Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 78.PULANG 2


__ADS_3

Setelah ada drama kecil diperjalanan kini mereka ada sudah ada dipesawat bersiap menuju ibu kota.


"Kamu tidur aja sayang, biar nanti aku bangunin kalau udah nyampek" ucap Adit perhatian.


"Iya.. aku ngantuk banget" jawab Kiran lirih sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, Adit membelai nya sekejap dan membuka tablet nya memeriknya email masuk dari asistennya.


Setelah hampir 2 jam mengudara akhirnya mereka tiba di ibu kota, Adit sudah lebih dulu membangunkan istrinya sebelum landing,dari Bandara Adit langsung membawa istrinya menuju suatu tempat.


"Kita mau kemana Yang.. ini bukan jalan ke rumah kan.. apalagi ke apartemen? " tanya Kiran bingung.


"Nanti kamu bakalan tau" senyum Adit membuat Kiran curiga.


"Kemana sih..bikin penasaran aja"


Adit tidak menyahut lagi, ia masih terus fokus melajukan mobilnya sambil menggenggam tangan istrinya mesra hingga sampai di sebuah rumah berpagar tinggi bernuansa putih abu-abu. Seorang satpam membukakan pintu dan menunduk hormat. Adit memasukkan mobilnya dan beranjak turun.


"Ini rumah siapa Yang..? " tanya Kiran keheranan masih didalam mobil.


"Ayo kita masuk dulu, nanti kamu bakalan tau" ajak Adit menggandeng tangan istrinya masuk, di dalam rumah sudah ada 3 orang asisten rumah tangga selain 2 satpam yang akan membantu mereka.


"Selamat datang Tuan Muda dan nyonya Muda" ucap asisten rumah tangga mereka serentak.


"Terima kasih" jawab Kiran dengan senyum ramahnya.


"Ini rumah baru kita sayang.. rumah masa depan bersama anak-anak kita kelak, apa kau suka? " jelas Adit bahagia membuat istrinya terharu.


" Iya.. aku suka sayang.. Terima kasih " ucap Kiran memeluk suaminya sayang.

__ADS_1


"Baiklah kenalkan ini Bik Sum yang akan membantumu memasak, ini Ijah yang akan membersihkan rumah kita, kalau yang itu Parmin orang yang akan membersihkan kebun dan juga Pak Rudi dan anaknya Irfan yg akan membantu kita sebagai Satpam dan Supir" Adit memperkenalkan asisten rumah tangganya yang baru.


"Terus asisten kita yang lama gimana Mas? "


"Mereka ikut Mama " jelas Adit membuat Kiran mengangguk.


"Ayo aku tunjukin kamar baru kita" Adit menggandeng tangan istrinya menuju lantai atas.


"Pak tolong bawakan kopernya ke atas ya" pinta Adit pada asisten rumah tangganya.


"Siap Den.. " jawab Pak Parmin.


Adit membuka sebuah pintu berwarna putih dan membawa istrinya masuk kedalam.


"Gimana.. suka gak design nya? "


"Sayang.. aku mau berenang ya.. " Tiba-tiba muncul ide gila dari Kiran.


"Gak boleh? " tegas Adit membuat kirann mengerucutkan bibirnya.


"kenapa sih.. " sendu Kiran.


"Boleh kalau sama aku, kalau sendirian jangan.. aku takut kejadian kemarin terulang lagi" lirih Adit mendekap istrinya.


"Iya oke sama kamu" jawab Kiran.


"Nanti aja sorean dikit sekarang masih panas" tegas Adit membuat Kiran menghembuskan nafasnya dan masuk lagi ke kamar untuk membersihkan dirinya sebelum beristirahat.

__ADS_1


Jam3 sore seperti janjinya Adit menemani istrinya berenang, ini adalah pertama kali setelah menikah mereka berenang bersama. Adit terjun ke kolam lebih dulu sedangkan Kiran masih duduk di tepi kolam dengan kaki menjuntai dengan memainkan ponselnya, ia masih asyik berbalas pesan dengan Meta tentang tugas kampusnya.


"Sayang ayo turun" teriak Adit dari tengah kolam.


"Iya.. sebentar sayang.. " jawab Dea tanpa melihat suaminya membuat Adit terabaikan sehingga dia berinisiatif untuk mengerjai istrinya. Setelah berkirim pesan Kiran hendak masuk ke kolam tapi tidak mendapati suaminya disana membuat ia panik.


"Sayang.. kamu dimana? " teriak Kiran, tapi tidak ada sahutan membuatnya semakin takut.


"Sayang jangan main-main dong" Kiran sudah mulai berkaca-kaca tapi masih tidak ada pergerakan dari dalam kolam.


"Sayangggg.." Kiran berteriak dan mulai menangis putus asa dan pada saat itu ia melihat tubuh Adit mengambang di tengah kolam, reflek ia mencebur dan menarik suaminya ke tepi.


"Sayang.. buka mata kamu" teriak Kiran sambil menepuk-nepuk pipi suaminya.


"Tolong jangan buat aku takut" Kiran mendekatkan wajahnya untuk memberi nafas buatan dan disaat yang sama Adit membalas ******* bibir istrinya dengan gemas, merasa ada balasan Kiran menjauhkan wajahnya dan memukul dada Adit.


"Dasar tukang modus.. " Kiran maengumpat sambil menangis merasa dibohongi suaminya membuat Adit bangun dan memeluk istrinya sayang.


"Maafkan aku sayang.. aku cuma main-main saja" canda Adit.


"Bercandamu tidak lucu, kau membuatku takut" kesal Dea beranjak pergi dari tepi kolam. Adit beranjak dan mengejar istrinya yang naik keatas menuju kamarnya, Kiran masuk ke kamar mandi dan menyalakan air hangat, mengguyur dirinya dengan sower saat tiba-tiba sebuah tangan memeluknya dari belakang.


"Tolong maafkan aku.. " bisik Adit sambil mengecup singkat pundak istrinya. Kiran berbalik dan mendekap suaminya.


"Tolong jangan bercanda seperti itu lagi ya.. aku takut" bisik Kiran dalam dekapan suaminya.


"Iya.. maafkan aku..

__ADS_1


__ADS_2