
"Al.. " Kiran tau di dalam hati Aldi masih menyimpan cinta untuknya, oleh karena itu Kiran mencoba untuk menghibur Laki-laki yang selalu ada untuknya itu.
"Aku senang kalian bisa bersama lagi, dan semoga kedepannya kalian lebih bisa mengambil sikap dari setiap permasalahan" pesan Aldi.
"Terima kasih, aku yakin kau akan mendapatkan pendamping yang jauh lebih baik Tentunya" jawab Kiran.
"Ayah.. " panggil Kenzo pada Aldi.
"Hai sayang..baru bangun ya? " tanya Aldi sambil memeluk Kenzo.
"Iya.. Ayah kapan datang kok tidak bangunin Kenzo sih" ucap Kenzo cemberut.
"Maaf sayang Ayah kesini ingin pamit sama kamu"
"Ayah mau kerja lagi? " tanya Kenzo.
"Iya sayang.. nanti kapan-kapan Ayah bakalan kunjungin kamu kok" Aldi mencoba menjelaskan pada Kenzo.
"Nanti kalau Kenzo kangen gimana? "
"Sekarang kan ada Ayah Adit yang bakal nemenin Kenzo seharian" Aldi melirik pada Adit sekilas.
"Kenzo maunya bareng Ayah Aldi dan Ayah Adit" Kenzo mulai ngambek gak mau ditinggalin Aldi.
"Kenzo anak pinter kan.. Ayah Aldi bakalan sering jengukin Kenzo kok" Kiran ikut merayu anaknya.
"Gimana kalau hari ini Ayah ajak kamu jalan-jalan ke mall? " rayu Aldi
"Mau Yah.. " ucap Kenzo bersemangat.
"Oke Kenzo siap-siap dulu ya .. Ayah tungguin di depan" perintah Aldi.
"Siap Ayah, Ayo Bin bantu Kenzo bersiap" ajak Kenzo menarik tangan Kiran masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Iya sayang sabar dong" ucap Kiran meninggalkan Aldi dan Adit ke dalam bersama Kenzo.
"Terima kasih kau selalu ada buat mereka selama ini" ucap Adit membuka pembicaraan duduk di depan Aldi.
"Sama-sama, itu sudah kewajibanku..tolong jaga dia untukku dan jangan sakiti dia lagi" lirih Aldi sedikit menahan rasa berat melepas Kiran kembali.
"Aku tidak pernah sengaja menyakitinya, semua itu terjadi tanpa bisa aku hindari" Adit mencoba menjelaskan.
"Selama ini dia selalu mengingatmu meskipun masih ada rasa kecewa di hatinya terbukti dia tidak pernah membuka hatinya untukku selama 3 tahun kami bersama, kau sangat berarti untuknya" Aldi tersenyum miris.
"Aku tau itu, aku berjanji tidak akan pernah membuatnya terluka" janji Adit
"Aku pegang janjimu, kalau sampai kau menyakitinya lagi aku tidak akan pernah menyerahkan dia padamu lagi, ingat itu" ancam Aldi sungguh-sungguh.
"Aku janji.. " balas Adit.
"Ayah.. aku susah siap" teriak Kenzo menghampiri Aldi.
"Ok Boy kita pergi sekarang" ajak Aldi menggandeng tangan Kenzo.
"Iya sayang.. Hati-hati ya Al" ucap Kiran.
"Aku akan segera kembali" pamit Aldi.
Hari itu Aldi bersenang-senang dengan Kenzo, ia pergi ke taman bermain, membeli mainan, makan icecream dan masih banyak lagi hingga sore menjelang Aldi baru mengantarkan kembali ke apartemen Kiran.
"Bunda.. " panggil Kenzo berlari masuk menghampiri Kiran.
"Sayang kamu sudah pulang, apa yang kalian lakukan sampai sesore ini" tanya Kiran pada Anaknya.
"Kami beli icecream dan beli banyak mainan Bun" ucap Kenzo bersemangat.
"Benarkah, apa kau senang? " tanya Kiran lagi.
__ADS_1
"Senang Bunda"
"ya udah sekarang kamu mandi dulu ya, ini udah sore? " perintah Kiran yang di angguk i oleh Kenzo.
"Terima kasih Al kamu telah membuat Kenzo senang hari ini" ucap Kiran sesaat setelah kepergian Kenzo.
"Aku senang melakukannya, jaga dirimu baik-baik mungkin setelah ini kita akan jarang bertemu" pinta Aldi.
"Jangan lupa selalu hubungi aku, Terima kasih untuk semuanya ya Al" ucap Kiran memberi pelukan terakhir pada Aldi membuat mata Aldi berkaca-kaca.
"Iya aku akan selalu menghubungimu, selamat tinggal dan titip salam buat Adit ya" pamit Aldi sebelum beranjak pergi.
Malam itu hujan rintik-rintik menghiasi malam yang syahdu, setelah menidurkan Kenzo Kiran berdiri di balkon kamarnya dengan tatapan sendunya.
"Apa yang kamu pikirkan" tanya Adit tiba-tiba memeluknya dari belakang membuat Kiran terlonjak kaget.
"Aku hanya sedang berfikir tentang jalan hidupku ke depannya nanti" lirih Kiran dalam dekapan suaminya.
"Jalan hidupmu adalah bersamaku, seberapa lama kita berpisah kau akan tetap bersamaku.. " Adit mengecup singkat Pipi Kiran.
*****
Di Bandara Aldi yang sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Singapura berjalan masuk dengan berbicara melalui telpon genggamnya.
"Baiklah., ini aku masih di Bandara " ucap Aldi pada orang disebrang telpon dengan terburu-buru sehingga secara reflek ia menabrak seseorang.
"Oh maafkan aku Nona, apa kau tidak apa-apa? " tanya Aldi membantu merapikan barang-barang yang berceceran.
"Iya tidak apa-apa, lain kali hati-hati" ucap seorang gadis yang sangat ia kenal dari suaranya.
"Dinda.. "
"Aldi.. "
__ADS_1
*****
Sekian cerita ini semoga kalian suka ya.. jangan lupa baca novel autor yang lain" Sahabat sejati" dan Terima kasih buat semua yang sudah suport selama ini🙏