
Sore itu setelah menyelesaikan kuliahnya Kiran berniat langsung ke Bandara menjemput Kakaknya.
Diluar kampus saat sedang menunggu taxi Kiran mendengar seseorang memanggilnya.
"Kiran.. teriak Raka," mau pulang ya? "
"Gak.. aku mau ke Bandara jemput Kakak aku"
"Oh... naik apa? "
" Ini lagi nunggu taxi"
"Mau aku anter gak? "
"Gak usah Raka ... ini taxi nya udah di jalan"
"Ok deh kalau gitu.. duluan ya.."Raka melambaikan tangannya. tak berselang lama taxi pesanan Kiran tiba.
" Bandara ya Pak"
"Baik Non..
Sesampainya di Bandara Kiran terburu2 karena sudah terlambat beberapa menit dan saat memasuki Bandara terlihat suasananya sudah sepi, " ya ampun.. apa Kak Marcel sudah pulang ya"dengus Kiran kecewa.
"Belum kok..., terdengar suara yang sudah tidak asing lagi di telinganya, Kiran menoleh dan berhambur ke pelukan orang tersebut.
" Kak Marcel.. aku kangen banget kak"
"Benarkah.. kau semakin cantik saja, " gemas marcel sambil mencubit pipi adiknya itu.
"Kenapa Kakak tiba2 datang, apa kak Rena mengizinkanmu pulang sendirian begini, " goda Kiran.
__ADS_1
"Kau ini nakal sekali" ucap Marcel sambil mengacak rambut Kiran.
"Apa kau sudah makan?"bagaimana kalau kita mampir makan dulu sebelum pulang kerumah, sekalian beli buat Ibu? "
" Baiklah.. ayo..
****
Dikantor seharian ini mood Adit lagi baik, ia penuh semangat dan tersenyum sepanjang hari.
"Bos, apa ini hari istimewa? sepertinya kau bahagia sekali ya.."goda Roy
" Anggap saja begitu Roy"apa jadwal ku hari ini sudah selesai? "
"Sudah Bos.. kita bisa pulang setelah ini"
"Bagus" saat sedang berbincang dengan Roy Adit menerima notifikasi dari anak buahnya, dia melihat Kiran sedang berpelukan dengan laki2 lain di bandara.muka Adit terlihat memerah karena menahan amarahnya. ia segera menelfon anak buahnya"dimana dia sekarang? "kau awasi dia dan laporkan padaku.
"Ada apa Bos? " Adit tidak menghiraukan pertanyaan Adit.
Mereka berdua pergi menuju tempat yang dikirimkan anak buah Adit.
"Kita mau kemana bos? "
Adit terlihat geram, Roy tidak berani bertanya lagi " sepertinya ada yang mau ngamuk lagi"batin Roy. sesampainya di tujuan Adit segera keluar.
"Roy kau tunggu disini"
"Siap Bos"Adit masuk ke Restoran itu dan menemukan Kiran bersama seorang laki2, mereka ketawa ketiwi bersama. Adit datang tiba2 dan menonjok muka Marcel hingga berdarah. Kiran terlonjak kaget. " Kak Marcel"teriaknya
"Apa yang Anda lakukan? "tanya Kiran pada Adit.
__ADS_1
" Ayo pulang, "Adit menarik tangan Kiran dengan kasar.
"Tapi Pak.. melihat Adit yang sudah terlihat murka Kiran tidak mau melawan lagi, dia hanya bisa menatap Kakaknya dengan tatapan memohon, dan Marcel mengangguk.
Sampai di luar Restoran" Roy kau pulang bersama Alex. "
"Siap bos"
Adit membuka pintu mobil, menarik Kiran dan menutupnya dengan kasar, amarahnya sudah di ubun2 ia mencoba menahan agar tidak menyakiti wanitanya. Adit melajukan mobilnya dengan kencang tanpa berkata apapun.
"Ya ampun.. apa dia salah paham lagi, Kiran memijit pelipisnya.
" Jangan bilang kau salah paham lagi.. "keluh Kiran.
" Salah paham apa? "coba jelaskan sekarang."
"Jelaskan yang mana? "
" Siapa laki2 tadi? "sudah kubilang aku tidak suka di khianati! "
Kiran tersenyum "kau salah paham lagi Pak Aditya yang terhormat, dia " Marcel"Kakakku
Adit mendadak mengerem mobilnya"apa" Kakakmu? "
"Apa kau sedang cemburu Pak Adit" goda Kiran
"Kenapa kau tidak pernah bilang kalau kau punya kakak laki2? "Apalagi aku telah memukulnya tadi" sesal Adit sambil memegang pelipisnya.
"Tidak apa2 nanti aku jelaskan padanya, kau lucu sekali kalau cemburu begini. " tawa Kiran.
"Tolong maafkan aku ya, " sesal Adit sambil mencium tangan Kiran.
__ADS_1
"Aku sudah memaafkan mu, tapi aku tidak tau dengan Kakakku" tawa Kiran menggoda