Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 72.MALAM PANJANG 2


__ADS_3

"Sayang.. jangan begini"


"Kau benar-benar cerewet dan membuatku tidak sabaran" gemas Adit sambil menggelitik Kiran.


"Sayang.. ini yang pertama bagiku setelah sekian lama, aku takut" lirih Kiran membuat Adit terkekeh geli.


"Apa yang kamu takutkan.. ini enak sayang.. " goda Adit kemudian.


"Ih.. mesum " Kiran mendorong tubuh Adit.


"Sayang kenapa kau mendorongku, kalau kamu belum siap kenapa menggodaku tadi" sungut Adit Kesal dan turun dari tubuh Kiran, ia beranjak ke kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya.


"Apa aku terlalu berlebihan dengannya ya.. sepertinya dia ngambek lagi" Kiran mendengus dan menyusul suaminya ke kamar mandi, ia membuka pintunya perlahan dan melihat suaminya sedang mandi di bawah sower menghadap ke dinding. Kiran melepas pakaiannya dan berjalan perlahan mendekati suaminya, ia memeluk suaminya dari belakang dan mencium punggungnya dengan mesra dibawah guyuran sower.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang.. " bisik Kiran dibalik punggung suaminya, Adit membeku menerima dekapan dari istrinya itu, dengan susah payah ia memadamkan gejolak yang membara di hatinya dan kini istrinya itu menyalakannya lagi. Adit terdiam tidak membalas sentuhan istrinya, ia takut kecewa lagi sampai akhirnya Kiran membalik tubuh suaminya dan memeluknya.


"Kenapa kau marah sayang.. " tolong maafkan aku ya" bisik Kiran, Adit menangkup wajah Kiran dan mengecup bibirnya singkat.


"Tolong jangan menggodaku lagi kalau kau belum siap sayang, aku tidak kuat menahannya" mohon Adit sendu. Kiran menghentikan ucapan Adit dengan jari telunjuk nya.


"Stttt.. aku sudah menyiapkan diriku jauh-jauh hari sayang, tapi entah kenapa ketakutan itu muncul begitu saja" lirihnya


Adit menatapnya sendu tidak bisa berkata-kata.


"Aku siap sayang.. malam ini aku milikmu sepenuhnya " yakin Kiran membuat Adit tersenyum dan mulai mendekatkan wajahnya, ia ******* bibir yang sedang kedinginan dibawah sower itu dan mendekap nya erat. Setelah itu Adit memakai handuk dan membawa istrinya ke ranjang untuk memadu kasih.


"Sayang.. aku tidak akan bisa berhenti kalau sudah terlanjur memulainya. " bisik Adit di telinga Kiran membuatnya mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


"Malam sendu itu menjadi saksi betapa dua orang berbeda jenis itu sedang memadu kasih dikamar yang sengaja dihias istri begitu romatis untuk suami tercintanya.


" Sayang apa kamu benar-benar siap? "bisik Adit di sela-sela nafasnya yang memburu dan anggukan dari Kiran menambah gairahnya menjadi tidak tertahan lagi. Bismillah diucapkan Adit dalam hati untuk meminta ridho ilahi semoga ibadahnya malam ini membawa berkah dan memperoleh keturunan yang sholeh dan sholihah nantinya. Raungan panjang dan keringat bercucuran menjadi saksi betapa malam itu adalah malam terindah yang mereka rasakan kembali setelah sekian lama. Adit mengakhirinya dengan kecupan lembut di kening istrinya.


"Terima kasih sayang.. ini adalah kado terindah di hari ulang tahun aku" bisiknya di telinga Kiran, ia mengambil tisu dan mengelap keringat yang membasahi wajah istrinya sambil tersenyum.


"Iya sayang.. I love you" jawab Kiran lalu merekatkan tubuhnya pada suaminya dengan pipi merah karena malu. Adit menariknya tidur dalam dekapannya.


"Sayang bagaimana bisa kau merencanakan aksi konyol seperti tadi, jelaskan padaku" tanya Adit penasaran.


"Awalnya aku hanya ingin mengerjaimu saja tapi ternyata kamu benar-benar marah padaku..maaf ya.." ucap Kiran cemberut.


"Aku tidak suka kau bercanda seperti tadi.. jangan ulangi lagi ya.. "ucap Adit sambil membelai wajah istrinya.

__ADS_1


"Iya.. tolong maafkan aku" jawab Kiran sambil menggapai lembut tangan Adit dan menciumnya berkali-kali. Malam itu mereka tidur dengan berpelukan sampai pagi.


__ADS_2