
"Iya sayang" jawab Kiran melambaikan tangannya.
"Bunda Kenzo laper" rengek Kenzo pada Bundanya.
"Iya sayang sebelum pulang kita akan mampir ke mall dulu.. gimana? "
"Ye.. aku mau beli mainan baru boleh kan Ayah? " tanya Kenzo pada Aldi yang sedang menggendongnya menuju parkiran.
"Boleh sayang.. apapun yang kau mau " jawab Aldi sambil mencium pipi cabinya.
"Terima kasih Ayah" Kenzo balas mencium pipi Aldi, mereka masuk ke mobil dan berangkat ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kotanya. Kenzo duduk di kursi belakang sambil bermain mobil-mobilan yang di bawanya.
"Sepertinya dia sangat menyayangimu Al" lirih Kiran sambil menatap Kenzo yang sedang asyik bermain.
"Sepertinya begitu, bahkan dia lebih menyayangiku daripada Bundanya" ledek Aldi membuat Kiran mengerucut.
"Sya.. apa kau pernah bertemu dengannya selama tinggal disini? " tanya Aldi serius.
"Tidak.. " jawab Kiran menggeleng lirih.
"Bagaimana kalau seandainya nanti kau bertemu dengannya lagi, apa kau akan memberi tahunya tentang Kenzo ? " tanya Sean penuh penekanan.
"Aku tidak tau Al" dan aku harap tidak akan pernah bertemu lagi dengannya" lirih Kiran.
"Apa kau masih mencintainya? " tanya Aldi lagi membuat Kiran menoleh dan menarik nafas nya kasar.
"Tolong jangan bicaran ini lagi Al" mohon Kiran membuat Adit mengangguk.
"Aku tau kau masih sangat mencintainya Sya, kuharap kau selalu bahagia dengan pilihanmu, bagaimanapun suatu saat nanti kalian pasti akan bertemu kembali" batin Aldi mencoba tegar.
"Yee.. sampai.. "teriak Kenzo antusias saat tiba di mall.
" Sayang.. Kenzo jangan lari-lari an dong, nanti kamu jatuh lo" teriak Kiran mengultimatum.
"Biarkan dia Sya, aku yakin dia tidak akan berani jauh dari kita" ucap Aldi mereda kemarahan Kiran.
"Kau ini selalu saja membelanya, pantesan dia nurut banget sama kamu dibanding aku ibunya" gerutu Kiran.
"Bukan seperti itu, aku hanya ingin melihatnya bahagia" lirih Aldi menatap sendu Kiran.
__ADS_1
"Jangan mulai lagi Al.. "
Saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba mereka kehilangan jejak Kenzo, anak berusia 3 tahun itu dalam sekejap sudah tidak terlihat di mana-mana.
"Al dimana Kenzo? " panik Kiran.
"Tenang Sya kita cari dia " jawab Aldi mencoba tenang.
Sementara itu Kenzo yang sedang berlarian tidak menyadari kalau dia sudah jauh dari orang tua nya, ia tersadar dan menangis saat tidak melihat Bundanya di sekelilingnya.
"Bunda.. " tangis bocah itu berdiri di depan pintu lift. Dan pada saat itu ada dua orang laki-laki yang keluar dari sana dan melihatnya.
"Hai.. ada apa denganmu sayang, dimana orang tua mu? " tanya salah satu laki-laki tersebut.
"Bos, pesawat kita akan akan segera take off dan kita akan terlambat " ucap Asisten nya.
"Sebentar, kenapa dia sangat mirip denganmu.. lihatlah matanya, hidungnya.. oh tidak kalian bagaikan fotocopy" ucap Asistennya. Mendengar itu laki-laki yang tidak lain adalah Adit merasakan sesuatu yang berbeda pada bocah 3 tahun tersebut.
"Siapa namamu sayang.. ? " tanya Adit.
"Kenzo.. " jawab bocah tersebut.
"Dengan Ayah dan Bunda Om" jawab Kenzo sambil terisak.
"Siapa nama Bundamu sayang.. " Adit mulai curiga.
"Kiran.. "
Mendengar jawaban Kenzo Adit langsung memsluknya dengan sayang setelah 3 tahun lamanya tidak bisa melihat anaknya.
"Lepasin.. Om siapa? " umpat Kenzo mendorong tubuh Adit darinya.
"Sayang Om bukan orang jahat, Om akan mengantarkanmu bertemu dengan Bunda" ucap Roy memberi pengertian.
"Bos, sebaiknya kita bawa dia ke bagian informasi agar bisa segera menemukan Bundanya" usul Roy.
"Iya kau benar Roy" Adit pun membawa Kenzo ke bagian informasi.
"Permisi Mbk.. anak ini terpisah dari orang tuanya" ucap Roy pada bagian informasi.
__ADS_1
"Baiklah.. atas nama siapa? "
"Kenzo " jawab Roy.
"Tunggu sebentar biar saya informasikan dulu, silahkan ditunggu disebelah sana" tunjuk bagian informasi tersebut.
"Baiklah Terima kasih Mbk" pamit Roy.
"Bagaimana Roy" tanya Adit saat Roy telah menghampirinya.
"Masih di informasikan Bos" jawab Roy.
"Sayang.. apa kau mau icecream? " tanya Adit pada anaknya.
"Mau Om.. " semangat Kenzo.
"Baiklah kau mau rasa apa.. Om yang akan belikan untukmu" ucap Roy.
"Aku mau rasa coklat, kalau Om ganteng mau rasa apa? " tanyanya pada Adit.
"Aku juga suka coklat" jawab Adit masih terharu dia berjongkok di depan anaknya.
"Baiklah, aku akan segera kembali" pamit Roy.
"Sayang, bagaimana keadaan Bunda? " tanya Adit ingin tau.
"Bunda baik" jawab Kenzo.
"Apa kalian tinggal di kota ini? " tanya Adit lagi membuat Kenzo mengangguk.
"Apa yang kalian lakukan disini sayang? "
"Hari ini ulang tahunku Om, jadi Bunda sama Ayah ingin mengajakku jalan-jalan.
" Ayah.., siapa nama Ayahmu Kenzo? "
"Namanya.. Ayah.. Bunda" Kenzo tidak melanjutkan kata-katanya karena sudah melihat orang tua nya berjalan kearahnya.
"Kenzo..sayang" teriak Kiran dari jauh, Adit yang saat itu berjongkok membelakangi nya terlonjak mendengar suara wanita yang selama ini dia rindukan. ia pun berbalik dan mendapati Istrinya itu sedang bersama Aldi, mantan kekasihnya.
__ADS_1
"Kau.. " Kiran menghentikan langkahnya.