Istri Sang Pemimpin

Istri Sang Pemimpin
Chapt.7. Peluru dan Wanita


__ADS_3

Donita sesekali ikut tertawa mendengar obrolan Dita dan Lorena, yang kadang terdengat receh dikupingnya. Suasana terlihat akrab, terutama Dita yang sudah mulai mengatasi canggung karena memang dia mengidolakan dosen yang ternyata sudah punya istri ini. Dan istri itu kakak dari sahabatnya sendiri.


Drrtt..drrrt...drrrt


Hape Dita bergetar menerima panggilan, mama nya telpon,


"Maaf mamaku telpon, aku trima dulu ya", Dita berdiri dan menjauh untuk menjawab panggilan.


Aksan juga bersiap pamit untuk pergi karna masih ada jadwal kelas,


"Mih..aku tinggalin dulu yah, mau balik ke kampus lagi ada jadwal kelas jam 2 nanti, Rena nanti juga ada matkul lagi kan..?'.


"Oh iya bee, habis inj aku juga balik kantor" Donita melihat jam tangannya.


."Yaudah aku berangkat dulu, bye.."


"Bye.. hati - hati "


Setelah Aksan pergi, Donita bertanya pada adiknya setengah berbisik,


"Rena...kamu sudah punya pacar..?".


Lorena kena todong kakaknya, tersedak, kaget


"Hah..? belum kak, kenapa emangnya..?


"Ya gpp, kalo udah ada kamu jangan diem - diem yah, di kenalin sama kakak, jangan sampe papa tau duluan sebelum kamu ngomong, bahaya, kamu tau sendiri papa gimana orang nya".


"Gimana mau punya pacar, setiap ada yang mau dekat tetiba mereka menjauh aja, lagian aku juga belum pengen sih, mau nyelesain kuliah dulu'


"Justru itu, kamu itu ada dalam penjagaan, papa menempatkan pengawalnya di sekitar kamu tapi kamu jangan bertanya dulu sama papa yah, kapan waktu nanti kakak mau critain, ada yang mau kakak kasih tau menyangkut diri kamu"


"Kok papa gitu sih..?", Lorena kaget.


"Yaa, kamu tau sendiri kerja papa itu resiko tinggi", Donita menjelaskan.


Dita setelah menerima panggilan mama nya, kembali ke meja untuk pamit juga,


"Kak Nita....aku pamit duluan yah, aku disuruh pulang sama mama, urgent katanya" Mukanya agak kelihatan panik.


"Ren, gue nitip absen ntar ya" sambungnya lagi.


"Perlu gue anter ngga ..??" Lorena menawarkan .


"Ngga usah Ren, gue naik taksi aja" katanya sambil berlalu.


"Oh Ok, hati - hati ya Dit" Lorena membentuk huruf O.


Tinggallah dua orang kakak beradik disini melanjutkan obrolan yang sempat terhenti.


"Oh ya kak, aku curiga deh...tempo hari ada yang dekatin aku dikampus, kenalnya cukup lama sih, orangnya agak urakan, trus waktu kejadian aku ribut sama dia di kantin, tiba-tiba ada dua orang loh yang cari gara - gara sama yang ribut sama aku itu" Lorena menceritakan kejadian di kantin ribut dengan Robby.


"Trus...?"


"Nah, habis itu anak ngga keliatan lagi di kampus dan belum ketemu lagi sama aku sampai sekarang"


"Ciri - ciri mahasiswa yang cari gara - gara dengan yang naksir kamu itu, seperti apa..?", Donita justru lebih tertarik dengan dua orang itu.


"Yang satu berkulit putih bersih, tinggi kira-kira 180 cm agak berisi, pake kaca mata dan yang satu tinggi hampir sama warna kulit sawo matang"


"Yang kulit putih namanya Hensly, asli nya ngga pake kaca mata dan yang sawo matang namanya Melvin..!, fix..duo pengawal andalan papa..!, berarti papa sekarang sedang ada masalah, kalau gitu nanti malam aja kamu ke rumah ya, ada yang mau kakak ceritain biar kamu paham apa sebenarnya yang terjadi, dan ke depannya kamu tau apa yang harus di lakukan, pengawal papa pasti ada sekarang di sekitar sini, ngga bebas ngomongnya"


Lorena melongo, " Kok kakak tau nama mereka?", karena memang dia tidak tau apa - apa dengan masalah bisnis papa nya.


"Kak, yang mau di ceritain nanti relate dengan kejadian diri kakak yah..?", sambung Lorena penuh selidik menyipitkan matanya menatap kakaknya.


"Pokoknya nanti deh cerita nya, intinya kamu dalam bahaya, yaudah yuk kita bubar..", jawab Donita sambil berdiri.

__ADS_1


Lorena terdiam sejenak memikirkan kata - kata kakaknya sebelum ikut melangkah pergi.


Kira - kira 5 meter arah belakang dari tempat duduk Donita, dua orang pria dan satu wanita juga ikut beranjak pergi dari situ. Pun, dari sisi ruangan dalam yang hanya terpisah oleh kaca, dua orang pria melangkahkan kakinya.


Donita dan Lorena menuju parkir mobil di lantai bassement yang sama tapi berbeda letak posisi mobil, Lorena memarkirkan mobilnya dekat pintu masuk parkir sedangkan Donita di ujung dekat pintu keluar menuju lobi. Mereka berpisah berjalan berlawanan arah. Donita terlebih dahulu sampai mobil karena posisi lobi lebih dekat, sedangkan Lorena harus berjalan kaki beberapa meter lagi.


10 meter di depan sebelah kiri Lorena terlihat sebuah mobil jeep jenis Hammer baru parkir.


Tiba - tiba...


Lorena mendapat serangan. Mulutnya di sekap pakai sapu tangan oleh satu orang pria berbadan besar dan di back up dua orang, pria dan wanita masing - masing memegang pistol kecil.


Lorena mencoba meronta, namun kalah tenaga, Ia berusaha mencakar dan menggigit tangan sang penculik tetapi lama - lama badannya lemas tak bertenaga., pingsan..!


Pengemudi Hammer yang ternyata Devilito kaget, nalurinya mengatakan bahwa ini penculikan..!, dan yang di culik itu wanita, dia harus bertindak walaupun Ia belum tahu siapa wanita yang di culik tersebut.


Lalu muncul dua orang dari arah belakang penculik. meleoaskan tembakan pakai senjata peredam. Satu pria penculik yang di samping wanita terkena tembakan di bahu, anggota penculik yang perempuan membalas tembakan yang juga pakai peredam, namun tidak kena.


Terjadi aksi tembak - menembak...


Lorena di tarik oleh penculik ke arah sebelah kiri bersembunyi di antara mobil yang parkir.


Devilito yang berada di posisi sejajar terpisah 3 mobil dengan penculik, mencoba mendekati secara estafet dari mobil ke mobil merayap perlahan.


Sial...! senjata ketinggalan di mobil, ah tapi masih ada pulpen batin Devilito, Ia tetap mengendap mendekati jarak dengan penculik.


Lorena sudah tak berdaya....


Ketika jarak sudah di rasa cukup, Devilito bertindak !


Ia melemparkan pulpen besi nya seperti seorang ninja meluncurkan senjata rahasia, dan memang Ia terlatih untuk itu.


Crashh.!! tepat mengenai tulang belikat punggung yang membekap Lorena, Devilito langsung melompat di iringi tendangan samping.


Bugghh...!!, sang penculik terdorong ke depan menimpa tubuh wanita penculik yang satu lagi, Devilito dengan kecepatannya langsung ambil alih tubuh Lorena dan melarikan ke mobilnya.


Hensly yang melihat kejadian dari lokasi seberang, mengarahkan tembakan ke Devilito tapi tak bergeming, Ia masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin langsung tancap gas melewati penculik dan pengawal Lorena.. Tembakan sekarang mengarah ke Devilito, tapi Ia tetap melesat pergi karena Hammer nya sudah di rancang anti peluru..


Kejadian berlangsung sangat cepat sekitar 10 menit, area parkir yang sepi tidak banyak yang menyaksikan kecuali dua orang sekuriti yang bertugas di area tersebut.


Hensly yang menyetir mencoba mengejar Hammer sedangkan Melvin mencoba menghubungi anggota lainnya untuk mencegat laju Hammer, sampai pintu parkir orang yang berada dalam mobil Wrangler ini kaget karna palang pintunya sudah patah, di terobos. Kerumunan orang disekitar itu membuat laju Wrangler tersendat dan kehilangan jejak Hammer..


Devilito melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Beberapa menit kemudian Ia baru sadar siapa wanita yang di tolongnya tersebut. Niat yang semula ingin membawa ke rumah sakit tempat Marcel melakukan pengobatan Ia ubah arah menuju arah luar kota, menurutnya, pasti ini ulah sebuah jaringan mafia.


Astaga...janji sama marcel lupa..!


Ia mengambil hp nya ,pas di layar terlihat 10x panggilan tak terjawab dari Marsel


"Sori bro..gue ada kejadian di mall x.. 88, elo susul gue sekarang bawa peralatan medis ke Bogor ya, sekalian kita meeting disana",


"Ok sob..!" Marcel lalu menanyakan keadaan luka kawannya seperti apa, tetapi...


Tut....tuutt...tuuuuttt.., sambungan terputus.


"Haiiissss...kadal yang satu ini kebiasaan main putus aja", Marcel kesal !


*88 adalah kode mereka jika ada kejadian penembakan (author).


Flash back


Devilito berhenti di tepi jalan sambil merenung, ingatannya berputar kembali mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu di Italy.


Menghela nafas berkali - kali tentang hilangnya seorang wanita yang sangat Ia cintai. Waktu selesai beli roti di mall x tadi tanpa di sengaja Ia melihat sosok yang sangat di rindukan sedang duduk bertiga. dengan dua orang wanita lain tetapi dia tidak tahu siapa kedua orang tersebut karena posisinya membelakanginya.. Ia memundurkan langkahnya dan menyelinap di balik sebuah tiang besar sambil pura - pura melihat Hp nya.. Cuma dia sedikit ragu dengan penglihatannya sendiri, karna ada sedikit perbedaan pada rambut wanita tersebut. Wanita yang Ia kenal berambut hitam panjang tetapi di depannya ini berambut pendek berwarna kecoklatan.


Dan, lagi pula dia kan di kabarkan meninggal..?


Paling cuma mirip juga seperti yang tempo hari gue liat Devilito membatin.

__ADS_1


Tapi gue penasaran, lebih baik gue pastiin lagi deh, mumpung belum lama, kayaknya masih disana..! Ia berdialog sendiri dengan dirinya.


Lalu Ia berputar arah.


Flash back Off


Devilito menepikan kendaraannya sebentar melihat lengannya kanannya yang berdarah terkena serempetan peluru, Ah..luka kecil lalu Ia memperhatikan wajah wanita yang pingsan di sampingnya sejenak Cantik, kalau di perhatikan agak berbeda dengan.Kirana. ini lebih imut sih...Ia senyum-senyum sendiri, kemudian meneruskan perjalanannya kembali.


Tiba - tiba Lorena terbangun, kaget, Ia mencoba mengingat kejadian, dirinya diserang dari belakang, di bekap, setelah itu tidak ingat apa - apa lagi. Kesadarannya belum sepenuhnya tapi ketika menoleh, Ia ingat siapa orang yang membawanya kabur. Ia marah... langsung memukul lengan Devilito yang berdarah.


"Akkhh...!" Devilito terkejut mendapat serangan mendadak. slayer yang tadinya berwarna biru berubah warna menjadi merah, darah keluar makin banyak dari lengannya.


"Heii..lepaskan aku ,!!!" Lorena memberontak berusaha merebut kendali mobil. Laju mobil zig zag,


"Kamu diam..!!, mau kita berdua mati Hah !!" Lalu melakukan pengereman mendadak. Pelipis Lorena terbentur dashboard mobil.


"Aduuhh...kepalaku sakit", Ia memegang dan menggelengkan kepala mencoba menghilangkan pusing,


"Kenapa aku di culik ?, aku salah apa ?" suaranya melemah dan menangis terisak.


Devilito diam kembali menjalankan mobilnya.


"Aku mau di bawa kemana..?" tanyanya lagi.


Namun yang di tanya tetap tidak bersuara, justru semakin menambah kecepatan.


Lorena kembali memberontak, mencoba buka dan menggedor - gedor pintu mobil yang terkunci.


"Kamu bisa tenang ngga sih..?",Devilito mencoba menenangkan.


Justru sebuah tamparan dilayangkan, Devilito sudah siap , Ia menggeser kepalanya ke samping, tapi tetap mengenai bahu.


"Kamu bar - bar benar yah..?, nanti saya bungkam sekalian loh.!" berucap tenang, matanya tetap lurus ke depan.


"Aku ngga takut !, turunkan aku disini !" Lorena menantang...tangannya tetap memukul bagian bahu.


Devilito cuma melirik sebentar lalu kembali menatap lurus kedepan , Ia membiarkan dirinya di pukul, dan sedikit memperlambat kecepatan mobil.


Lorena akhirnya kecapean, dan memilih meringkuk di jok mobil sambil menangis.


--Di sisi lain--


Hensly dan Melvin yang kehilangan jejak, kesal dengan hilang nya Lorena dan teledor nya penjagaannya


"Sial..!!" Hensly memukul setir.


"Mereka ini dari kelompok mana yah..?", Melvin berkata sambil menoleh ke belakang.


Ada tiga orang tergeletak pingsan di lantai mobil karena kursi nya sudah di lepas.


"Mungkin dari kelompok Rumble Squad kayaknya, coba nanti di introgasi" Ujar Hensly.


"Kita harus menghubungi Mr. Big atas hilangnya nona Lorena". tambahnya.


Braakkkk...!!!


" Stupid Idiot ...kalian kenapa kecolongan HEH...!?"


"Ada kelompok lain yang terlibat tuan, dan membawa kabur nona", Melvin mencoba menjelaskan.


"Saya tidak mau tahu, jika terjadi sesuatu dengan Lorena, nyawa kalian dan keluarga kalian dipastikan sebagai gantinya..!!".


Mr. Big atau Alexander, papa nya Lorena sangat murka atas hilangnya anak kedua nya itu setelah menerima laporan anak buahnya.


"Bawa tahanan ke markas, lalu semua anggota inti berkumpul malam ini juga..!!" Teriaknya memekakkan telinga, sampai - sampai Melvin pun harus menjauhkan Hp nya dari pendengarannya..


Pembicaraan langsung di putus...

__ADS_1


Melvin menghubungi anggota - anggota inti lain untuk segera konsolidasi malam ini.


Bersambung.....


__ADS_2