
Jihan.. "lirih Adit.
Sekilas tatapan mereka bertemu, Jihan telihat canggung dan memalingkan wajahnya.Hari itu rapat berakhir siang hari dan Adit langsung menuju hotel untuk beristirahat.
"Roy hari ini aku bertemu dia lagi" curhat Adit
" Siapa Bos? " tanya Roy tanpa melihat Bosnya.
"Jihan.. "
Roy langsung mendongak kaget mendengar nama wanita di masalalu Adit itu.
"Dimana Bos? "
"Di kantor, sepertinya dia bekerja di kantor cabang semarang ini"
"Apa perlu aku akan cari info Bos"
"Tidak usah Roy.. aku hanya ingin bertemu dengannya saja"
"Baiklah besok akan coba aku tanyakan ke pihak HRD"
Roy meninggalkan Bosnya dikamar untuk menyiapkan makan siang dan keperluan yang lain. Dikamar Adit terus berfikir apa perlu dia menceritakan tentang Jihan pada Kiran.
***
Di kampus Kiran dan teman2 nya sedang berada di mading melihat informasi Olimpiade bulu tangkis yang akan digelar di semarang.
"Siapa yang akan mewakili kampus kita? " tanya Meta.
"Dengar2 sih si Raka sama si Bisma" jawab temannya yg lain.
"Hebat juga ya mereka ternyata" heboh Meta
"Makanya jangan suka ngeremehin orang" sahut Kiran.
"Ya udah ayo kita ke kantin aja" Meta menarik lengan Kiran menuju kantin, disana mereka melihat sahabat2 mereka sedang berkumpul.
"Hai Ran.. yuk sini gabung sama kita" ajak Bisma sambil melambai.
__ADS_1
"Sudah lama ya? " tanya Kiran mendekati sahabat2 nya itu dan mulai mengambil tempat duduk bersama Meta.
"Eh btw selamat ya kalian terpilih mewakili kampus kita mengikuti olimpiade bulutangkis ke Semarang" ucap Kiran sumringah.
"Iy dong.. siapa dulu.. " sombong Bisma
"Ih sombong " jutek Meta.
"Iri aja lo" sahut Bisma lagi.
"ngomong2 kapan kalian berangkat? "
"Jadwalnya sih nanti sore.. do'ain kita ya.. " pinta Raka pada sahabat2 nya.
"Siap, hati2 di jalan ya.. jangan lupa kasih kabar ke kita" ucap Kiran.
Sore itu Raka dan Bisma berangkat ke Semarang diantar oleh Meta.
"Kiran mana Met? "tanya Raka
" Dia lagi sibuk katanya kirim salam aja buat kalian berdua" jawab Meta saat mereka berpisah. Raka dan Bisma sampai disemarang tepat jam 7 malam.
"Ok.. ayo kita makan di resto hotel aja gimana? "
"Boleh.. ayo"
Saat mereka berdua sedang menikmati makan malam tanpa sengaja Raka melihat seseorang yang ia kenali.
"Bisa.. bukannya itu suaminya Kiran? " ragu Raka
"Yang mana Ka" Bisma melihat arah tunjuk Raka.
Bisma Terlonjak" Eh iya.. dia sama siapa ya..
"Mungkin itu saudaranya kali, coba gue foto dulu" iseng Raka.
"Buat apa"
"Buat nanya ke Kiran dia itu siapanya, kok kayak kenal banget gitu ngobrolnya.
__ADS_1
" Gak usah aneh2 deh lo" tolak Bisma
"Udah lo diem aja, biar gue yang urus" Raka mengambil ponsel dan mengambil foto Adit dari berbagai sisi setelah itu ia mengirimnya ke ponsel Kiran.
Sedangkan Kiran yang malam itu hendak beristirahat menerima notifikasi dari Raka jadi penasaran ingin membukanya.Kiran Terlonjak melihat foto yang dikirim oleh sahabatnya.
"Ini beneran kamu, pantesan dari kemarin kamu gak ada kabarin aq, jadi ternyata kamu udah punya cewek lain dibelakang aku" lirih Kiran tak percaya dan ia segera men deal nomer suaminya.
Adit yang saat itu telah bertemu dengan Jihan begitu kaget menerima vidio call dari istrinya. saking paniknya ia menolak panggilan tersebut.
"Siapa Dit, istri kamu ya? " tanya Jihan tersenyum.
"Iya" Adit mengangguk mengiyakan
"Kok dimatikan, gak takut apa dia salah paham nanti! "
"Aku lebih takut kalau aku angkat dia bakalan lebih salah faham lagi" takut Adit.
"Ya udah terserah kamu aja" senyum Jihan terkekeh geli.
Sedangkan Jihan yang mendapat penolakan dari suaminya beralih vidio call ke Raka.
"Iya Ran"
"Lo dimana? "
"Masih di resto"
"Masih ada suami gue gak disitu? " tanyanya lagi
"Masih" jawab Raka sambil mengunyah makanannya.
"Coba lo arahin kameranya kesana" pinta Kiran
"Ok.. " jawab Raka sambil mengarahkan kamera ponselnya pada Adit. Kiran melihat dengan seksama dan matanya sudah mulai berkaca2.
"Lo kenal gak Ran sama wanita itu? " tanya Bisma
Hening sesaat hingga terdengar suara isakan dan setelah itu ponsel dimatikan oleh Kiran.
__ADS_1
"Astaga" ucap Raka