Istri Sang Pemimpin

Istri Sang Pemimpin
Chapt. 61 Akhir Perlawanan Fan Bo


__ADS_3

 


*### Warning: Ada adegan kekerasan !


Mansion sebelah Timur...


Di waktu hampir bersamaan dengan kejadian Devilito di sebelah barat, Cerlotta yang berpakaian baju hitam ala matrix, dan di baluti jubah panjang bagian luar, memakai sepatu hitam boots sebetis tidak ketinggalan beraksi. Tak begitu sulit baginya untuk melumpuhkan dua orang musuh yang datang sekaligus bersamaan menyerang. Dua tendangan kilat dengan kaki kanan sekaligus menyerang paha bagian luar dan pelipis musuh, dan tendangan memutar menghantam dada musuh yang satu lagi.


Juga, Giring yang harus menghadapi tiga orang sekaligus tetap masih belum tertandingi oleh musuh, kemampuan mix martial Giring masih diatas rata-rata lawan yang menghadangnya.


Begitupun dengan Melvin, gerakan terbang dengan sikut sebagai senjata begitu tepat menghantam leher satu orang anggota Triad H yang mencoba menghadangnya. Dan, tendangan Counter T ke arah ulu hati yang dibarengi dengan pukulan susulan memakai sikut, juga menghantam leher ketika satu orang lagi musuh datang menyerang.


Dominique tak ketinggalan, gaya boxer sebagai ciri khasnya, dengan postur tubuh yang besar, bertubi-tubi dia memukul dada-perut-rahang musuh dalam satu gerakan secara kilat, dan bertenaga.


Satu persatu anggota Triad H pada bertumbangan, faktor minum-minuman keras yang menjadi gaya hidup mereka sepanjang malam menjadi sebab utama begitu mudahnya mereka dikalahkan anggota Lidah Api yang memang terkenal disiplin dalam menjaga kebugarannya. Juga, faktor ketidak-siapan mereka dalam menghadapi serbuan karena tidak mendapat informasi apapun tentang rencana gerakan Lidah Api ini.


Sedikit angin segar perlawanan baru ada, ketika munculnya Liu Guoling beserta tiga orang pengawalnya yang bersenjata pedang pendek di kedua tangan mereka.


Guoling ini cukup ahli dalam memainkan seni pedang. Dia merupakan orang yang tidak banyak bicara, namun sebenarnya adalah paling kejam di antara Fan Bo dan Zhendong, dua saudara yang lebih tua darinya.


Guoling berdiri berjejer dengan tiga orang pengawalnya di depan pintu besar yang menghubungkan dengan ruang utama bagian dalam. Dia melirik kearah Cerlotta, berikan tatapan dingin tapi terlihat membunuh. Ia sudah mengetahui, bahwa salah satu ketua jaringan Lidah Api itu adalah seorang wanita cantik, mungkin ini orangnya, pikirnya.


Ia melayangkan telunjuknya pada gadis itu, isyarat untuk menghadapinya. menurutnya, akan membanggakan jika bisa mengalahkan sekaligus membekuk gadis yang di sebut-sebut sulit terkalahkan itu.


Cerlotta yang baru saja mematahkan leher salah anggota Triad H, di tatap Guoling tersebut hanya memandangnya dengan wajah santai, Cerlotta menepuk membersihkan kedua tangannya seolah musuh itu mengotori tangannya, lalu kedua tangan itu masuk ke dalam jubah hitamnya. Cerlotta berdiri bersandar pada tiang bulat besar penyangga.


Guoling terpancing, tadinya dia berharap gadis itu yang akan menghampirinya dan menyerang duluan, Ia perlahan berjalan mengarah ke gadis tersebut. Tetapi, Giring langsung berdiri di samping Cerlotta, "honey..biar aku yang hadapi dia ya", Ia berbisik pelan di telinga gadisnya. Cerlotta melirik ke samping menatap mata Giring kemudian menganggukkan kepala.


Giring tak ingin kekasihnya ini mengotori tangannya lagi. Bukan, bukan itu sebenarnya..Giring ingin menunjukkan kemampuannya di depan Cerlotta, toh..dia ingin memantaskan diri untuk bersanding dengan gadis itu bukan ?.


Giring berjalan ke depan menyongsong Guoling, "Hadapi saya dulu !", ucapnya dingin.


Guoling membaca gerakan Giring itu tadi, dia sudah bisa menduga, dari tatapan dan cara mereka berbicara, ini pasti pacar atau suaminya...

__ADS_1


Tak berbasa basi lagi, dengan gerakan kilat langsung menyerang Giring dengan kedua pedang terhunus kiri-kanan tangannya. Tetapi, Giring adalah petarung, bukan hanya jago IT. Ia sudah siap sedari awal. Ia bergeser dan melompat menjauh ke samping, agar perkelahian tidak di dekat Cerlotta.


Giring menghindari tusukan dan sabetan pedang Guoling sambil melemparkan gandulan besi sebesar kepalan tangan yang bertalikan rantai sepanjang satu meter. Senjata yang jarang di gunakan nya. Sekejap suara beradunya pedang dengan gandulan besi tak terhindar.


Setelah melompat menghindar, Giring berdiri dengan posisi kuda-kuda menyamping, dengan kaki kanan lurus dan kiri di tekuk, rantai gandulan besi di regangkannya di kedua tangannya di atas.


Guoling sedikit kaget, power besi yang beradu dengan pegangnya, membuat tangannya bergetar memegang gagang pedang. Pertanda tenaga pria lawannya itu besar. Ia kembali menyerang susulan dengan sabetan kedua, kali ini dengan kecepatan dan kekuatan penuh, tetapi selalu di pukul mundur oleh Giring yang hanya mengandalkan counter attack, serangan balik.


Giring sudah mengukur kekuatan lawan, kali ini dia mengambil kendali serangan, bertumpu pada genggaman kedua tangan di tengah rantai, Giring memutar menyilang sambil maju, tak hanya itu, kedua kakinya turut sesekali menepis pedang dengan sepatu besinya. Gerakan gesit Giring mengundang decak kagum anak buah Guoling sendiri, jarang yang mampu menghadapi kedua pedang salah satu bos mereka tersebut, tapi pria itu dengan mudah, menepis dan menghindar, bukan gerakan mundur tapi gerakan maju justru.


Tiba - tiba...


Dua dari tiga orang anggota Triad yang berdiri di depan pintu terpental dua meter mengarah ke arena perkelahian terkena tendangan sekaligus oleh seseorang dari arah dalam. Ya, Devilito yang sudah membuat Fan Bo gegar otak, muncul.


Dan, itu membuat konsentrasi Guoling pecah, jika orang ini muncul dari arah dalam, berarti...?


Belum selesai pikirannya bermain sendiri, sebuah tendangan mengenai pergelangan tangannya, pegangannya kram sejenak, pedang yang di tangan kanan itu terlepas. Guoling refleks mundur, tapi Giring sudah maju melakukan gerakan memutar dengan double kick terbang, di dahului dengan serangan gandulan besi untuk meng-counter sabetan pedang tangan kiri Guoling.


Alhasil, pedang di tangan kiri terlepas, sedangkan dada dan lehernya terkenal tendangan double kick terbang Giring. Guoling terjengkang ambruk, tapi Giring berhentikah..?, tentu tidak.


Anggota Triad yang tersisa disitu hanya empat orang, karena sudah di sikat habis Dominique dan Hensly. Mereka berlutut, menyerah kalah.


Kemenangan Giring, di sambut Devilito dengan ucapan, "Kelamaan !, payah lo !". Ingin rasanya Giring menyentil mulut temannya ini, "Auk Ah..!", katanya sambil melototkan mata pada Devilito.


"Honey..kamu keren !", Cerlotta membentuk tanda Ok dengan jarinya. Marcel yang sedang menarik bahu Raymond yang tangannya di rantai, terbahak melihat Cerlotta membela Giring. Kali ini Devilito skak mat !


"Iya deeeh...", Devilito mengalah. "Ini belum selesai, ayo bergerak !", Devilito mengajak Cerlotta dan lainnya untuk masuk ke dalam.


***


Bagaimana dengan Robert..?


Dia sudah merangsek masuk ke dalam ruang utama dari jalur depan. Ia terkenal sedikit brutal, hingga bajunya banyak ciprakan darah, tanda banyak yang terluka di tangannya. Ia tak mau ribet, sering kali dia menggunakan pistol kecil pakai peredam untuk menembak paha untuk melumpuhkan setelah dia pukul jatuh lawannya.

__ADS_1


Memang, Robert pikir dia harus taktis, karena di jalur yang dia lalui paling banyak anggota Triad H yang berjaga. Ia tak ingin ketinggalan, bukankah perintah Devilito melumpuhkan ?, ini yang dia lakukan.


Langkah Robert terhenti di ruang utama yang paling besar, Liu Zhendong sudah menghadangnya.


Nah..ini dia ketuanya ! pikir Robert sambil menyarungkan dan kemudian menyelipkan pistol kecilnya di pinggang. Dia melihat Zhendong yang di apit lima orang, bertolak pinggang setelah melemparkan pedangnya ke samping, pertanda mengajak bertarung tangan kosong. Ini sangat di sukai oleh Robert Tanjaya, Ia sangat menguasai bela diri Brazillian Jiu Jitsu dan Karate.


Zhendong memberi kode dengan jari telunjuknya pada Robert untuk maju. Melihat itu, Robert mengangguk setuju. Robert memberi kode pada anak buahnya untuk berpencar untuk segera bersiap menghadapi anggota Triad H lainnya.


Perkelahian massal pun tak terhindar, Zhendong mengajak Robert untuk ke pinggir memisahkan diri dari yang lain, agar pertarungan mereka tidak terganggu.


Zhendong dan Robert bertarung mirip dengan pertandingan di arena, tetapi tanpa wasit. Gaya bertarung mereka hampir sama.


Zhendong membuka serangan terlebih dahulu dengan tendangan samping ke pinggang dan leher, di tepis Robert dengan tapak tangan sambil mundur dua langkah, lalu Robert melakukan serangan cepat sebagai balasan dengan tendangan samping kaki kanan pula, dilanjutkan dengan long hook kiri ke arah dagu Zhendong.


Juga, balasan Robert mampu di tepis dan di hindarkan Zhendong dengan sedikit bergeser ke kanan sambil miringkan kepala, long hook Robert luput melewati leher Zhendong.


Zhendong, tidak diam. Setelah berhasil menghindarkan serangan Robert, Ia langsung melompat menyerang dengan lututnya untuk menghantam dada Robert, namun Robert sudah membaca itu, Ia bergerak ke posisi samping kiri , dan melakukan tendangan memutar melingkar menghantam pelipis, kali ini kena !.


Zhendong terhuyung ke posisi kiri. Robert tak berhenti disitu, ini bukan arena pertandingan yang mengandalkan nilai untuk menang, tapi ini pertarungan sebenarnya. Secepat kilat, ketika posisi Zhendong terhuyung, Ia langsung merangsek masuk untuk menyambar pinggang Zhendong. Dapat !...dan langsung membanting badan Zhendong, ilmu jiujitsu nya bermain disini. Robert berguling sambil meraih leher Zhendong, tapi Zhendong mengetahui maksud lawannya, Ia berusaha melepaskan kuncian di leher dengan melakukan kuncian pula ke kepala belakang Robert.


Aksi kunci mengunci tersebut akhirnya di menangkan Robert setelah kembali Ia menggeser badannya, menaikkan dengkul ke perut, lalu menghantam dagu Zhendong dengan sikut. Zhendong nanar. Robert kembali melayangkan sikut menghantam matanya, Blesshh !!..Arrrggh...Zhendong menjerit kesakitan, kemungkinan mata dan alisnya pecah, soalnya berdarah banyak terlihat di situ.


Robert masih bertubi-tubi menyikut muka dan dagu Zhendong sampai akhirnya sang lawan diam tak bergerak dengan kondisi muka berlumuran darah, Zhendong pingsan.


***


Akhirnya, semua pimpinan Triad H di lumpuhkan. Anggota lain yang melarikan diri, juga akhirnya di lumpuhkan oleh Pat Rhelly dan anak buahnya yang bertugas di bagian pencegatan.


Berakhir sudah perlawanan Fan Bo !


-


-

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2