
"bantuan apa.. ? "tanya Kiran bingung
Kiran melihat ada yang aneh dari tubuh Adit" kamu kenapa sayang, kok keringat dingin gini sih? kamu sakit ya? "
"Sayang.. tolong bantu aku" mohon Adit dengan wajah sendunya sambil nafasnya yang mulai tidak beraturan.
"Jangan2 kamu habis... "Kiran tidak bisa melanjutkan kata2 nya karena tiba2 Adit membungkam bibirnya dan menikmatinya.
" asayang maafkan aku, sebenarnya aku tidak mau melakukan ini.. tapi aku benar2 kesakitan..aku tidak mau melakukan ini dengan orang lain, seseorang telah menjebak ku..tolong izinkan aku untuk... ucapan Adit disela2 ciuman nya.
Kiran menutup mulut Adit dengan jari telunjuknya, ia benar2 tidak tega melihat kekasihnya itu kesakitan"apa tidak ada cara lain lagi, "tanya nya sendu, Adit menggeleng dan Kiran mengecup bibir Adit dengan lembut.
"Aku akan membantumu sayang.. tapi tidak untuk yang satu itu, aku berjanji akan membantumu dengan cara lain, " Kiran menangkup wajah Adit yang penuh dengan keringat itu.Adit mulai membuka bajunya dengan nafas yang memburu, Kiran juga ikut membantunya.
__ADS_1
"Sayang kita coba cara lain ya.. kita kan belum halal, aku tidak mau melakukan ini kecuali dengan suamiku nanti. " mohon Kiran, Adit menyipitkan matanya.
"Aku akan membantumu.. aku janji. " ucapnya. Kiran juga mulai membuka bajunya menyisakan ********** saja. Kiran pernah membaca buku tentang masalah ini dan sekarang dia akan mempraktekannya. "Kau nikmati saja sayang biar aku yang membantumu ya, " Adit mengangguk lemas dan pasrah. Kiran mulai mengecup lembut kening Adit turun ke matanya, bibirnya kemudian lehernya. Adit mendesah menikmatinya, kiran ******* lagi bibir Adit dengan agresif dan tangannya mulai turun mencari bagian inti Adit yang ia tau pasti sudah menegang, Kiran meraba, meremas dan mempermainkannya sembari memperdalam ciumannya.
"Apa kamu menikmatinya sayang" tanya Kiran
"Sebenarnya aku ingin lebih, tapi aku masih menghormatimu sayang, kau lanjutkan saja sampai aku merasa itu cukup" mohon Adit menahan hasratnya sendu.
"Aku ingin membantumu sayang, tapi aku tidak ingin menghianati Kakak dan Ibuku yang memintaku menjaga diri. " maafkan aku"ucap Kiran merasa bersalah. ia melanjutkan kegiatannya lagi sampai Aditya merasa puas. dan tertidur disamping Kiran dengan memeluknya erat. "maafkan aku, aku sangat mencintaimu, "ucap Kiran dengan mengecup kening Adit yang tertidur di pelukannya. Sampai pagi menjelang Adit terjaga lebih dahulu, ia memandang wajah nyenyak Kiran yang masih bergelut dengan selimut. ia membelai wajah cantik Kiran, " Terima kasih sayang, aku beruntung memilikimu, "cup"Adit sedikit mencuri ciuman di bibir manis Kiran yang membuat Sang empu mengerjapkan matanya.. " selamat pagi sayang, "ucap Adit
"Aku akan selalu baik2 saja kalau ada kau disisiku, " jawab Adit sampai dering ponsel mengagetkan mereka berdua, Adit meraih ponselnya"ya Roy apa ada perkembangan? "
"Apa? "baiklah aku akan segera kesana, "Adit menutup tlpnya. ia bergegas ke kamar mandi.
__ADS_1
" Ada apa?"tanya Kiran keheranan
"Aku harus segera ke kantor kau juga bersiaplah, apa ada jam pagi hari ini? "
" Aku ada jam siang hari ini, nanti jam 10"
"Baiklah, kau pergi dengan sopir ya.. aku ada keperluan. "
"Iya, baiklah, " Adit berlalu menuju kamarnya sedangkan Kiran juga membersihkan dirinya kemudian menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Adit tergesa2 pagi itu.
"Sayang aku sarapan dikantor saja ya.. Roy sudah menungguku.
" Iya.. hati2 dijalan.
__ADS_1
Adit meminum kopi buatan Kiran lalu mencium keningnya dan beranjak pergi.
"Kuharap setelah ini kau selalu baik2 saja" lirih Kiran