Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 29.MULAI TERBUKA


__ADS_3

"Kiran.. " lirih Adit, sebelum bertemu denganmu tidak ada wanita manapun yang bisa memasuki hatiku selama beberapa tahun ini, aku sudah tidak peduli dengan yang namanya cinta, aku sudah pernah tersakiti, jadi aku tidak mau tersakiti untuk yang ke sekian kalinya"jujurnya


"kesekian kali,maksudnya apa? "


" Beberapa waktu lalu aku mulai menyadari cinta itu datang lagi saat aku bertemu denganmu, awalnya aku menepis rasa itu tapi aku tidak bisa menyangkalnya lagi saat aku melihatmu dengan mantanmu itu, aku juga sudah berusaha jujur padamu tapi sepertinya hanya aku yang mempunyai perasaan itu dan kamu tidak." sesalnya.


"lalu.. " tanya Kiran lagi


"Aku tidak mau memaksamu dan aku juga tidak mau kecewa lagi ,oleh karena itu saat jenuh itu sudah melanda maka maafkan aku yang harus menyerah dengan perasaan ini, karena aku tidak mau kecewa lagi." lirih Adit


"Apa... kenapa semuda itu kamu menyerah hah..,aku ingin mendengar kata cinta itu keluar dari bibirmu ini, tapi sepertinya kau juga tidak peka dengan perasaan wanita, dasar kau..!" maki Kiran berkaca2 sambil memukul2 bahu Adit.


Adit tersenyum sambil memegang tangan Kiran dan mulai mengecupnya,"maafkan aku yang tidak peka ini ya, " tangis Kiran kian pecah dan Adit membawanya ke dalam pelukan hangatnya. "Maafkan aku... maafkan aku,"lirihnya.


Akhirnya mereka berdua sudah mulai terbuka dengan perasaan masing2 Dan mereka bisa beristirahat dengan nyenyak malam itu.


****


Pagi itu seperti biasa Kiran menyiapkan semua keperluan Adit, dia sudah menyiapkan sarapannya juga, dan Adit juga sudah menyelesaikan ritual mandinya, ia keluar dari kamar mandi menghampiri Kiran yang sedang menyiapkan pakaiannya. Adit memeluknya dari belakang. Kiran terlonjak kaget.


"Pak tolong lepaskan"


"Biarkan seperti ini 5 menit saja ya"


"Tidak, aku tidak mau ada orang lain melihat kita dalam keadaan seperti ini"


"Kenapa? " tanya Adit

__ADS_1


"Aku tidak mau orang berfikir yang tidak2 tentang kita Pak!"


"Bagaimana kalau kita menikah saja secepatnya"


"Apa.. tidak..kita baru saja menjalani ini bukan, jadi jangan terburu2 seperti itu" Kiran menjauh. "Cepatlah ganti pakaianmu aku tunggu di meja makan. Adit tersenyum melihat punggung Kiran yang berjalan menjauh. " lucu sekali dia"


Setelah bersiap mereka sarapan bersama dan Adit membuka obrolan.


"Apa kamu ke kampus hari ini? "tanyanya


" Iya, sebentar lagi aku berangkat"


"Kalau begitu aku akan mengantarmu,bagaimana? "


" Apa aku tidak merepotkan mu? "


" Baiklah, 5 menit lagi aku menyusul."


Mereka berdua berangkat bersama pagi itu, dimobil tidak ada pembicaraan serius.


"Jam berapa kau pulang? "


"Mungkin jam 4 sore"


"Baiklah, aku akan menjemputmu nanti"


"Aku masuk dulu ya..terima kasih tumpangannya, "Kiran beranjak begitu saja tapi Adit menariknya lagi.

__ADS_1


" Ada apa lagi? "


Adit menunjuk pipinya"apa maksudnya? "


"kemarilah!" pinta Adit


Kiran mendekat dan " cup"Adit mencuri kecupan singkat di pipi kiri Kiran. "sudah jangan protes" pungkas Adit, "belajar yang bener ya, jangan pecicilan",


Kiran mendelik" apa..!


"Ingat mataku dimana2..kau tidak bisa menyembunyikan apapun dariku, "kau dengar kan! "


" Iya.. iya.. dah.. hati2 di jalan!" ucap Kiran melambai. saat akan memasuki gerbang kampus ponsel Kiran berbunyi, tertulis nama ibu disana.


"Hallo, iya Bu, apa ibu baik2 saja? "


"Baik Nak, bagaimana denganmu? "


" Aku juga baik Bu"


"Kiran nanti Marcel akan datang dari Perancis"


"Benarkah Bu, Kak Marcel akan pulang, kapan Bu? jam berapa"?


" Jam 3 sore dia akan tiba di bandara, apa kau bisa menjemputnya? "


"Baiklah Bu" Kiran menutup ponselnya dengan wajah berbinar. "Kak Marcel aku kangen banget denganmu" teriaknya senang.

__ADS_1


__ADS_2