Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 26.NGAMBEK LAGI


__ADS_3

Sampai pintu terbuka Adit terus menarik tangan Kiran dengan amarah sampai di ruang tengah,Kiran berusaha melepaskan tangannya.


"Bapak kenapa sih, tolong jelaskan..! " akhirnya Kiran membuka suara.


"Kenapa katamu?"jawab Adit dengan sorot matanya." Kenapa bisa kamu sampai berpelukan dengan mantanmu itu.. ditempat umum lagi? "


"Hah.. apa bapak marah karena ini?" lucu sekali.." Kiran tertawa.


" Jangan tertawa.. kau tidak peka atau memang sengaja membuatku marah hah? "


"Tidak peka..?membuat marah..? apasih, saya tidak mengerti dengan kata2 bapak ini.., "Kiran terdiam sejenak, " apa jangan2 bapak cemburu begitu? "


"Aku..,terserah apa penilaianmu, yang jelas aku tidak suka kamu dekat2 lagi dengan mantanmu itu, kau dengar kan!"ancam Adit


" Tidak suka, kenapa? "


"Karena aku tidak suka milikku disentuh oleh siapapun"


"Milikmu... sejak kapan aku jadi milikmu?"tuan Adit yang terhormat bukankah tidak pernah ada komitmen diantara kita untuk saling memiliki kecuali sebatas pekerjaan bukan? lalu salahku dimana pak?"

__ADS_1


Adit mulai kesal dan meninggalkan Kiran begitu saja, "kalau begitu terserah padamu saja, aku nyerah, "ia beranjak menuju kamarnya sambil membanting pintunya.


Kiran terlonjak kaget"ya ampun salah lagi.. "dengus Kiran, " seharusnya Bapak jujur saja dan nyatakan cinta Bapak, tidak pergi gengsi seperti itu"lirihnya


"Sementara itu di dalam kamar Adit mulai uring2 an," Dasar tidak peka, ok fine, kenapa gue merasa berjuang sendiri disini ya.. sepertinya dia tidak serius menanggapi perasaanku. Baiklah Kiran kita coba cara terakhir.. setelah itu kalau kau masih tidak peka berarti selesai"monolognya


Malam itu mereka tidur dengan fikiran masing2 sampai pagi menjelang. Kiran bergegas ke kamar Bosnya tapi tidak seperti biasanya kamar itu sudah kosong, "dia kemana ya, apa sudah pergi ke kantor ? "tumben pagi sekali


Seperti biasa Kiran mengecek email yang masuk ke ponselnya. " Yes aku diterima, "Kiran memang sengaja mendaftarkan dirinya ke salah satu universitas ternama di daerah tersebut dengan program beasiswa dan Alhamdulillah baru ada email masuk dia diterima. " nanti saat dia pulang aku akan memberitahunya"ucap Kiran semangat


Seharian Adit tidak mengabarinya sama sekali, Kiran merasa ada yang kurang dalam hidupnya, dan sampai malam hari Adit belum juga pulang, "apa dia benar2 ngambek lagi dan tidak akan pulang malam ini" Kiran mencoba menghubunginya.


"Hallo, asisten Roy apa bos bersamamu?"


" Benar Nona, apa anda memerlukan sesuatu? "


"Ah tidak, apa dia baik2 saja? dan apa dia tidak pulang malam ini? "


" Anda tidak perlu khawatir Nona Bos baik2 saja dan malam ini dia tidak akan pulang karena kami ada dinas ke luar kota"jelas Roy

__ADS_1


"Oh begitu, baiklah asisten Roy jaga diri kalian baik2 ya ..urus Bosmu yang sedang ngambek itu ya! "ucap Kiran menutup tlp nya.


"Bos sedang ngambek ya, mangkanya dari pagi marah2 melulu," batinnya


"Baiklah Nona Terima kasih, sepertinya kami akan disini selama sepekan."


"Baiklah," Kiran menutup telponnya,"kenapa dia tidak bilang kalau ada dinas luar kota ya, fix dia benar2 ngambek,"baiklah Kiran kita ikuti saja permainan Bosmu itu, dia benar2 sok jual mahal sepertinya" senyum Kiran mengembang.


Setelah menutup telponnya Roy menghampiri Bosnya yang sedang melamun di balkon kamarnya. "Bos..apa Nona tidak tau kalau bos sedang ke luar kota?"


" Tidak, aku sengaja tidak memberi tahunya, kenapa? "


"Tadi Nona menelpon, sepertinya dia sangat menghawatirkan Bos"


"Benarkah begitu? "


"Bos lagi ngambek ya" goda Roy


"Diam kau"

__ADS_1


"Ok.. ok.. saya tidak akan ikut campur urusan rumah tangga, " ucapnya sambil nyelonong pergi


__ADS_2