
Setelah berada di Indonesia, Drag dan Vera di sambut hangat oleh para orang tua. Vera sudah seperti ratu yang sangat di sayangi di mansion itu. Tak henti-henti nya Ami dan Sela memanjangkan Vera yang baru saja tiba. Berbagai macam buah dan minuman sehat di sodorkan ke arahnya. Vera yang memang suka makan tak menolak makanan yang di berikan padanya. "Sudah Ma, nanti Mama lelah," ucap Vera mencoba menghentikan pijatan bidadari tuanya, siapa lagi kalau buka Sela.
"Sudah, kamu diam saja sayang," omel Sela tak ingin mendengarkan perintah Vera. Vera hanya menghela nafas melihat Mama mertua dan Mama nya itu.
"Nggak usah repot-repot Ma," ucap Vera pada Ami yang sibuk menyuapi nya.
"Tidak apa-apa sayang," ucap Ami sembari menampilkan senyum manisnya.
Drag yang melihat itu menampilkan senyum iri pada istri nakalnya. "Ma, Drag tidak di manjain juga?" tanya Drag yang sudah memeluk tubuh Mamanya dari belakang. Ami hanya tersenyum sembari memberikan elusan lembut di rahang Drag. "Kamu ini tak mau mengalah dari istrimu," ucap Mama Ami membuat Sela dan Vera terkekeh geli. Kedua calon Kakek ikut terhanyut dalam suasana yang membahagiakan itu.
"Hai kakak ipar!" Heboh Devan yang baru saja tiba di kediaman Drag. Semua orang yang mendengar suara nyaring Devan langsung menatap ke arahnya.
"Uss,," tegur Ami dengan senyum yang masih mengembang di wajahnya. Devan terkekeh sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Vera yang melihat Devan memberikan tatapan permusuhan pada adik ipar durhaka nya itu.
Devan mengalihkan pandangannya menatap mata Vera, ia memperlihatkan senyum devilnya pada kakak ipar nya itu. "Jangan kepedean ya kakak ipar, aku hanya ingin menjenguk keponakan ku yang masih berada di dalam sana," goda Devan membuat semua orang tertawa kecuali Vera yang menatap kesal ke arahnya.
"Jangan begitu dengan kakak ipar mu sayang, kalau kakak ipar mu stres bagaimana?" tegur Ami membuat Vera menampilkan senyum penuh kemenangan ke arahnya.
"Ya biarkan saja Ma, paling kak Drag cari istri baru!" ceplos Devan membuat Drag menatap tajam ke arahnya.
"Devan! jangan begitu!" tegur Jon yang di balas Devan dengan senyuman. "Cepat minta maaf sama Nak Vera," ucap Jon lagi membuat Devan langsung meminta maaf pada kakak ipar nya itu.
"Maaf ya kakak ipar, sengaja!" ucap Devan tertawa puas melihat raut wajah Vera yang berubah muram.
"Kamu itu ya! dasar adik ipar durhaka!" cetus Vera membuat Ami dan Sela tertawa dengan Tom and Jerry itu.
"Sudah-sudah, mari makan lagi," ucap Ami menengahi dan kembali memberikan suapan di mulut Vera. "Malam ini kami akan menginap di sini," ucap Ami yang di angguki Drag.
"Baik Ma, para maid akan menyiapkan kamar tamu untuk semuanya," ucap Drag yang di balas senyuman manis Ami.
"Bagaimana bulan madunya sayang? apakah menyenangkan?" tanya Sela yang saat sudah duduk di samping Vera. Yang mendengar pertanyaan itu mulai panik sekaligus malu, sebab di sana terdapat banyak orang.
Mama kenapa sih bertanya seperti itu! aku kan malu,,,apalagi ada adik ipar durhaka ini. Batin Vera melirik tajam ke arah Devan yang di balas dengan lirikan menggoda.
"Sayang," panggil Sela memutuskan pandangan Vera dan Devan.
__ADS_1
"Semuanya baik Ma dan sangat menyenangkan," jawab Vera tersenyum canggung sembari melirik Papa dan Papa mertua nya sekilas.
"Mama," panggil Ronal membuat Sela mengalihkan pandangannya ke arah suaminya itu.
"Iya Pa?"
"Jangan bertanya lagi. Lihat anak kita, dia terlihat malu," ucap Ronal sembari tersenyum simpul membuat Sela memperhatikan wajah Vera yang sedikit memerah.
"Maaf ya sayang, nanti kalau kita sudah berdua, cerita ya," ucap Sela dengan nada renda di ujung kalimat.
"Mama,,," nada tertahan Vera membuat Sela dan Ami tertawa.
Sepertinya yang di katakan, Para orang tua itu benar-benar menginap di mansion Drag, tak lupa adik ipar menyebalkan Vera juga ikut menginap. "Silahkan Tuan, Nyonya," ucap Pak Li mempersilahkan semuanya untuk menikmati makan malam keluarga.
Semua orang di ruangan itu sangat menikmati momen yang jarang terjadi ini. Dari banyaknya orang, Devan lah yang paling heboh bercerita di sana. Bahkan Vera sampai kesal di buatnya. "Awas kamu ya Devan!" ucap Vera yang hendak bangkit dari duduknya hendak menggapai Devan tetapi di tahan oleh Drag.
"Devan,,," Devan hanya terkekeh mendengar nada peringatan dari Ami.
"Sudah sayang," ucap Drag sembari memberikan segelas jus pada Vera yang masih menatap nyalang pada Devan.
"Istirahat di kamar yuk," ajak Drag yang di angguki Vera.
Mereka segera pamit pada semua orang dan langsung berjalan menuju kamarnya. "Jangan begadang sayang, ayo cepat tidur," perintah Drag sudah menidurkan Vera di ranjangnya. Tak lupa ia menarik selimut hingga menutupi dada Vera. Vera yang tak bisa tidur masih setia membuka matanya. "Kenapa, hm?" tanya Drag yang berada sedikit tinggi di atas Vera. Vera hanya menggeleng pelan. "Ayo cepat tutup matanya, pasti Dede di dalam sini sudah mengantuk," ucap Drag lagi sembari mengelus perut sedikit buncit Vera dengan lembut. Vera yang merasa nyaman di perutnya, perlahan mulai menutup mata indahnya. Setelah berhasil menidurkan Vera, Drag segera pergi ke ruang kerjanya.
"Belum tidur nak?" tanya Ami yang tak sengaja berpapasan dengan Drag.
"Belum Ma, Drag ingin ke ruang kerja sebentar," ucapnya tersenyum simpul pada Ami.
"Iya sayang, nanti jika perkejaan nya sudah selesai, segera tidur ya Nak." ucap Amil yang di angguki Drag, "Ya sudah kalau begitu, Mama ke kamar dulu ya sayang," pamit Ami dengan tangan yang memegang bahu Drag sebentar.
"Iya Ma," sahutnya lalu kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.
Hari telah berlalu, pagi menjelang siang ini, terlihat semua orang berkumpul di ruang keluarga. Di sudah sudah terlihat Drag dan Vera. "Yang, coba telpon ke nomor ku yang, ntah mana handphone ku yang," ucap Vera bingung sembari menggaruk kepalanya dengan jari telunjuk nya.
"Sebentar ya sayang," sahut Drag segera menghubungi nomor Vera.
__ADS_1
"Cie,,,sudah sayang-sayangan saja ni!" goda Devan yang langsung mendapat tatapan tajam Vera.
"Diam," ucap Vera yang hanya Devan yang dapat mendengar nya.
"Wek," Devan mengeluarkan wajah menjengkelkan nya membuat Vera ingin sekali mencakar wajah yang menurutnya jelek itu.
"Biarkanlah sayang, namanya suami istri, terserah mereka mau memanggil apa pada pasangan nya," ucap Ami yang di angguki Jon.
"Grook,,,grook,,,grookk," terdengar suara dengkuran dari handphone yang berada di depan Devan. Handphone itu terselip di Antara makanan dan minuman.
"Suara siapa itu?" tanya Ami yang langsung di pandang oleh semuanya kecuali Vera yang tiba-tiba saja memejamkan matanya
"Hhhhhh,,," tawa Devan membuat beberapa orang ikut tertawa. "So sweet, so sweet, saking so sweet nya suara dengkuran kak Drag menjadi nada dering di handphone kak Vera, Hhhhh," tawanya yang di ikuti semuanya.
Drag langsung menatap ke arah Vera seakan berkata, 'Apakah itu benar sayang?' Vera hanya tersenyum canggung pada Drag membuat Drag hanya bisa menghela nafasnya.
Kenapa aku tidak tau masalah seperti ini, hhhh, ternyata nona Vera lebih mengerikan dari pada yang ku bayangkan, batin Vino yang berusaha menahan tawanya. Saat ini Vino berada tidak jauh dari Drag. "Sayang,,,kamu ini ya,,,nakal banget!" goda Sela menampilkan gigi ratanya menatap wajah Vera yang terlihat menahan malu.
Sejak kapan aku mendengkur? dan sejak kapan istriku ini merekam nya? apa sewaktu kami berbulan madu itu ya? batin Drag mencoba menebak-nebak.
"Sudah-sudah, lupakan suara itu, mari kita lanjutkan menonton nya," ucap Jon yang fokus menatap film di depannya.
Awas kamu ya Devan! batin Vera melayangkan tatapan penuh permusuhan pada Devan.
"Awas ya sayang, nanti malam Mas akan menghukum mu," bisik Drag membuat Vera merinding.
"Mas apaan sih," bisik Vera balik membuat Drag tersenyum usil.
"Kalau mau bermesraan sana di kamar, bukan di sini!" tegur Devan dengan nada sewotnya.
"Biasa itu sayang, harusnya kamu yang mencari pasangan agar tak cemburu dengan keromantisan kakak mu," ucap Ami membuat Devan menampilkan wajah kesal.
"Siapa yang cemburu Ma, orang cuma bilangin saja!" ucapnya yang di sambut tawa bahagia Vera.
"Hhhhhh," Vera segera menghentikan tawanya ketika Drag menatap penuh peringatan pada nya.
__ADS_1