Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Bab 14


__ADS_3

Vera memalingkan wajahnya ke arah samping dan melihat suaminya yang tersenyum devil. Vera mendengus kesal. "Apa-apaan sih pak! nggak lucu tau!" ucap Vera dengan tatapan tajam ke arah suaminya.


"Cepat mandi dan segera berwudhu, saya tunggu di luar, biar kita shalat berjamaah. Masjid sangat jauh dari sini." ucap Drag tetap dengan ekspresi datar dan dinginnya. Wajah nya yang terlihat arogan membuat Vera terpanah sesaat. Drag tak tau jika Vera memperhatikan dirinya sendiri tadi.


Tak ingin membuang waktu, Drag segera mengambil wudhu lalu keluar dari kamar mandi, sedangkan Vera masih menggerutu dengan tingkah laku suaminya itu. "Uuu... nyebelin banget punya suami kayak dia!" nyinyir Vera di kamar mandi.


Drag sudah berada di luar kamar mandi. Lelaki tampan itu memalingkan wajahnya menatap pintu kamar mandi. "Cepat Vera... Nanti waktu shubuh habis...” teriak Drag yang fokus membentang sajadah dan menyiapkan mukena Vera.


"Iya..." teriak Vera dari dalam kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Vera sudah selesai membersihkan diri dan mengambil wudhu. Setelah itu ia mendirikan shalat bersama suaminya. Mereka shalat berjamaah. Setelah selesai shalat, Vera segera bangkit dari duduknya tanpa melepaskan mukenanya.


“Apa sih pak!" ucap Vera dengan ketus sembari melirik tajam ke arah suaminya.


"Nggak sopan main pergi-pergi saja! Cium dulu tangan saya..." ucap Drag memperingati Vera. Dengan terpaksa Vera mengambil tangan kanan Drag lalu menciumnya.


"Lebay banget sih" ujar Vera setelah selesai mencium tangan Drag.


Drag mengelus kepala Vera dengan lembut. "Begitu dong jadi istri, nurut sama suami." ucap Drag sembari tersenyum kepada Vera.


"Hmm.." menjawab dengan acuh.


“Cup.” Drag mencium kening Vera dengan cepat.


“Iss...” kesal Vera membuat Drag terkekeh.


Apaan sih dosen killer ini. Ih nyebelin! Geram Vera dalam hati.


 


Sebelum beranjak pergi, Vera  melepaskan dan melipat mukenanya, lalu berjalan ke arah ranjang, dan tentu saja Vera tertidur lagi. Drag bangkit dan mengarahkan pandangannya melihat Vera. "Ya Allah..." ucap Drag sembari menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan sikap Vera.


 


Pagi tiba, Matahari sudah menampakkan sinarnya, Sinar itu masuk ke sela-sela jendela, tetapi cahaya itu tidak menggangu aktivitas tidurnya, bahkan Vera masih saja sibuk dengan mimpinya. "Tok tok tok"  terdengar suara ketukan pintu, Drag yang mendengar itu segera meninggalkan aktivitas. Ia berjalan menuju pintu dan membukanya. "Cklek." Pintu terbuka. Terlihat seorang pria yang sedang membawah meja dorong yang berisi makanan.


"Maaf tuan, pesanan anda sudah siap.” ucap pelayan pengantar makanan.


"Baik, biar saya saja yang membawah nya ke dalam. Ini tips untuk anda.” ucap Drag tersenyum ramah sembari memberikan beberapa lembar uang merah kepada pelayan itu. Pelayan itu sedikit mengangguk kepalanya sembari berterima kasih. Setelah pelayan itu pergi, Drag segera membawah dan menata makanan dan minuman di meja yang ada sopan.


 


Setelah selesai menata makanan, Drag berjalan ke arah ranjang dan membangunkan Vera. "Vera" ucap Drag membangunkan Vera sembari menggoyangkan tubuhnya dengan pelan.


 


Nyenyak banget tidurnya. Batin Drag melirik Vera dengan serius.


 


Drag masih setia mengguncang tubuh berlemak Vera. "Bangun Vera" ucap Drag lagi dengan suara sedikit keras.

__ADS_1


"Is...ganggu banget sih..." ucap Vera jengkel sembari bangkit dari tidurnya. Gadis itu memiringkan kepalanya kesamping menatap Drag. "Apa!" Ucap Vera sewot.


"Ayo makan, anak gadis bangunnya jam segini, nggak baik tau!" nasehat Drag dengan nada yang arogan dan wajah datar. Vera melirik makanan yang tertata rapi di meja dekat sopa.


 


Gila...banyak banget makanannya...enak-enak lagi! Batin Vera ngiler seakan tak pernah merasakan makanan enak hingga membuat rasa kantuknya hilang seketika.


 


"Cepat bangun Vera...ke kamar mandi sana! cuci muka dan gosok gigi. Jangan lama! saya sudah lapar karena menunggu kamu." ucap Drag dengan tegas.


 


"Kok aku sih, kalau bapak mau makan ya di Luan saja! nggak usah sok perhatian denganku. Lama, lama. kalau lama kenapa bapak nggak bangunin aku!" Cerocos Vera tak jelas. Dia menampilkan wajah kesal dan jutek pada Drag suaminya.


"Saya sudah bangunin kamu, tapi kamu saja yang tidurnya seperti kerbau!" ucap Drag dengan santai lalu mengambil dan membuka koran yang sudah berada di sampingnya.


Sudahlah Vera jelek ketika bangun tidur, kini bertambah jelek ketika marah. Vera benar- benar menjadi diri sendiri di depan suaminya. Bahkan gadis nakal ini tak malu dengan rambutnya yang acak acakan. "Ih nyebelin banget sih!" Kesal Vera pada Drag.


Drag melirik Vera dengan wajah arogan. "Cepat masuk kamar mandi, kalau kamu bicara terus kapan selesainya!" ucap Drag ketus lalu kembali membaca korannya.


 


Vera hanya diam melirik Drag. Drag membalas tatapan Vera dengan aura yang mengerikan, tatapan tajam, rahang yang kokoh plus wajah dingin nan arogannya. Vera menuruti perintah Drag dengan terpaksa.


"Iya-iya." ucap Vera segera bergegas ketika melihat tatapan tajam drag.


 


**


Vera hanya melirik suaminya itu sekilas lalu kembali fokus pada makanannya. "Hmm.." Drag hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Drag meminum jusnya lalu berkata, "Hari ini kita pulang ke mansion.” Vera melirik Drag dengan memegang sedok di tangannya.


"Mansion papa Jon?” tanya Vera dengan suara tertahan karena di mulutnya di penuhi banyak makanan.


"Kunyah dulu makanan di mulut mu!” ucap Drag dengan sorot mata yang tajam ke arah Vera.


"Iya..." ucap Vera dengan wajah juteknya.


"Kita pulang ke mansion kita." ucap Drag menjawab pertanyaan Vera. Vera menghentikan aktivitas makannya.


"Mansion kita?" tanya Vera bingung. Mengangguk dengan gaya yang sangat beribawa.


"Hm.." Drag hanya menjawab dengan deheman.


 


Apa mansion yang menjadi mahar aku itu ya?!. Batin Vera berfikir dengan pandangan ke arah samping.

__ADS_1


"Mansion saya pribadi, bukan mansion mahar kamu." ucap Drag seakan tau isi hati Vera. Vera hanya mengangguk mendengar jawaban Drag.


 


Sekaya apa sih dia ini? sebanyak apa sih uangnya? Kok banyak banget hartanya kalau ku fikir-fikir!


"Jangan melamun! cepat habiskan sarapan mu, saya banyak pekerjaan hari ini." ucap Drag menyadarkan lamunan Vera. Vera memutar bola mata malas.


"Ya yang mulia raja!" ejek Vera pada Drag. M


Pria dingin menghela nafas dengan pelan. "Kamu bisa tidak sih, bersikap dewasa sedikit!" ucap Drag memandang Vera dengan raut wajah dingin. Vera memberikan wajah jutek.


"Nggak bisa! Aku ya aku, orang ya orang, jangan pernah samakan aku dengan orang, dan jangan pernah menyuruhku menjadi orang lain!" ucap Vera dengan lantang kepada suaminya.


Sabar Drag, kau harus banyak sabar dalam menghadapi istri nakal mu ini.


Vera dan Drag melanjutkan sarapan nya lagi tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Suasana kamar ini hening dan sunyi seperti kuburan. Setelah selesai sarapan, Vera dan Drag segera mengemasi barang-barangnya dan check out dari hotel yang mereka singgahi.


 


***


Kini sepasang pengantin baru itu sudah sampai di kediaman mansion Drag. Vera keluar dari dalam mobil lalu mengendar kan pandangannya menikmati kemegahan dan keindahan mansion itu.


Ah...indah dan mewah banget rumahnya...luas lagi...Batin Vera terpukau.


Mansion ini saja sudah mewah begini, apalagi mansion mahar ku itu. Nggak kebayang kali ah. Batin Vera membayangkan Mansion yang di berikan Drag untuknya.


 


“Tutup mulutmu! jangan mengagak terus, nanti masuk nyamuk!” goda Drag tersenyum samar melihat istrinya yang seperti orang udik.


“H,” melengos sembari membuang muka ke samping.


 


Gemes banget ya Allah...Batin Drag sudah geram dengan tingkah konyol Vera.


 


Tak lama, Drag dan Vera sampai di depan pintu masuk mansion itu. Mereka di sambut oleh para pelayan yang sangat banyak. Tak lupa ada kepala pelayanan dan sekretaris kepercayaan Drag.


Buset! Banyak banget! Mau ngadain pertandingan mereka ni ya?! Batin Vera dengan wajah termenung.


Vera lagi-lagi terpukau dengan kekayaan Drag. Drag melirik Vera yang terdiam di tempatnya. “Ayo masuk” ajak Drag sembari memegang dan menarik tangan Vera.


“Selamat datang tuan muda dan nona muda.” ucap kepala pelayan dengan sopan yang di ikuti pelayan lainnya.


 


Bisa mati berdiri aku di sini, kaya banget berarti suamiku ini. Batin Vera lagi dan lagi.

__ADS_1


Drag dan Vera berjalan dengan tangan yang bergandengan. “Silahkan tuan.” ucap kepala pelayan mempersilahkan Drag dan Vera masuk. Kepala pelayanan dan Vini mengikuti langkah kaki penganti baru itu. Mereka berjalan di tengah tengah jejeran para pelayan dan keamanan.


__ADS_2