Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 46.NGAMBEK 2


__ADS_3

Adit masih dongkol mengingat istrinya itu begitu mudah bersenda gurau dengan laki2 lain saat ia tidak ada.Ia melepaskan pelukan istrinya dan berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Kiran tertegun melihat punggung suaminya yang kini meninggalkannya.


"Maafkan aku.. " lirihnya


Kiran beranjak masuk ke kamar, Ia duduk diatas sofa menunggu suaminya keluar dari kamar mandi.Beberapa saat kemudian suaminya sudah keluar dari kamar mandi, dengan tanpa bersuara ia berganti baju dan merangkak ke ranjang membelakangi Kiran.


"Sabar Kiran disini kamulah yang salah, jadi biarkan suamimu tenang dulu untuk malam ini" batin Kiran.Ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah itu berbaring di samping suaminya. Malam ini berlalu tanpa pelukan, tanpa kecupan sayang apalagi ucapan selamat malam.


"Maafkan aku.. " lirih Kiran merasa bersalah hingga dia tertidur dalam rasa bersalahnya.


Pagi itu Kiran terbangun.. tapi ranjang disampingnya sudah kosong, Ia bergegas siap2 berangkat ke kampusnya.


"Sepertinya dia benar2 masih marah sehingga tidak mau membangunkan aku."baiklah karena ini kesalahanku maka aku akan memperbaikinya." tekad Kiran pada dirinya sendiri.Ia sarapan seorang diri dan berangkat kekampus.


Hari itu Kiran tidak bertemu dengan Tara, entah kemana dia Kiran tidak tau. sampai jam makan siang tiba ia menyempatkan diri untuk menghubungi suaminya tetapi tidak tersambung.


Karena tidak diangkat maka Kiran meninggalkan pesan singkat nya.


"Sayang.. maafkan aku ya..jangan terus2 an ngambek dong.. aku g bisa di gini in sama kamu.. aku kangen!!" Kiran mengirim notif ke ponsel suaminya.


***

__ADS_1


Dikantor Adit sedang ada rapat penting dengan rekan bisnisnya dari Jepang sampai sore dia baru bisa membuka ponselnya.Ia melihat begitu banyak panggilan masuk dari istrinya siang tadi dan terselip juga satu notifikasi untuknya,Adit hanya membacanya berulang2 tanpa mau membalasnya.Ketika tiba2 Roy masuk ke ruangan membuyarkan lamunannya.


"Bos.. apa sampai saat ini anda masih marah pada Nona? "


"Entahlah Roy"


"Apa Nona tidak menjelaskan siapa pria itu Bos"


"Dia bilang pria itu adalah teman lamanya" dengus Adit.


"Itu berarti semua sudah terjawab kan Bos? "


"Tapi aku masih benar2 kecewa dengannya"


"Aku akan berusaha Roy, ayo kita pulang!" ucapnya beranjak pergi.


"Siap Bos.. " Roy keluar mengikuti Bosnya.


Dalam perjalanan Adit memikirkan perkataan Roy, "Mungkin aku terlalu egois dengan tidak mendengarkan penjelasannya, tapi aku benar2 masih kesal karena ulahnya itu, " batin Adit.


Sesampainya dirumah Adit melihat rumahnya begitu gelap, sampai ia masuk ke dalam kamar pun masih juga terlihat gelap, Adit berfikir apa mungkin istrinya itu sedang tidak ada dirumah.Ia bergegas membersihkan tubuhnya yang seharian bekerja, berendam dengan aroma terapi agar terasa rileks, setelah 20 menit ia pun menyelesaikan ritual berendam nya dan keluar menuju ruang gantinya. dan saat membuka lemari pakaiannya tiba2 ada tangan yang memeluk tubuhnya dari belakang, "Maafkan aku sayang" ucapnya lirih.

__ADS_1


Seketika Adit terlonjak kaget dan memejamkan matanya, Ia sangat merindukan istrinya itu tapi disisi lain ia juga masih sangat kesal padanya. Adit masih mematung dalam dekapan istrinya dengan bertelanjang dada.


Tidak ada jawaban dari Adit membuat Kiran semakin mengeratkan pelukannya, "Apa kau benar2 tidak mau memaafkanku? " lirih Kiran mulai berkaca2 dan tidak bisa membendung lagi air matanya. Adit yang merasa punggungnya sudah mulai basah ingin sekali membalikkan tubuhnya tapi ia tahan.sekian menit tidak ada pergerakan dari Adit Kiran mulai melonggarkan pelukannya dan sedikit menjauh.


"Maafkan aku" ucapnya sambil berbalik tapi Adit dengan cekatan menarik tangannya dan memeluknya dengan erat.


"Maafkan aku yang sudah egois dan mendiamkanmu seharian ini" bisik Adit.Tangis Kiran pecah dan ia membalas pelukan Adit.


"Akulah yang seharusnya minta maaf padamu karena tidak bisa menjaga hatimu" lirihnya.


" Kita akan memperbaiki semuanya"Kiran mengangguk.


"Apa kau sudah selesai, kenapa kau memakai baju seperti ini hem? " goda Adit melihat Kiran hanya memakai lingerie yang begitu menggoda.


Kiran tersenyum kecil"Aku hanya ingin memberikan hak suamiku yang sudah lama tertunda"jawab Kiran malu2.


"Benarkah begitu, apa kau benar2 sudah siap sayang? " semirk Adit, dan Kiran mengangguk yakin. Adit tersenyum dan mengangkat tubuh istrinya ke atas ranjang.


"Apa kau tidak jadi ganti baju" tanya Kiran bingung.


"Aku rasa itu sudah tidak penting" jawabnya sambil mengerlingkan matanya.

__ADS_1


"Ish.. dasar mesum" ucap Kiran mencubit punggung Adit.


__ADS_2