
Waktu terus berlalu, setelah Vera benar-benar pulih dari sakit nya, Drag membawanya untuk melakukan Konferensi pers. Di sana mereka sudah menjadi pusat perhatian para wartawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Drag yang merasakan Vera tengah gugup segera menggenggam tangan wanita hamil itu lalu memberikan sedikit elusan di sana. Banyak yang menyorot keromantisan sepasang suami istri itu.
Nyaman nya, batin Vera merasakan jantung nya yang berdetak tak sekencang di awal.
Beberapa waktu menunggu, kini semuanya sudah siap untuk memulai acara. Semua keriuhan dan suara bisik-bisik sudah lenyap di telan waktu. Para wartawan sudah mengarah kan kamera mereka pada Vera dan Drag.
Drag pun mulai memperkenalkan dirinya dan Vera pada semua awak media yang hadir, tak lupa ia mengucapkan salam sebelum memperkenalkan diri. Setelah mengucapkan kata sambutan dan berterima kasih pada semua awak media, Drag segera masuk ke inti konferensi pers.
"Akad nikah saya dan istri itu sangat jauh pelaksanaan nya dengan resepsi pernikahan. Di sini teman-teman semua bisa melihat dengan jelas, jika tanggal dan bulan di buku pernikahan dengan tanggal dan bulan di kertas undangan pernikahan saya sangat jauh berbeda. Sudah sangat jelas bukan, jika waktu pelaksanaan akad nikah dan resepsi di kelang beberapa bulan?" jelas Drag sembari memperlihatkan buku nikah dan undangan pernikahan nya di layar monitor. Semua awak media dan semua masyarakat yang menyaksikan acara live itu langsung mengangguk paham.
"Jadi sudah jelas jika berita miring yang tersebar luas mengenai kehamilan istri saya, sangat tidak benar. Saya harap semua bisa bersikap bijak dalam menanggapi berita yang tidak jelas apalagi yang tidak tau darimana asal usul nya. Saya juga berharap berita yang di sebar luas oleh orang yang tidak bertanggung jawab ini segera hilang." ucap nya dengan sangat tegas dan penuh wibawa membuat semua orang terpukau dengan CEO tampan itu.
"Baik, sebelum kita akhiri acara konferensi pers ini, apakah teman-teman dari awak media ada yang ingin bertanya?" tanya Drag sembari mengendarkan pandangannya menatap semua orang yang berada di depannya satu persatu.
"Maaf Tuan, bagaimana perasaan anda setelah menggelar acara konferensi pers ini dan bagaimana jika berita buruk seperti ini terulang kembali?" tanya salah satu reporter wanita yang di sambut dengan senyum simpul Drag.
"Terimakasih kasih pada mbak siapa?" tanya Drag sangat ramah.
"Selvi Tuan," ucap reporter itu dengan sopan dan ramah.
"Baik mbak Selvi, terima kasih atas pertanyaan nya yang luar biasa bagusnya ini. Jujur saja, setelah melakukan konferensi pers ini, tentunya pasti saya, istri, dan keluarga saya sangat merasa lega sebab bisa menyingkirkan berita miring yang tak jelas ini. Dan, seperti yang saya katakan di awal tadi. Saya berharap semua awak media dan masyarakat, bisa bersikap bijak menanggapi berita yang tidak jelas dan tidak tau darimana asal usul nya. Jangan pernah menelan berita secara bulat-bulat sebelum di ketahui kebenaran nya. Mungkin cuma itu saja yang bisa saya sampaikan, apakah ada yang ingin bertanya lagi?" ucap Drag dengan pertanyaan di ujung kalimat. Drag menatap awak media dengan tangan yang masih menggenggam tangan Vera.
"Maaf tuan jika pertanyaan saya keluar dari inti pembahasan. Sepertinya Anda terlihat sangat mencintai dan menyayangi istri anda, pertanyaan nya, apa yang membuat anda sangat mencintai Nona Vera?" tanya reporter Pria yang membuat Drag dan semua awak media tersenyum mendengar pertanyaan itu.
Bahkan tanpa di sadari, semua orang yang menyaksikan siaran live ini tersenyum sendiri karena baper (bawa perasaan). Vera hanya menunduk malu dengan mata yang menatap wajah suaminya.
Drag menepuk punggung tangan Vera sembari tersenyum melihat istrinya itu. Vera hanya tersenyum malu membalas tatapan Drag. "Jika pria lain yang mencintai wanita nya karena ilmunya, parasnya, kebaikan nya, hartanya, agamanya, ataupun kesempurnaan nya. Maka bedah halnya dengan saya. Saya tidak tau kenapa saya mencintai nya. Yang pasti, melihat banyak kekurangan nya saja saya sudah tergila-gila, apalagi mengetahui segala kelebihan nya? mungkin saja jantung saya akan berhenti berdetak karena saking cintanya sama bidadari di sebelah saya ini." ucap Drag membuat semuanya tertawa.
"Ahh,,,romantis banget sih," teriak para wanita yang menyaksikan live itu.
__ADS_1
"Mas,,," bisik Vera sembari menepuk tangan besar Drag membuat Drag terkekeh.
"Jangan tertawa lagi, istri saya malu,,," ucap Drag bukannya membuat tawa semua orang mereda tetapi semakin menjadi.
Vera hanya menunduk dengan Drag yang sudah merangkul nya dengan mesra.
Setelah semuanya kembali tenang, akhirnya Drag pun mengakhiri konferensi pers nya. "Baiklah, mungkin sampai di sini dulu pembicaraan dan pertemuan kita pada hari ini. Terimakasih kasih untuk rekan-rekan media dan semuanya. Saya dan istri saya pamit undur diri. sampai jumpa, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." ucap Drag segera pergi meninggalkan ruang konferensi pers
setelah semua orang menjawab salam.
Tak lama konferensi pers itu selesai, tiba-tiba kembali lagi rumor viral tentang Vera dan Drag, cuma kali ini berbeda dengan berita yang pertama. Semua orang sangat antusias dengan keromantisan keduanya. Bahkan akun Instagram Vera yang banyak haters sudah berganti dengan lovers. Kini akun media sosial media Vera terutama Ig, sudah di penuhi netizen. Followers yang awalnya cuma 1000 kini berubah menjadi 5 JT pengikut dalam waktu beberapa jam. Tak hanya itu, bahkan banyak yang menDm dan mengetaq akun Ig Vera.
"Gusy lihat, Vera dan Pak Drag menjadi tranding topik lagi." ucap Glow sembari menunjukan isi handphone nya pada Lucy, Sasa, Grisela, dan Tika.
Saat ini mereka semua sedang berada di pantai. Mereka berada di sana bukan karena sudah membuat janji tetapi bertemu tanpa di sengaja. "Wis, naik drastis follower Vera ya." ucap Tika terpukau melihat akun sosial media Vera.
"Awas kalian dulu, aku mau godain Vera dulu!" ucap Glow dengan senyum jahilnya. Glow terlihat sangat puas dengan pesan yang baru saja ia kirim pada Vera. "Dtr," Glow tak dapat menahan tawanya lagi ketika Vera langsung menghubungi nya. "Sts,,," Glow meletakkan jari telunjuknya di bibir sembari menatap teman-teman nya satu persatu. Setelah menetralkan dirinya, Glow segera mengangkat panggilan telepon dari Vera.
"Hhhhhh," Vera semakin kesal mendengar tawa Glow.
"Ih,,,Glow! kau itu ya!" omelnya sudah di dengar semuanya karena Glow sudah menghidup kan mode louspeaker.
"Kenapa sayang,,," ucapnya dengan nada godaan.
"Tau ah," ngambek nya membuat Glow semakin menggodanya.
"Cup-cup-cup, jangan marah sayang, nanti jantung Mas berhenti berdetak." ucap Glow berhasil membuat semua nya refleks tertawa.
Vera mematung mendengar suara teman- teman nya yang lain, dengan perasaan yang masih kesal, Vera meminta Glow untuk melakukan video call. Setelah berhasil melakukan video call, Vera segera menatap satu persatu teman-teman nya yang di perlihatkan Glow.
__ADS_1
"Kalian berkumpul dan berada di pantai, tetapi tidak mengajak ku?!" ucap Vera terlihat bertambah kesal.
"Vera," panggil Lucy setelah mengambil alih handphone milik Glow. "Jangan marah, kami tidak sengaja bertemu di sini." jelas Lucy tetapi Vera masih menampilkan wajah kesalnya. "Nanti di lain waktu kita kesini lagi deh ramai-ramai. Stevia, Monica, Sena, Lili, dan Vio saja tidak ikut bersama kami. Kenapa mereka tidak ikut? ya, karena kami semua kebetulan bertemu. Iyakan gusy?" ucap Lucy sembari melirik teman-teman nya yang sudah mengangguk.
"Sudah jangan cemberut lagi Vera cantik, nanti kami belikan sesuatu deh. Kau mau apa Ver?" ucap Grisela dengan handphone yang masih di pegang Lucy.
"Jangan cemberut, nanti sekalian kami singgah di rumahmu," ucap Sasa membuat mood Vera kembali lagi.
"Ah,,,syuka. Nanti kalau ke sini bawakan aku remis ya. Aku ingin kalian memasaknya untuk ku." ucap Vera membuat semua wanita membeku di tempatnya.
"Remis itu apa Ver?" tanya Glow penasaran.
"Kerang kecil-kecil di pinggir pantai." ucap Lucy mewakili Vera.
"Pintar banget sih Lucy, jadi semakin sayang," ucapnya dengan sangat manja. "Sudah dulu ya gusy, aku mau makan dulu, kalian jangan lupa makan ya." ucap Vera lalu segera memutuskan sambungan telepon nya.
"Pusing kali aku lihat Vera ini. Panas-panas gini di suruh nya kita mencari remis." ucap Grisela sembari memandang pantai dengan tangan yang melindungi matanya dari terik matahari.
"Nanti dululah itu We, foto-foto dulu kita!" ucap Tika yang di setujui semuanya.
Tak ingin membuang waktu, mereka segera melangkahkan kakinya mengikuti insting mereka. Lucy yang berjalan paling belakang tiba-tiba saja di rangkul Glow. "Kenapa?" tanya Glow sembari melihat wajah datar Lucy.
"Pesan apa yang kau kirim ke Vera? kenapa dia terlihat sangat kesal?" tanya Lucy sembari terus melangkahkan kakinya.
"Oh itu, aku cuma sedikit menggodanya, lihatlah," ucap Glow sembari menampilkan isi chatnya bersama Vera.
Isi pesan Glow.
Vera Pak Drag romantis banget sih, kamu beruntung sekali di cintai pria seperti nya. Buat aku boleh nggak Vera? jangan tanya apanya, karena sudah pasti Pak Drag lah jawabannya. Jangan Marah sayang, nanti Mas semakin tergila-gila padamu.
__ADS_1
"Hhhhhh, ada-ada saja kau Glow. Pantaslah dia kesal. Jangan goda seperti ini lagi ya Glow, takut nya Vera melahirkan pula sebelum waktunya. Hhhhhh," Lucy dan Glow tertawa bersama membuat tiga gadis yang berada di depan nya menoleh bingung ke arah mereka.