Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Kemesraan di ruang tv


__ADS_3

"Gusy, kuku ku sudah kembali cantik, ayo berfoto," ajak Grisela sembari memamerkan kuku-kukunya yang indah.


"Ayo," ucap Vera penuh semangat, kini para wanita pun bersiap untuk berfoto. Mereka semua menampilkan gaya terbaiknya. Setelah berhasil mengambil satu gambar, mereka segera melihat nya.


"Bagus-bagus, posts Ver di Ig mu, jangan lupa tag kita ya, ok ok." ucap Glow sembari menampilkan senyum indahnya.


"Mataku tolong di tutup menggunakan stiker ya," ucap Lucy membuat semua orang menoleh heran padanya.


"Memangnya kenapa Lu?" tanya Tika dengan rasa penasaran nya.


"Dosa jariyah," ucapnya dengan santai.


"Dosa jariyah?" ucap Glow mengcopy ucapan Lucy dengan alis yang terangkat satu.


Lucy mengangguk kan kepalanya dengan pelan. "Ya, dosa jariyah, apa kalian tau apa dosa jariyah itu?" tanya Lucy yang langsung mendapat gelengan dari semuanya. "Dosa jariyah adalah dosa yang terus mengalir sampai kapan pun, bahkan hingga seseorang itu telah meninggal," ucap Lucy tetapi ekspresi wajah teman-teman nya terlihat masih begitu bingung akan penjelasan gadis itu.


"Begini, jika kita memposting sesuatu hal yang buruk, lalu seseorang melakukan atau mengikuti keburukan yang kita posting, maka kita akan mendapatkan dosa yang mengalir dari seseorang itu hingga kita mati. Sebaliknya, jika kita memposting sesuatu hal yang baik, maka itu bisa menjadi pahala jariyah untuk kita. Contoh salah satu dosa jariyah yaitu menyebar foto ataupun Video, jika saja pria non mahram melihat foto kita lalu ia bernafsu, maka itu bisa menjadi dosa jariyah untuk kita." jelas Lucy yang langsung di angguki teman-teman nya.


"Bukan hanya dosa jariyah saja teman-teman, tetapi penyakit ain yang juga harus di waspadai, Perbuatan dan postingan kita juga bisa menimbulkan penyakit hati pada diri orang lain, dan hal itu bisa menjadi bencana bagi kita. Kita bisa sakit bahkan meninggal gara-gara orang yang dengki, iri, hasad dan takjub yang berlebihan. Makanya kita harus berhati-hati teman-teman. Mungkin ini aja yang bisa aku sampaikan, jika kalian merasa penjelasan ku kurang jelas, lebih baik tanya langsung kepada seseorang yang lebih ahli dalam agama, seperti ustadz, ustadzah, Syekh, dll." ucap Lucy di iringi senyum simpul mempesona nya.


"Owh,,,jadi begitu ustadzah," ucap Tika sembari mengangguk paham.


"Aku bukan ustadzah!" ucap Lucy membuat Tika terkekeh pelan.


"Ya sudah Lu, kalau begitu wajah kami saja ya yang terlihat," ucap Grisela membuat Lucy hanya bisa menghela nafasnya sembari mengangguk.


Semoga Allah melembutkan hati kalian agar mudah menerima hidayah dan nasehat, batin Lucy masih menampilkan senyum simpul di balik cadarnya.


"Jangan lupa Ver, posting juga video yang ku ambil di pantai tadi, nanti aku kirim," ucap Sasa yang di angguki Vera.


Vera pun fokus menatap layar handphone nya, kini ia berhasil meloloskan dua postingan di akun Instagram nya. Baru beberapa menit ia memposting, tiba-tiba saja sudah banyak notifikasi like, dan komen di akun Ig nya.


Glow, Tika, dan Grisela yang penasaran, segera membuka akun Ig nya lalu mengecek akun Vera. Betapa terkejutnya tiga wanita itu melihat video pendek yang membuat imej mereka seakan luntur. "Vera!" teriak tiga wanita itu secara bersamaan membuat Sasa tertawa begitu puasnya.


"Kenapa?" tanya Vera dengan wajah bingung nan polosnya.


"Kenapa di posting sih video seperti ini! hapus nggak!" ucap Glow dengan wajah mewek nya. Glow lah yang paling panik sebab dirinya yang paling tersorot di video itu.


"Coba lihat deh komentar nya," ucap Sasa pada teman-teman nya itu.


Mereka menganggukkan kepalanya secara bersamaan lalu segera membaca komentar- komentar para netizen.


Isi komentar


jija@ Wah, ternyata ada ya bidadari di pantai.

__ADS_1


Love@ Kakak😍😘


ulnia@ cantik-cantik banget sih kak😭❤️


Fefe@ Makasih kak Vera sudah nge-taq akun para bidadari 💐


Opal@ Kak Vera kenapa tidak ada sih🥀


umuna@ kak, spil skincare nya dong😭 cantik banget sih kalian.


Ciko@ aku baru tau jika di pantai tempat berkumpulnya para bidadari 😍


"Ah,,," teriak Grisela dan Glow kegirangan karena banyak yang berkomentar positif tentang mereka. Kini mereka mengecek akun nya. Betapa terkejutnya mereka karena akun mereka langsung naik drastis follower nya sebab taq kan Vera. "Thanks Ver," ucap Grisela sangat manja dengan tangan yang sudah memeluk tubuh Vera.


"Berapa followers Gris?" tanya Glow sembari melihat followers Grisela yang sudah mencapai 100 ribu follower.


"Kau berapa Glow?" tanya nya yang juga melakukan hal yang sama. Grisela menampilkan wajah sebal nya sebab followers Glow sudah mencapai 150 Rb.


"Hhhhhh," betapa puasnya Glow mentertawakan Grisela.


"Akun Lucy nggak di taq Ver?" tanya Tika yang kini sudah menatap Vera.


"Lucy nggak main sosmed selain wa," ucap Vera yang membuat semua orang yang mendengar itu kembali terkejut.


"Ih, kenapa kau nggak buat akun Lu?" tanya Glow dengan wajah serius.


"Kau hidup di zaman kapan sih Lu," ucap Grisela yang memegang kepalanya yang sedikit pusing memikirkan Lucy.


"Sudahlah itu, bahas yang lain kenapa!" ucap Lucy dengan nada datar nan arogannya.


"Hm," dehem Tika kesal melihat Lucy yang sangat acuh dan cuek.


Saking asiknya berkumpul, membuat para wanita itu sampai lupa waktu. Karena sudah ke sorean, mereka pun memutuskan untuk kembali ke kediamannya masing-masing, Kebetulan mobil Grisela sudah di perbaiki dan berada di kediaman Vera. Vera tersenyum sembari melambaikan tangannya ke arah teman-teman nya yang hampir menghilang di telan pagar. "Eh, yang," Vera kaget dengan Drag yang tiba-tiba saja memeluk tubuh berisi nya.


"Sejak kapan Mas berada di sini?" tanya Vera tetapi belum di jawab oleh Drag sebab pria itu sibuk mengendus aroma rambut nya.


"Baru saja," ucap Drag masih merasa nyaman mencium rambut Vera.


"Kok aku nggak tau sih yang?" tanya nya sembari memegang tangan Drag yang kini memeluk perut buncitnya.


"Makanya jangan fokus sama teman saja, sama Mas juga dong sayang, much," ucapnya sangat lembut sembari mendaratkan satu kecupan di pipi Vera. "Masuk yuk," ajak Drag yang di angguki Vera.


Saat ini keduanya menghabiskan waktunya bersantai di ruang tv. Canda dan tawa tak lepas dari keduanya. Drag terlihat sabar dengan keusilan Vera. Wanita itu sangat senang menusuk perut Drag sendari tadi. Drag yang gemas hanya bisa membalas perbuatan Vera dengan kelembutan penuh cinta nya.


"Yang, nggak terasa ya sebentar lagi usia kandungan ku masuk tujuh bulan," Drag hanya terkekeh lucu mendengar penuturan istrinya itu.

__ADS_1


"Masih tiga bulan setengah lagi sayang, ramadhan saja belum lewat," ucap Drag membuat Vera menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Hehe, ngomong-ngomong, Ramadhan nanti kita mau kemana Yang?" tanya Vera sembari memainkan kera baju suaminya. Saat ini tubuh Vera sudah di pangku oleh Drag.


"Memangnya sayang ku ini ingin kemana?" tanya Drag sembari memasuk kan rambut Vera ke dalam hijabnya, ya, semenjak resepsi pernikahan di lakukan, di situlah Vera mulai belajar menggunakan hijab.


"Kemana saja yang, nggak usah jauh-jauh, di sekitar sini saja aku sudah senang yang," ucap Vera menampilkan senyum manisnya pada Drag.


"Ya sudah, nanti Mas fikirkan ya sayang, inti nya kamu dan anak kita sehat dan bahagia," ucap Drag yang di angguki Vera dengan pelan.


"Ckrek," lampu tangkapan gambar dari kamera handphone mengejutkan Vera dan Drag yang terlihat sangat mesra. Kedua nya menoleh ke asal cahaya lampu yang sempat mengagetkan mereka.


"Devan!" tegur Drag membuka suara terlebih dahulu membuat adik nya itu langsung terkekeh. Drag segera memindahkan Vera dari pangkuannya.


Dasar pengganggu! batin Vera melayangkan tatapan tajam nan penuh permusuhan nya pada Devan.


"Hhhhhh," tawa Devan membuat Vera langsung meng kode Drag agar segera memarahi Devan.


"Devan," ucapnya pelan namun penuh penekanan dan peringatan.


"Maaf kak," ucap Devan dengan tawa yang masih belum reda.


"Dev," panggil Popi yang baru saja tiba di ruang tv. "Ternyata disini kau rupanya! kebiasaan ninggalin orang!" kesal Popi dengan tangan yang memegang bingkisan. Seperti nya itu buah tangan untuk Drag dan Vera.


"Tumben kalian bersama, memang nya habis darimana?" tanya Vera sudah tersenyum pada Popi.


"Habis dari mall kak, ini untuk kakak," ucap Popi sembari menyerahkan bingkisan nya pada Vera.


"Wah, terima kasih Pop," ucap Vera langsung melihat isi bingkisan di tangannya. Ia terlihat sangat senang sebab mendapatkan pakaian khusus ibu hamil untuk nya. Tak hanya itu, Popi juga membelikan berbagai coklat dan jajanan.


"Sama-sama kak," ucap Popi yang sudah mendudukkan tubuhnya di samping sepupunya Devan.


"Mau coklatnya satu," pinta Devan dengan nada godaan nya membuat Vera langsung memeluk bingkisan di tangannya dengan erat.


"Beli biar tau harga!" ucapnya dengan wajah mengejeknya. Devan menampilkan wajah ngambeknya ke arah Vera.


"Siapa itu yang beli?" tanya Devan dengan tatapan sinisnya.


"Popi lah, jadi siapalagi?" ucap Vera tak ingin kalah. "Iyakan Pop," ucap Vera membuat Popi tersenyum malu ke arah Vera.


"Itu kami berdua yang belikan kak," ucap Popi berhasil membuat Vera malu dan membuat Devan menang.


"Sayang,,," aduh nya manja pada Drag.


"Sudah, jangan godain kakak kalian terus," ucapnya membuat Vera tersenyum senang.

__ADS_1


Devan hanya bisa mengalah ketika mendapatkan tatapan tajam dari kakak nya, begitu pun dengan Popi yang takut dengan Drag. Karena sudah waktunya makan malam, kini mereka semua memutuskan untuk makan bersama. Kedatangan Devan dan Popi membuat suasana makan malam semakin ramai dan ceria. Walaupun Vera selalu bertengkar dengan Devan, tapi tak bisa di pungkiri jika wanita hamil itu senang dengan kehadiran adik ipar nakal nya itu.


__ADS_2