Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 41.PESTA


__ADS_3

Adit turun ke bawah menemui orang tuanya, sedangkan Kiran beristirahat di kamarnya. kira2 jam 4 sore Kiran mulai mengerjapkan matanya ia merasakan ada sesuatu yang menindih nya, dan saat Kiran membuka mata ia melihat tangan kekar Adit memeluk erat dirinya.Kiran berusaha melepaskan pelukan Adit, tapi pria itu malah mengeratkan pelukannya.


"Sayang lepasin dong..aku tau kamu udah bangun, jadi jangan pura2..aku pingin ke kamar mandi!"pinta Kiran.


Adit melonggarkan pelukannya." iya sayang pergilah, "ucapnya dengan suara seraknya.



Kiran bergegas bangun dan berlari ke kamar mandi sekalian ia berendam supaya terlihat lebih segar, saat sedang asyik berendam tiba2 ada sesuatu yang mengusiknya. saat ia membuka mata ternyata Adit sudah ada di hadapannya.


"Ya ampun sayang.. bagaimana kamu bisa masuk?"bukannya pintunya tadi terkunci?"tanya Kiran keheranan.


"Tidak usah membahas itu, aku ingin mandi bersamamu,"senyum semirk Adit.


"Tidak.. tidak.. aku sudah selesai.. kau mandi sendiri saja, aku sudah lapar" ucap Kiran sambil beranjak. tapi Adit menariknya dan Kiran jatuh ke pangkuannya. Adit mencium tengkuknya," kapan aku bisa menikmati ini sayang.. tolonglah ijinkan aku ya.. apa kamu tidak kasihan padaku"mohon Adit.


"Tapi ini bukan waktu yang tepat, kita akan ada acara lagi apa kau mau kalau aku susah berjalan nanti? "tanya Kiran


" Hmmm.. baiklah.. baiklah.. terserah padamu nyonya Adit kau Ratunya, "kesal Adit


"Cup" Kiran mencuri ciuman di bibir suaminya itu, jangan marah dong, kan masih ada banyak waktu untuk melakukan itu semua, "ucapnya sambil berlalu pergi.


" Ya ampun sampai kapan cobaan ini akan berakhir. "keluhnya

__ADS_1


Malam itu Kiran terlihat bak seorang ratu,dia terlihat serasi dengan Suaminya yang bak seorang raja.mereka terlihat sangat bahagia begitupun juga tamu2 yang hadir disana.


"Selamat menempuh hidup baru ya Bos" ucap Roy sumringah. begitupun juga teman2 Kiran yang sengaja diundang kesana.


"Selamat ya Ran.. gak nyangka kamu dinikahin pengusaha muda yang kaya raya seperti tuan Adit ini." ucap Meta yang malam itu datang bersama Bisma.


"Terima kasih semuanya.. silahkan kalian nikmati pestanya ya."para undangan berdansa mengikuti irama begitupun juga pengantinnya.


" Sayang apa nanti aku bisa.. "Tanya Adit di sela2 dansanya.


" Sttt.. jangan bahas disini ah malu"jawab Kiran sambil menutup mulut suaminya. Adit tertawa renyah.. sampai tengah malam akhirnya pesta itu berlalu dan para tamu undangan pun mulai berpamitan. begitupun para keluarga juga sudah masuk ke kamar masing2 mereka semua sengaja menginap di hotel tersebut. Adit dan Kiran masih bersama Roy.


"Saya permisi pulang Bos."pamit Roy


"Siap bos," Roy membungkukkan kepalanya dan pergi.


"Ayo sayang kita istirahat," ajak Adit, mereka berjalan menuju kamar pengantinnya. sesampainya di kamar Kiran menbuka semua asesoris yang menempel pada tubuhnya.


"Sayang apa kamu perlu bantuan," tawar Adit


"Tidak, ini sudah selesai, aku bersih2 dulu ya" ucap Kiran sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Bagaimana kalau kita mandi bersama sayang, biar cepet." rayu Adit

__ADS_1


"Tidak aku duluan," sengit Kiran


Setelah mandi Kiran mengeringkan rambutnya di meja rias.


"Tunggu aku ya.. aku bebersih dulu" goda Adit dan Kiran tersenyum tipis. setelah 15 menit Adit sudah menyelesaikan ritualnya. ia segera menuju ranjang untuk menyambangi istrinya yang sedang memainkan ponselnya. Kiran tersenyum menyambutnya.


"Sayang apa kau sudah siap" Kiran mengangguk, Adit langsung menyambar bibir ranum Kiran. tapi tiba2 ponselnya berbunyi.


"Siapa sayang.. angkat saja.. barangkali penting!" ucap Kiran.


"Ini Roy, awas saja kalau tidak penting, besok dia akan ku pecat." kesal Adit, Kiran tersenyum geli


"Ya Roy kenapa? "


"Bos, ini gawat!"


Adit menatap Kiran,"sebentar ya sayang aku angkat tlp dulu."pamit Adit


"Baiklah sayang." jawab Kiran tersenyum, setengah jam berlalu Adit tidak juga kembali,dan saat Adit sudah kembali Kiran telah tertidur.


"Hmmmm.. dia tertidur.. baiklah, mungkin dia lelah," dengus Adit kecewa.Setelah itu dia naik ke ranjang dan menarik istrinya dalam pelukannya.


"Cup," Adit mengecup singkat kening istrinya. "mungkin hari ini dan 1 minggu ke depan aku harus bersabar sayang," ucapnya dalam hati.. Kiran merasa nyaman berada di pelukan Adit hingga ia tertidur nyenyak sampai pagi. Adit terjaga lebih dulu dan memandang istrinya. mengelus wajahnya dan mencuri kecupan singkat di bibirnya, Kiran mulai mengerjap. "Sayang apakah tidurmu nyenyak?"tanyanya dengan muka bantalnya.

__ADS_1


" tidak! "


__ADS_2