
"Makasih.. "
"Ya udah kamu istirahat aja dulu" ucap Kiran sambil membaringkan suaminya dan menyelimuti nya, Saat hendak beranjak Adit menarik tangannya hingga Kiran pun terjerembab ke atas tubuh Adit.
"Ya ampun.. maafkan aku" gugup Kiran hendak bangkit tapi Adit menahan pinggangnya dan menatapnya lekat.
"Aku kangen.. " bisik Adit tepat di telinga Kiran yang membuat tubuh Kiran meremang.
"A.. apa kangen, sayang tolong lepaskan biarkan aku membersihkan diri" rayu Kiran.
"Tidak usah membersihkan diri pun sudah cantik bagiku" Adit masih menahan Kiran pergi, Adit mendekatkan wajahnya beberapa centi dan tersenyum penuh hasrat yang sudah tak tertahan lg.
"Stop" ucap Kiran sambil menahan wajah suaminya.
"Kenapa? " gusar Adit
"Aku.. "
"Aku kangen sayang.. pingin jenguk" sendu Adit
Kiran terkekeh geli melihat suaminya yang sedang dalam mode on tapi dia nya sedang halangan gini,kasihan banget.
"Gimana ngomongnya ya.. kok jadi gak tega lihat muka sendunya.. ya ampun" batin Kiran.
"Maaf sayang untuk sekarang aku gak bisa" lirih Kiran merasa bersalah.
"Jangan bilang kamu sedang halangan! " ucapnya merasa kecewa.
__ADS_1
"Maaf ya.. " jawab Kiran mengecup singkat pipi suaminya.
"Ya udah gak apa-apa" jawabnya dan beranjak ke balkon.
"Waduh ngambek nih kayaknya "Kiran memijat pelipisnya dan beranjak menghampiri suaminya.
"Grrrppp.. " Kiran memeluk suaminya dari belakang. Adit yang menerima pelukan dadakan itu menarik nafas dalam.
" Sayang.. "
"Tolong biarkan seperti ini sebentar saja ya.. " bisik Kiran di balik punggung suaminya.
"Jangan gini dong.. nanti aku gak kuat" rengek Adit.
"Sabar ya.. bentar lagi selesai kok" Kiran mengeratkan pelukannya.
"Baiklah, tapi temani aku ya"
Kiran mengangguk, ia membaringkan suaminya dan ikut berbaring disampingnya, Setelah 30 menit Adit tidur dalam dekapan istrinya dengan tenang. Kiran mulai memindahkan suaminya ke tampat yang lebih nyaman dan mengecup keningnya singkat sebelum meninggalkannya.
"Selamat istirahat.. semoga lekas sembuh" lirihnya.
Setelah itu Kiran meninggalkan suaminya untuk memasak makan malam. Hari ini dia akan memasak sop iga kesukaan suaminya.Setelah 1 jam bergelut dengan peralatan dapur akhirnya Kiran menyelesaikan ritual memasaknya.
"Akhirnya selesai juga" ucap Kiran sambil melepas apron nya.
Kiran berjalan ke kamarnya untuk melihat keadaan suaminya, sesampainya disana ia melihat suaminya itu masih menikmati tidur panjangnya.
__ADS_1
"Baiklah lebih baik aku mandi dulu sambil menunggunya bangun. " celetuk Kiran
Kiran memutuskan untuk berendam beberapa menit supaya bisa menghilangkan rasa penatnya. setelah selesai dengan ritualnya Kiran berganti baju dan menghampiri suaminya.
"Sayang.. apa kau tidak ingin bangun" lirih Kiran.
Tapi Adit hanya berpindah tempat saja tanpa membuka matanya.
"Sayang ayolah makan dulu trus minum obat mu" Kiran membelai pipi suaminya dengan gemas tapi Adit malah pindah ke pangkuan Kiran dan mengeratkan pelukannya ke pinggang istrinya itu.
"Sayang ayo dong"
"Biarkan biarkan begini sebentar" Adit menghadap perut Kiran dan memeluknya posesif.
"Sayang.. jangan gini geli akunya" keluh Kiran.
"Kapan akan ada Adit junior disini" ucap Adit sambil mencium perut istrinya.
"Apa kau ingin segera punya keturunan? " tanya Dea.
"Ya pasti dong sayang.. tujuan pernikahan kan memang untuk memperoleh keturunan" jawab Adit santai.
"Tapi bagaimana kalau aku tak kunjung memberimu keturunan, apa kau akan meninggalkanku? " ucap Kiran sendu.
Adit mendongakkan kepalanya"apa maksudmu bertanya seperti itu? " ucap Adit serius.
"Aku...
__ADS_1