
--Di Markas Devilito--
Giring dan Marcel sementara mengambil alih kepemimpinan organisasi "Lidah Api" cabang Asia. Hal yang sudah biasa terjadi jika Devilito sedang berurusan di keluar negeri atau tidak berada di tempat.
Saat ini, Ia tengah di sibuk kan menghadapi beberapa kasus sekaligus, mulai dari...
Kasus hilangnya Devilito dengan seorang gadis anak pengusaha pada saat acara jamuan makan malam dengan pejabat kementrian. Yang sudah menjadi konsumsi publik, dan juga sempat di beritakan oleh salah satu stasiun televisi nasional.
Kasus serangan hacker yang mencoba membobol rekening bank atas nama penerima salah satu impor hasil pertanian, yang juga merupakan anggota jaringan Devilito sendiri.
Memang, dalam menjalankan setiap usaha ekspor impor yang melibatkan jaringan mafia selalu menggunakan akun nama orang lain dengan perusahaan fiktifnya.
Kasus yang terakhir yang sedang di tangani duo tandem Devilito ini adalah, kematian misterius tiga orang anggota inti dan satu orang pejabat pemerintahan yang notabene juga koneksi jaringan Devilito sendiri.
Tiga kasus tersebut terjadi secara berturut - turut dalam waktu tiga hari belakangan ini, sehari semenjak kejadian hilangnya Devilito.
"Gue udah selidiki kasus - kasus ini sob, dan kesimpulannya ini di lakukan oleh komplotan jaringan yang memanfaatkan pergantian pimpinan kepolisian dan pimpinan pejabat bea cukai", Giring kemudian menjelaskan skema permainan yang di lakukan jaringan lawan berikut metode kerjanya secara detil dalam sebuah ruangan rahasia yang ada hanya mereka berdua.
"Khusus hacker yang membobol rekening anggota kita tempo hari, gue dan tim IT udah melumpuhkannya sekaligus mengembalikan dana tersebut ke rekening kita, tapi gue pindahkan ke rekening Tito sob, untuk antisipasi serangan lanjutan", Giring menambahkan.
Marcel manggut - manggut mendengar keterangan Giring, lalu Ia angkat bicara...
"Kalo kasus kematian misterius anggota kita, gue udah tangani dengan Tito dan Dasmond dan sesuai prediksi kita dari awal match, ini di lakukan oleh kelompok Rumble Squad nya Jimmy bekerja sama dengan eL Paso pimpinan Raymond. Sedangkan Alexander sebagai ketuanya sendiri saat ini sedang terbaring sakit setelah mendengar kabar kehilangan anaknya".
"Mereka mulai ofensif, kita harus segera bersiap...tapi memang kita perlu Devilito dalam situasi begini, atau kita minta bantuan tenaga Cerlotta ?, karena jaringan meksiko ada di belakang eL Paso ", Giring mencoba melontarkan ide untuk mendatangkan bantuan dari Cerlotta yang skill kepemimpinan nya sudah tidak di ragukan lagi.
"Gue rasa jangan dulu bro, kita tunggu Devilito aja. Gue yakin dia masih hidup, sementara ini kita masih mampu untuk hadapi mereka kok, lo ngga usah ragu - ragu ambil keputusan, gue akan dukung sepenuhnya", jawab Marcel mantap.
"Yaudah kalo gitu gue ke tim IT dulu, lo disini aja dulu ya" Giring membuka pintu bersiap - siap untuk pergi.
"Ok sob" Marcel mengangkat jempolnya.
Mereka pun mengakhiri pertemuan.
****
Nun jauh disana, dua anak manusia berlainan jenis masih terjebak di sebuah pulau terpencil tak berpenghuni. Pemerintah bukannya tidak ada usaha, segala upaya sudah di kerahkan baik bantuan udara maupun laut, dari pihak kepolisian maupun dari korps marinir. Termasuk kerja sama lintas negara, namun sampai memasuki hari ke 5 ini, tim SAR masih belum menemukan titik terang.
Dan hari ini, semenjak pagi Lorena mengalami demam tinggi, tubuhnya menggigil mengeluarkan keringat membasahi sekujur badan yang berasal dari uap panas dari dalam tubuh.
Devilito harus bolak - balik ke sungai kecil dekat pondok untuk membasahi sapu tangannya yang kebetulan selalu ia bawa, mengompres kening Lorena. Dan sesekali Ia mengelap leher dan muka gadis tersebut.
Setelah di rasa demam gadis itu agak mulai turun, Devilito merebus air memakai batok kelapa di tungku batu yang telah Ia buat sebelumnya, lalu mengambil akar pohon kelapa yang tumbuh tidak jauh dari situ. Kemudian Ia tumbuk dan merebusnya dengan air di batok kelapa yang sudah di bersihkan sebelumnya.
"Maaf..." Ia mengangkat tubuh Lorena pelan - pelan agar bisa duduk dan bersandar di dadanya.
"Ini kamu minum dulu ya", semua di lakukan dengan sangat hati - hati agar Lorena tidak merasa risih dalam pelukannya.
__ADS_1
Lorena hanya menurut, baru seteguk meminumnya Ia mengernyitkan muka nya, bergerak menoleh hingga pipi nya dengan Devilito bersentuhan.
"Pahiitt.."
"Ini obat ramuan rebusan akar pohon kelapa, bagus untuk turun panas dan sekaligus untuk daya tahan tubuh, minum aja gpp.."
Lorena akhirnya memaksakan meminum sampai beberapa teguk.
"Udah..." Lorena lalu menarik nafas, rasa nya memang pahit namun terasa sejuk di perut.
Devilito lalu meminum sisa air rebusan akar sampai habis.
Beberapa saat lama nya, Devilito masih memeluk Lorena yang masih bersandar di dada kanan nya,
"Terima kasih kak Devi..." Lorena berkata pelan, kepalanya masih terasa pusing tapi sudah tidak menggigil lagi karena efek ramuan akar.
"Terima kasih kenapa?"
"Terima kasih sudah menyelamatkan aku, memperhatikan aku dan merawat aku" ada rasa haru dalam dadanya mengucapkan kalimat itu.
"Kak Devi punya saudara cewek?" Lorena menanyakan itu karena biasanya laki yang punya saudara perempuan yang punya naluri seperti ini.
"Ngga punya, aku anak tunggal"
"Trus kenapa bisa merawat orang sakit telaten seperti ini?" Lorena mengetahui waktu tadi Devilito mondar mandir mengambil air dan mengompres, mengelap leher dan muka. Walaupun Ia demam tapi Ia merasakannya.
Devilito hanya diam mendapat pertanyaan seperti itu.
"Karena aku sayang sama kamu" jawab Devilito spontan.
Blusss...! muka yang tadinya pucat menjadi merona memerah, jantungnya berasa berpacu.
Sebenarnya Devilito sendiri pun juga malu dan gugup mengatakan kalimat spontan itu.
Upps.! mulut kadang - kadang ngga bisa di kontrol
"Yaudah, kamu istirahat dulu mudah-mudahan demammu segera turun" Ia menutup pembicaraan kemudian menggeser badan Lorena meletakkan kepalanya di atas jas yang di lipat seperti bantal.
Lorena bukannya tidak bisa sendiri untuk pindah tapi entah kenapa Ia ingin di perlakukan seperti itu.
"Aku kebawah dulu mau bakar kelinci yang di tangkap subuh tadi"
Lorena mengangguk kan kepalanya meng iyakan.
Ya Tuhan, aku nyaman dengan dia Tuhan...
Baru kali ini aku di perlakukan seperti ratu oleh makhlukmu yang berjenis kelamin laki - laki.
__ADS_1
Tolong Tuhan...jantungku deg - deg an
Ia membatin garing dalam hatinya kemudian tertidur.
Sore hari, Ia terbangun merasakan badannya sudah terasa ringan, demamnya sudah turun. Ia melihat ke luar pondok, Devilito sedang asyik memakan singkong bakar yang sempat di carinya ketika Lorena sedang tidur.
Perutnya lapar, Ia menghampiri...
"Aku lapar.." Ia mendudukkan pantatnya dan merebahkan kepalanya di bahu Devilito, Ia sudah tidak merasakan canggung lagi melakukannya.
"Gimana udah enakan?" Devilito melirik sekilas ke wajah disampingnya lalu mengambil satu buah singkong bakar, mengupas kulitnya dan memberikannya pada Lorena.
"Udah.." jawabnya pelan, Ia melirik singkong yang di berikan Devilito dan membuka mulutnya seolah - olah minta di suapin. Pria ini mengerti, Ia memberikan singkong itu ke mulut gadis yang langsung memakannya.
"Tapi muka kamu masih keliatan pucat" Ia memperhatikan wajah gadis yang masih bersandar di bahunya ini intens, wajah mereka sangat berdekatan, sejenak saling bertatapan sampai akhirnya Devilito merentangkan tangan kirinya menarik kepala Lorena dan merebahkan di dada kirinya sambil mengusap - usap kepala gadis itu.
"Nih, makan lagi", Devilito menyerahkan singkong ke tangan Lorena.
"Kak Devi udah terbiasa menghadapi situasi seperti ini ya?...pernah ngalamin kejadian begini sebelumnya?" Lorena bertanya sambil memakan singkong pelan - pelan.
"Pernah, bahkan lebih parah dari ini"
"Dimana tuh?"
"Jauh di eropa sana...di Italia"
"Oowh negara tempat ketemu ama kak Donita yaa.."
"Ho oh.." jawab Devilito pendek.
"Berapa lama pacaran sama kak Donita?"
"2 tahun"
"Sekarang masih cinta sama kak Donita?" Lorena menanyakan sambil melirik wajah Devilito.
"Aku hanya penasaran kenapa Kira menghilang dan berganti identitas bahkan di kabarkan sudah meninggal"
"Itu hanya papa dan om Raymond yang tau jawabannya, aku ngga ngerti apa - apa soalnya aku disini, tapi...kak Devi masih cinta ngga?"
Gue harus menyelidiki hubungan Raymond dan papanya Lorena ini sebenarnya seperti apa...Devilito membatin dalam hati
"Yee...malah diam! ck" Lorena memanyunkan bibir nya.
"Ngga laaah.."
"Bohonggg.." Lorena ngga percaya.
__ADS_1
-
Bersambung