Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 23.PENGAKUAN


__ADS_3

Kiran mendongak melihat wajah sendu Adit, "perasaan.. perasaan apa mksdnya? "tolong jangan membuatku bingung, bukankah anda sudah mempunyai kekasih?"aku hanya tidak bisa melihat orang lain terluka! " elak Kiran hendak beranjak, tapi Adit dengan cekatan menarik tangan Kiran sehingga reflek Kiran terjatuh ke pangkuan Adit.


"Apa ini tandanya kau sedang cemburu" ucap Adit sambil memeluknya dari belakang membuat tubuh Kiran meremang.


"Cem..buru.. " Kiran terbata mencoba melepaskan pelukan Adit.


"Jujur saja ..kalau tanpa kau sadari kau juga tidak suka ada perempuan lain mendekatiku kan? "


" Apa... kepedean sekali,"elak Kiran sambil menginjak kaki Adit.


"auw.."teriak Adit kesakitan.


" Ah.. maaf.. maaf aku tidak sengaja,"Kiran baru menyadari kalau dia menginjak kaki Adit yg tadi terkena pecahan kaca."kamu sih gak mau lepasin pelukan kamu," Ucap Kiran hawatir sambil meniup2 kaki Adit.


"Aduh sakit," rengek Adit manja.


Kiran semakin hawatir dan berusaha membuat rasa sakit Adit berkurang.


"Enak juga diperhatikan begini" licik Adit


"Kamu pura2 ya," umpat Kiran melihat senyum semirk Adit.


"Tidak kok ini beneran sakit "


Kiran marah dan beranjak pergi, Adit mengejarnya. "ok2 maafkan aku..


" Seneng banget ya lihat orang hawatir? "


"Seneng lah ..kan ada yang khawatirin"tawa renyah Adit


Kiran memukul bahu Adit dan meninggalkan nya masuk ke kamar. Adit juga beranjak ke kamar nya untuk beristirahat dihiasi senyum indahnya.


***


Pagi hari Adit terbangun lebih cepat.. dia sangat bersemangat.

__ADS_1


"Benar2 hari yang sangat indah.."Adit keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk saja dan mengibas2 kan rambut basahnya sehingga menambah ketampanannya di pagi hari. Kiran yang beberapa menit lalu tiba untuk menyiapkan pakaiannya dibuat kaget dan menutup matanya.


"Ya ampun.. kenapa tidak pakai baju seperti itu. "


"kenapa..? "ini kamarku.. aku bebas ngapain aja disini, Adit mendekat pada Kiran..


" Jangan mendekat.. tolong pakai baju anda dulu"


"Kamu kenapa sih.. jijik banget kayaknya lihat aq"


"Gak jijik kok.. cuma risih aja.. aq tidak terbiasa melihat cowok yang bukan muhrim aku.."


"Jalau begitu bagaimana kalau kita menikah sekarang saja" ucap Adit sambil memainkan alisnya.


"Menikah.. dasar gila ..! kamu tau g.. kamu bukan tipe aku.." kesal Kiran


" Apa.. bukan tipe kamu, asal kamu tau semua gadis di kota ini sangat berharap menikah denganku!"


"Begitu ya... oke aku percaya deh..biar kamu puas. Kiran keluar dari kamar bosnya menuju dapur, Har ini dia akan membuat menu spesial,nasi goreng sifood.


Setelah bersiap Adit menuju meja makan untuk menikmati sarapannya, mereka sarapan bersama pagi itu, ditengah2 sarapan Adit tiba2 merasakan keanehan pada tubuhnya, mendadak dia merasa pusing dan mual.. Kiran yang melihat muka Bos nya memerah jadi khawatir.


"Apa yang kau masak ini? "tanya Adit sambil menahan sakitnya.


"Itu nasi goreng seafood"jawab Kiran tidak mengerti.


" Apa.. aku.. "Adit tidak bisa melanjutkan kata2 nya karna tiba2 dia pingsan.


" Pak.. Pak.. anda kenapa? "Kiran begitu panik sampai ia mendengar bel berbunyi, Kiran berlari membuka pintu dan melihat Roy disana.


"Oak... tolong! "


" Ada apa?


"Pak Adit pingsan"

__ADS_1


"Hah..,kok bisa! " Roy berlari mengikuti Kiran dan melihat Bosnya di ruang makan dalam keadaan pingsan.


"Ayo bantu aku, kita bawa Bos ke rumah sakit"


"Iya baiklah,"mereka berdua bergegas membawa bosnya ke mobil. di perjalanan dalam kepanikan Roy membuka suara.


" Apa yang dia makan tadi? "


"Aku tidak tau.. tadi aku hanya masak nasi goreng sefood? "


" Apa... Roy sangat terkejut sehingga dia menghentikan mobilnya tiba2.


"Nona Kiran apa kau tau..Bos alergi pada sefood! "


" Hah.. mana aku tau dia juga tidak pernah membahas itu"


"Zkau ceroboh sekali, kau bisa membahayakan nyawanya, Roy melajukan mobilnya lagi menuju rumah sakit. sampai di rumah sakit Roy mencari Dr. Danil karena dia sudah tau riwayat penyakit yang di derita Bosnya.


" Apa yang terjadi Roy, apa dia tidak sengaja memakan sefood lagi?"tanya dokter Danil


"Sepertinya begitu dok.. tolong selamatkan dia" panik Roy. Adit dibawa ke UGD untuk melakukan tindakan, setengah jam Kiran dan Roy menunggu dalam kepanikan. hingga dokter itu keluar.


"Bagaimana dok! " ucap mereka bersama


Dokter Danil menghela nafas dalam, "untung kalian cepat membawanya kemari, dia sudah tidak apa2 tapi sekarang masih pingsan, kalian boleh menemuinya setelah ia dipindahkan ke ruang rawat inap.


"Syukurlah.. baik terima kasih dokter" ucap mereka.


"Nona saya akan pulang mengambil sesuatu yang dibutuhkan bos,tolong anda jaga bos dengan baik ya, " pinta Roy


"Baiklah"


Setelah dipindahkan Kiran masuk ke ruang rawat Adit, ia duduk di samping laki2 itu dengan rasa bersalah.


"Pak maafkan saya, sungguh saya tidak tau kalau Bapak alergi seafood, "Kiran berkaca2. " apa anda tau saya sangat hawatir saat melihat anda seperti itu tadi"tangis Kiran pecah

__ADS_1


Sebenarnya Adit telah sadar dari pingsannya, ia hanya pura2 saja karena ingin mendengar isi hati Kiran.


"Pak.. apa anda tau...


__ADS_2