
Tak cukup sulit bagi kelompok Lidah Api untuk mengetahui bahwa kelompok Triad H******g telah memindahkan markas mereka yang semula berada di bagian utara ke bagian timur kota Melbourne, mungkin mereka sudah mencium, bahwa jejak mereka sudah di ketahui Lidah Api.
Tepat jam 01.00 dini hari, Jaringan Lidah Api di bawah pimpinan Devilito mulai bergerak. Segala sesuatu mengenai persiapan penyerbuan sudah final. Mulai dari strategi sampai dengan perlengkapan alat-alat tarung. Jarak dekat maupun jauh. Devilito sendiri menyiapkan sekitar 50 buah paku khusus panjang 20 cm, dan tak lupa senjata Magnum 44 pakai peredam yang merupakan ciri khasnya.
Tim di bagi tiga kelompok penyerangan, Devilito di dukung Marcel, Tito, Dasmond dan Donny, serta lima orang anak buah terlatih dari Robert sebagai tim pertama, bergerak dari sayap kanan, sesuai peta.
Kelompok dua, Cerlotta akan di backup oleh Giring, Dominique, Melvin dan Hensly, juga di dukung lima orang bantuan anak buah terlatih, dari sayap kiri.
Sedangkan kelompok ketiga, sebagai tim pendobrak dan pembuka jalan di pimpin Robert, membawa kekuatan sekitar lima belas orang berbadan atletis, jago tarung jarak dekat.
Terakhir, Devilito menempatkan satu kelompok lagi adalah bagian pencegatan dari arah belakang di kaki bukit, di pimpin tangan kanan Robert Tanjaya, Pat Rhelly, orang asli suku Aborigin, membawa sekitar empat puluh orang.
Devilito menginstruksikan tidak boleh memakai senapan serbu otomatis, cukup pistol pakai peredam, dan itu pun di gunakan jika di perlukan. Lebih mengedepankan sistem melumpuhkan, dan menghindari pembunuhan.
***
Di markas Triad...
Liu Fan Bo, sebagai pimpinan kelompok Triad H, begitu mereka menyebut nama kelompoknya sedang terlibat perdebatan dengan Raymond. Pasalnya, Raymond menegur Fan Bo karena membiarkan anak buahnya melakukan konflik secara terbuka dengan kelompok Robert Tanjaya, yang baru di ketahuinya adalah pimpinan Lidah Api wilayah Australia - New Zealand.
Itu melenceng dari tujuan awalnya yang di sepakati.
Raymond merekrut anggota Triad H untuk masuk ke Australia, karena dia ingin mendapatkan tender proyek pembangunan Apartement yang dimenangkan oleh Robert Tanjaya. Raymond ingin menekan dan 'menggoyang' pihak Robert agar mau menyerahkan tender tersebut dengan pihaknya melalui kerjasama tertulis. Itu sebelum dia mengetahui siapa Robert.
Sedangkan Liu Fan Bo, ketika anak buahnya bentrok kedua dengan sekelompok orang di kafe beberapa hari yang lalu, dan menyebabkan tiga orang anak buahnya mati, Ia marah !. Setelah di selidikinya, ternyata itu dari kelompok Robert, dan dia tidak peduli lagi dengan kesepakatan Raymond. Fan Bo harus membalasnya !, untuk itu dia mengumpulkan seluruh anak buah dan memusatkannya di satu titik markas ini.
Siapa Liu Fan Bo ini ?
Liu Fan Bo, berikut kedua saudaranya yaitu Liu Zhendong dan Liu Guoling dulu pernah bergabung dengan kelompok Yakuza Jepang, dia dan kedua saudara nya itu sangat kejam dan ahli bertarung tangan kosong. Kelemahan yang tidak bisa diatasinya adalah sikap gegabahnya, seperti saat ini,
"Kalian seharusnya menahan diri dulu dan menghindari buat keributan dengan kelompok Robert, apa la.."
"Saya tidak peduli dengan kelompok itu siapa !, yang jelas mereka sudah berani membunuh anak buah saya, dan itu harus saya balas !", ujarnya sambil menggebrak meja, dia memotong kalimat Raymond. "Dan, itu saya sudah memutuskan bahwa penyerangan itu di lakukan besok malam !, ada kamu atau tanpa kamu !", Fan Bo menatap tajam ke arah Raymond.
"Jangan dulu, apa lagi kita baru dapat informasi, bahwa Klabang Mentari dan Nona Cerlotta sudah bergabung dan memasuki Australia, ini berbah..".
Prakk..!!
Kembali meja di gebrak Fan Bo dan memotong kalimat Raymond, "justru itu, saya tertantang, bukankah ini sebuah keuntungan Ray ?, jika kita berhasil memberangus dan apalagi bisa membunuh kedua ketua Lidah Api, itu sebuah keuntungan bukan, hm..?".
"Jika..? Anda gambling Mr. Fan Bo, saya sudah dua kali berhadapan dengan mereka, mereka sangat ahli dan terorganisir, di permukaan maupun bawah tanah, sekelas Lucifer Vene..dan Ruiz Hernandez belum mampu menaklukan mereka!", Raymond tak kalah sengit ber-argumentasi, Ya..bukankah dia sudah dua kali merasakan bagaimana kuatnya Lidah Api ?.
__ADS_1
"Hei !!..", Fan Bo menunjuk muka Raymond dan perlahan menghampiri, kemudian mencengkram kerah leher Raymond, "Anda meremehkan kekuatan kami Mr. Ray ?", tetapi Raymond tidak takut, Ia menepis tangan Fan Bo.
Kau terlalu sombong anak muda ! ujar Raymond membatin, Ia mengusap wajahnya dengan kasar.
"Lihat, akan saya buktikan besok malam, saya akan menghancurkan jaringan Robert !", Fan Bo kembali menunjuk muka Raymond yang mundur setelah menepis tangannya.
"Anda ingin menyerangkan, tetapi membiarkan anak buahmu bermabuk-mabukan sepanjang malam ? hm..?", ucap Raymond sinis.
Mendengar kalimat Raymond, Guoling yang tadinya diam, berdiri. Dia tersinggung mendengar kata sarkastik Raymond, Ia ingin memukul..tetapi dari arah pintu terdengar suara ketukan bertubi - tubi, seperti panik !.
"Ada apa ..!!", Fan Bo berteriak sambil memberi kode pada anak buahnya untuk membuka pintu.
"Kita di serang ketua...", dua orang anak buah tergopoh-gopoh masuk. Kaki salah satunya pincang, pahanya berdarah seperti tertembus paku. " Kita di kepung !", ucap salah satunya lagi, punggungnya berlumuran darah, punggung sebelah kanan tertembus paku yang masih menancap, yang ini kemudian roboh, pingsan.
Semua yang hadir dalam ruangan yang berjumlah delapan orang itu, terkesiap...
Plakk..!! Fan Bo justru menampar anak buahnya yang pincang, "Bodoh !", Ia marah, tapi itu bukan tamparan marah tepatnya, itu sebuah kepanikan. "Kalian berjumlah enam puluh orang, masih kecolongan, Heh !..".
Fan Bo kemudian mengumpulkan anggota di ruangan itu, dan mengatur strategi. Masing-masing tiga orang dari mereka memimpin anak buah, Fan Bo sendiri di sebelah barat. Liu Zhendong di jalan utama depan sedangkan Liu Guoling di bagian timur. Raymond membantu Fan Bo.
"Kita berpencar !!", ujar Fan Bo diikuti Zhendong dan Guoling mempersiapkan senjata samurainya. Dan semua kemudian membubarkan diri, sambil mempersiapkan senjatanya masing-masing.
***
Mansion sebelah barat...
Devilito yang masuk dari arah pintu utama bagian barat menerobos masuk setelah melumpuhkan tujuh orang anggota Triad melalui lemparan paku di jalan kecil masuk bagian luar. Dari arah dalam, muncul empat orang menyongsong mereka, di ikuti kemudian sekitar lima orang di belakang. Semua memakai senjata trisula di tangan kiri dan kanan.
"Ketua, ijin.. ini bagian kami !, ayo brader...", Tito maju ke depan Devilito, dan ijin menghadapi songsongan anggota Triad yang berjumlah sembilan orang, Ia memberi kode pada Dasmond dan Donny. Devilito mengalah, Ia berhenti dan duduk di kursi kayu yang satu-satunya ada di dekat tiang. Kaki bersilang di paha, ini tontonan menarik, pikirnya.
Tito tersenyum smirk, Ia langsung melakukan gerakan kayang ke belakang ketika satu orang musuh langsung menyabetkan trisula ke lehernya, secepat kilat melayangkan tendangan depan yang keras mengarah ke dagu, tepat !. Musuh terjengkang dan jatuh. Tapi Tito tak berhenti ketika temannya musuh yang satu membarengi rekannya menyerang ketika Tito dalam posisi kayang tadi. Tito tahu, Ia langsung rolling ke belakang, dan secepat kilat pula melakukan sapuan kaki, sirkel bawah. Tepat mengenai lutut samping musuh, oleng terhuyung mau jatuh, Dasmond ambil kendali..menyelesaikannya dengan tendangan lutut terbang, tepat mengenai kepala. KO.
Pertarungan masih berlanjut, tapi tak begitu lama bagi Devilito CS untuk melumpuhkan sembilan orang musuh disitu. Ketika tersisa dua orang lagi, walau sudah babak belur, tiba - tiba muncul lima orang dari pintu dalam, di pimpin Fan Bo.
Devilito yang tengah duduk santai menyaksikan Tito CS bertarung, tersenyum. Bukan karena wajah Fan Bo yang ganteng, tapi melihat orang yang di sebelah Fan Bo. Raymond...
"Kurang ajar kalian !!, siapa yang memimpin disini !", Fan Bo berteriak dengan wajah dingin, rahangnya mengeras. Samurai panjang terhunus di tangan kanannya. Anak buahnya langsung mengambil posisi di kiri kanan Fan Bo.
Tito dan Dasmond segera bereaksi, tetapi Prok..prok..prok, Devilito bertepuk tangan dan berdiri, dan itu menghentikan reaksi Tito, itu sang ketua memberi kode. Ia berhenti.
"Apa kabar tuan Raymond..!, akhirnya saya dapat kehormatan bertemu Anda disini !".
__ADS_1
Raymond terkesiap, ini bukan dini hari yang indah. Aura menyeramkan seperti di tebar di sekeliling tubuh Devilito yang berjalan perlahan sedang tersenyum padanya, bukan senyuman kagum. Tapi itu senyum mematikan.
Raymond berbisik pada Fan Bo, yang kemudian terlihat kaget di wajahnya. "Owh..ini yang bernama Klabang Mentari toohh, sebuah kehormatan pula bagi kami bisa mengubur Anda disini", Fan Bo menundukkan kepala sedikit, penghormatan.
Tiba -tiba sepersekian detik setelah kalimat itu keluar dari mulut Fan Bo...tesss !
Entah kapan gerakan Devilito melemparkan piaw (*note: piaw \= senjata rahasia ninja), yang jelas pipi kiri Fan Bo tergores, berdarah. Ia melihat kilatan sebuah benda mengarah ke wajahnya kemudian menancap di pintu. Luput sedikit.
"Percaya diri Anda terlalu tinggi, tuan !", ucap Devilito sambil memberi kode pada Dasmond untuk mendekat. "Kamu lumpuhkan Raymond, jangan sampai lolos !", kemudian di jawab anggukan oleh Dasmond, mata mereka berdua tetap mengarah ke musuh.
Fan Bo membuka serangan terlebih dahulu, Ia berlari ala Yakuza menghunus samurai, menyerang Devilito yang berjarak sekitar sepuluh meter di depannya. Ia meloncat setelah posisi di rasa dekat sambil menyabetkan samurai dua kali membentuk huruf X, menyilang untuk mengunci gerakan masuk Devilito.
Devilito melakukan gerakan rolling salto ke belakang dua kali pula. Fan Bo tidak berhenti, Ia melakukan tendangan memutar sirkel atas mengarah kepala Devilito dua kali dengan kaki kiri-kanan dan di tutup dengan sabetan samurai model vertikal, membelah tubuh.
Devilito pun menundukkan kepala ketika tendangan pertama masuk dan menepis dengan tendangan sabitnya pada serangan kaki kedua Fan Bo. Lalu secepat kilat pula salto ke belakang, mendarat dekat dengan kursi kayu yang dia duduki tadi.
Luar biasa refleks dan gerakannya...Fan Bo akhirnya memuji lawannya dalam hati.
Ia tak menyerah, kembali bersiap bergerak melakukan sabetan samurai, tetapi Devilito mendahuluinya dengan melemparkan kursi kayu secara deras di susul dengan lemparan piaw dua kali mengarah ke tangan Fan Bo yang memegang samurai, Devilito melakukan serangan balik.
Piaw pertama mengenai jari dan gagang samurai, piaw kedua menyerempet tangan Fan Bo, samurai itu lepas karena tangannya seperti di setrum.
Devilito tak berhenti, berbarengan dengan lemparan piaw tadi, Ia mengirimkan tendangan memutar di udara, itu tendangan kuncian leher. Tepat !...
Lekukan lutut kaki kanan Devilito tepat mendarat di leher depan Fan Bo, sedangkan kaki kiri menyambar pinggangnya. Tendangan sirkel memutar di akhir guntingan di udara dengan kekuatan penuh pada kedua kaki, yang mengunci leher itu langsung membawa tubuh Fan Bo ke belakang , Ia terjengkang dengan posisi leher terkunci. Devilito sama-sama menjatuhkan diri mengiringi tubuh Fan Bo.
Tak butuh waktu lama bagi Devilito untuk membuat Fan Bo pingsan, karena kepala belakangnya terbentur dengan keras di lantai marmer, juga jepitan kedua kaki Devilito di urat leher membuat nafasnya terhenti.
Raymond ?, Ia juga terlibat baku hantam sengit dengan Dasmond. Pertarungan mereka tangan kosong. Namun, perlawanan Raymond tidak cukup untuk menghadapi Dasmond, karena dia jarang berolahraga, di tambah umur, Ia kehabisan nafas.
Dasmond berkelit sedikit dan memberikan pukulan telak ke perut dengan menunduk ketika menyongsong tendangan Raymond, tubuh pria paruh baya itu terjajar, dan Dasmond mengakhirinya dengan tendangan T dengan tenaga penuh ke ulu hati. Raymond mental dan jatuh terjengkang.
Kemudian dirinya di ringkus oleh Tito.
Perlawanan anggota Triad di sebelah barat, selesai...
-
-
Bersambung...
__ADS_1