Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Bridesmaid


__ADS_3

"Kami mengakui kesalahan kami Vera, maaf atas semua perbuatan kami." sambung Sena yang sudah duduk berlutut di kaki Vera yang masih duduk di sopa. Vera terkejut dengan wanita di depannya. Mata nya membulat tak percaya ketika melihat mata wanita itu basah dan memerah.


"Apa yang kau lakukan? ayo bangkit," perintah Vera dengan sangat tegas. Vera yang melihat kesungguhan Sena dan teman-teman nya yang lain membuat matanya mulai mengembun. "Maafkan kami Vera." sambung yang lainnya mengikuti Sena yang berlutut di kaki Vera.


"Nona," ucap pak Li seakan ingin menghentikan para wanita yang tengah berlutut itu.


"Bangkitlah kalian!" teriaknya dengan suara yang sudah menahan tangis. "Ayo bangkit, hiks," isak nya mulai terdengar lalu ia segera memeluk para wanita itu satu persatu.


"Glow maafkan aku, hiks," ucapnya pilu dengan tubuh yang merengkuh tubuh Glow. Vera juga meminta maaf pada 6 wanita di sekitarnya. Ruang tamu itu di penuhi dengan keharuan. Semua orang yang melihat itu tersenyum bahagia bahkan serasa ingin ikut menangis.


"Maafkan aku juga Vera," ucap nya dengan suara parau menahan tangis.


"Duduklah," ucap Vera menuntun semuanya. Vera melirik pak Li seakan memberikan isyarat agar segera memindahkan meja di depannya. Mereka semua memilih duduk di karpet daripada di sopa. Mereka juga membentuk lingkaran sembari saling merangkul dan memeluk.


Beberapa menit diam dan menenangkan diri satu sama lain, kini para wanita sudah mulai membuka percakapan ringan. "Terimakasih kasih Vera karena sudah memaafkan kami," ucap Monica sembari mengusap matanya yang sembab.


"Terimakasih juga karena kalian mau berubah dan memaafkan kesalahan ku," Vera tersenyum hangat pada semua wanita itu.


"Teman?" ucap Grisela yang di angguki semua nya.


"Teman," sambut Vera menautkan kelingking nya di tangan Grisela, tak lupa yang lainnya ikut menautkan kelingking nya. Kini mereka tertawa bersama mengingat semua perbuatan bodoh mereka.


"Vera, pernikahan mu beberapa hari lagi kan? apa kau sudah mempunyai Bridesmaid?" tanya Glow dengan senyum simpul di bibirnya.


"Bridesmaid?" ucap Vera yang di angguki semuanya. "Apa itu Bridesmaid?" tanya Vera membuat semua wanita menghela nafasnya lalu terkekeh pelan. "Kenapa tertawa?" tanyanya menampilkan wajah bingung.


"Bridesmaid itu pengiring pengantin," jelas Tika menampilkan gigi ratanya.


"Owh, apa tugas Bridesmaid?" tanya Vera dengan polosnya. Grisela yang mendengar itu hanya tersenyum lalu segera menjelaskan fungsi dan tugas Bridesmaid di sebuah pernikahan. "Wah,,, sepertinya menyenangkan, tetapi sayang, aku tak punya Bridesmaid," ucap Vera tersenyum getir menahan rasa sedih di hatinya.


"Kami mau menjadi Bridesmaid kau Ver," ucap Glow yang langsung di angguki semuanya. Vera tersenyum senang membuat Drag yang menyaksikan nya dari cctv ikut tersenyum dengan semua yang di lihatnya. Cctv itu bukan hanya menampilkan gambar tetapi juga merekam suara. Jadi tak heran jika Drag mengetahui semua pembicaraan para wanita itu.


"Makasih ya,,," para wanita itu kembali berpelukan. "Karena hari ini kita lagi berkumpul, bagaimana jika kita langsung memanggil perancang busana?" ucap Vera yang langsung di setujui semuanya. Vera segera memerintahkan kepala pelayan untuk menghubungi Vio Collection agar segera datang ke kediamannya. Tak lupa, Vera juga menghubungi Lucy dan Sasa agar segera datang.


"Apa Lucy juga akan ke sini?" tanya Sena sedikit ragu. Jangankan melihat orangnya, mendengar namanya saja mereka semua sudah merinding.


"Iya, nggak papa kan teman-teman?" tanya Vera memastikan.


"Iya nggak papa Ver, apa Lucy mau berteman dengan kami?" tanya Glow dengan raut wajah ragu.


"Tentu saja! Lucy itu tampilan nya saja yang menyeramkan, aslinya mah baik!" jelas Vera tetapi masih membuat dada para wanita itu bergetar. "Selagi perancang busananya belum datang, kita makan siang dulu yuk," ajak Vera masih dengan senyum simpulnya.

__ADS_1


"Yuk, kebetulan kami juga lapar," ucap Monica tanpa rasa malunya.


Akhirnya Vera membawa semua temannya ke ruang makan. Di sana sudah tersedia beberapa makanan dan minuman. Tak lupa beberapa pelayan berdiri di samping meja makan seperti biasanya. "Selamat makan semuanya,,,makan yang banyak ya!" ucap Vera dengan nada bahagia nya.


"Selamat makan," ucap Grisela dengan anggun.


"Selamat makan," ucap Glow, Monica, Sena, Tika, dan Stevia secara bersamaan.


Enak banget! batin Tika ketika merasakan lumeran saus di lidahnya.


Beberapa menit berlalu, kini sebagian dari mereka telah menyelesaikan acara makan siangnya. Suasana tenang tiba-tiba saja menjadi tegang ketika mereka melihat dua wanita masuk ke ruang makan dengan pak Li yang menuntut nya. Ini juga pertama kalinya dua wanita itu menginjakkan kakinya di mansion Drag. "Assalamualaikum," ucap Lucy dengan suara datar dan dinginnya. para wanita itu saling bertatapan kecuali Vera yang langsung berdiri dan berlari memeluk Lucy.


"Wa'alaikumussalam," jawab semuanya secara bersamaan.


"Kangen,,," ucapnya manja membuat Lucy menghela nafas acuh.


"Makanya ke kampus!" ketus Lucy membuat Vera tertawa.


"Kalian sudah makan?" tanya Vera melirik Lucy dan Sasa secar bergantian.


"Belum," jawab Lucy dengan jujur. "Ini kami bawakan makanan untuk kita semua," ucap Lucy membuat mata Vera langsung melirik plastik di tangan Lucy.


"Apa kami tidak boleh duduk Vera?" tanya Sasa sedikit kesal karena Vera membiarkan mereka terus berdiri.


"Hehe, ayo," ajaknya menarik tangan Lucy dan Sasa secara bersamaan.


"Hm," dehem Grisela mencoba menetralkan suasana hatinya. Lucy yang mendengar suara itu langsung mengalihkan lirikannya tajamnya ke arah Grisela, tak lupa ia melirik singkat teman-teman kampus nya yang lain.


"Minumlah," ucap Lucy menyerahkan segelas air ke hadapan Grisela membuat hati semuanya melunak.


Ternyata ninja tomboy ini baik juga. batin Glow mencuri pandang ke arah Lucy.


"Apa kalian sudah makan?" tanya Lucy dengan ekspresi cueknya.


"Baru selesai," jawab Stevia mewakili teman-teman nya.


"Jika perut kalian masih muat, makanlah itu, di sana ada bakso, batagor, sosis, naget, dan otak-otak," tawar Lucy melirik kresek dan para wanita secara bergantian. "Ver, letak di piring lah," ucap Lucy yang di angguki Vera.


Lucy yang tau Vera, Sasa dan dirinya kuat memakan jajan, tak segan-segan membeli makanan enak itu hingga puluhan tusuk. Kini makanan itu sudah tersaji di atas beberapa piring. Dengan malu dan ragu, para ratu kampus memakan makanan yang menurut nya murah dan tak higienis itu. Ini adalah kali pertamanya bagi mereka merasakan nya.


"Enak!" ucap mereka secara bersamaan membuat Lucy tersenyum.

__ADS_1


"Makanlah," ucapnya lalu kembali melanjutkan memakan nasinya.


"Mbak, tolong antar kan ini ke atas," ucap Vera menyerahkan sepiring makanan yang di bawah Lucy.


"Baik nona," ucap pelayan itu lalu segera pergi menuju ruang kerja Drag.


"Untuk siapa Ver?" tanya Sena sedikit kepo.


"Untuk suami ku," ucapnya dengan nada malu.


"Apa!" teriak semuanya secara bersamaan kecuali Lucy karena sebelumnya ia sudah tau.


"Maaf baru memberitahu kalian," ucapnya menyengir kuda.


"Owh, kau dan pak Drag sudah menikah? berarti tinggal resepsi nya dong?" tanya Monica yang di angguki Vera.


"Selamat ya," ucapnya segera bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Vera. Begitu pun dengan yang lainnya, mereka ikut memeluk Vera dan mengucapkan selamat.


"Maaf nona, perancang dari Vio Collection sudah tiba," ucap pak Li yang di angguki Vera.


"Terimakasih pak," ucapnya lalu bangkit dari duduknya.


"Sama-sama nona," ucap pak Li lalu segera menuntun Vera dan teman-teman untuk menemui utusan Vio Collection.


Setelah sampai di ruang tamu, terlihat Vera tersenyum senang karena melihat gadis culun di depannya. "Lili," panggil nya segera menghampiri Lili dan memeluknya. "Lili dan Vio juga jadi Bridesmaid aku ya," ucap Vera membuat Lili mengangguk ragu. "Baiklah, mari kita mulai menentukan baju Bridesmaid nya," ucap Vera lagi yang di angguki semuanya dengan penuh semangat.


"Gusy, aku nanti mengenakan hijab, kalian maukan menggunakan nya juga?" tanya Vera dengan wajah memohon.


Para wanita itu saling berpandangan seakan menyetujui permintaan Vera. "Baiklah Ver, kami mau menggunakan hijab," ucap Grisela mewakili semuanya membuat Lucy tersenyum simpul.


Setelah membahas hijab, kini mereka kembali ke topik utama. Semuanya pada sibuk melihat Lili yang sedang memperlihatkan beberapa desain pakaian Bridesmaid di layar monitor yang sebelumnya sudah di siapkan Lili.


"Itu bagus loh, mewah dan elegan," tunjuk Sasa pada gamis mewah berwarna coklat susu.


"Bagus nona, dan itu sangat serasi dengan gaun nona Vera yang berwarna gold." ucap Lili yang di angguki Vera.


"Kita jangan ambil satu warna saja, nanti kan Vera menggunakan gaun yang berbeda, iya kan mbak?" tanya Sena pada wanita culun di depannya.


"Benar nona," jawabnya tersenyum simpul.


"Coba mbak, di geser lagi desainnya," ucap Monica yang di angguki Lili. Lili segera memperlihatkan semua desain nya dengan berbagai warna yang indah dan mewah. Tak henti-henti nya para wanita itu berdecak kagum. Bahkan tak jarang mereka berdebat hanya karena masalah pakaian Bridesmaid berikut nya. Bahkan Lucy yang kaku nan dingin ikut tertawa bersama mereka.

__ADS_1


__ADS_2