Istri Sang Pemimpin

Istri Sang Pemimpin
Chapt.14. Hati Tidak Bisa Mengingkari


__ADS_3

Devilito terbangun dari tidurnya ketika merasakan pipinya hangat seperti disentuh bibir. Wangi..? Ia terlonjak kaget begitu nyawanya sudah menyatu dengan raga, di samping ranjang sudah duduk seorang wanita, posisinya sangat dekat.


"Morning tampan...bangun", suara lembut mampu menghipnotis Devilito sejenak. Ia beringsut menggeser tubuhnya agar bisa duduk menyandar kebelakang.


"Hi Cerry, pagi sekali kamu kesini?" Ia menggeleng-geleng kepala agar jiwanya benar - benar utuh kembali dari tidur sambil jari mengusap mata.


"Iya, papa menyuruhku untuk menjemputmu segera"


"Tapi ini masih pagi, aku sudah hubungi uncle kalau aku nanti siang ke Sisilia" Ia berkata sambil menatap mata Cerlotta.


"Ngga apa - apa masih ada waktu, aku kan juga rindu dengan paman Luigi, ayo bangun pakai bajumu" Cerlotta menepuk kaki Devilito lalu berdiri dan mengerlingkan matanya berlalu keluar kamar.


"Oh ya, kamu dengan siapa kesini? " tanya nya sebelum benar - benar berlalu dari situ.


"Giring" Devilito menjawab singkat dan berjalan menuju kamar mandi.


"Hmmm.." Cerlotta lalu pergi menuju ruangan tengah, disana bergabung dengan pamannya.


"Pagi paman, apa kabar?" Cerlotta memeluk Luigi pamannya.


Selang berapa lama, Giring ikut bergabung...


"Nona apa kabar?" Giring menjabat tangan Cerlotta. Diam - diam Ia sangat kagum dengan wanita ini. Makin cantik dia


"Kabarku baik, kamu gimana? masih suka sparring ?"


"Masih dong" Giring tersenyum lalu duduk di sofa.


"Nanti kita coba ya"


Cerlotta tak hanya jago dalam memimpin jaringan organisasi tetapi juga sangat menguasai ilmu bela diri, terutama bela diri asal negeri ginseng Korea. Dulu, Ia bersama Devilito, Giring dan Marcel selalu menyempatkan waktu melakukan latihan bersama di sasana milik Cerlotta di Kepulauan Sisilia.


"Ok.." Giring membentuk huruf O.


"Tapi aku malas kalau sparring sama dia" tangannya memukul bahu Devilito yang baru mau duduk ikut bergabung.


"Kalau latihan seperti memukul musuh beneran"


"That's why he became a leader, right ?" tatapan Cerlotta beralih menatap Devilito dalam.


"Halah, elo aja yang cemen, payah!" Devilito buru-buru mengalihkan pandangannya dari Cerlotta.


Merekapun tertawa...Sampai mama Devilito memanggil dari ruangan makan untuk sarapan pagi.


***


Siang itu...


"Papa, mama aku sangat merindukan kalian nanti" Devilito memeluk Luigi dan Nyonya di ikuti oleh Giring dan Cerlotta sebelum meneruskan perjalanan ke Sisilia. Rencana nya setelah urusannya selesai di tempat Ludwig Ia akan langsung pulang ke Indonesia.


"Sering-seringlah memberi kabar nak", Luigi dan Nyonya terlihat sedih melepas kepergian anak angkatnya.


Mereka lalu masuk ke dalam mobil yang di kemudikan oleh seorang pengawal Cerlotta. Penyebrangan menuju kepulauan Sisilia memakan waktu lebih kurang 1 jam melalui kapal super cepat kepunyaan Cerlotta.


Sampai di dermaga khusus kedatangan, mereka langsung turun menuju kendaraan lain dan di sambut oleh 15 orang pengawal berpakaian hitam yang membungkuk hormat.


Perjalanan tiba di kota Catania lebih kurang 30 menit terus berlanjut ke area perbukitan mengarah ke sebuah mansion mewah milik Ludwig Smith. Mereka masuk ke sebuah bangunan di belakang mansion dan di situ sudah menunggu Ludwig Smith dan beberapa pengawal inti mengelilingi sebuah meja bundar besar. Sepertinya ruangan rapat.


"Uncle Smith, apa kabar?", Devilito berjabat tangan erat dengan papa Cerlotta di ikuti oleh Giring dan kemudian menganggukan kepala menyapa para pengawal inti.


"Kabar baik jagoan" Ludwig tertawa pelan menyambut uluran tangan Devilito.

__ADS_1


"Hallo Dom" Devilito kemudian menjabat tangan Dominique, salah satu tangan kanan andalan Cerlotta


"Hallo Mr.D" Ia membalas uluran tangan Devilito. Mr D adalah panggilan khusus Dominique terhadap Devilito. Mereka cukup akrab walaupun sebenarnya tidak saling menyukai.


"Bagaimana kabar di Indonesia..hm ?, ada kendala?" tanya Ludwig pada Devilito dan Giring.


Ludwig Smith adalah orang yang tidak suka basa basi, aura nya sangat dingin.


"Tidak ada kendala uncle, kalau pun ada semua bisa di atasi" Devilito menjawab tegas.


"Kita langsung mulai, silahkan duduk !" uncle Smith mengambil posisi di ikuti Devilito duduk tepat berhadapan dengan Ludwig. Cerlotta dan Dominique di sebelah kanan Devilito dan Giring di sebelah kirinya.


Rapat di mulai....


Ludwig menyampaikan beberapa kendala yang terjadi mengenai importir gula dan bawang putih di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Dewan gula dan bawang putih yang di bentuk kerja sama pemerintah dengan para pengusaha besar di masing - masing negara Indonesia, Thailand dan Vietnam akhir - akhir ini mulai mengalami kekacauan.


Ini disebabkan adanya pergantian orang - orang di pemerintahan terkait dan juga di sebabkan adanya jaringan mafia yang mulai bermain kasar dengan memanfaatkan pergantian pejabat pemerintahan terutama di bidang bea cukai.


Jaringan mafia tersebut mulai men-sabotase pengiriman masuk barang dari jaringan lain, agar mengalami hambatan dalam menyuplai dan otomatis akan membusuk, terutama barang berupa bawang merah dan putih.


"Mereka mulai melancarkan perang terbuka!, dan itu harus di selesaikan!" Ludwig Smith berkata sambil memukul meja.


Di Indonesia saat ini sedang terjadi kekacauan dari salah jaringan mafia karena mengalami rush besar besaran di bidang perbankan mereka.


"Apakah itu kamu yang melakukan?", Ludwig Smith mengarahkan pandangannya ke Devilito.


"Karena mereka mencoba menyabotase suplai file film rontgen saya", jawab Devilito tegas meng iyakan.


Ludwig Smith manggut - manggut tanda memahaminya. Ia mengakui, salah satu kekuatan Devilito adalah tim IT nya yang sangat tangguh dan terorganisir, sangat sulit dikalahkan.


-Rapat selesai setelah berlangsung hampir 2 jam-


Mereka sekarang sudah berpindah ke rumah besar di ruangan belakang yang ada kolam berenangnya, disitu berkumpul hanya Ludwig, Cerlotta, Devilito, Giring dan Dominique dan Hernandez yang merupakan tandem Dominique.


Devilito sudah menebak apa yang akan di bicarakan papa nya Cerlotta ini, lalu Ia mengikuti langkah Ludwig, di iringi tatapan mata penuh arti Dominique.


Di sofa ruangan dalam tersebut Ludwig menyampaikan maksudnya untuk menikahkan mereka berdua. Devilito terdiam, Ia bingung menjawabnya bagaimana cara menolak tanpa menyakiti hati kedua nya.


"Uncle, aku saat ini tidak memikirkan pendamping hidup, aku sedang konsentrasi membangun jaringan agar lebih kuat apa lagi dengan situasi sekarang ini", akhirnya Ia menemukan jawaban walaupun tidak mungkin di terima.


Cerlotta hanya memandang Devilito dalam diam. Ia sangat menyukai Devilito.


"Saya kasih kamu waktu 1 bulan untuk memberikan jawaban yang menyenangkan saya, dan kamu tahu siapa saya" Ludwig berdiri dari duduknya seperti hendak pergi dari situ.


"silahkan kamu bicarakan berdua, saya mau pergi beberapa hari ke Genoa, kamu tinggallah beberapa hari disini", Ludwig lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Suasana hening...


"Kenapa kita harus menikah?" Devilito membuka percakapan.


"Karena aku menyukai kamu" Cerlotta menjawab dengan tatapan sendu.


"Aku tahu, tapi apa yang kamu lihat dari diriku?" Devilito sedikit mengintimidasi.


"Aku tidak tahu jawabannya" Cerlotta menunduk, lalu melontarkan pertanyaan


"Kamu masih mengingat Kirana ?"


Devilito sedikit kaget dengan pertanyaan itu, dan menghela nafas dalam.


"Kenapa kamu menanyakan Kirana?, apa kamu terlibat dengan hilangnya Kira ?" tanya balik Devilito dengan nada sarkas.

__ADS_1


"Aku tidak tahu dan tidak terlibat atas hilangnya Kira, kenapa kamu mencurigai aku dari dulu?" Cerlotta merasa tersinggung dengan ucapan Devilito.


"Karena mama nya Kira mati terbunuh !", jawab Devilito merubah posisinya mengarah ke Cerlotta dengan tatapan tajam.


Cerlotta lalu memegang tangan Devilito lembut, menatap balik mata Devilito serta berkata..


"Aku tidak tahu mama nya Kirana, kalau aku ingin membunuh, aku tidak akan melibatkan mama nya, paham?", lalu Ia berdiri dan pergi dari situ meninggal Devilito yang terdiam.


"Kenapa kamu tidak menikah dengan Giring atau Dominique ?, kedua nya menyukai kamu" suara Devilito cukup menghentikan langkah Cerlotta dan berbalik kembali,


"Karena aku menyukai kamu!" dia membisikkan kata tersebut ke telinga Devilito dan kembali berbalik melangkah menuju arah luar tempat Giring dan Dominique yang tengah bersantai di kolam berenang.


"Aku sudah menyukai yang lain !" kata Devilito menekankan.


"Aku tidak peduli ", sambut Cerlotta tetap berlalu.


Devilito pun mengikuti berjalan menuju kolam berenang.


"Kita ke sasana latihan yuk!" ajak Cerlotta begitu sampai.


"Hayo.." Jawab Giring dan Dominique serempak.


Di sasana latihan, Cerlotta benar - benar melampiaskan kekesalannya. Kemampuan Ilmu bela diri nya benar - benar menunjukkan diri nya seorang pimpinan, membuat Dominique sedikit cedera ringan di bahu, dan Giring yang sangat keteteran menghadapi serangan Cerlotta.


Devilito hanya diam menyaksikan, Ia masih memikirkan omongan Papa Luigi dan mamanya tentang banyak hal, termasuk tentang seorang gadis yang baru di temui tapi tidak di kenalnya di Jakarta.


Ahh sedang apa dia sekarang disana yah? gue harus cari tahu


Dia mikirin gue ngga sih ? masak ngga ?


Ia senyum - senyum sendiri, sampai Ia tersentak kaget ketika bahunya di pukul oleh Giring. Giring terus memperhatikan gerak gerik Devilito semenjak pembicaraan di tempat papa Luigi malam itu.


"Lo ada yang sedang di pikirin sob?", kalau ada sesuatu cerita ama gue", Giring mengambil handuk mengelap keringat yang bercucuran.


"mmh ntar malam aja gue cerita, ada yang mau gue bahas ama lo juga"


"Okelah.." Giring mengangguk.


"Ehh btw, itu Cerlotta tangguh banget yah?, makin cakep makin jago" Giring tanpa sadar memuji.


Devilito menatap intens muka Giring. Orang di tatap gelagapan.


"Gue beneran muji loh !, ngga pake modus.." Giring berusaha menutupi malu nya.


"Jangan liatin gue kayak gitu, ehh ya tadi Dominique mau sparring ama elo loh, dia bilang sama gue tadi" makin blingsatan.


"Lo kenapa sih ?? hahaha", pertanyaan Devilito mampu membuat Giring pergi dari situ karena malu.


Devilito geleng - geleng kepala, dan tersenyum karena muncul sebuah ide dan Ia kemudian berjalan ke ruang ganti, membuka bajunya serta mengganti celana dengan training yang sudah di persiapkan sebelumnya.


Devilito melakukan pemanasan, lalu menghampiri sebuah samsak, Ia memukul menendang berulang - ulang untuk menambah daya powernya.


Tak jauh dari situ, diam - diam Cerlotta memperhatikan, kagum..


Sangat tampan, postur tinggi , kulit putih, dada bidang, otot perut kotak - kotak sangat ideal untuk mampu membuat para gadis bertekuk lutut. Di tambah dengan ukiran tato di punggung bergambar kelabang berwarna artistik, sempurna !


-


-


-

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2