
Anggota Lidah Api terlihat sedang berkumpul di sebuah aula besar. Semua di kumpulkan oleh Ludwig Smith tanpa di beritahu kenapa mereka berada di ruangan besar tersebut, tanpa terkecuali, termasuk juga Cerlotta, hanya seorang Devilito lah yang tahu tujuan penguasa Lidah Api itu memanggil semua anggota jaringan untuk berada disini.
***
Sebelumnya, Devilito sudah membicarakan keinginan Ludwig Smith yang ingin menyerahkan tongkat komando pimpinan tertinggi itu dengan istrinya, Lorena. Devilito berharap istrinya tersebut akan menentangnya, seperti yang dulu pernah terlontar dari mulut Lorena. Jika istrinya menentang keinginan Ludwig, maka Devilito punya alasan untuk menolaknya.
Tapi, Lorena entah sebab apa, malah mendukungnya. Hampir sama dengan yang terucap oleh Ludwig, istrinya Lorena mengatakan bahwa Devilito sudah di besarkan oleh jaringan itu dan "bukankah aku mengenal kamu setelah kamu menjadi seperti yang sekarang ini?..aku tak ingin merubahnya, jika kamu memang ingin berhenti, berhentilah karena keinginan kamu sendiri, bukan karena aku, istrimu atau orang lain".
Devilito melongo dan tak percaya, pikiran apa yang merasuki istrinya, tapi..."ya sudahlah, aku akan terima permintaan paman, mungkin nanti aku rubah beberapa hal tentang visi & misi organisasi ini".
***
Disini lah dia sekarang, duduk berdampingan dengan Ludwig Smith, serta Cerlotta persis di sebelahnya. Hanya Lorena yang tidak hadir di tempat itu, sang istri lebih memilih tinggal di kamar, di mansion utama.
Hampir semua petinggi organisasi Lidah Api dari berbagai negara turut hadir atas panggilan pimpinan mereka tersebut.
Sekitar satu jam lamanya Ludwig berbicara di depan anak buahnya, menyampaikan banyak hal. Berita pertunangan Cerlotta dan Giring yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan, serta terakhir dengan di tutup berita pengunduran dirinya yang ingin menikmati masa tua nya dengan tenang, namun Ludwig belum menyampaikan siapa penggantinya nanti.
Semua anggota yang hadir terhenyak, tak percaya dengan apa yang mereka dengar, terkecuali tiga orang yang hadir disitu yang sudah mengetahuinya, Devilito dan Cerlotta serta Giring. Jika pertunangan Cerlotta dan Giring, anggota jaringan Lidah Api sudah menduga. Bukankah mereka sudah beberapa bulan ini terlihat sering bersama?..
Hanya berita pengunduran diri Ludwig Smith sendiri yang terkesan mendadak, membuat banyak pertanyaan dalam benak anggota Lidah Api lainnya. Terlihat ada kasak-kusuk, ada yang berbisik dan yang hanya diam. Sang ketua tidak atau belum mengumumkan siapa penggantinya. Lebih parahnya lagi, ada yang berpikir lebih ekstrim, mungkinkah organisasi ini akan di bubarkan?.
Tetapi tak sedikit pula yang menduga, bahwa Cerlotta atau Devilito yang akan melanjutkan kepemimpinan tersebut. Hanya mereka berdua yang terlihat lebih siap, karena memang keduanya merupakan pemimpin wilayah barat dan timur.
Ludwig Smith membaca pertanyaan dalam benak anggotanya itu, Ia tak perlu berlama-lama lagi, "Dan...sekarang, saya mengumumkan... mulai saat ini, hari ini, saya memutuskan, dan mengangkat Klabang Mentari, Devilito Arkansa sebagai pemimpin tertinggi organisasi jaringan Lidah Api!".
Ludwig Smith menjeda kalimatnya, ada rasa sesak untuk meneruskan kalimat selanjutnya, "Sejak pengukuhan ini saya tetapkan, segala sesuatu yang menyangkut dengan jalannya roda organisasi berikut dengan keputusan yang di ambil, adalah menjadi tanggung jawab pimpinan yang baru sepenuhnya!".
Ludwig mengedarkan pandangannya ke sekeliling, "Dan, sejak penetapan keputusan ini pula, saya sudah TIDAK terlibat lagi dengan segala urusan yang menyangkut organisasi jaringan Lidah Api ini!", tegasnya dan Ludwig kemudian membuka jubah kebesarannya, diberikan pada seorang pria yang sudah ditugaskan untuk menerimanya.
Semua anggota yang hadir kemudian berdiri tegak sempurna ketika Devilito kemudian memakai jubah kebesarannya, yang dipakaikan langsung oleh Ludwig Smith, jubah hitam panjang bergambar Lidah Api yang besar di belakangnya, di iringi tepuk-tangan standing applaus oleh hadirin semua.
"Tetapi, untuk menjadi pemimpin jaringan Lidah Api ini tidak mudah!. Untuk itu di menit terakhir saya lengser ini, saya akan memberikan kesempatan kepada siapa pun anggota disini untuk menguji kemampuan sang pemimpin yang baru ini, silahkan maju bagi yang berminat!", suara Ludwig Smith tiba - tiba membuat suasana menjadi hening.
__ADS_1
Tidak ada satu pun bersuara, mereka saling pandang. Masing - masing sudah tahu sepak terjang Klabang Mentari ini, tak tersentuh.
Menit-menit pun berlalu, namun belum ada yang bereaksi menerima tantangan dari Ludwig.
"Robert ?, kamu ingin mencobanya?", dengan muka kaget, Robert Tanjaya menggelengkan kepalanya pada Ludwig, "tidak tuan", ucapnya selanjutnya sambil menunduk hormat.
"Van Schuber ?", utusan dari Belgia pun menggelengkan kepalanya.
"Hans Slayer?", orang dari Belanda itu pun juga menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba, Dominique maju ke depan..."Izin, saya ingin mencobanya tuan", ucapnya membungkuk hormat pada Ludwig.
"Silahkan".
Cerlotta dan Giring saling pandang, Ia tak menyangka Dominique akan unjuk diri. Ia tahu Dominique pernah mengungkapkan keinginannya untuk mencoba kemampuan bertarung Devilito, tapi itu hanya sebatas keinginan di sasana, di waktu latihan.
Apa karena ada motif lain? pikir Cerlotta.
Devilito hanya diam memandang datar ke arah Dominique sejenak, lalu membuka jubah kebesarannya, menyisakan kemeja hitam. Dan, itu pun dia buka.
"Saatnya kau meluapkan keinginan yang terpendam dari dulu Dom !", sudut bibir Devilito tersungging, "jangan sungkan !", lanjutnya kemudian.
***
Dominique tak perlu menunggu waktu berlama-lama, saatnya melampiaskan rasa tak sukanya. Dominique langsung menerjang dengan tendangan lutut secepat kilat di saat posisi Devilito serasa belum siap. Serangan mematikan langsung mengarah dagu dan muka pria yang bergelar Klabang Mentari itu.
Bukan Devilito namanya, jika hanya dengan satu serangan Ia akan takluk. Devilito hanya perlu menggeser kaki kiri satu langkah ke samping maju 45°, dan melakukan tendangan samping dengan kaki kanannya mengarah ke rusuk kanan Dominique. Itu dilakukan dengan kecepatan pula.
Dominique juga seorang petarung handal, Ia beruntung, masih sempat meng-cover rusuknya dari tendangan counter attack Devilito, dengan tangan kanannya yang dia tekuk melindungi. Alhasil, Dominique terjajar ke samping kiri, terdorong oleh power tendangan Devilito.
Ketika Ia masih dalam keadaan terhuyung, Dominique masih sempat berpikir, bahwa Devilito pasti akan melakukan serangan susulan. Ia tahu benar itu, setelah sering melihat Devilito bertarung. Ia pikir Devilito akan melakukan duo tendangan beruntung double kick memutar ala tae kwond do.
Tapi, Ia salah...
__ADS_1
Devilito melihat posisi Dominique yang terjajar tersebut, segera lakukan serangan bawah. Dengan gerakan kilat pula Ia melakukan sapuan memutar ke arah betis Dominique.
Dominique tak menyangka, Ia hanya merasakan ada benturan di betis dan lekukan lutut kaki bagian belakangnya, dan Ia kemudian merasa seperti melayang. Ia Terjengkang ke belakang, terjatuh dengan tangan sikut menahan, masih sempat melindungi punggung dan kepala dari benturan lantai.
Dominique menyerah?...tentu tidak, percuma bukan dia menjadi pengawal Cerlotta?.
Dominique bangkit ketika Devilito tidak melakukan serangan susulan. Tunggu !, lebih tepatnya memberi kesempatan Dominique untuk bangkit berdiri. Itu terlihat dari gaya Devilito memasang kuda-kuda samping ala-ala bruce lee, menyeringai sambil bersiap. Dominique melakukan langkah zig zag dengan kedua tangan terangkat, kemampuan thai boxing nya harus Ia pertaruhkan disini. Bukankah dia dulu seorang petinju Amerika Latin?. Posturnya yang memang besar, berukuran 95kg maju dengan gerakan mangayunkan badan.
Dominique melakukan serangan dengan kedua tinjunya dengan kombinasi lutut dan kaki menendang. Semua Ia lakukan dengan kecepatan penuh dan bertenaga. Dan, Devilito pun mundur teratur, mengikuti irama kecepatan serangan dengan pertahanan double cover, menepis tinju lurus Dominique dengan memukul pergelangan tangan, menunduk menghindarkan tinju melingkar, menghindarkan upper cut.
Tepat ketika Dominique melakukan tendangan kaki kanan depan lurus, Devilito melakukan gerakan meliuk maju, masuk dari arah kanan luar, melakukan tangkapan kaki Dominique dengan tangan kanan juga, lalu tangan kiri Devilito masuk ke leher Dominique. Sementara kaki Devilito menyapu kaki kiri Dominique, kemudian membantingnya ke bawah. Itulah gerakan kuncian silat negaranya.
Dominique terbanting, dan perlawanannya berakhir ketika sebuah sepakan keras mengiringi jatuh nya, mengarah ke rusuk.
Kraakkk !!...
Terdengar bunyi tulang patah, Dominique terlempar tiga meter, langsung melingkar memeluk rusuknya, tangannya diangkat, Ia menyerah!.
***
Inilah yang di katakan Giring dahulu pada Cerlotta, dia tidak mau berhadapan latih dengan Devilito, "dalam latihan saja dia memukul teman seperti menghabisi musuh".
Devilito kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling, "masih ada yang ingin maju, hmm..?", tatapannya dingin, sorot matanya tajam. Semua menunduk. "Jika masih ada ganjalan dalam hati, ada yang tidak suka saya, benci dengan saya, tidak suka dengan kepemimpinan saya", Devilito menjeda kalimatnya, Ia kembali mengedarkan pandangan menatap para petinggi Lidah Api lainnya, "Disinilah waktunya untuk melampiaskannya, karena kalo tidak..., jika nanti ada yang coba-coba mengkhianati saya, tidak patuh dengan saya dan atau mencoba curang dengan organisasi..saya akan bunuh !!, paham !?", katanya dengan lantang.
Siap ketua !!!..kami akan selalu setia pada Lidah Api dan tidak akan berbuat kecurangan atau persekongkolan !!!
Semua anggota menunduk hormat.
Ludwig Smith, tersenyum dan menganggukan kepalanya melihat itu. Sudah saatnya meninggalkan organisasi dengan tenang, karena sudah berada di tangan yang tepat!.
-
-
__ADS_1
Bersambung