Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 76.MENCOBA MENGERTI


__ADS_3

"Sayang.. kamu gak apa-apa kan? " tanya Kiran menggenggam tangan suaminya. Adit menghembuskan nafasnya dan duduk kembali.


"Aku tidak apa-apa, aku akan mencoba buat ngerti perasaan kamu dan tidak terlalu mengekang kamu" senyum Adit dipaksakan membuat rasa nyeri di hati Kiran.


"Gak.. jangan korbanin perasaan kamu hanya buat jaga perasaan aku, kita harus bisa saling melengkapi satu sama lain dan aku ingin buat kamu selalu bahagia tanpa terbebani apapun" kata Kiran lagi.


"Aku mengerti perasaan kamu dan kamu harus percaya apapun yang terjadi aku gak bakalan ninggalin kamu" bisik Kiran lalu mengecup singkat tangan suaminya, Adit mengangguk dan beranjak meninggalkan Kiran.


"Aku tau gimana perasaan kamu, tapi terkadang kamu terlalu berlebihan menyikapi sesuatu sehingga membuatku tak nyaman dengan batasan- batasan itu" batin Kiran.


Malam itu mereka bersiap- siap untuk kembali ke ibu kota, Kiran duduk di karpet menata barang-barang yang perlu dibawa dan Adit duduk di sofa sambil mengerjakan tugasnya di laptop miliknya.


"Sayang..apa ada yang ingin kau beli sebelum kita pulang? " tanya Adit tetap fokus pada laptopnya.


"Emm.. apa ya, terserah kamu aja deh Yang.. soalnya aku lagi gak pingin beli apa-apa" jawab Kiran santai. Adit menutup laptopnya dan memeluk istrinya dari belakang sambil sesekali mencium rambutnya.


"Udah selesai belum? " tanya Kiran.


Kiran mengangguk dan beralih membuka laptop suaminya.


"Mau apa? " heran Adit


"Ngerjain tugas sebentar, kalau kamu udah ngantuk tidur dulu aja" ucap Kiran dengan sayang sambil mencari tugas yang harus dia kerjakan. Adit membaringkan tubuhnya menggunakan paha Kiran sebagai bantalan.


"Eh.. kok tidur disini sih Yang, sana masuk kamar dulu gakpapa" ucap Kiran sambil membelai rambut suaminya.

__ADS_1


"Disini aja nemenin kamu, nanti kalau dah selesai kamu bangunin aku ya" lirih Adit sambil memeluk perut Kiran posesif. Kiran menghembuskan nafasnya.


"Ya udah deh terserah kamu aja" jawab Kiran sambil fokus ngerjain tugasnya yang baru dikirim oleh dosennya. Tepat jam 9 malam Kiran menyelesaikan tugasnya, ia melihat suaminya tampannya masih tertidur dengan damai.


"Kayaknya kamu capek banget.. jadi gak tega bangunin kamu Yang, ya udah kita tidur disini aja deh, aku ambil bantal sama selimut dulu biar tidur kamu nyaman. " Kiran beranjak ke kamar mengambil yang dia perlukan dan tidur di samping Adit sambil memeluknya erat.


******


"Pagi harinya Adit mengerjapkan matanya terlebih dahulu sebelum istrinya karena ia mendengar bunyi ponselnya.


" Ya Roy.. kenapa? " tanya Adit masih setengah sadar.


"Bos kapan anda kembali? "


"Nanti malam ada undangan dari Tuan Erik Bos" jawab Roy.


"Undangan apa itu Roy? "


"Pertunangan putrinya Bos"


"Baiklah aku usahakan nanti sore sudah tiba di jakarta.


" Siap Bos" jawab Roy mengakhiri panggilannya.


Adit melihat istrinya masih tertidur nyenyak disampingnya.

__ADS_1


"Kok bisa tidur disini sih" lirih Adit sambil membelai rambut istrinya membuat Kiran terbangun.


"Pagi sayang" bisik Adit sambil memberi kecupan singkat di pipi istrinya.


"Pagi.. jam berapa ini sayang? " tanya Kiran kemudian.


"Masih jam 5 pagi.. kenapa? "


"Aku ada ujian hari ini" jelas Kiran


"Jam berapa? " tanya Adit.


"Sekitar jam 11 siang, keburu gak sih? " tanya Kiran.


"Ok.. kamu siap-siap nanti kita berangkat jam 7.30 ya" ucap Adit mesra.


"Iya.. aku ke atas dulu ya" pamit Kiran dan Adit juga mengekor di belakang dan tanpa aba-aba mengangkat istrinya.


"Auwww.. sayang! " Sentak Kiran kaget.


"Kita mandi bareng aja biar cepet" jelas Adit.


"Gak.. nanti malah jadi lama" tolak Kiran memberontak.


"G ada penolakan.. "

__ADS_1


__ADS_2