ajak Vera menarik tangan Drag. Saat ini mereka tengah menikmati pemandangan Sungai Seine yang berada di dekat menara Eiffel. Wajah Vera dan Drag terpantul di air yang tengah membeku. "Yang nanti malam kita sini lagi ya, pasti sangat indah," pinta Vera yang di angguki Drag.


"In syaa Allah jika tidak ada badai salju ya sayang," ucap Drag membuat Vera mengerucut kan bibirnya.


"Katanya di sini ada tempat gembok cinta, kesana yuk yang," ajak Vera yang di balas senyuman oleh Drag.


"Tau darimana?" tanya Drag sedikit menggoda.


"Dari wakgol," jawab Vera membuat Drag mengerutkan alisnya.


"Wakgol?" tanya Drag dengan ekspresi bingungnya, bukannya menjawab Vera hanya mengangguk saja. "Siapa Wak Gol?" tanya Drag lagi membuat Vera menghela nafas malas.


"Masa sih ayang nggak tau?" ucap Vera sedikit sewot.


"Mas memang tak tau, sayang" jawab nya dengan jujur.


"Wakgol itu singkatan dari Wak google yang," ucap Vera membuat Drag tertawa.


"Kenapa tertawa?" tanya Vera melirik Drag yang berada di sampingnya.


"Kamu itu lucu sekali sayang, kenapa suka banget sih menyingkatkan kata," ucap Drag masih tertawa pelan.


"Ya, gimana lah yang, kalau bisa di singkat ngapain mengucap yang panjang," tutur Vera membuat Drag memegang perutnya tak habis fikir dengan fikiran Vera.


"Jangan tertawa terus yang, ayolah kita pergi ke gembok cinta. Dengar-dengar yang, pasangan yang memasang gembok di gerbang atau rantai lalu membuang kuncinya, maka cinta mereka akan abadi karena tanpa kunci. Tidak akan ada yang membuka itu. Setelah kunci ini dibuang, diyakini gembok akan tetap terkunci selamanya. Seperti itulah cinta pasangan yang bertahan dalam ujian waktu." jelas Vera ikut mempercayai mitos tentang gembok kunci.


Drag menghela nafas mendengar kisah yang di lontarkan Vera. Saat ini Drag memegang pundak Vera lalu mengarahkan tubuh itu menghadap nya. "Dengar sayang, jangan pernah mempercayai hal-hal seperti itu. Itu termasuk syirik sayang. Hanya Allah yang bisa membuat cinta kita dan seseorang menjadi abadi. Apakah sayangku ini tau jika Dosa syirik salah satu dosa besar yang tak di ampuni Allah jika tak bertaubat? Jadi kita harus berhati-hati sayang, dan segera bertobat sama Allah ya. Ayo, sekarang sayang beristighfar sebanyak-banyaknya." ucap Drag yang di angguki Vera. Dengan penuh penyesalan Vera beristighfar, tak jarak air mata itu menetes lantaran takut pada Allah.

__ADS_1


Setelah merasa cukup, kini Drag dan Vera kembali ke villa. "Yang, maaf ya,,," ucap Vera yang sudah duduk di samping Drag. Drag mengangguk kan kepalanya Sembari mengelus Vera yang tengah memeluknya. "Mari berkemas," ucap Drag membuat Vera mendongakkan wajahnya.


"Kita mau pulang?" tanya Vera langsung menegakkan tubuhnya.


"Tapi mau pergi ke gembok cinta?" tanya Drag balik membuat Vera bingung. 'Untuk apa berkemas jika ingin pergi ke gembok cinta?' sekiranya itulah yang ada di fikiran Vera. "Kita akan ke Seoul Korea sayang," ucap Drag membuat Vera melebarkan mulutnya tak percaya. Ternyata gembok cinta bukan hanya berada di Prancis tetapi juga berada di Korea.


"Jadi kita jalan-jalan ke negara lain sayang?" tanya Vera dengan wajah yang sangat antusias.


"Iya sayang, makanya itu, mari bersiap-siap," ucapnya yang di angguki Vera.


Beberapa menit berkemas kini Drag dan Vera sudah siap untuk pindah negara. Sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya Vera menerbitkan senyumannya. Hal itu membuat Drag merasa puas dengan semua yang ia usahakan untuk menyenangkan istri nakal nan tercintanya itu. Beberapa jam perjalanan, kini keduanya sudah masuk ke kawasan Korea. Ternyata di negara itu juga mengalami musim dingin. Seperti tak ada lelah-lelahnya, Drag dan Vera memutuskan langsung pergi ke Heart Lock (gembok kunci yang berada di Seoul)


"Ingat sayang, hanya melihat, bukan ikut mengunci gembok," ucap Drag memberi peringatan pada Vera.


"Iya sayang," ucapnya semakin mengeratkan pelukannya di lengan kokoh Drag.


Mereka terlihat sangat menikmati pemandangan di sekitarnya. Selain ribuan kunci yang menggantung, mereka juga melihat tower dan berniat menaiki. Sebelum melangkah kaki kembali, tiba-tiba saja mata Vera berkunang-kunang disebabkan efek pusing yang ia tahan sendari tadi. Karena merasa tak kuat lagi menopang tubuhnya sendiri, akhirnya Vera terjatuh. Untung saja Drag sigap menangkap tubuh gemoy Vera. Vino yang melihat itu segera membantu Drag membawa Vera ke rumah sakit terdekat.


Mobil yang mereka tumpangi sedikit susah berjalan disebabkan jalan yang licin dan penuh salju. Walaupun berjalan lambat, mobil itu akhirnya berhasil tiba di rumah sakit terdekat. Saat ini Vera sudah berada di ruangan pasien. Dokter tersenyum ke arah Drag sembari berkata, "Selamat tuan, istri anda tengah mengandung," Drag yang mendengar itu terlihat haru dan langsung bersujud syukur.


"Kalau boleh tau, berapa usia kandungan istri saya dok?" tanya nya pada dokter.


"Usia kandungan istri anda sudah masuk dua bulan Tuan, jagalah istri anda, dan jangan biarkan dia kelelahan. Apalagi saat ini tengah musim dingin, tolong di perhatikan lagi asupan nutrisi nya. Jangan minum es dan memakan makanan pedas terlebih dahulu ya," jelas dokter yang di angguki Drag.


"Baik dokter, terima kasih," ucap Drag sembari menjabat tangan dokter. Setelah mengatakan itu, dokter segera pergi meninggalkan ruangan Drag.


"Vino," panggil Drag menatap Vino yang sedang melangkah ke arahnya.


"Iya tuan," ucapnya ketika sudah berada di dekat Drag.


"Siapakah penerbangan, kita akan kembali ke Indonesia hari ini juga. Aku tak mau terjadi apa-apa pada istri dan anakku." perintah Drag dengan mata yang menatap wajah tenang Vera yang masih belum sadarkan diri.

__ADS_1


"Baik tuan," ucap Vino segera keluar dan menghubungi seseorang.


Setelah Vino pergi, Drag segera melangkahkan kakinya mendekati Vera dan duduk di samping nya. Drag mengambil tangan kecil itu lalu menciumnya berulang kali membuat Vera terbangun dari pingsannya. Mata indah Vera mulai mengerjap. Drag terus memperhatikan Vera yang tengah bergerak. "Sayang," panggil Drag sembari mengelus pipi Vera dengan lembut.


"Kita dimana Mas?" tanya Vera terlihat belum sadar sepenuhnya.


"Kita di rumah sakit sayang," jawab Drag membuat Vera mengerutkan wajah pucat nya.


"Siapa yang sakit Mas?" tanya Vera seperti belum sadar dengan dirinya.


"Kamu yang sakit sayang," jawab Drag tanpa melepaskan elusan tangannya di pipi Vera. Vera mengarahkan pandangannya ke arah tubuhnya, dan benar saja, ia melihat tubuhnya yang menggunakan pakaian rumah sakit. Mata Vera menatap aneh ke arah tangan Drag yang mengelus lembut perut nya yang sedikit buncit.


"Yang," panggil Vera yang melihat Drag menampilkan raut wajah bahagia.


"Ada apa dengan perutku Yang? apakah aku di vonis mempunyai penyakit yang mengerikan?" tanya Vera mulai panik tak bisa membayangkan jika dirinya meninggal dan Drag menikah lagi.


"Tenang sayang, kamu dan anak kita baik-baik saja," ucap Drag membuat mulut Vera terbuka.


"A-nak ki-kita M-mas?" tanya Vera dengan nada yang sangat gugup. Drag hanya mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban.


"Selamat ya sayang, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua," ucap Drag berangsur mendekati Vera lalu memeluknya dengan posesif. Vera tersenyum sekaligus khawatir mendengar jika dirinya sedang hamil.


Bagaimana dengan kuliahnya? bagaimana nanti ketika hendak melahirkan? apakah semuanya akan baik-baik saja? itulah yang sekiranya berada di benak Vera.


"Yang, rasanya aku belum siap menjadi seorang ibu," ucapnya terlihat lesu membuat Drag memegang kedua pipi Vera.


"Sayang, Kita harus siap karena anak kita sudah berada di dalam sini," ucap Drag sembari menunjuk perut Vera. "Semangat sayang, kita akan merawat anak kita bersama. Jangan khawatir ya, Mas akan selalu bersamamu," ucap Drag membuat Vera terharu hingga meneteskan air matanya.


"Terimakasih Mas, aku mencintaimu," ucap Vera membalas pelukan Drag.


"Sama-sama sayang, Mas juga mencintai mu," balas Drag tersenyum bahagia.

__ADS_1


Dari luar kamar, terlihat Vino mengintip adegan romantis itu dari balik kaca kecil pintu ruang rawat Vera. Tanpa sadar, Vino tersenyum hangat melihat adegan di depannya. "Apakah suatu saat nanti aku juga akan merasakan hal seperti ini?" ucapnya bertanya-tanya dengan suara yang lirih.


Karena Drag tak ingin berlama-lama di negara itu, akhirnya ia dan istrinya kembali ke tanah air. Sebelum pulang, Drag sudah mengabari kedua orang tuanya dan Vera. Betapa kaget dan senang nya para orang itu ketika tau jika mereka akan menjadi nenek dan kakek.


__ADS_2