
Setelah menyelesaikan urusannya, Vino segera kembali ke apartemen nya. Pria itu sudah tak sabar menemui istri culun nya. "Cklek," Lili yang sudah berada di kamar dengan tubuh yang di tutupi selimut langsung menegang di tempatnya. Selimut yang di gunakan nya sudah tak menutupi wajahnya lagi, bahkan saat ini gadis culun itu tak mengenakan kaca matanya.
Pasti sih datar itu! batin Lili tak tak senang jika Vino sudah pulang.
"Culun," panggil Vino sembari mengendarkan pandangannya mencari Lili.
Sudah ku duga, aku harus berpura-pura tidur. batinnya segera menaikkan selimut hingga menutupi lehernya, ketika mendengar pintu kamarnya di buka, Lili langsung menutup matanya dengan sempurna.
"Tik," Vini menghidupkan lampu membuat ruangan yang gelap menjadi terang. Vino tersebut sinis melihat wanita yang di carinya. Dengan santai Vino melangkahkan kakinya mendekati Lili. Lili merasakan jantungnya berdetak begitu kencangnya ketika Vino sudah memegang bahunya. "Culun, apakah kau sudah tidur?" tanya Vino tetapi tak mendapat tanggapan dari Lili.
Karena tak mendapat sahutan akhirnya Vino memilih keluar dari ruangan itu sembari berkata, "Ya sudah kalau begitu, aku keluar dulu ya." ucapnya sembari membuka pintu lalu menutup nya kembali. Lili yang mendengar suara pintu yang di tutup segera bangkit dari tidurnya.
"Deg," Lili terpaku di tempatnya ketika melihat Vino berdiri di sebelah pintu sembari tersenyum smirk.
Mati aku! Lili kenapa kau bangun. batinnya mengutuki kebodohan nya sendiri.
Kena kau! batin Vino merasa menang.
"Aku sudah tau jika kau berpura-pura tidur culun!" ucapnya membuat bulu kuduk Lili merinding. Perlahan, Vino mulai melangkah kakinya ke arah Lili. "Jangan mencoba menghindar dariku," ucapnya tetap menampilkan senyum smirk. "Apa kau kira kau bisa membodohi aku? tak segampang itu culun!" ucap nya membuat Lili hanya mampu menundukkan kepalanya dengan mata yang sesekali melirik kaki Vino yang di gigit anjing.
Apa! ternyata kaki sih gila ini sudah sembuh! kurang ajar! berarti dia menipuku selama ini! batin Lili sangat kesal dengan Vino yang habis-habisan mengerjainya dengan alasan kakinya yang sakit.
"Dasar penipu!" ucap Lili mulai berani menatap mata tajam Vino.
"Kau sudah berani ya," ucapnya tepat di depan wajah Lili.
"Menjauh dariku," ucap Lili sudah mendorong dada Vino dengan pelan.
__ADS_1
"Kau ini," kesal nya sembari mencoba menggapai Lili yang menjauhkan tubuhnya. Karena tak ingin Vino berbuat hal tidak-tidak dengan nya, Lili segera menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.
Jadi dia mau bersembunyi dariku, batin Vino sangat gemas.
Vino mencoba menarik selimut yang menutupi Lili. Di dalam sana Lili berusaha sekuat mungkin untuk mempertahankan selimut nya agar tak terlepas. Dengan kesal Vino naik ke atas ranjang lalu menimpa tubuh Lili yang masih setia berbalut selimut. "Apa yang kau lakukan!" kesal Lili dari balik selimut membuat Vino tersenyum puas dengan ulahnya sendiri. Karena pergerakan Lili, membuat wajah Vino menegang karena menahan sesuatu. Lili yang merasa sesuatu yang menyesakkan mulai panik. Walaupun culun, tetapi ia tak sepolos itu.
Gawat, apa yang harus aku lakukan. batinnya sangat geregetan dengan suasana menegangkan saat ini.
Sial, kenapa bisa bangun sih! aku tak bisa menahannya, malam ini habis kau culun!
apa kau mengirah aku seperti sebagian Pria yang melewatkan malam pertamanya begitu saja. Batinnya tersenyum jahat.
"Minggir bodoh! teriak Lili berusaha mendorong tubuh berat Vino.
Vino segera bangkit, dan bertepatan dari itu Lili langsung bangun dan membuka selimut nya. Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya di sebabkan tak bisa bernafas. "Hhhhh," tawa Vino lepas begitu saja melihat Lili seperti orang yang di kejar-kejar setan. Lili menatap kesal suami menyebalkan itu.
Ketika Vino melihat Lili sudah kembali normal, tanda persetujuan, pria itu menarik Lili lalu menggendongnya menuju kamarnya. Kamar Vino jauh lebih besar dari kamar milik Lili. "Turunkan aku, turunkan,,,," teriaknya sangat memberontak.
"A-apa yang mau kau lakukan?" tanyanya dengan tubuh yang sudah membeku di atas sana.
Vino segera meraih remot pengedap suara, Lili terus memperhatikan pergerakan suaminya itu. "Tentu saja aku ingin melakukan malam pertama bersama istriku," ucap Vino membuat Lili menoleh kepalanya mencari seseorang.
Dasar bodoh! Dia kira siapalagi istriku selain dia. batin Vino benar-benar gemas dengan tingkah aneh Lili.
"Sepertinya kau butuh sedikit rangsangan agar otak kecilmu itu berkerja," ucap Vino tersenyum smirk sembari menaiki ranjang.
"Menjauh lah bodoh!" bentak Lili dengan hati yang berdetak terus menerus.
__ADS_1
"Ya aku memang bodoh, saking bodohnya, aku menginginkan gadis culun seperti mu. Ups, sepertinya sebentar lagi julukan gadis akan berganti menjadi wanita. tepatnya wanita Vinosernio. Hhhh," tawanya benar membuat Lili kehabisan akal.
Dan seperti yang di katakan nya, Vino Benar-benar menyentuh Lili walaupun dengan sedikit paksaan. Ia tak peduli mau gadis itu menangis atau tidak, toh cepat atau lambat iya juga pasti akan meniduri nya. "Lepas," ucap nya memberontak dengan tangan yang sudah di pegang Vino di atas kepalanya. Vino tak memperdulikan ocehan Lili lagi. Ia sudah tak mampu menahan hasratnya, jika bukan kepada Lili lalu kepada siapa ia lagi melampias kan nya. Apakah menggunakan jurus lima jari, oh tidak, itu bukan tipe Vino sama sekali. Walaupun ia orang yang kurang paham soal agama, ia tetap tau jika menikahi tangan sendiri hukumnya haram, bahkan Allah tak akan melihat orang yang menikahi tangannya sendiri, alias orang yang merangsang dirinya sendiri.
Pemberontakan Lili perlahan sirna di sebabkan sentuhan-sentuhan Vino yang memabukkan nya. Walaupun sangat memaksa, Vino tetap bersikap lembut membuat Lili seakan terbang awan-awan. "Lakukanlah apapun yang ingin kau lakukan padaku," ucap Vino sembari mencoba menerobos pertahanan Lili yang sangat berharga.
"Tanpa kau perintah pun, aku akan menghabisi mu," ucap Lili di sela adegan romantis nya membuat Vino tertawa hingga merasa tak sanggup melanjutkan kegiatan nya.
"Diam lah, kau mengganggu fokus ku," ucapnya membuat Lili memanyunkan bibirnya yang seketika langsung di sambar Vino. Vino berusaha mengalihkan perhatian Lili agar rencana nya berjalan mulus. "Jleb," lili membulatkan matanya dengan bibir yang masih di cium Vino.
"Hiks, sakit sekali," rengek nya yang langsung di tenangkan Vino. Setelah melihat Lili sudah merasa baik kan, Vino segera melanjutkan kegiatan nya. Rasa sakit yang di rasakan Lili seketika hilang dan berganti dengan rasa yang sangat memabukkan nya. Kamar itu menjadi saksi atas keromantisan keduanya. Vino semakin bergairah dengan suara Lili yang sangat manja.
Jika di perhatikan, ternyata istri ku ini cantik juga. batin Vino tersenyum sembari menatap Lili yang berada di bawah nya. Karena gemas, Vino kembali mendarat kan puluhan kecupan di wajah Lili. "Sebentar lagi ya," ucap Vino seakan belum puas dengan Lili.
Waktu terus berjalan, tak terasa sudah beberapa kali Vino melakukan pelepasan. Lili benar-benar sangat lemas. Karena saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 03:15, Vino segera menghentikan kegiatan nya.
"Terimakasih my wife." ucap nya sembari terkekeh.
Lili yang sudah sangat lelah dengan tubuh yang terasa remuk segera memejamkan matanya tanpa memperdulikan ucapan Vino. Vino segera membaringkan tubuhnya di samping Lili. Pria itu menarik selimut untuk menutupi tubuh nya dan Lili. Setelah tertutup, Vino segera menyusul Lili kedalam mimpinya dengan posisi tubuh berpelukan.
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 05:30, sayup-sayup Lili mendengar suara kecupan yang sedikit jelas. Karena merasakan sesuatu yang menggelitik tubuhnya membuat Lili membuka matanya. Ia melihat pergerakan dalam selimut. Dengan ragu, Lili mengintip sesuatu yang berada di dalam sana. Betapa terkejut nya wanita culun itu melihat Vino yang tersenyum kearah nya.
"A-apa yang kau lakukan," ucapnya tak percaya.
Tanpa meminta persetujuan, Vino kembali membuat Lili kelelahan. Walaupun begitu, Lili tetap menikmati nya. Jika di fikir-fikir, tubuhnya tak sesakit semalam. "Pelan lah," omel nya terdengar manja di telinga Vino. Vino hanya tersenyum sebagai jawaban. Ia benar-benar sangat menikmati hal yang di lakukan nya saat ini. Ia tak peduli jika Drag memarahi nya karena tak masuk kantor hari ini. Di fikiran Vino hanya satu, menghabiskan waktu seharian nya bersama Lili. Lagian jika ia pergi ke kantor, ia tak akan fokus berkerja karena di kepalanya akan tertuju ke Lili dan ke Lili terus.
"Sudah ah," ucap Lili sudah mendorong tubuh tegap Vino yang masih setia berada di atasnya.
__ADS_1
"Sebentar lagi sayang," ucapnya membuat Lili mematung di tempatnya.
Sejak kapan sikap nya menjadi manis begini? Benar-benar luar biasa pria ini, batin Lili tak habis fikir. Lili tak menyesali perbuatannya bersama Vino, toh dia dan Vini sudah halal. bahkan Allah saja Ridha dengan perbuatannya.