
Matahari mulai menyapa , terlihat dua sosok yang masih betah bergelung dengan selimut tebal mereka.Hingga beberapa saat Kiran mulai mengerjapkan matanya dan yang pertama ia lihat adalah wajah tampan suaminya.
"Gak tau bagaimana caranya aku dipertemukan denganmu dalam keadaan yang unik menurutku," tawa kecil Kiran mengembang."tapi aku bersyukur menemukanmu walaupun dengan waktu yang tidak baik"batin Kiran sambil membelai lembut wajah suaminya.Kiran terus memandang wajah suaminya hingga si empunya membuka mata dan mengagetkan Kiran "Ya ampun, kenapa dia tiba2 terbangun..lebih baik aku pura2 tidur" batin Kiran memejamkan matanya.Adit terkekeh geli melihat istrinya yang pura2 tidur, sebenarnya dia sudah terjaga sedari tadi tapi ia tahan karena merasakan sentuhan lembut istrinya. "lebih baik aku kerjain dia" iseng Adit.
"Aduhh.. kok tiba2 kepalaku pusing sih" aksi Adit mendrama sambil terkekeh dalam hati.Kiran yang mendengar keluhan Adit menjadi khawatir dan membuka matanya.
"Kenapa sayang.. yang mana yang sakit" heboh Kiran sambil memegang kepala suaminya. Adit memegangi kepalanya sambil mengeluh.
"Sayang kepala aku pusing banget.. aaww.. " keluh Adit.
"Apa perlu aku panggilkan Dokter? " panik Kiran.
Adit berakting sangat kesakitan"sayang.. aku sudah tidak kuat lagi"teriaknya dan tiba2 pingsan.
"Sayang kamu kenapa? "
"Jangan bercanda dong.. aku takut" air mata Kiran mulai menetes dan menggoyang2 kan tubuh Adit.
"Sayang aku harus gimana? " panik Kiran yang tiba2 muncul ide gilanya.
"apa perlu aku kasih nafas buatan! " lirihnya.
Adit yang mendengar itu tertawa riang dihatinya. Kiran yang sudah tidak punya cara lain mencoba mendekatkan wajahnya berniat memberikan nafas buatan, dan saat bibir itu sudah bertemu Kiran terlonjak dan matanya membola karena tiba2 ia merasakan ******* lembut di bibirnya. Karena kaget Kiran berusaha bangkit tapi tangan kekar dengan sigap menahan pinggang dan tengkuknya.
"Emmmmp.. Kiran berusaha melepas pagutan itu karena ia sdh kehabisan nafas.Adit melepasnya dan masih posisi terpejam.
__ADS_1
" Kamu gak lagi ngerjain aku kan? " kesal Kiran sambil menetralkan pernafasan nya.Tetapi Adit masih terus memejamkan matanya tanpa melepaskan pelukannya.Kiran yang merasa suaminya itu sedang mengerjainya berinisiatif mencubit pinggang suaminya dengan gemas.
"Auww.. sayang apaan sih kamu, sakit nih" rintih Adit.
"Benarkah, bisa2 nya pagi2 begini kamu ngerjain aku" sebel Kiran sambil menggelitik suaminya dan beranjak ke kamar mandi. Adit terkekeh sambil menopang kepalanya dengan satu tangannya"manis sekali" lirihnya.
****
Pagi itu mereka beraktivitas seperti biasanya, Adit mengantarkan istrinya ke kampus setelah itu berangkat ke kantor, di tengah perjalanan Roy menelpon.
"Ya Roy" jawab Adit singkat.
"Bos nanti malam kita harus ke Semarang" ucap Roy dari sebrang.
"Kenapa mendadak Roy? "
"Baiklah, kamu urus saja semuanya"perintah Adit sebelum ia menutup tlpnnya dan beralih menghubungi istrinya. Berkali2 menelpon tapi tidak diangkat dan akhirnya Adit meninggalkan pesan singkat.
" Sayang nanti malam aku ada dinas ke Semarang"ketiknya singkat tanpa menunggu balasan karena ia tau istrinya masih ada kelas.Sampai siang hari Kiran baru membaca notifikasi dari suaminya dan membalasnya.
"Kok mendadak sayang? " tanyanya
Tanpa menunggu lama suaminya pun membalasnya.
"Maafkan aku ini memang tugas dadakan sayang, sampai ketemu sore nanti ya.. miss you" balas Adit.
__ADS_1
Sore itu Kiran pulang lebih dulu untuk menyiapkan perlengkapan dan memasak makan malam sebelum suaminya berangkat.Dan disinilah mereka sekarang sedang makan malam bersama.
"Sayang apa semua perlengkapan ku sudah kau siapkan? " tanya Adit sambil menyuapkan makanannya.
"Sudah.. jam berapa berangkatnya? "
" Jam 8 Roy akan datang" jelas Adit
"Baiklah.. hati2 dijalan dan jangan macem2" tegas Kiran ultimatum.
Adit terkekeh"gak Sayang.. satu macam aja" godanya mendapat pelototan dari istrinya.
***
Malam itu Adit berangkat ke Semarang bersama Roy, Sekitar jam 10 malam mereka sampai di hotel dan beristirahat.
"Kita istirahat dulu Roy, besok baru ke kantor cabang"
"Siap bos, saya permisi"pamit Roy
Pagi hari jam 7 mereka sudah sampai di kantor cabang,kedatangan Adit yang mendadak membuat para karyawannya kalang kabut.mereka memasuki kantor dengan aura dingin dan menakutkan.
" Ada apa ya Bos besar kok tiba2 datang? " tanya beberapa karyawannya.
"Entahlah, mungkin ada masalah yang mendesak"grusak grusuk para karyawan terdengar silih berganti. Hari itu Adit mengadakan rapat dadakan karena ada informasi penyelewengan dana perusahaan. Saat rapat berlangsung Adit tanpa sengaja melihat seseorang yang ia kenali pada salah satu devisi.
__ADS_1
Deg
"Jihan... " batinnya.