Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 14.KESEPAKATAN


__ADS_3

"Tapi apa.. apa bapak mau membuat kesepakatan denganku..? "


"Begini saja, Adit diam berfikir sejenak,"Bekerjalah dirumahku sebagai asisten ku 2 bln saja, stelah itu anggap saja hutangmu lunas, dan aku berani membayarmu 2× lipat dari gaji di tempatmu bekerja sekarng.


" Apa bapak tidak bercanda"


"Untuk apa aku bercanda, aku serius dan aku ingin kau datang jam 6 tepat kerumahku dan bangunkan aku.


" Baiklah pak mulai besok saya akan mulai bekerja, boleh saya pergi sekarang"jawab Kiran


"Baiklah, tolong simpan nomer tlp ku." Mereka saling bertukar nomer tlp kembali dan setelah itu pergi.


******

__ADS_1


Jam 5 pagi Kiran terbangun, dia bergegas membersihkan dirinya dan bersiap2 menuju apartemen Bos nya.


Sesampainya disana Kiran masuk begitu saja, ia yakin kalau Adit masih nyaman bergelung dengan selimut tebalnya, semalam Adit sudah memberitahu akses masuk ke apartemennya. Kiran masuk dan menuju ke kamar Bos nya, ia melihat bosnya masih menikmati mimpinya tanpa mengenakan atasasan dlm keadaan tengkurap"ya ampun kenapa kalau tidur selalu saja tidak pakai baju, "Kiran mendengus kesal.


Kiran membangunkan bosnya dengan menepuk bahunya "Pak, bangun ini sudah pagi" tapi Adit hanya merubah posisi nya saja, sekian lama tidak ada pergerakan Kiran duduk di tepi ranjang dan menggoyang2 tangan Adit sedikit keras, "Pak ayo bangun dong, apa Bapak tidak ada meeting pagi ini?"Kiran mencoba memancing pertanyaan.


Tanpa diduga Adit menarik tangan Kiran dan dengan reflek dia terjerembab kesamping Adit, tapi Adit malah semakin memeluknya seperti guling, nyaman sekali sambil ndusel2 manja ke wajah Kiran. "Ya ampun, kenapa bisa begini.. Tuhan tolong hambamu ini, "Kiran mencoba melepaskan tangan Adit darinya, Adit sebenarnya sudah terbangun, dia sengaja pura2 tidur untuk menggoda Kiran." Pak, tolong lepaskan saya"rengek Kiran


Adit semakin mengencangkan pelukannya, "Biarkan seperti ini 5 menit saja, " mohon Adit dengan suara seraknya.


" Diamlah sebentar, biarkan aku menikmati ini,"nyaman Aditya. Kiran semakin kesal dan mendorong dada Aditya. dia bangkit dan menuju kamar mandi.


"Kamar mandi sudah saya siapkan, " jutek Kiran seraya menyiapkan baju untuk Adit,sedangkan Adit melihat pergerakan Kiran dengan senyum mengembang dibibirnya,"lucu sekali dia kalau sedang marah,"ucapnya dalam hati.

__ADS_1


"Kenapa Bapak malah senyum2 begitu?"silahkan Bapak mandi dulu saya akan siapkan makanan bapak. "berlalu keluar dari kamar Adit.


Adit bangkit dan membersihkan tubuhnya. memakai pakaian yang disiapkan Kiran dan keluar menuju meja makan,sampai disana dia melihat Kiran dengan cekatan membuatkan sarapan pagi untuknya, Adit duduk di meja makan sambil mengikuti pergerakan Kiran dengan berpangku tangan di dagu, dan saat akan mengambil gula Kiran kesulitan untuk menjangkaunya.. dia naik ke atas kursi dan berhasil mendapatkan barang yang ia perlukan, sewaktu akan turun Kiran terpeleset dan hampir jatuh.. dengan cekatan Adit datang menopang tubuhnya tapi karna tergesa2 Adit tidak stabil menopang tubuhnya.. dan akhirnya mereka jatuh bersama dengan posisi Kiran berada di atas Adit. sesaat ketegangan terjadi mereka saling tatap penuh arti.


"Oh Tuhan jantungku, " ucap Kiran dalam hati


"Cantiknya.." lirih Aditya.


" Awas minggir, "teriak Kiran sambil mendorong dada Adit dan membuyarkan lamunan Adit


Kiran beranjak sambil mendengus kesal. " Bapak tunggu di meja makan, sarapan sudah siap"ketus Kiran.


Adit beranjak ke meja makan dengan senyum kecil, "kenapa sih marah2 mulu dari tadi, jadi gemes deh... pingin cium, "goda Adit

__ADS_1


" Apaan sih, "udah nih sarapan dulu"


"Iya, makasih ya.. "


__ADS_2