Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 60.PERGI


__ADS_3

Disisi lain Kiran yang berada di dalam taxi sengaja mematikan ponselnya, ia pergi meninggalkan rumah karena ingin menenangkan diri.


"Maafkan aku yang telah pergi meninggalkanmu untuk sementara waktu, maafkan aku yang tak bisa menerima kebohonganmu" lirih Kiran di sela-sela tangisnya.


Sementara itu Adit yang sedang meratapi istrinya tanpa sengaja melihat secarik kertas berada di atas nakas beserta segelas susu.ia pun beranjak dan mulai membaca tulisan di dalamnya.


"Sayang maafkan aku yang selama inibbelum bisa menjadi istri yang baik untukmu, aku ijin pergi untuk menenangkan diriku untuk sementara waktu.. aku pergi hanya karena masih kecewa dengan kebohonganmu, semoga kau bisa mengerti dan memberiku waktu untuk menerima semua ini. tolong jangan cari aku.. Kiran


"Gak.. gak.. Kiran.... " teriak Adit


berhari-hari semenjak kepergian istrinya Adit tidak punya semangat dalam hidupnya bahkan ia juga tidak pergi ke kantor, sehari hari nya hanya mengurung dirinya di kamar.


Pagi itu Roy datang kerumah Bosnya untuk melihat keadaannya.


"Bos.. apa anda di dalam" teriak Roy dari luar kamar mandi karena mendengar gemericik air dari dalam. setelah memanggil- manggil lama tidak ada sahutan Roy mulai khawatir dan membuka kamar mandi itu.


"Boss... anda kenapa? " teriak Roy menghampiri Adit yang jatuh tak berdaya dibawah guyuran sower kamar mandi, ia segera mengangkat tubuh Bosnya ke kamar dan menelpon dokter. Setengah jam kemudian dokter pun tiba.


"Ada apa lagi Roy, kenapa dia jadi seperti ini? "


"Ini karena Nona pergi Dok" lirih Roy

__ADS_1


"Ya ampun.. tapi biasanya tidak separah ini Roy" Dokter itu memijat pelipisnya.


"Apa yang harus saya lakukan Dok" ucap Roy khawatir.


" Sebaiknya dia dirawat dirumah sakit Roy, tubuhnya sangat lemah sebaiknya dia di infus" tegas Dokter.


"Baiklah Dokter.. lakukan yang terbaik" pinta Roy


Hari itu juga Roy langsung membawa Adit ke rumah sakit, Setelah 2 jam menunggu Adit tidak kunjung sadarkan diri.


"Roy bisa aku bicara denganmu" panggil Dokter pada Roy


"Baik Dokter" jawab Roy ikut bersama Dokter itu ke ruangannya.


"Tidak Dok" geleng Roy


"Apa kau tidak bisa mencarinya? "


"Akan aku usahakan Dok" jawab Roy


"Dia sudah kehilangan semangat hidupnya, dan aku rasa hanya Kiran yang bisa menyelamatkan hidupnya. "

__ADS_1


"Siap Dok, saya permisi" pamit Roy beranjak mencari jejak Kiran demi kesembuhan Bosnya.


Roy berusaha menghubungi Istri Bosnya tapi tidak ditanggapi hingga siang itu ia nekat datang ke kampus Kiran. Setelah 3 jam menunggu akhirnya Roy melihat Kiran berjalan keluar gerbang.


"Nona.. " teriak Roy


" Roy " Kiran menoleh ke arah suara.


" Nona bagaimana kabar anda" tanya Roy


"Aku baik Roy, bagaimana dengan Bosmu? " lanjut Kiran


"Sangat buruk" lirih Roy


Kiran menatap Roy penuh tanda tanya, ingin segera mengetahui kelanjutan cerita Roy.


"Bos tidak baik- baik saja Nona, dia sedang dirawat di Rumah sakit karena dehidrasi" jelas Roy sendu.


"Apa.. bagaimana bisa begitu Roy" tanya Kiran.


"Bos tidak ada gairah hidup lagi setelah kepergian anda Nona, tolong selamatkan dia" pinta Roy berkaca-kaca sambil bersujud pada Kiran.

__ADS_1


"Eh.. Roy tolong jangan seperti ini, kau tidak perlu memohon karena dia masih suamiku. . aku akan berusaha ada kalau dia masih membutuhkanku" ucap Kiran.


"Terima kasih Nona, kalau begitu mari ikut saya" ajak Roy.


__ADS_2