Istri Sang Pemimpin

Istri Sang Pemimpin
Chapt.28. Malam Yang Tidak Romantis


__ADS_3

"Selamat malam pak Alex, masih ingat dengan saya ?" sapa ramah Devilito pada seseorang yang sedang terbaring di ranjang hospital bed. Jarum infus sudah tidak ada terpasang di tubuhnya.


Alexander, ketua jaringan elPaso yang beberapa jam lalu baru siuman dari komanya, menatap nanar ke arah Devilito, Ia mencoba mengingat sesuatu.


"Bagaimana kondisi nya dok?" Devilito kemudian menanyakan kondisi pasien pada seorang dokter yang di kirim oleh Marcel.


"Kondisi pasien masih tahap pemulihan, daya ingat sudah mulai normal, kita sudah beri vitamin untuk mempercepat penyembuhannya.


"Ahh ya, Anda Devilito bukan ?, kita pernah bertemu di acara jamuan pak Mentri?" daya ingat Alexander sudah mulai mengingat siapa pria yang berdiri di samping ranjangnya itu. Namun raut wajah nya berubah sedih karena mengingat putri nya yang hilang pada waktu malam itu.


"Betul pak Alex, saya Devilito yang menyelamatkan putri Anda, Lorena" Devilito seakan membaca pikiran Alexander yang memikirkan nasib putrinya.


Devilito memberi kode pada dokter, untuk meninggalkan mereka berdua.


"Dimana anak saya sekarang ?, bagaimana kondisinya?" Alexander mendengar nama anaknya disebut, kaget. Ada secercah bahagia terpancar di raut wajahnya.


"Lorena selamat dan saat ini ada dalam perlindungan saya, pak Alex tidak usah khawatir, sebentar lagi Rena akan kesini, dia dalam perjalanan".


Alexander justru terdiam, siapa pria bicara lugas di sampingnya ini, kata - kata ' perlindungan saya' sedikit mengusik pikirannya, apakah dia aparat negara atau?..


"Dan, pak Alex sekarang berada di tempat saya, maaf...Anda terpaksa kami 'ambil' dari lingkungan orang - orang yang mengkhianati Anda"


Sejenak Alexander tertegun mendengarnya.


"Anda seperti sangat mengenal saya pak Dev ?, boleh saya panggil Anda seperti itu?" kesadaran Alexander sudah mulai stabil. Walau Ia tak berdaya, tapi naluri waspada nya mengatakan Ia harus hati - hati.


"Saya tau Anda pak Alex atau di panggil Mr.Big, pimpinan organisasi elPaso yang sekarang coba di rebut oleh adik tiri Anda Raymond Sudrajat, yang juga atas inisiatif nya bekerja sama dengan Jimmy Ikusawek untuk membantu memberi bantuan karena Anda dalam kesulitan dengan kesepakatan salah satu nya menikahkan anak nya dengan putri Anda Lorena, tetapi Anda menolaknya dan akhirnya Lorena di culik, ada yang keliru dengan analisa saya pak Alex?"


Alexander tak mampu berkata - kata, Ia terperangah mendengar jabaran kalimat anak muda ini. Dengan tenaga yang ada, Ia mencoba menggeser tubuhnya ke atas agar dapat duduk bersandar di tiang ranjang.


"Siapa Anda sebenarnya, pak Dev ?" tanya nya menyipitkan mata, tatapan menyelidik.


"Saya orang yang akan membantu Anda pak Alex, saya berniat baik, saya akan membantu Anda menyingkirkan pengkhianat dalam organisasi elPaso, dan sekaligus yang akan menyingkirkan Jimmy"


Dan juga yang akan menikahi putri Anda


"Anda tau siapa sebenarnya Jimmy pak Alex?" hanya jawaban gelengan kepala.


"Jimmy Ikusawek adalah pebisnis licik, Ia menjadi pion Ruiz Hernandez, seorang mafia internasional dari Meksiko, yang sekarang ini sudah menempatkan orang - orangnya di sekitar Anda dengan memanfaatkan adik Anda, Raymond. simbiosis mutualisme!".


"Anda tau banyak dengan gerakan bawah tanah, sekali lagi, siapa Anda sebenarnya pak Dev?"


"Saya orang yang akan menjadi menantu Anda pak Alex, saya akan menikahi Lorena" jawab Devilito mantap.


"Hahh !?, tunggu..tunggu, maksud Anda ingin menikahi putri saya ?" Alexander mengulang kalimat itu untuk meyakinkan otaknya yang stagnan.


"Anda mencoba mengintimidasi dan menjebak saya, anak muda?" aura ketua dalam diri Alexander muncul. Emosional.


"Sama sekali tidak, justru pak Alex saya selamatkan disini, kalau tidak Anda akan di bius sampai mati atas suruhan Raymond" aura Klabang Mentari pun muncul disini. Dingin dan datar.


"Kalau seperti ini, apa beda nya Anda dengan Jimmy ?, dengan dalih menyelamatkan saya, tetapi Anda meminta putri saya?" wajah Alexander makin mengeras.

__ADS_1


"Karna saya mencintai putri Anda, dan putri Anda sangat mencintai saya" kembali, jawaban tegas dari mulut Devilito.


Alexander melemah, ada sesuatu yang lain Ia lihat dari dalam diri anak muda ini. Ia sudah tua, banyak pengalaman.


"Sebenarnya saya ingin Lorena mendapat jodoh orang - orang biasa saja" jawab Alexander kemudian.


"Dalam lingkungan bisnis Anda seperti ini sangat sulit berharap seperti itu pak Alex, Lorena sudah dua kali mengalami percobaan penculikan"


"Kok...Anda tahu?" Alexander terkejut.


"Karna waktu itu, saya juga yang menyelamatkannya" Devilito mengatakan itu tanpa mengalihkan pandangan dari wajah Alexander.


"Saya cuma mengharapkan Anda mengizinkannya"


Alexander terdiam, Ia berpikir..


Tok..tok..tok pintu terbuka, Lorena berlari masuk, disusul di belakangnya Donita, berikut Aksan.


"Papaaa .." ia memeluk papa nya yang sangat di cemaskannya. Lorena menangis, sedangkan Alexander menitikkan air mata.


"Maafkan papa Rena.." hanya itu yang bisa dia katakan sambil mengusap - usap kepala dan punggung anaknya


Devilito keluar dari ruangan, keluar bergabung dengan Giring dan Marcel.


Devilito sebelumnya berangkat duluan pergi ke markas yang tadinya berencana bareng Lorena. Tetapi Ia berpikir, pertemuan anak dan papa nya nanti akan membuat suasana akan berbeda, rencana nya mungkin gagal untuk minta ijin menikahi, karna pasti..tidak akan leluasa berbicara seperti tadi.


Ia menyuruh Tito dan Dasmond untuk mengawal Lorena, Donita dan juga Aksan berangkat belakangan menuju markas.


Dalam ruangan sudah berkumpul semuanya termasuk penghulu nikah, yang malam itu langsung di jemput untuk menikahkan Devilito dan Lorena.


SAAAHH..!! terdengar kata - kata sakral akad tersebut dari ruangan tempat Alexander di rawat.


Yaa..akhirnya Alexander mengijinkan Devilito menikahi putri nya setelah Lorena berhasil meyakinkan papa nya melalui perdebatan yang cukup panjang di bantu Donita.


"Tanggung jawab papa sudah selesai mengantarkan kedua putri papa menemukan jodohnya, papa sudah tenang, mudah-mudahan kalian semua berbahagia walau kalian berdua menikah dengan cara - cara yang tidak di rindukan pengantin umumnya" Alexander memberi wejangan pada kedua putri dan menantunya, yang lain sudah keluar begitu acara akad selesai.


"Papa harap menantu papa ini mampu melindungi istri - istri nya, perlakukan dan pergauli dengan baik ya, papa mungkin ke depannya akan istirahat dari dunia bisnis, papa udah tua"


"Baik pa.." Jawab Aksan.


"Baik pak Alex " jawab Devilito, yang langsung mendapat cubitan di pinggangnya.


"Aduh !" Devilito kaget karna geli.


"Pak Alex..pak Alex!" Lorena melotot.


"Eh iya..pa" Devilito garuk - garuk kepala.


Alexander tersenyum melihat interaksi putrinya dengan mantu baru nya ini.


Hmm ..aura nya berbeda kalau dekat istrinya, brarti dia benar - benar mencintai anakku

__ADS_1


Tapi, satu hal yang belum terjawab di pikiran Alexander adalah, siapa menantu baru nya ini sebenarnya.


Ia lalu meminta Aksan, Donita dan Lorena keluar dari ruangan itu.


"Papa ingin bicara empat mata dengan mantu baru papa ya"


Setelah ketiga nya pergi, pintu tertutup, baru Alexander membuka suara,


"Papa penasaran, kamu ini sebenarnya siapa ?, papa yakin kamu bukan pengusaha biasa, tolong jawab jujur!"


"hmmm..baiklah, tapi saya berharap papa tidak memberitahu siapapun ya, saya adalah lawan bisnis papa sebelumnya, yang pernah tikung dalam file film rontgen"


"Hahh?, tapi itu kerjaan Raymond!, brarti kamu yang membuat perbankan ku goyah?" Alexander terperangah lagi, Ia tidak menyangka mantu nya adalah lawannya.


"Benar pa, saya dalam posisi counter attack waktu itu menghadapi konspirasi adik papa" jawab Devilito merasa ngga enak hati.


"Adik tiri saya memang licik !, Ia yang membuat mama nya anak - anak terbunuh dan berusaha mencelakakan Lorena sekarang ini, papa harap kamu bisa menghadapinya nanti, papa mau mundur".


"Saya akan menghancurkannya berikut Jimmy, boleh ??" tanya Devilito hati - hati.


Alexander menarik nafas dalam - dalam, Raymond sudah keterlaluan, mencelakai istri nya, putri nya dan sekarang ingin membunuhnya.


"Apa boleh buat, kalo kamu mampu"


"Saya sangat mampu pa, hanya ingin kerjasama papa nanti nya.. Saya akan bantu mengembalikan reputasi perbankan papa, saya akan sokong dana disitu, kemudian Lorena saya tempatkan CEO nya disana, bagaimana ?"


Alexander kembali di buat terkejut oleh omongan percaya diri mantu nya ini. Dia bukan orang sembarangan sepertinya.


"Siapa kamu sebenarnya Devilito ?, mengapa kamu merasa sanggup untuk menghancurkan Jimmy dan Ruiz Hernandez yang sangat sulit di hadapi itu?"


"Jimmy dan Ruiz belum sekuat Lucifer Venezuela pa" Devilito menjawab datar dan tenang.


"Hahh?, Lucifer ? brarti kamu...??" Alexander memperbaiki posisi duduknya, Ia mulai menyadari siapa mantu nya ini.


"Ya..Saya Klabang Mentari, Supreme Commander Lidah Api "


Mulut Alexander membulat dan tangannya menutup kemudian, Ia syok..


"Mantu papa orang yang menghancurkan Lucifer Venezuela ??" Ia memegang punggung tangan Devilito, yang di jawab dengan anggukan sambil tersenyum.


"Papa tenang aja, duduk manis di rumah ya, biarkan mantu baru mu ini berakselerasi" Ia membalas mengusap tangan mertuanya. Tetap dengan senyuman.


"Tarik anak buah kepercayaan papa, Hensly dan Melvin untuk memperkuat kekuatan kamu, hanya mereka yang saat ini masih loyal, papa nanti akan membubarkan elPaso!"


"Baik pa, siap" dia memeluk mertua nya haru karena semua berjalan lancar.


-


-


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2