Istri Sang Pemimpin

Istri Sang Pemimpin
Chapt.31. Mendahului Atau Di Dahului


__ADS_3

"Bro, kita harus segera bergerak, mendahului atau di dahului, mereka sepertinya sudah tau ketua elPaso disini. Sekarang, Gue pengen kita lakukan serangan dua metode, pertama serangan permukaan, hancurkan usaha bisnisnya. Itu gue serahin ama Giring" Devilito menunjuk Giring dan tim IT nya


"Kedua, serangan fisik..nah ini gue serahin ama lo Cel, nanti Tito dan Dasmond di bagi dua tim." Marcel mendapat tepukan di bahu nya sebagai pemimpinnya.


Kemudian, Devilito melakukan tele-komunikasi via zoom dengan Mr. Ludwig Smith dan Cerlotta. Mereka koordinasi tentang rencana untuk menghancurkan kelompok Ruiz Hernandez dan Jimmy selama lebih kurang 30 menit.


Ludwig yang sebelumnya sudah mendapat informasi tersebut dari anaknya, sangat mendukung dan juga mempersiapkan Lidah Api di Eropa menghadapi Rumble Squad nya Ruiz Hernandez.


Setelah tele-komunikasi selesai, Devilito kembali menyusun rencana dengan ketiga sahabatnya,


"Cuma, gue masih pertimbangkan mengenai permintaan papa Alex, untuk menarik dua orang kepercayaannya, Hensly dan Melvin. Gue akan temui mereka berdua malam ini". Devilito ingat permintaan pak Alex untuk menarik dua orang kepercayaannya itu.


"Baik, kalo gitu kita mulai bergerak malam ini juga" jawab Marcel, Ia membuka sebuah lembaran kertas besar berisi titik - titik lokasi penyerangan dari sebuah laci meja.


Bertiga, mereka kemudian membahas taktik penyerangan dan di putuskan mulai jam 02.00 dini hari agar tidak membuat kepanikan di masyarakat.


Devilito sesekali menelpon menghubungi beberapa orang penting di pusat dan daerah, terkait kepentingan operasi nya tersebut.


"Kalo gitu gue berangkat sekarang ke tim gue, sampai ketemu 2 hari ke depan " Giring meraih kunci mobil nya, bersiap pergi dari situ menuju home base nya sendiri yang terdiri dari orang - orang IT terlatih.


"Ok, kita bubar malam ini, semoga semua berjalan lancar, Oh ya..target kita melumpuhkan, usahakan hindari korban jiwa"


"Ok sob .." jawab Marcel dan Giring bersamaan sambil mengangkat jempol tangannya.


Mereka pun bubar, dan Devilito kembali ke ruangan bawah menemui istri dan pak Alex mertuanya.


***


Jam 21.00


Di sebuah kafe, di salah satu sudut kota B terlihat 2 orang sedang menunggu seseorang. Mereka terlihat waspada, mengambil tempat duduk di pojok kafe.


Dua orang yang tak lain adalah Melvin dan Hensly, mereka mendapat telpon dari ketua mereka Alexander untuk menemui seseorang yang sangat penting. Tidak boleh ada yang mengetahui pertemuan mereka, termasuk Raymond dan Aksan, karna ini menyangkut misi organisasi.


Mereka awalnya kaget ketika mendengar bahwa sang ketua mereka ternyata selamat, dan memberitahu bahwa nanti ada yang akan menemui mereka berduam


"Cuma gue ngga habis pikir Vin, kenapa Mr.Big juga menutup nya dari Aksan selain bos Raymond yah..?" kata Hensly dengan berbisik kepada Melvin.


"Iya , gue juga bingung sebenarnya, kalo bos Raymond, gue udah curiga dari awal, dia memang mau merebut dari Mr.Big, tapi kalo Aksan, nah..ini gue yang ngga ngerti, coba nanti kita dengerin omongan utusan dari Mr.Big" Melvin mencoba mengurai pesan dari sang ketua.


"Tapi kenapa Mr.Big ada utusan tanpa kita ketahui..?" Hensly manggut - manggut.


Tiba - tiba dari area parkir kafe terlihat seseorang memakai jaket hitam baru memarkirkan motor trailnya. Suasana kafe malam itu tidak terlalu ramai, membuat pandangan Melvin langsung tertuju padanya. Melvin menyikut lengan Hensly yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri,


"Psst ..itu bukan orangnya?", Hensly agak tersentak lalu mengikuti arah pandangan matanya melihat seseorang berjaket hitam masuk ke dalam kafe, sepintas terlihat seperti mencari seseorang, lalu pandangan orang segera tertuju pada mereka berdua.


Hensly menganggukan kepalanya sedikit memberi tanda, pandangan waspada.


"Apa kalian berdua Hensly dan Melvin?" tanya Devilito tanpa berbasa basi, Ia memberikan tatapan intimidasi. Ia mengambil posisi duduk di seberang mereka berdua.


Busyet! ini utusan ngga ada basa basi nya? gue harus hati - hati nih..Hensly berkata dalam hati, sambil tangannya bergerak ke bawah perlahan.


"Anda sendiri, siapa..?" Hensly menyipitkan matanya, sedikit memberi gertakan.


Yang di tanya tidak menjawab, Ia menelpon seseorang...lalu,


"Kalian tidak perlu tau siapa saya" katanya sambil memberikan Hp nya begitu tersambung dengan seseorang.


Hensly berbicara dengan seseorang disana. Sementara Melvin, Ia menatap tajam ke arah Devilito

__ADS_1


Sepertinya gue pernah ketemu sama orang ini..?, apa dia yang menculik Nona waktu di Mall dulu?


"Baik tuan..baik" Hensly manggut - manggut menerima titah dari lawan bicaranya di telpon yang tak lain tuan Alexander. Lalu Ia kembali menyerahkan smartphone tersebut pada Devilito. Dan berbisik pada Melvin yang kemudian juga mengerti maksud kedatangan orang ini.


Alexander sendiri di seberang sana memberikan perintah pada duo kepercayaannya bahwa Ia di persilahkan untuk menjawab semua pertanyaan yang akan di ajukan Devilito, tentunya.. tanpa memberitahu identitas Devilito sendiri pada mereka, sesuai dengan kesepakatan Ia dengan mantu nya itu agar tau posisi Hensly dan Melvin berada di pihak mana.


"Baik, apa yang akan Anda tanyakan pada kami?" Hensly kemudian menyeruput kopi nya. Ia mulai rileks.


"Pak Alexander sekarang berada dalam perlindungan kami, menurut kalian bagaimana pak Alex dalam pandangan kalian?" tanya Devilito mengarah pada Melvin kemudian.


Melvin yang mendapat pertanyaan, justru bertanya balik...


"Anda sebenarnya siapa..?, seperti nya kita pernah bertemu?" Ia menyipit kan matanya berbalik meng-intimidasi.


"Saya dalam posisi bertanya, kalian hanya tinggal menjawab, waktu saya tidak banyak!" Devilito tidak suka dengan tatapan dan pertanyaan dari Melvin.


Siapa sebenarnya ini orang..? aura utusan tidak seperti ini. Hensly kembali bermonolog dalam hatinya.


"Pak Alex adalah ketua kami, beliau pimpinan tertinggi dalam organisasi!" jawab Melvin kemudian. Tegas..


"Baik, sudah berapa lama kalian ikut dalam jaringan elPaso dan menjadi tangan kanan pak Alexander?" mata Devilito kemudian mengarah ke Hensly.


Hensly sedikit kaget, Devilito tahu mengenai organisasi mereka...


Berarti, orang ini juga dari jaringan mafia? atau aparat pemerintahkah?


"10 tahun...kami sudah lama ikut ketua" Hensly juga menjawab dengan tenang kemudian.


"Bagaimana jika terjadi sesuatu pada diri ketua kalian, atau ada seseorang yang mencoba mengkhianati Mr.Big??" Devilito bertanya sambil sedikit tersenyum. Sinis..


"Saya akan menghabisinya !" jawab Melvin dengan cepat sambil mengepalkan tangannya, dan di aminin oleh Hensly.


"Luar biasa ..lalu bagaimana pandangan kalian terhadap Raymond??"


"Hah..?, maksud Anda menanyakan Raymond apa? dia adik tiri nya ketua kami" Melvin merubah posisi menarik badannya ke belakang, dan menarik nafas agak dalam.


"Kalau Raymond mengambil alih posisi ketua kalian, kalian pilih ikut siapa?" Devilito melanjutkan pertanyaan, dan melihat ada kemarahan di raut wajah keduanya.


Kembali, Hensly dan Melvin terkejut mendapat pertanyaan ini..mereka merasa seperti sedang melakukan sebuah interview penerimaan karyawan. Oh bukan, ini tepatnya sebuah interogasi.


"Kami ikut ketua Alexander, dan selalu setia sampai kapanpun!" jawab Hensly sedikit ber intonasi tinggi. Ia sebenarnya sangat kesal dengan Raymond yang sekarang ini seperti berkuasa penuh.


"Kalau Aksan..?" Devilito kembali melemparkan pertanyaan.


"Kalau Aksan, seperti nya ikut ketua!" Hensly sedikit tidak yakin dengan ucapannya.


"Kenapa kalian yakin?"


"Karena dia mantu nya ketua, suaminya Non Donita, ngga mungkin berkhianat!" jawab Melvin meneruskan jawaban Hensly.


"Bukankah pengkhianatan itu justru datang dari orang - orang terdekat, hm ..?" Devilito menyipitkan matanya melihat mencoba untuk mempengaruhi pola pikir Melvin.


"Tetapi, yang pasti kami bukan pengkhianat !" Melvin menjawab gusar, dirinya merasa terintimidasi.


"Saya percaya kalian, tapi..jika saya membantu untuk membersihkan pengkhianat di organisasi kalian dan menghancurkan Jimmy, kalian mau bergabung dengan saya, hm..?"


"Wow..!, siapa Anda sebenarnya ?" Hensly tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya lagi, Ia memundurkan badannya bersandar pada kursi. Melvin sendiri melongo.


Ini bukan orang sembarangan , siapa dia ini?..dia berbicara sangat tenang namun aura dan tatapannya mengerikan!

__ADS_1


Dia mengetahui kolaborasi Jimmy dan Raymond.


"Bagaimana kami percaya dengan Anda ?" Melvin angkat bicara berikutnya.


"Baik, sekarang kalian ikut saya!" tanpa menunggu jawaban Devilito berdiri dan berjalan beranjak dari situ, dan tanpa menyentuh minuman nya.


"Kemana..?" jawab Hensly, tetapi Ia mengikuti beranjak pergi dari situ, Melvin lalu membayar minuman dan menyusul kemudian.


"Menemui ketua kalian" jawab Devilito acuh tanpa berpaling, Ia merasa yakin dengan kedua tangan kanan mertua nya ini bisa di percaya.


"Ah ya..Apa Anda juga yang menyelamatkan Nona Rena waktu itu di parkiran mall?" selidik Melvin ketika mereka sudah sampai di luar kafe.


"Hm.." Devilito hanya melemparkan senyum pada Melvin, sebentar lagi kalian juga akan tercengang!


***


Jam 22.30


Mereka sampai di markas. Devilito sengaja ingin menemui duo Melvin dan Hensly di kafe karena dia belum yakin mereka ini berada di pihak siapa, walaupun Alexander sudah memastikannya dan menyarankan pengawal nya itu yang datang menemui Devilito dengan alasan posisi nya sebagai ketua.


Kepergiannya sendiri tanpa diketahui oleh Donita dan Lorena, Ia cuma pamit untuk bertemu dengan seseorang di luar dan akan kembali secepatnya.


Hensly dan Melvin sedikit waspada ketika Ia menjejakkan kakinya di area markas Devilito, Ia melihat mulai pintu masuk sampai area parkir, terlihat orang - orang yang berjaga dalam kegelapan di kiri - kanan pepohonan pinggir jalan.


Di area parkir sendiri, terlihat sekitar 100 an orang sedang berkumpul, mereka adalah anggota andalan Devilito yang sangat terlatih. Masing - masing memakai gelang hitam dan putih di bagian tangan kanan mereka.


Sedangkan di aula bagian dalam, terlihat beberapa orang hadir sebagai ketua - ketua sub-grup, termasuk Tito dan Dasmond sebagai pimpinan grup, mereka sedang mendengarkan instruksi dari Marcel melalui papan whiteboard besar.


Seperti militer yang akan melakukan operasi ?... Hensly bergumam pelan


Devilito sengaja berjalan melalui lorong aula samping untuk melihat kesiapan anak buahnya.


Oh astagaa..ini markas Lidah Api ??? Melvin tertegun sejenak ketika Ia melihat di pintu aula terlihat simbol api yang berbentuk lidah.


Devilito masuk ke dalam aula tersebut,


"Siap ketua !" semua anggota 'pasukan' membungkuk hormat menyambut Devilito.


"Teruskan.." katanya melambaikan tangan lalu mengedipkan mata pada Marcel.


Melihat Melvin dan Hensly ada di belakang Devilito, para anak buah terlihat berbisik - bisik satu sama lain, seperti nya mereka heran, ada anggota elPaso disini padahal mereka sendiri akan menyerbu markas elPaso.


***


Di ruangan Alexander, Hensly dan Melvin bersuka cita melihat ketua mereka selamat. Alexander yang baru terjaga dari tidurnya kemudian menceritakan situasi yang terjadi, dan mengharapkan mereka untuk membantu Lidah Api yang akan menghadapi Raymond dan Jimmy.


Hensly dan Melvin sangat menghormati dan menerima keputusan ketua nya ini dan berjanji di hadapan Devilito untuk memberikan tenaga bantuannya dan meminta ijin menghubungi beberapa anggota kepercayaannya yang kesetiaannya tidak di ragukan.


Lanjut kemudian, Devilito mengajak Hensly dan Melvin ke aula untuk bergabung dalam misi Lidah Api. Oleh Devilito, duo tandem ini di pecah. Hensly masuk grup nya Tito sedangkan Melvin menjadi anggotanya Dasmond.


***


Jam 24.00


Devilito memasuki kamar nya, langsung menuju kamar mandi. Malam ini Ia dan Lorena menginap di markas, termasuk dengan Donita yang tidur di ruangan papa nya, di kamar sebelah Alexander.


Selesai mandi dan bersiap untuk tidur, sejenak, Ia pandangi wajah istri nya yang terlelap tidur. Lalu Ia mengecup keningnya dan memeluknya.


-

__ADS_1


Dimana Aksan ?


Ikuti terus...


__ADS_2