
Diperjalanan Roy menceritakan bagaimana masalalu Adit dan Jihan karena ia merasa ikut bertanggung jawab dengan masalah ini.
"Maaf Nona, bukannya saya ikut campur, tapi anda salah faham tentang Jihan" ucap Roy memulai pembicaraan.
"Aku tau Roy, tapi aku tidak suka kebohongan" kesal Kiran.
"Dibalik ketegasan nya Bos adalah laki-laki yang rapuh Nona, saya sangat sedih saat melihat dia dalam kondisi terpuruk seperti ini" sedih Roy
Setelah menempuh perjalanan setengah jam mereka tengah sampai dirumah sakit. Roy memarkirkan mobilnya.
"Nona saya punya 1 permintaan" ucap Roy mengurungkan Kiran yang hendak membuka pintu mobil.
"Katakan saja Roy" heran Kiran
"Apapun yang terjadi tolong jangan pernah meninggalkan Bos, karena itu adalah kelemahan terbesarnya" sendu Roy
"Iya baiklah, Kiran menganggukkan kepalanya dan turun dari mobil, Mereka berjalan menyusuri lorong Rumah sakit dan tiba di sebuah kamar.
" Silahkan masuk Nona, saya akan berjaga diluar kalau ada apa-apa Nona bisa memanggil saya" ucap Roy. Kiran pun mengangguk dan mulai membuka pintunya. Kiran memasuki kamar bernuansa putih itu dan melihat suaminya diatas brankar dengan muka pucat nya terbaring tak berdaya, ia tidak melihat lagi wajah tegas yang selalu ia lihat saat memimpin perusahaannya. Kiran pun duduk di sampingnya dengan menahan sesak di dadanya, meraih tangan pucat nya dan mengecupnya singkat.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang.. aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini, aku tidak menyangka kau begitu rapuh saat ditinggalkan orang terdekatmu. " lirih Kiran
Adit yang merasakan pergerakan disampingnya mulai mengerjapkan matanya pelan dan ia sangat senang saat melihat wanita yang dicintainya itu duduk dan tersenyum manis padanya.
"Sayang.. kau ada disini, apa aku bermimpi? jika ini benar- benar mimpi maka aku tidak ingin segera bangun" sendu Adit berkaca-kaca
"Kau tidak sedang bermimpi, ini aku yang datang untuk menjagamu" senyum Kiran memberi semangat pada laki- laki rapuh itu. Adit beralih tidur dipangkuan Kiran memeluk perut wanita itu dengan posesif.
"Sayang tolong jangan tinggalkan aku lagi ya.. aku janji ngak bakalan bohongin kamu lagi" tangis Adit pecah membasahi bagian perut Kiran, ia sangat terharu istrinya itu masih mau memaafkannya.
Kiran yang melihat itu jadi tidak tega dan ia pun membelai rambut laki2 yang mendekap nya itu dengan lembut sebagai wujud rasa cintanya. Tak terasa 2 jam Adit tertidur dalam posisi seperti itu,hingga ketukan pintu membuat Kiran menoleh dan terlihat seorang dokter seusia suaminya muncul yang membuat Kiran hendak beranjak tapi posisinya saat ini tidak memungkinkannya.
"Dokter bagaimana keadaannya? " tanya Kiran khawatir.
"Seperti yang kau lihat Nona, berkali-kali dia mengalami hal ini aku khawatir dia bisa depresi nantinya, aku mohon tetaplah bersamanya dia hanya ingin orang yg di cintainya selalu bersamanya saja. kalau seandainya dia posesif padamu itu hanyalah wujud karena dia tidak mau kehilanganmu, Adit adalah sahabatku dan aku sangat mengenalnya dia tidak menghianati orang yang di cintainya jadi aku mohon jangan pernah kau tinggalkan dia ya" ucap Dokter itu serius
"Apakah dia bisa sembuh dengan trauma yang dialaminya ini Dok"
" Pasti bisa kalau orang disekelilingnya mendukung"senyum Dokter pengembang.
__ADS_1
" Dan aku yakin kau bisa membantunya dan memberinya suport agar dia bisa melupakan trauma nya, apalagi saat berhubungan denganmu" Dokter mengedipkan matanya
" Apa dokter juga tau masalah itu? " tanya Kiran malu.
"Kau tidak usah malu Nona, dia tidak pernah menyembunyikan apapun dariku dan Roy semenjak Om dan Tante tinggal di luar Negri .. aku permisi" pamit Dokter keluar dari ruangan.
" Terima kasih Dokter" Kiran menghela nafas dalam dan menatap laki-laki di pangkuannya dengan sendu.
"Aku tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi padamu" batin Kiran dan setelah beberapa saat ia memindahkan Adit perlahan dari pangkuannya karena ia hendak ke kamar mandi.Saat ia hendak beranjak Adit menarik tangannya.
"Mau kemana, jangan tinggalkan aku" rengek Adit
"Aku hanya akan ke kamar mandi saja, apa kau mau aku pipis disini? " canda Kiran
"Baiklah, cepatlah pergi" ucap Adit terkekeh.
Hari itu Adit merasa semangat hidupnya telah kembali lagi.
"Semoga kau selalu disampingku" senyum Adit
__ADS_1