
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Kiran segera kembali ke kosnya, malam ini Kiran merasa ingin segera istirahat, dia merasa sangat lelah.Dan Kiran tertidur dengan nyenyak.
Fajar menyingsing.. Kiran terjaga dari tidurnya dia segera menyelesaikan ritualnya dan menyiapkan sarapan. Kira2 jam 9 pagi Kiran berangkat ke cafe tempatnya bekerja dia lansung menuju ruang ganti untuk berganti baju, tak berselang lama teman Kiran menghampiri.
"Ran tolong antarkan minuman ini ke meja no. 5 dong! "aku kebelet nih, "ucap temannya terburu2.
"Ok,"jawab Kiran, dia menuju meja no. 5 sambil membawa minumannya. "banyak banget nih minumannya apa ada yang ultah ya. " ucap Kiran dalam hati.
"Permisi, ini minumannya, " senyum Kiran seraya menyajikannya dimeja, tanpa ia sadari ada sepasang mata yang intens memandangnya sedari tadi, ternyata meja itu adalah tempat dimana Aditya mengadakan meeting dengan clientnya.
"Permisi, ucap Kiran berpamitan.
" Hai nona apa kau tidak ingin menemani kami minum2 dulu" goda salah satu teman Adit
"Maaf, tidak tuan.. saya permisi" pamit Kiran.
Tak berselang lama, " aku permisi ke toilet sebentar,"pamit Aditya
"Silahkan tuan Adit"
Aditya berjalan cepat mengejar Kiran, sesampainya di tempat sepi dia menarik tangan Kiran dan membekap mulutnya. Kiran berteriak tertahan dan kaget melihat siapa orang yang telah menariknya.
__ADS_1
"Anda,"untuk apa anda disini dan mengapa Anda menarik tangan saya,"tanya Kiran
" Aditya diam sejenak tidak langsung menjawab pertanyaan Kiran.
"Kenapa kau sampai bekerja di tempat seperti ini"? tanya Aditya
" Itu bukan urusan anda!"permisi, pamit kiran dengan kesal.
Kiran berjalan terburu2, "kenapa aq bisa bertemu lagi dengannya" batin Kiran
Sementara itu Aditya kembali ke meja untuk melanjutkan meeting nya.
"Maaf sudah menunggu lama, bisa kita lanjutkan tadi pembicaraan kita" ucap Adit setelah duduk kembali di kursinya.
"Baiklah Terima kasih semuanya, semoga kerja sama kita berjalan dengan baik kedepannya"
Mereka saling berjabat tangan dan berpamitan, Adit melihat jam ditangannya menunjukkan waktu sudah jam 4 sore, dia yakin Kiran akan segera pulang setelah ini, Aditya memutuskan menunggunya di parkiran saja. dan benar saja setengah jam kemudian Kiran keluar bersama dengan temannya.
"Ran aku duluan ya, itu udah dijemput", pamit temannya seraya melenggang pergi.
" Ok baiklah, hati2 di jalan ya,"teriak Kiran
__ADS_1
Saat Kiran akan menaiki motornya tiba2 Adit menarik tangannya.
"Ikut aku"
"Apa yang Anda lakukan Pak, lepaskan.. ini sakit, "mohon Kiran.
" Tolong menurut lah kali ini saja, "paksa Adit
Kiran menurut, dia tidak mau bikin heboh suasana parkir disana, setelah memasuki mobil Adit. " bagaimana dengan motorku,"tanya Kiran tanpa melihat Adit.
"Nanti akan ada yang mengambilnya, "jawab Adit sambil memutar mobilnya, membayar parkir dan jalan. tidak ada percakapan di mobil mereka sama2 diam, sampai setelah beberapa waktu Adit pembuka suara.
"Aku tidak suka kau bekerja disana, kembali saja ke kantorku"
"Tidak, "kenapa Bapak masih terus mencampuri urusan saya, kita tidak punya hubungan apapun kan..,"jawab Kiran tegas
Aditya diam, dia sendiri juga tidak tau kenapa dia terus kepikiran dengan Kiran, padahal mereka tidak ada hubungan apapun.
" Kiran tolong menurut lah, "
"kenapa..? kenapa saya harus menurut sama bapak? "tolong kasih penjelasan ke saya! "
__ADS_1
"Akuu.. aku tidak ingin terjadi apapun denganmu,"jawab Adit asal. " Tolong maafkan kesalahanku yg mungkin membuatmu merasa tidak dihargai,"sesal Adit dengan serius.