
Adit kembali masuk ke dalam kantornya, ia sengaja tidak mengejar istrinya agar ia bisa menenangkan diri dulu. tatapannya begitu tajam saat melihat wanita yang sudah membuat istrinya menangis dan salah faham padanya. kilatan amarah terlihat dimatanya.
"Apa sebenarnya maumu hah" bentak Adit
"Aku hanya ingin kau tau kalau aku cinta sama kamu" jelas Sherly.
"Cinta, kau sudah membuat aku salah faham padaku" kesal Adit
"Mana aku tau kalau istrimu datang" cuek Syerly
"Kalau sampai terjadi apa2 dengan dia kau akan menyesal" ancam Adit sebelum pergi meninggalkan wanita itu.
****
Di perjalanan Kiran menangis kecewa, ia tidak menyangka suaminya tega melakukan itu padanya, "apa ketika lembur dan tidak pulang itu yang selalu dia lakukan dibelakangku" batin Kiran pilu.Ia pun terus menangis sampai tiba dirumahnya, hari itu dia menangis seharian dan tertidur. Sore hari Adit baru tiba di rumah dan mencari keberadaan istrinya.
"Sayang.. " panggil Adit ketika masuk ke dalam kamarnya. ia menemukan istrinya meringkuk di ranjang berbalut selimut dengan muka sembabnya.Ia pun beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah itu bergabung berbagi selimut dengan istrinya, memeluknya dari belakang.
"Sayang maafkan aku, tolong jangan salah faham ya" lirih Adit, Kiran bergeming menerima pelukan dari suaminya, air matanya pun menetes tanpa kata, ia tetap pura2 tertidur.
"Sayang aku tau kau mendengarkanku, tolong maafkan aku" bisik Adit dibalik telinganya.Tubuh Kiran meremang merasakan nafas panas Adit di sekitar lehernya.
__ADS_1
"Apa kau benar2 tidak mau memaafkan aku, kenapa kau diam saja? "suara Adit mulai serak dan berkaca2.
" Apakah kau selalu melakukan itu saat lembur? " tegas Kiran yang akhirnya mengeluarkan suaranya.
" Tidak sayang.. tadi itu hanya kebetulan saja wanita itu datang"jelas Adit
"Tapi ku lihat kamu begitu menikmati pelukannya tadi" kesal Kiran
"Itu.. itu karena aku kira kamu sayang"
"Bohong.. , aku paling tidak suka dibohongi" ketus Kiran.
"Sayang.. udah deh.. jangan mancing2"
"Ya maaf.. " mohon Adit
"Ish... " Kiran beranjak pergi meninggalkan Adit, ia berjalan ke arah balkon kamarnya menatap bintang dilangit.
"Udah dong marah2 nya.. aku gak sanggup dicuekin sama kamu" Adit mellow memeluknya dari belakang. Kiran merasa punggungnya sedikit basah.
"Kamu nangis... " heran Kiran merasa aneh
__ADS_1
"Aku paling gak suka dicuekin" lirih Adit
Kiran mulai gak tega melihat wajah sendu suaminya. ia berbalik tak mengikis jarak menangkup wajah suaminya dengan kedua tangannya.
"Dan aku tidak suka dibohongi" tegas Kiran
"Aku tidak bohong sayang, udah kangen seharian gak ketemu eh.. nyampek rumah ada yang pundungan"
"Itu karena kamu, mana ada istri yang rela lihat suaminya dipeluk wanita lain coba" kesel Kiran
"Kamu cemburu nih ceritanya? " pancing Adit
"Tau ah.. pikir aja sendiri" hendak beranjak pergi tapi Adit sudah menariknya masuk ke dalam pelukannya.
"Aku seneng lo dicemburuin.. itu tandanya kamu cinta sama aku" senyum Adit mulai mengembang.
"Tolong jaga hati aku ya, jangan kecewakan aku" pinta Kiran mengeratkan pelukannya.
"Iya sayang.. maafkan aku yang kurang perhatian sama kamu, ngomong2 boleh berkunjung gak" ucap Adit sambil memainkan alis nya.
"Ih ..apasih, gak bisa lagi palang merah" stop Kiran sambil meninggalkan Adit
__ADS_1
"Hah..puasa lagi "keluh Adit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.