Izinkan Aku Untuk Bahagia

Izinkan Aku Untuk Bahagia
Bab 63


__ADS_3

Dewi bangun terlebih dahulu ketika azan subuh berkumandang. Pemandangan pertama yang terlihat olehnya pagi ini adalah wajah sang suami yang memeluknya dengan posesif.


Tadi malam mereka bermain bersama hingga dini hari. Untung saja hari ini adalah hari libur, sehingga mereka berdua bisa beristirahat lama.


“Kak Reza, bangun udah azan.” Dewi mencoba melepaskan diri dari pelukan Reza. Bukannya terlepas, Reza malah semakin erat memeluk tubuh Dewi.


“Lepas dulu, Kak, nanti keburu telat subuhnya, belum mandi besar juga.” Dengan terpaksa Reza melepaskan Dewi agar wanitanya itu bisa mandi.


“Dewi yang mandi dulu, setelah itu Kak Reza lagi, ya,” kata Dewi sambil mencari bajunya yang tadi malam dilemparkan entah kemana oleh Reza. “Iih harus dilempar-lempar gini,” gumamnya.


Setelah selesai mandi, Dewi melihat Reza yang masih bergumul dengan selimut. Dewi mendekati ranjang dan memperhatikan lekat-lekat wajah suaminya itu.


“Tidur aja cakep gini, gimana ngga nyosor mulu tuh si mak lampir,” gumamnya. “Benar-benar harus dijaga nih aset berharga.”


Dewi kemudian mencoba membangunkan Reza dengan menggoyangkan pelan bahu Reza. Tak membuahkan hasil, Dewi kemudian mencoba membangunkan Reza dengan cara menekan secara bergantian pipi dan hidung Reza. Masih tak berhasil juga, akhirnya di pencetnyalah hidung mancung Reza sehingga Reza bangun tersentak.


“Kejam amat sih banguninnya. Bangunin suami itu harusnya di cium, bukan dipencet hidungnya, gimana orang mau nafas coba,” keluh Reza.


“Salah sendiri daritadi ngga mau dibangunin, udah mandi sana cepetan ngga pake lama ntar keburu lewat subuhnya. Setelah itu kita solat berjamaah ya.”


“Punya istri kok bar-bar,” gumam Reza.


“Bar-bar tapi diterabas juga sampai tengah malam.”


“Nikmat, sayang,” ucap Reza sambil cengengesan.


“Cepetan keburu fajar, Kak.”


Dengan langkah gontai Reza masuk ke kamar mandi. Sementara Reza mandi, Dewi menyiapkan baju ganti untuk Reza, kemudian dibentangkannya sajadah untuk dirinya dan Reza. Setelah itu Dewi membaca Al-Quran sembari menunggu Reza mandi.


Beberapa saat akhirnya Reza keluar dengan handuk yang ia lilitkan di pinggangnya. Ia memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh Dewi sebelumnya. Dewi mengakhiri membaca Al-Quran ketika Reza sudah berdiri di sajadahnya. 2 rakaat subuh mereka tunaikan. Inilah kali pertama bagi pasangan suami istri ini berjamaah setelah hampir satu tahun pernikahan mereka.


Setelah salam, Reza berbalik ke belakang, menyodorkan tangannya yang kemudian di sambut oleh Dewi. Setelah di cium takzim oleh Dewi, Reza menangkup pipi Dewi dan mencium kening Dewi lama.


“Terimakasih, sayang.” Dewi tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


“Mau sarapan apa, Kak?” tanya Dewi sambil melipat mukenah dan sajadah milik mereka.


“Ngga capek? Kalau capek kita pesan aja,” jawab Reza.


“Ngga kok, Kak. Mau apaan buat sarapan?”


“Biasa aja, Wi.”


“Yaudah tunggu bentar, ya.”


Dewi menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka ditemani oleh Reza yang duduk di meja bar yang menghadap ke arah dapur. Ia melihat dengan sigap sang istri menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.

__ADS_1


Usai sarapan Reza dan Dewi duduk di ruang keluarga sambil nonton tv. Ketidakberadaan anak-anak di rumah membuat mereka bisa lebih santai dan bermesaraan. Kali ini Reza duduk di sofa sedangkan Dewi tidur beralaskan paha Reza dengan tayangan drama korea yang terputar di layar tv.


Reza mengusap-usap lembut kepala sang istri dan sesekali mencium Dewi.


“Ih jangan ganggu, Kak,” keluh Dewi karena Reza sedari tadi mengganggunya yang sedang nonton drama korea kesukaannya yang dibintangi oleh Ahn Hyo Seop dan Kim Sejeong itu.


“Aaaah Kang Tae Moo,” elu-elu Dewi terhadap tokoh pemeran utama prianya.


Reza berusaha menutup mata Dewi yang melihat penuh damba ke arah tokoh prianya dan itu membuat Dewi kesal dan memberontak dari paha Reza.


“Aaargh Kak Reza jangan ganggu.”


“Kamu jangan gerak-gerak gitu ntar ada yang bangun.” Dewi langsung bangun setelah mendengar perkataan Reza.


“Iih mesum banget Kak Reza.” Dewi mencubit perut Reza.


“Sakit sayang.”


“Makanya jangan mesum.” Bibir cemberut Dewi menarik perhatian Reza dan dengan cepat bibit itu langsung di cium oleh Reza.


“Gimana, mau coba disini nggak?” tanya Reza setelah melepaskan pagutan mereka.


“Jangan aneh-aneh dong, Kak. Hidup yang normal-normal aja,” jawab Dewi yang masih dengam wajah cemberutnya.


“Jangan cemberut gitu, ntar aku cium lagi,” ancam Reza yang membuat Dewi langsung mingkem.


“Emang aku ngga normal?” tanya Reza lagi.


“Coba suasana baru, sayang.”


“Ngga mau pokoknya!”


“Yasudah, rencana kita kemana hari ini? Masa mau di rumah aja,” tanya Reza lagi sambil menuntun Dewi agar berbaring lagi di pahanya.


“Ngga tahu mau kemana, belum ada rencana. Eh tapi pergi pacaran seru juga kali, ya,” ucap Dewi.


“Boleh, kamu mau pacaran kemana?” tanya Reza sambil mengusap lembut kepala Dewi.


“Ngga tahu, Kak Reza dong kan udah pernah pacaran. Biasanya orang pacaran kemana, Dewi, kan ngga pernah pacaran jadi ngga tahu tempat-tempat pacaran yang enak.”


“Eh iya kamu ngga pernah pacaran ya sebelumnya. Beruntung banget dong ya aku jadi yang pertama dan terakhir buat kamu.”


“Iya makanya jangan pernah disia-siain lagi. Barang langka ini,” sindir Dewi yang membuat Reza langsung mencium keningnya Dewi.


“Ngga akan pernah lagi pokoknya. Janji!”


Tin tin tin

__ADS_1


“Lho itu siapa? Emang udah ada yang tahu rumah ini?” tanya Dewi heran akan kedatangan orang.


“Kamu disini aja, biar aku aja yang keluar,” kata Reza yang langsung mendapat tatapan heran dari Dewi.


“Kok Dewi ngga boleh keluar? Emang itu siapa? Kakak ada sembunyiin apaan?” tanya Dewi beruntun.


Reza menghela nafas mendengar pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Dewi.


“Kamu itu curigaan aja. Itu orang-orang suruhan aku buat bawain mobil dan motor yang masih tertinggal di rumah lama,” jawab Reza. “Kalau kamu mau keluar boleh, tapi pake jilbabnya dulu, ya.”


Dewi langsung beranjak dari tempat duduknya menuju kamar untuk mengambil jilbab instant yang biasa ia pake di rumah. Segera Dewi menyusul Reza yang sudah lebih dulu keluar menemui orang suruhannya.


Tiba di teras Dewi melihat mobil miliknya dan 2 mobil milik Reza serta sebuah motor sport milik Reza sedang di tata di bagasi rumah mereka. Dewi yang melihat motor sport itu langsung ingat ketika zaman koas dulu pernah meminjam motor milik Reza itu untuk touring bersama dengan Leo, Candra dan Tania ke puncak.


Saat itu Leo berbonceng dengan Candra sedangkan Tania berbonceng dengan dirinya. Sebelum pergi segudang nasihat dan wanti-wanti ia dapatkan dari Mami Lisa dan juga Rena. Sedangkan Reza sang pemilik motor dengan santai menyerahkan kunci motornya tanpa keluar kata sama sekali.


Lamunan Dewi itu tiba-tiba menghilang karena Reza yang menepuk pelan bahunya.


“Kenapa melamun?”


“Ngga, cuma ingat sama motornya. Dulu, kan pernah minjam buat touring ke puncak sama mereka. Eh iya, kapan-kapan boleh minjam lagi ya, Kak motornya,” pinta Dewi.


“Ngga boleh!”


“Lho kok ngga boleh?” tanya Dewi dengan wajah cemberutnya.


“Udah dibilang jangan cemberut gitu.” Bibir Dewi langsung mingkem dibuatnya. “Ngga boleh kalau sendiri, harus sama aku kalau mau.”


“Yaudah sekarang aja yok, kita jalan-jalan naik motor. Seru kayaknya,” ajak Dewi sambil memegang tangan Reza.


“Boleh, apasih yang engga buat kamu,” jawab Reza yang membuat pipi Dewi merona. “Yaudah ayuk siap-siap.”


Reza dan Dewi bersiap-siap dengan pakaian casual mereka. Tak lupa juga dengan jaket karena Jakarta yang panas akan membakar kulit mereka.


“Sudah siap?“ tanya Reza menghadap kebelakang dimana sang istri telah duduk dibangku penumpang.


“Siap!”


“Oke let’s go!”


Bruuuuum


Motor itu melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah baru mereka. Dewi memeluk erat perut Reza dari belakang dan menyenderkan kepalanya.


Tiba di lampu merah, Reza menggenggam tangan Dewi yang berada di atas perutnya. Perlakuan manis mereka ini disaksikan oleh seseorang dari dalam mobil yang berada tepat di samping mereka.


“Berpuas-puaslah kamu dulu wanita kampung, karena sebentar lagi Reza akan menjadi milik aku.”

__ADS_1


——


Vote, kembang, komen dan like nya boleh dong di sumbangkan disini, wahai readers yang baik hati rajin menabung dan tidak sombong. 😍😍🥰


__ADS_2